PASIFIS ANARKI (Prologue-1)

Adalah sebuah eksistensi manusia dalam kesehariannya.
Terlepas dari semua konsep Syarikat.

Tiap diri adalah organisasi
Tiap diri adalah haroki

Sebuah penyadaran dan perlawanan terhadap konsep organisasi dan haroki yang mulai mapan dengan segala boroknya.

Kami sadar, bahwa kami merdeka
Kami paham bahwa afiliasi adalah sebuah kesepakan visi, bukan pemberangusan terhadap privasi.
Kami yakin, bahwa hisab dan mizan adalah untuk tiap pribadi (nafsi-nafsi).

Inilah eksistensi kami!
Bahwa kolektif tak akan meleburkan kami dalam persatuan imaji!
Kami adalah para jundi yang tak akan menjadi hamba, selain hamba Alloh.
Otoritas Qiyadah hanya sebatas structural-fungsional, bukan multidimensional atau intervensi personal..

Kami mempertanyakan “risalah bai’ah” semua harokah!
Kami mempertanyakan “Al Wala’ Wal Baro`” Anda semua!
Kami mempertanyakan konsep Imamah tiap Syarikah
Kami mempertanyakan Klaim “Jama’ah” kalian semua…

***
Seorang manusia dilahirkan secara merdeka. Kecuali hutang budi kepada Pencipta dan orangtuanya, maka ia dapat saja berbuat sesuka hatinya. Semua ibarat transaksi jual-beli atau rekonsiliasi pada awalnya. Bahwa relasi-relasi dan afiliasi dibentuk untuk membuat pola yang di kehendaki oleh masing2. Meski manusia lemah, penindasan tak boleh ada. Intervensi atas keinginan dan kemauan harus segera di enyahkan.

Dewasalah manusia! Bukan lantaran usia yang bertambah. Tapi perjalanan waktu yang membuahkan pengalaman menjadikan manusia bertambah bijak.

Disisi lain, manusia tak mampu berbuat apa2. Inilah apa yang kami sebut sebagai pasif. Kami bukan penganut Aqidah Qodariyah! Bukan! Kami tetap berharap untuk menjadi Ahlu Sunnah Wal Jamaah. Kami juga bukan orang-orang yang apatis atau pesimis! Tidak! Hati-hati kawan… Kalian akan terjebak.
Kami adalah pintu perlintasan kereta atau jembatan. Dan semua Hizbi2 serta haroki adalah keramba bagi ikan2 yang merasa terpelihara. Ikan2 yang merasa dirinya dalam kondisi terbaik karna dipelihara oleh orang yang baik, karna tinggal di kandang yang luas dan indah. Ada kebersamaan disana, ada rasa senasib-sepenggungan. Yang berharap keluasan rahmat Penciptanya kelak di surga, tetapi melupakan harapan untuk keluasan risalah-Nya yang ada di luar kerambanya. Kebanyakan dari mereka tak pernah berharap untuk keluar dari keramba. “Totalitas”, kata mereka. Juga tak mau hanya sekedar melirik apa dan bagaimana kehidupan tetangganya. “Loyalitas!”, kata mereka.

Bersambung...
***Revolusi Hari Ini***

Memoar (Romadlon-Syawal)

I {Jelang Romadhon}

“Kamu belum sanggup mengkaji buku itu. Mafahimnya terlalu tinggi. Kita butuh bimbingan. seorang musrifah”.

Seorang darisah mengkhawatirkan darisah lain (kawannya) karena ditawarkan pemikiran non-syarikat (yang selama ini di anut). Cukup pelik, saya dan kawannya ini memang sedang menjalin hubungan dialektika. Agak janggal memang! Sebab, tak lazim hubungan lintas seksual terjadi diantara seorang revolusioner yang belum punya ikatan ‘resmi’. Tapi awalnya memang hanya rekan bisnis (menurut beliau), atau dalam istilah saya “kawan kerja” dalam sebuah naungan bernama Global Alhamdulillah.

Ahkk..! Kenapa semua harus curiga? Toh kalau saya –atau kami—ingin serius, segera saya ajukan ‘proposal’ khitbah padanya. Masalahnya kami memang hanya sebatas teman “tanpa batas”, imajiner. Ow, kami terjegal kelaziman. Yang menarik, hal itu terjadi ketika kami mulai mengkaji hal-hal yang kontroversial.

Penjara kata mulai membatasi konsepsi kami. Istilah-istilah yang kami gunakan sering kali bertabrakan. Untuknya kami telah sepakat sebelumnya, bahwa maksud dari setiap perbincangan adalah untuk membuka cakrawala berpikir kami, memperdalam pemahaman dan menambah pengetahuan. Hingga semua tetap berjalan, meski ada sedikit ganjalan.

Beginilah, ketika datang pihak ketiga atau keempat dst. yang notabene tidak mengetahui ‘gaya bahasa’ kami. Hampir saja ada fitnah. Untungnya, saya juga sedikit banyak tau dan paham bahasa universal yang digunakan kebanyakan orang. Dan akhirnya setiap ada kendala bahasa, saya harus memutar otak saya untuk mencari analogi yang tepat sebagai komparasi.

Bahasa?! Hmm. Saat ini saya juga tengah mengalami masalah dengan bahasa. Bahasa memang alat satu-satunya alat komunikasi dalam kehidupan. Tetapi bukan bahasa verbal dan konvensional saja! Manusia punya bahasa hati, bahasa tubuh, bahasa cinta dan bahasa-bahasa yang tak terbahasakan.

Kasus yang saya temui adalah tentang sarkasme. Termasuk hiperbol dan metaphor ketika masuk dalam ranah emosional kita. Kenapa kita tidak berusaha untuk saling memahami sih?! Bukan kah awalnya komunikasi (berbahasa) dilakukkan agar kita bisa mengerti maksud orang lain?! Kan mudah… Tinggal bagaimana memilih standarisasi dan klasifikasi pembicaraan dan lawan bicara.

Namun ada yang lebih pelik lagi. Miris, bagi saya yang masih mempercayai OTORITAS PERSONAL. Ketika ada orang atau lawan (ups, kawan!) bicara saya menyandarkan konsep bahasanya pada kelompok tertentu. Tidak jd masalah jika hati dan jiwanya masih merdeka, tp sering kali yang saya jumpai yaitu; ‘menyerahkan’ sepenuhnya paradigma berpikir dan kemampuan analisa pada kelompoknya. Ahkk! Stereotipe. Kadang hal ini justru memudahkan saya untuk memukul rata alias menggeneralisir kawan bicara. Sedikit mudah, sebab saya tak perlu repot2 beradaptasi dengannya.

***
Lihat saya. Selalu bilang : “Kamu merdeka!” “Semua penjajahan itu dusta!” “Tak ada yang mampu memiliki jiwa mu!”, padahal saya sendiri tak tahu apakah saya sudah merdeka? Bahkan definisi “merdeka” bagi saya saja masih belum jelas.

Saya harap, semua lancar dan dapat berjalan terus. Sampai saya berkesempatan untuk menjelaskan apa2 yang patut kita ketahui bersama. Tentang sekat2 pemikiran, kotak2 perasaan dan bahaya laten stagnasi.

Ya Allohh…

II {Romadhon nan Malang}

Konsentrasi ku tak menentu arah. Tak punya ranah. Lelah dan hampir saja menyerah. Dia datang menghampiri… Tapi sedikit yang tahu.

Aku masih saja begitu. Tak mampu benar-benar yakin bahwa diri ini telah siuman dari suri nan panjang. Tapi memang begitulah adanya… Aku tak benar-benar sadar.

Sketsa kemulian tampak samar. Ahkk..rupa ia datang, tapi pada siapa? Mengapa hanya ku lihat wajah-wajah orang lain? Dimana diri ku? Atau memang tak tersedia cermin di semesta raya ini?! Terus menatap, dan berharap… Andai ia datang pada ku.

Ia mungkin marah, atau kesal sekali pada diri ku, tapi ia masih punya banyak diri untuk menaungi, dan menyambutnya hangat. Peluk erat penyalur hasrat. Ia mulai melupa ku, mengabai ku sambil senantiasa menebar cemburu.

Waktunya berpisah! Padahal jumpa saja tak ku rasa. Datangnya bagai angan, hadirnya bagai mimpi. Aku ingin segera bangun! Bangkit kembali menyongsong, menerpa badai pasir-pasir dosa ku. Menerjang, dan menciptanya menjadi baru. Aku ingin ia hadir, aku ingin melahirkannya.

Menanti…

III. {Bulan Kelahiran dan Harapan}

Tertatih. Saya menyadari tentang keberadaan yang sebenarnya. Saya telah melakukan hal yang besar dalam hidup saya.

Kembalikah fitri?! Saya tak merasa sesuatu pun yang baru atau berganti. Saya masih yang dulu. Tidak hanya dalam kepribadian, tapi juga harapan.

Saya masih dengan perjuangan yang dulu, masalah yang dulu dan solusi terdahulu. Semua hampir benar-benar sama, dan mulai menjemukan. Semoga ini suatu yang konstan dan bukan stagnan, sebab saya slalu berharap akan akselerasi dalam setiap kesempatan.

Masih dengan dialektika yang dulu, gelisah yang dulu, rancauan terdahulu. Saya masih mencoba untuk bangkit dan menjadi seorang lelaki penunggang gelombang. Tak ada pasang yang dapat menghantam, tak ada surut yang mampu menghadang.
Saya masih seperti yang kita bicarakan dahulu, masih dengan ingatan akan percakapan dahulu dan perdebatan terdahulu yang belum tertuntaskan akibat banyak hal.

***

Ku lihat pesakitan disana-sini
Ku lihat pembaringan dimana-mana
Di desa dan kota,
di tempat tinggal manusia.
Muncullah mala petaka,
mara bahaya,
dan tragedy ternahas sepanjang sejarah
orang-orang beradab.

Duhai, Patani di semerbak Romadhon nan damai.
Duhai, Fallujah yang selanjutnya
Darah mu segar menyuburkan,
menumbuh kembang tunas-tunas harapan
kemunculan peradaban di masa depan.


***Revolusi Hari Ini***

MENCARI FORMAT BARU KOMUNITAS BUDAYA

Budaya, yang menurut pandangan kami merupakan sesuatu yang bersifat historis senantiasa dinamis dan sinergis dengan aktifitas manusia. Manusia tak berhak mengklaim dirinya berbudaya jika ia hanya ‘diam’ mengikuti arus budaya global yang menyeretnya menjadi artefak di mata sejarah. Manusia harus mampu mengatur hidupnya sendiri. Manusia tidak boleh tidak senantiasa mencipta rasa dan karsa menjadi sebuah maha karya.

Budaya meliputi segala aspek ‘kemanusiaan’ yang ada di muka bumi. Dengan tetap tunduk pada sunnatulloh, maka manusia berusaha mengatur kebebasannya. Kebebasan bertindak dan berkehendak (anugerah terbesar dari Alloh) yang bisa membawa manusia pada dua kemungkinan ; selamat atau sesat. Dalam selamat ada rahmat, dalam sesat ada laknat. Jika kita percaya, maka marilah kita sama-sama merenungkan kembali perjalanan kebudayaan kita.

Apa yang selama ini dilakukan dan diperjuangkan selama ini oleh sebagian dari kita bisa jadi salah jalan. Atau mungkin agak menyimpang dari rel yang seharusnya, yakni lintasan menuju ketinggian peradaban dan keagungan harkat-derajat manusia di mata sesama dan penciptanya. Tapi ketetapan Sang Pencipta (Alloh) tak mungkin meleset! Dia tau apa yang akan Ia perbuat terhadap manusia sebagaimana manusia tahu apa yang akan ia perbuat untuk dirinya. Bedanya, jika ketetapan dan keputusan yang diambil Tuhan pasti baik, sedangkan manusia tidak.

Manusia memiliki kemungkinan dan kecenderungan untuk menjadi buruk!!!

Lembah Kapuk, Malam Senin di peghujung November

***Revolusi Hari Ini***

Perjalanan...

di pesakitan…
Pejuang yang terkapar
Ooh…
dia masih dapat tersenyum
bahkan mampu mengenali
orang yang belum ia kenal sebelumnya

- Ciranjang, Cianjur –
*Mengenang pertemuan pertama dengan seorang ‘kawan lama?’



# WARGA NEGARA
DILARANG KERAS
MEMBANGUN di TANAH NEGARA #



“Pernikahan tanpa cinta adalah pelacuran”


tuhan,
hantu,
hutan!
3 misteri kehidupan


“Akhirnya…aku merasakan sendiri, aksioma ‘mitos’ polusi terpekat. Kami butuh kesejukan!!!”


Sebuah daerah yang ramah, tak hanya terhadap orang asing tetapi juga budayanya…


“Kalau salah…boleh minta lagi J”
Dear, Parhatu Sofiah
Kebahagiaan yang amat sangat
Angin surga yang menjaga
Kebijaksanaan seorang wanita

[12/12/2004]



1
“Dulu disini tetumbuhan,
kini gedung bangunan.
Dulu disini kesejukan,
kini udara kesesakan”

2
Ahkk…
Mengapa dengan sedikit lipstik
kalian terlihat begitu menarik


SURGA NAN TENANG

Hai…
gadis berkaca mata.
Meski terhijab
lentik mu tetap menarik
Meski terbalut
agung mu tetap tampak
- KopdarMaTetehNanCantikJelita –
***Revolusi Hari Ini***

MENTARI YANG TAK TERSINARI

Apa yang terjadi,
Ketika ia menerangi?
Ketika ia menjadi tuli?

Siapa cahaya?
Yang menjadi sebuah asa
Atas semua derita yang melanda.

Mentari kini murung,
terkungkung,
terkotak dalam sebuah perangkap hasrat
untuk bahagia,
untuk merdeka,
dan meraih semua…
apa adanya.

Wahai, engkau nan berjasa
Engkau nan senantiasa menderita
duka mu menopang bahagia orang lain.
Itu cukup bagi semesta.
Dan lebih dari cukup untuk menghidupi hati-hati kami.

Salam untukmu…
Yang tengah lupa,
bahwa di sudut sana ada yang mengirim do’a untuk mu
karna cinta.
karna iman,
dan persahabatan sejati.

Salam untukmu…
Yang tengah lalai,
bahwa di pojok sana banyak mentari seperti mu
nan masih kokoh,
dan tangguh,
untuk tetap ikhlas
seperti kata mu : “Bahwa mentari akan tetap menyinari…”

[22 November 2004]
***Revolusi Hari Ini***

Puisi Itu...

Sebuah asa dan cinta
antara bahagia dan derita
Sungguh! keduanya hanya fatamorgana
Yang jika kita lupa,
ia tiada
Akan tetapi tanpanya
kita bukanlah manusia
sebab kita manusia
dan manusia adalah lemah

Deru-deru rindu dalam dada mu
Gejolak hasrat keparat,
bisa saja ia hadir setiap saat
Karna hilangnya sayang berarti malang
Dan malang adalah sebuah angan
yang tak pernah kita harapkan
Tapi pecinta sejati selalu saja bisa
mencipta kehidupan.

Buat diri mu
Buat diri ku
Untuk kita,
semoga saja tak pernah ada
'romansa zaman purba'
Karna yang kita sulam bersama
bukan suka!
melainkan cinta mulia
Dan semoga...
Aku dan Kamu
tetap menjadi Kita


NB: Teruntuk saudari ku, jadilah Bidadari Surga!

***Revolusi Hari Ini***

Asa untuk Palestina

Seorang bocah dihadapan kokangan amarah
Batu menyongsong senapan!
Sebuah fenomena di luar logika
Keinkhlasan memukul mundur kebengisan
Lalu...
Ajaib!!!
Tiran itu lari ketakutan,
karna kerinduan syahadah
tlah mencipta batu dan debu itu
menjadi peluru penuh mesiu.

Mereka bilang:
"Kami butuh senjata!"
"Berikan kami senjata, kami akan kalahkan Zionis!!!"

Seolah melihat surga,
segala nikmat dunia menjadi hampa.

Yahudi pun lari...
ia lebih suka tinggal di penjara
nan fana ini.

Kami di tampar,
hingga memar.
di hajar hingga sadar
bahwa selama ini
semangat kami amatlah pudar

Lantas, seorang dari kami pun berdiri
Dan berteriak lantang:
"DETONATOR!!!"
Kami tak ingin semua ini
hanya menjadi
FOLKLOR

Allohu Akbar!!!
***Revolusi Hari Ini***

Kado Buat Sahabat

Janganlah berjalan di depan ku, aku mungkin tidak dapat mengikuti. Janganlah pula berjalan di belakang ku, aku mungkin tidak dapat memimpin. Tetapi berjalanlah seiring bersama dengan ku dan jadilah SAHABAT ku.

Mendengarkan keluhan dengan sabar walaupun keluhan itu tidak berarti adalah suatu kewajiban persahabatan.
*SAHABAT adalah hadiah yang kamu berikan pada diri mu sendiri*

Sahabat sejati selalu jujur dan menginginkan sahabatnya untuk menjadi baik. Baik menurut aturan Alloh dan Rosulnya serta baik dihadapan orang-orang mu'min.

Sebaik-baik sahabat/saudara adalah seseorang yang apabila engkau khilaf/lupa atau melakukan kesalahan, maka ia mengingatkan mu. Dan apabila engkau ingat, ia membantu mu
*Dalamnya persahabatan tidak tergantung lamanya perkenalan*

> dari sebuah buku yang dibaca seorang sahabat yang dia penjam dari sahabatnya

***Revolusi Hari Ini***

KHUTBATUL HAJAH : Amanah dari Mursyid 'Amm Harokah Irhabiyah

Dengan takdir dan rahmat Allah semata buku ini terbit. Ia ditulis di tempat 'uzlah' dan khalwat kepada-Nya. Orang menyebutnya sebagai penjara.
Sedari awal telah kukatakan kepada segenap Tim Pengacara Muslim (TPM) bahwa, tidaklah layak aku menulis autobiografi, karena memang tidak layak. Orang-orang yang ditakdirkan telah ditinggikan dan diharumkan namanya oleh Allah semisal Syaikh Usamah bin Ladin, atau Syaikh Maulawi Mullah Umar, dan tokoh-tokoh mujahidin lainnya –hafizhahumullah– itulah yang patut ditulis dan dikenang biografi mereka.
Di sisi lain, kita punya kewajiban mematahkan street judgment yang selalu menyeret para mujahidin –dengan serangkaian aksi jihad mereka– ke dalam satu posisi yang amat sangat terpojok. Serangkaian aksi jihad mereka selama ini dianggap terjadi karena faktor kemiskinan, kekumuhan, keterpinggiran, ketertutupan (eksklusif), ketertinggalan, keterbelakangan, ketidaktahuan, kebodohan, bahkan 'kesesatan' dalam memahami dienul islam. Maka berpadulah antara keengganan menulis autobiografi dan kewajiban memberikan penjelasan dalail (dalil-dalil) syar'i operasi jihad semisal Jihad Bom Bali kepada kaum Muslimin.
Hal lain, kemasyhuran adalah suatu perkara yang wajib dicurigai. Betapa naifnya seorang muslim yang dikaruniai Allah kemampuan beramal jihad, sementara pada akhir kehidupannya terdapat pernik-pernik sum'ah (popularitas) dalam hatinya. Ia mati dengan membawa syirik kecil. –naudzu billahi min dzalik–. Inilah yang saya maksud dengan 'biografi setengah hati', biografi yang tak utuh, yang diiringi oleh kekhawatiran akan hari pertanggungjawaban kelak. Ada pula faktor-faktor lain yang tidak perlu kuceritakan disini.
Alhamdulillah, di atas segalanya, hal yang bagi saya cukup penting dan bermakna ialah bahwa naskah asli buku ini ditulis dengan tinta yang halal, di atas kertas yang halal pula, dengan perantaraan Pak Qadar, Pak Michdan dan saudara-saudara se-islam di TPM. Bukan tinta dan kertas milik polisi atau negara.
Dengan segala kekurangan dan keterbatasan, sebenarnya ingin kusampaikan pesan terutama generasi muda islam bahwa ilmu hacking dan membaca Kitab Kuning –yang selama ini dipahami secara antagonis–, adalah sama-sama harus dikuasai atau minimal dimengerti. Akan semakin bagus jika memahami ilmu bombing atau jurus-jurus fighting dan killing yang digunakan untuk jihad fie-sabilillah. Maka, dalam pertempuran akhir zaman yang sudah di ambang pintu ini, berusahalah untuk menjadi preacher (ustadz/ da'i), hacker, bomber dan fighter atau killer! Demi Izzul Islam wal Muslimin. La Hawla wala Quwwata illa Billah. Allaahummaj'alna minhum.
Wallaahu A'lam bish-Shawab.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Al-faqir wal-haqir Ilallah,
Imam Samudra

***Revolusi Hari Ini***

diskusi ma si Firboy

your sms: DHO (bukan nama sebenarnyah!) pemikiran lu kayanya utopis bgt. MISTIS kayak kaum sufi. Atau literatur lu emang kebanyakan tentang kaum sufi dan ajarannya? Tp bagus lah msh ada jiwa pemberontak!

= Di rumah saya hny ada 1 buku ttg sufi (amalan hati) tarekat naqsabandiyah, yg sesat itu. Itu jg bkn bk saya, tp punya Kk yg lg ngisi batin kmrn2.=
=Adapun literatur saya lebih di dominasi ttg Fiqh cabang, dan seoutar kaidah syar`iyah, itu jg miskin boy ga terlalu lengkap bwt kajian=
=Masalah pemikiran erat sekali dgn perenungan. Paradigma dibangun tas fakta yang terindera. Inilah mengapa bnyk orang menjadi dewasa secara tiba-tiba! Lingkungan membesarkannya!=
=MISTIS adalah hal yg paling saya hindarkan dlm hidup, sbb menjadi ideologis berarti jg membuang mistis dan segala derivatnya=
Annjrot!!!! gw ada diantara maya semesta ini.... HELP mee...
UTOPIA???
Apa artinya jika manusia hidup diatas mimpinya. Tiap konsep awalnya utopia. kemudian menjadi nyata dan terlaksana oleh sang penciptanya. Lain halnya dengan IRONI, ia tak seharusnya ada!meski nyata ia harus musnah!
APa arti nyata jika hakikat benda adalah tiada. Nyata berarti terindera, sedang subjektifitas pencerapan tiap manusia berbeda.
Bayangkan AIR MINUM kemasan ketika awal mulanya! Kini lebih berharga dari minyak tanah!
BAyangkan TEH BOTOL awal mulanya! Kini lebih berguna dari 5 sempurna!
BAtasan UTOPIA adalah fitrah! seperti pria yg melahirkan; ikan yg bisa terbang etc.
Jangan jegal saya dengan UTOPIA, sbb percuma
Tolong kritik saya dgn kebenaran!
Tampar saya dengan kebaikan
Telanjangi saya dengan keagungan...
Salam Perlawanan...

Suatu Hari, di suatu tempat

Suatu hari, nanti...
Niscaya kan ada cinta sejati
Menyelimuti bumi
Menjadikannya suci tanpa birahi

Dimana saat ini, ketika...
Kuncup-kuncup tunas generasi
Perlahan bermekaran, tumbuh
Menunjukkan eksistensi

Tubuh indah betebaran, dipelataran
Jalan-jalan kehidupan, yang suram
Pekat dan mengikat
Bahkan hendak menjerat
Memikat jiwa-jiwa yang kuat
Menjilat-jilat

Gemulai tebar pesona,
Tebar petaka,
Tebar derita,
Kefanaan surga...dunia

Pemuda-pemuda kami kalah,
Menyerah...
Tunduk dan patuh

Sebuah dilema yang mengharukan
Simalakama yang menyebalkan!!!
Bosan kami dengan gaya eksploitasi kalian!
Jenuh kami terhadap seni yang menawan!

Sebuah perlawanan...
Mau tidak mau harus kami lakukan

***Revolusi Hari Ini***

MEMBONGKAR PENJARA KATA...

Tidak ada sekat2 pemikiran!
Kita adalah semesta!

Bagamana mungkin benak seseorang dianggap sebagai sebuah sekat?! Sedangkan subjektifitas adalah satu-satunya yang paling objektif. Tak ada yang mampu melepaskan diri dari realita ini. Bahwa alienasi hanya ada ketika kita tak tau eksistensi.

Tidak benar, jika saya bicara tanpa fakta. Tetapi juga tidak lantas menjadi benar ketika dasar pemikiran saya dibangun melulu oleh fakta2 yang tiada guna. Jika kau melihat propaganda, maka itulah fakta! Jika kau menemui sebuah wacana, maka ia juga fakta. Dan apa2 yang mampu kita cerap kedalam benak dapat saja kita pukul rata sebagai fakta, tinggal bagaimana kita menyikapinya.

Ada yang menolak jika dirinya disebut subjektif. Prematur! (Saya tak sedang menyerang pledoi) Bukankah semuanya subjektif?! “Maling teriak maling!”. Bodoh, lantas kenapa kita masih percaya. Bukankah ‘jeruk tak akan memakan spesiesnya sendiri’?

***kami menerima semua definisi, tetapi menolak klaim!***

Jika tujuan hidup kita adalah untuk “memahami”, maka kita telah banyak diajarkan dalam diskusi. Tapi sering kali tak pernah memiliki arti. Mengapa??? Sebab yang terjadi “kita adalah pengemban misi”. Wajar jika misi kita “kebenaran”, tapi hati2 kawan… Klaim biasanya dibayar dgn harga yang mahal!
== tergantung dari premisnya! jika jiwa dianggap hanya dua kali harta, maka ini pasti Asuransi kaki tangan Corporate State-nya Kapitalisme ==

Ahkk… kalian hanya menguji! Tak ada yang berusaha memahami disini!

Kontradiktif???
Lagi2 istilah ini menghakimi… Jika semua konsep bisa direpresentasikan tanpa kata, saya akan bahagia. Tapi itu tak mungkin! (Lagi2 kita tak akan bs lepas dari realita…mari merubahnya!). “Kontradiktif kata” adalah istilah yang “kontraproduktif”. Jika kita menemukan ‘kontradiktif’ (Up’s saya terpaksa menggunakan istilah kontraproduktif ini :D, realitas…) dalam metafor, hiperbol, dan objek gramatika lainnya, maka memang benar, dan kita tidak gila.

Kata adalah penjara!
Kata adalah terali jiwa!

Kata tak berarti dihadapannya,
tangan dan kaki…berganti bicara!!!
[Tak Sekedar Kata; Izzatul Islam]


***Revolusi Hari Ini***

kost=akselerasi??? : "Prolog"

Pusing!!!
Awal-awal masuk kedalam dunia kost. Katanya sich, belajar mandiri??? Tau dech. Saya mah ga terlalu mikirin ttg budaya mandiri yg udah jd cultur popular mahasiswa. Saya hanya ingin melakukan yang saya bisa. Di rumah, saya bisa melakukan banyak hal. Entah disini? Yach, liat aj nanti. Pokoknya, maju truss man!!!

***Revolusi Hari Ini***

Bosan ku berharap...

Suatu hari, nanti...
Niscaya kan ada cinta sejati
Menyelimuti bumi
Menjadikannya suci tanpa birahi

Dimana saat ini, ketika...
Kuncup-kuncup tunas generasi
Perlahan bermekaran, tumbuh
Menunjukkan eksistensi

Tubuh indah betebaran, dipelataran
Jalan-jalan kehidupan, yang suram
Pekat dan mengikat
Bahkan hendak menjerat
Memikat jiwa-jiwa yang kuat
Menjilat-jilat

Gemulai tebar pesona,
Tebar petaka,
Tebar derita,
Kefanaan surga...dunia

Pemuda-pemuda kami kalah,
Menyerah...
Tunduk dan patuh

Sebuah dilema yang mengharukan
Simalakama yang menyebalkan!!!
Bosan kami dengan gaya eksploitasi kalian!
Jenuh kami terhadap seni yang menawan!

Sebuah perlawanan...
Mau tidak mau harus kami lakukan

***Revolusi Hari Ini***

Kelahiran Kembali : "Muthmainnah Qurota A'yun"

Jiwa yang tenang
Menerawang,
Mencari jati diri
Memaksa eksplorasi
untuksebuah eksistensi

Mata yang sejuk
Melihat semesta
Memandang dengan cinta
Menyapa semua
Meniadakan intrik

Wahai...
Nan lahir sebagai jiwa
yang tenang dan sejuk

Wahai...
manusia baru

Salam Kemuliaan
Salam Penghormatan

***Revolusi Hari Ini***

Election on memorial

1
HARUSKAH

Haruskah aku memberikan hak ku kali ini?
Padahal sudah banyak hak yang telah mereka rampas
Dari masyarakat tertindas
Haruskah aku mengeluarkan suara ku, saat ini?
Karena biasanya suara masyarakat hanya ditelan bumi
Dan orang seperti ku tiadalah berarti

Dan berapa banyak hak yang telah mereka langgar?
Dan berapa banyak suara telah parau?

Sebaliknya…….
Mereka memberikan kepada ku, pada masyarakat
Sesuatu yang bukan hak kami
Sesuatu yang amat tinggi
Sesuatu yang amat-termat agung
Yang sebenarnya tak layak, untuk kami emban
Untuk kami jadikan beban
Dan sebaiknya tidak

Hak Kedaulatan……
Hak mutlak Sang Kholiq
Dan bukan makhluk

Apakah suara ini pun akan hilang?

[5/4/4]
Pesta Demokrasi di negeri penuh luka

2
KEJAHATAN SISTEM

Kejahatan system…
Bagaimana seorang yang baik dipaksa menjadi ambisius terhadap kekuasaan
Bagaimana penyelundupan menjadi sesuatu yang legal-formal
Rangkaian kompleks yang sulit bahkan tak bisa ditembus.
Satu bagian yang lepas adalah kehancuran.
Karenanya lingkaran ini memiliki simpul yang kokoh,
Setiap sudutnya disertai pelindung
Lini Pertahanan dengan tentara martir

Tapi masih saja ada…
Orang-orang baik yang lugu
Tulus tapi tidak tahu…
Mencoba menjernihkan Lumpur
Dan berharap tubuhnya tetap bersih

Kenapa tidak menggali saja di tanah yang lain
Padahal banyak mata air yang siap meluncur

Mari tinggalkan kubangan itu
Dasarnya yang pekat dapat menjerat dan membuat setiap orang terperosok
Keruh dan kotor!
Biarlah monster-monster itu bermain disana

Kami akan buat Samudera yang baru…..

[2 April 2004]


***Revolusi Hari Ini***

Imaji on july

Jadi teringat, waktu itu kira-kira usiaku 9 tahun. Masih duduk dibangku Sekolah Dasar, masih senang bermain. Aku bersepedah, berlari, berjalan dan segala kesenangan kanak-kanak lainnya. Tiap pulang sekolah belari kencang, seolah berlomba dengan angin. Barangkat bersama kawan-kawan sepermainan, kawan bercerita, kawan berbagi, kawan memberi, kawan meminta.

Entah dimana mulanya… Aku menyadari tubuh kecilku tengah berlari mendaki jalan, meluncur menuruninya, di temani rintik hujan deras yang sengaja aku hiraukan. Air dari langit yang mengguyur tubuhku sampai kuyup, ku anggap sebagai berkah yang melekat erat dalam diri. Yang sewaktu-waktu ku harap mampu meresap hingga menggenang dalam rongga dan merendam hati yang sering dipenuhi ambisi.

Klimaksnya! Saat aku letih, langkah tertatih semakin lunglai dan…berhenti. Tengengah! Terduduk! Terbaring! Merasa menjadi seonggok mayat sepenuhnya, sejenak. Kemudian berusaha bangkit, padahal belum sanggup. Sebab kesejukan itu hampir menenggelamkan semangatku dalam-dalam. Dan segala kesakitan pun dimulai….

10:22 [25/07/2004]

* “Seonggok mayat tengah mengajari adiknya yang akan menjadi manusia di masa depan, tentang kehidupan” *


Tak ada yang tau! Bahwa pemuda yang megaku sebagai revolusioner ini adalah seorang cengeng yang senantiasa menangis. Tak pernah tidak! Tentang kesedihan, tentang kesakitan, tentang dosa dan trauma, tentang segala hal. Jeritannya ada direlung terdalam di lubuk hatinya. Suaranya melengking, menohok kerongkongan dan lambung sampai hulu sanubarinya. Ada air mata, ada asa dan segala cemas tentang kehidupan. Matanya terjelembab oleh kesyahduan pandangan. Menggenang air mata menenggelamkan retina.

Retak! Semua pori terluar di bibir, pipi, kening dan semua ari pada wajah. Heeh…. Bencikah pada diri? Pada takdir tempat kau bersandar? Meskinya engkau tahu hakikat keberadaanmu. Ya! Kau pasti paham. Tentang ketiadaan eksistensi yang senantiasa mengiringi setiap ucap mu. Bibir yang angkuh kini membisu. Terjangkit virus ‘diam’ yang membosankan. Kata mu berontak? Ya! Kau tak pernah berhenti untuk satu hal; “Kontemplasi!”

17:18 [26/07/2004]

* Premis yang belum disepakati tak boleh menghasilkan konklusi*



==Pledoi kematian==


Apa salahnya mati berselimut dingin?
Jatuh sakit di atas permadani iman
Apa salahnya menjemput maut?
Memeluk Izroil dengan penuh cinta
Bukankah sakit itu ujian?
Bukankah mati kepastian?

Lari darinya adalah ketakutan
yang tak mendasar
Sama seperti berhenti bernapas
untuk menghirup kesejukan
Kebodohan manusia adalah ke-aku-annya
Mengaku punya kuasa atas takdir
Klaim pencipta sebab atas akibat

Apa salahnya, jasad berkalang gerak sholat?
Menjadi alas kerinduan
Untuk bercumbu
Jiwa bermesra penuh cinta
melepas jasad
Mengalir dalam kesyahduan

Apa salahnya?!

03:40 [31/07/2004]
***Revolusi Hari Ini***

KONSISTENSI KAUM OPORTUNIS

Ada yg menjilat tai yang telah di muntahkannya sendiri. Mereka bilang “demi maslahat”. Ya sich, dari pada lingkungan kotor ky Septi Tank, mendingan di kunyah lagi untuk trus di proses di lambung dan usus yg notabene jg penuh kotoran. Ini namanya aktifitas ‘memamahbiak’ para aktifis!
Pilih mana, “memperkosa ato meneggak khomr”?. Katanya sich, mendingan mabok sampe teller ‘n ga bangun2 lagi daripada harus menodai keperawanan dlm keadaan sadar. Yaaa, klo toh akhirnya dilakukan 2-2nya kita kan punya ‘hujjah’, kita bs berdalih “pada awalnya darurat, kemudian kami tidak sadar”. Ga terjerat hukum dunk?! Gitu kan logikanya? Malah kemungkinan kita bs dpt award (dr penjunjung HAM dan pengusung kesetaraan Hak Perempuan) atas tindakan kita yg menolak menodai perempuan saat masih sadar. Katanya lagi kita bs dapat pahala atas ijtihad dan niat baik kita untuk menolak maksiat secara langsung. Wuenak toh!

Dezigh!
Lihat betapa konsistennya mereka! (da yg ga ngeliat ga?). Hayati, bahwa tidak ada penyimpangan kaidah yg mereka anut. Fiqh Oportunis mereka ttp “Haq”, jika Aqidah Pragmatisme diterima.
Wah, kyny ga dosa yach bg mereka yg menganut keyakinan seperti ini!? Siapa yg mau ikut? Da ga??? Masa ga da sich?! Enak lho, ga da dosa! Yup! Itu berarti ga da nereka. Dan ga da surga juga!!! “Tanpa nereka, surga tidaklah ada!”

TERJEBAK DILINGKARAN SETAN

Gila! Masa kita disuruh milih 1 diantara 2 kemaksyiatan. Dan lebih gilanya lagi, bnyk yg mau lagi. Gila lagi, lagi gila. GILAGILAGILAGI!!!
Ini baru namanya Demokrasi! Klo ga bikin puyeng orang laen (selain penganutnya), bukan demokrasi namanya. Jadi inget waktu masih putih-abu, waktu masih lugu ato dungu. Waktu itu, pas ujian saya tak pernah menyisakan satu soal pun tanpa jawaban. Huahahahaa, saya tea [next_revolt gitu lho!]
Saya pernah
Duduk di singgasana kebijakan
Berbaring di permadani pengetahuan
Lantas merasa memiliki
Sampai akhirnya diambil kembali.

Mana ada yg mo rugi? Semua jg mo enak (tul ga?). Ini permainan logika bro, sis. Bahkan tanpa mengetahui persoalan pun, saya “pasti milih!”. Siapa tau aj pilihan saya tepat. Lumayan kan, 1 poin. Dari pada di anggurin, kan kasian panitia ujiannya. Udah cape2 bwt kertas jawaban. Mangnya ga pake duit?!! Yach saya hargain dunk (dgn penghargaan yg saya sadari pantas!). Bahkan saya anggap orang yg ga mo ngisi/milih (meski pun asal-asalan) adalah orang yg bodoh! Orang yg tidak bs memanfaatkan peluang untuk mencari mashlahat. Tinggal milih, apa susahnya sich?! Ga rugi ini.

KELUAR DARI PARADIGMA SETAN

Ahkk..indahnya jika dunia ini ga da setan. Bebas kali yach. (mungkin!) Bebas berbuat baik, bebas beribadah, bebas untuk tidak memilih atau untuk keluar dari aturan yang di buat pihak luar untuk kita. Bebas juga untuk memilih hidup dalam aturan Alloh. Kita ga perlu repot maen akal-akalan dgn setan, yang sering membuat kita terjerumus. Karena siapa pun yang menang dalam dialektika ini maka dia adalah seorang/seekor/sebatang/sebuah “akliyun”. Gelar yang lebih dekat pada Ahlu Rayu` kemudian Ahlu Ahwa. Ato basa kerennya “Rasionalis ber-talbis iblis”.

Kembali pada kisah putih-abu. Akhirnya saya mendapati sesuatu yang lain. Situasi yang memaksa kondisi saya untuk benar2 berubah menuju idealisme baru. Yup! Revolusi, kata sebagian orang. Saya menjumpai persoalan sejenis dgn paradigma yg benar2 baru/ lain dan sama sekali berbeda.
(Apa coba???)
SPMB. Pa da tau kan? (skrng namanya apa sich?). Dalam sudut pandang kali ini, setiap pilihan diberikan pahala; +4 untuk al HaQ dan –1 untuk al Bathil. Meski tidak proporsional, kebijakan ini membuat kami (pelajar) untuk berpikir lagi. (think twice!).

Pada mikir dech. Karna sadar bahwa kemampuannya lemah, baik dalam menjawab, maupun dalam memperhitungkan kemungkinan.

Jika kawan-kawan teliti, pasti dech ngeliat betapa prematurnya analogi ini. Tapi biarlah, jadikan saja ini sebagai sebuah kisah penuh hikmah.

Back to SPMB. Meski pada akhirnya saya tetap konsisten pada ijtihad awal. Banyak teman2 yg berhasil justru karna ga berani mengambil resiko “kemungkinan salah”. Mereka yg hati-hati dalam memilih akan memiliki kecenderungan untuk berhasil lebih besar. Oiya! Memilih disini bukan hanya berarti memilih opsi yg telah disedianakan –a,b,c,d,e – tapi juga memilih untuk menerima opsi atau tidak.

Itu metodelogi umum dalam ujian, dimana keberhasilan seseorang dapat di perhitungkan. Ikutilah tahap2 untuk sukses. Tapaki satu demi satu jalan keberhasilan dgn benar. Jangan ngikutin saya! Sebab keberadaan saya adalah karna takdir baik sepenuhnya. Liat aj, faktanya saya sekrang ber-status sbg Mahasiswa. Padahal saya tak pernah berharap. Bukan hanya tak berharap masuk kampus, bahkan saya tak pernah berharap ikut SPMB. Sampai hari H pun saya ga minat ikut ‘ritual gambling’ itu. (ampe skrng jg!). Nyesel? Ga lah! Masa menyesali takdir. Kan saya dah bilang ini takdir sepenuhnya.

Jalan saya tak boleh di ikuti orang lain, meski kemungkinan slalu ada. Apalagi klo ada yg menetapkan tahapan saya jd Mahasiswa sbg tahapan ideal, lantas di jadikan standar dan tolak ukur. Wah, gaswat! Mending buru2 ajak kerabat terdekat bwt gelar Demonstrasi nasional dech.

PARADIGMA BARU

Jika di ibaratkan SPMB adalah kehidupan maka Kampus adalah Surga. Dan jalan menuju Surga haruslah sesuai dgn Standar Ideal (ketetapan Empunya Kuasa). Juga jalan yg harus di tempuh adalah jalan yg di anggap baik oleh Sang Pengatur ( klo baik menurut orang tua berati aturan orang tua, klo baik menurut sekola berati aturan sekola, klo baik menurut Alloh berarti aturan Alloh, klo baik menurut saya berati aturan saya!). Meski pada akhirnya Empunya Kuasa mampu memasukan siapapun kedalam surganya melalui jalur khusus yg tidak disangka-sangka, dan Standar Ideal akhirnya harus tunduk atas ketetapan-Nya (takdir!).

Sekali lagi saya harus bilang, bahwa status saya sebagai Mahasiswa dan keberadaan saya di Kampus adalah ulah Takdir! Jgn sekali2 berharap sampai pada tujuan (Kampus ato Surga) dgn cara ‘keberuntungan’ seperti ini.

AKHIRNYAH…

Mungkin karna saya konsisten, pada akhirnya saya di anugerahi oleh “anugerah terindah yg pernah kumiliki” sebagai hadiah. Yach…saya sich berharap kebaikan untuk semua. Saya ingin menhimbau pada semua untuk tetap konsisten. Konsisten lah! Sebab konsistensi hanya dimiliki pejuang sejati.
Konsisten lah! Wahai Kaum Ideologis…
Konsisten lah! Wahai Kaum Oportunis…
Supaya tidak ada ketidakjelasan diantara kita.
Dan keberhasilan dan kehancuran menjadi jelas pada akhirnya!

***Revolusi Hari Ini***

Jadilah muslimah paling bahagia..

Akhirnya...
'Bidadari'ku disunting seseorang.
Salam Cinta duhai kehormatan,
Salam Damai, duhai keagungan.

Selamat Menempuh hidup baru...
Saya tunggu kunjungan berikutnya di Istana Revolt "Al Baitul Jannah"

Jgn lupakan saya dan keluarga saya yach...
First kiss for U

NB: sayang! saya belum sempat menguji 'sang pangeran'. Beliau benar2 memberi kejutan buat semesta.
Awas lho...!
***Revolusi Hari Ini***

Kegelisahan

Hari-hari penuh kegelisahan yang tak tertahankan.

Dari awal saya memang sudah mengira bahwa akan banyak aral dalam kurun tahun ini. Tetapi tidak! Tenyata semua diluar dugaan. Benar bahwa begitu banyak masalah yg menghadang, tetapi semuanya di luar perkiraan. Bagaimana mungkin seorang “saya” mampu menyelesaikan masalah yg tiba2 datang, padahal disaat yg sama persiapan yang saya lakukan adalah untuk menyongsong sesuatu yg lain, yang pada akhirnya di tiadakan oleh takdir. Bodohnya saya! Mengapa saya bisa yakin dgn sesuatu yg penuh dgn kemungkinan2 yg beragam. Bersiap dgn tameng dan amunisi untuk lawan yg belum hadir. Dan pada kenyataannya, saya harus berhadapan dgn musuh yg sama sekali tak pernah saya perhitungkan.

Binasalah semua teori perencanaan! Binasalah keangkuhan akal manusia! Sebab sekarang saya yakin, bahwa hasil adalah proses itu sendiri. Dan setiap manuver untuk setiap masalah, sebenarnya adalah suatu perencanaan strategis yg sering dinafikan.

Ini bukan justifikasi! Bukan pula apologi! Ini adalah kesadaran yg terlambat dari seorang makhluk yg senantiasa mengklaim dirinya memiliki kesadaran. Salah, jika kamu menyimpulkan bahwa saya menyalahkan keadaan. Tidak! Tidak sama sekali! Justru yg tengah saya lakukan adalah usaha untuk merubahnya.

Siapa bilang saya menyerah?! Saya memang sering berada dalam posisi kalah, tapi selalu saja mampu merengguk seberkas hikmah. Saya selalu merasa menang, sebab konsep pertarungan yg saya anut adalah sebuah “egosentrisme positif” atau otoritas yang merdeka. Tetapi ini bukan paham fasis! Ide superior ini meniscayakan otoritas orang lain pada saat bersamaan.

Paradigma baru ini akhirnya membawa gundah kearah berkah yg melimpah 

***Revolusi Hari Ini***

Rindu Menunggu...

Rindu...,
aku menanti...
'ntuk bertemu...Romadlon lagee...
Rindu...,
ku mengharapkan...
setiap hari...Romadlon lagee...

Marhaban Yaa, Romadlon

"Allohumma Bariklana fie Rajaba wa Sya'ban, Wa Baligna ilaa Romadlon"

Marhaban Yaa Syahrul Mubarok
***Revolusi Hari Ini***

AADHTI 2

Pukul 00:00


Sambil dengerin SoA yg nyetel bgt ma suasana heningnya
malam Buitenzorg Raya.


Hmm…nelangsa! ada apa ini?!


Kyny ini bs dijadiin inspirasi dech bwt bikin Film
LY-er
lebar.


Ketika bnyk yg bingung ma ‘tingkahnya’ si Cinta
“Permata HaTI”. Huehehee, kacian dech loe! Rangga sich msh puny cinta yg
lain. Karna cintanya Rangga untuk semuanyah tanpa ada unsur PaKSa-an dr pihak
mana pun.


Nelangsa?


Untuk apa bertanya?!


Jika jawabannya sudah ada pada jiwa


Lantas?


Tinggal Landas!!!


Kami adalah Kafilah pencari kebenaran.


 


J
ky propokator yach. Lagian…suruh sapa Fanatisme Hizbiyah??! <sound:
“BERANGUS!”>


Next mang ga tau sejarah, tp Next bagian dari sejarah.


Next mang ga ikut harokah, tp Next punya Jamaah.


 


Knp ALM? Knp Bkn HaTI???


[knp ke, dah GeDe ini :P]


Klo gini jadi inget kata seorang kawan. “PKS yach
Ikhwanul Muslimin” trus? “Lantas siapa Habib Hussen Al Habsyi?”. Beliau
adalah pimpinan Ikhwanul Muslimin- Indonesia. Huahahahaa…


 


Inilah underbow2 Jamaah Islamiyah, anak cabang Harokah
Islamiyah! Tidak seperti IM (bkn IM yg baru, itu lho IM zaman Salafnya Harokah
Islamiyah) yg meng-klaim dirinya sebagai sebuah Manhaj Haroki, yg kemudian
ber-evolusi menjadi Manhaj ‘Amali, lalu ‘Minhajul Hayah’.


 


Tentunya kawan2 sepakat bahwa : LY sejajar dgn HaTI, KAMII
sejajar dgn PeKaSe…??


Atau ada yg ingin menjadikan Hizb sbg Manhaj karna punya
Thoriqoh al Amm? Lantas bermunculanlah Tandzim2 dgn berbagai uslub darinya???
Huehehehee. Masa da Firqoh ber-title Hizb? J)


 


Tandzim ya Tandzim, dgn segala ke-khas-an uslub yg
diadopsi. Ketika tandzim itu meng-klaim sbg pemegang otoritas ‘Thoriqul
Uswah’, maka ini adalah sebuah kebohongan!


Yach, klo nge-rasa uslub dah ga sesuai ato cocok ama si
pengemban, jgn malu-malu toh me-revolusi diri [***RevolusiHariIni***]. Kami
cinta revolusi kok J.
Tp klo harus melakukan perselingkuhan, ogah dech. Kami benci per-Zinahan.


 


Dalam basa milis NC; “menjilat ludah sendiri”
“menjadikan thoriqoh orang lain sbg uslub”


 


-PasifisAnarki-


[Next_Revolt]




***Revolusi Hari Ini***

Romansa zaman purba :)

Assalamu`alaykum….
Dear sahabat
Maap surat ini di tulis dah lama bgt….
Dah basi kali, tp gpp kan kl ak ttp kirim
Maap jg jrng komunikasi….
Maap lg, sk bwt km serius (pdhl km ga sk)

Berjuta kt maap yg tak bs ak ucapkan lwt lisan
Aku wakilkan dgn do`a dan ke-maaf-an

Kmrn2 ak prnh blng soal “cinta”, “perenungan”, “generasi”
Dan segala fenomena yg aku hadapi…..
Maap kl bwt km jd psing.
Aku jg pnh janji mo krm puisi2 yg aku tulis…(msh ingt ga?)
Ah…dah lp kan…
Tp gpp d
[00:17]
Apa yach cinta itu??
Apa yach persahabatan itu??
Apa keduanya bisa saling bertentangan.??
Ini bkn pertnyan bwt km!! Ini cm tanda tanya dlm hatiku….
Tp kl km mo berbaik hati bntu ak menjawabnya….maacih bgt
Banyak yg bersahabat dgn cinta,
Tp sedikit yg cinta akan persahabatan…..
Ini jg cm Statement dlm hatiku.
Kl km mo commentarin jg gpp…. Thanx bgt

Maap kl aku hrs berbagi tentang ‘hal’ ini….
[00:23]

Puisi-puisi yang tak berarti
Sering kutulis dalam hati
Yang hampir menjadikannya mati

Hanya satu yang membuatnya jadi berarti
Sesuatu dalam hati
Yang masih hidup hingga kini
[00:28]
***Revolusi Hari Ini***

Dari seorang pecundang...

Petualangan mencari kebenaran lebih menyenangkan dari tidur siang, saat tubuh kita lelah. Perenungan yang mendalam lebih mengasyikan dari semua aktifitas di alam mimpi.

Kawan,

Dari seorang pecundang yang takut mati.
Kalian adalah revolisioner sejati

Aku baru tersadar, bahwa benar adanya keluhuran cita kalian. Beberapa saat setelah mengenal sedikit dari aktifitas kalian, ‘open mind’ sadari bahwa keangkuhanku adalah satu-satunya yang dapat ku banggakan dulu. Dan kalian, telah banyak mengajari ku tentang perjuangan sejati, perjuangan hakiki.

Malu! Jika teringat, persepsi awal ku tentang kalian. Bahwa keluasan ilmu Alloh lebih banyak kalian ‘tenggak’ dari mata air tempat aku minum.

***Revolusi Hari Ini***

Konspirasi Dalam Dunia Pendidikan..

Entah benar atau tidak, saya merasa begitu. Memang tak dapat dibuktikan dgn fakta atau dokumen tertulis. Yang jelas saya merasa, semakin hari semakin dekat dengan kehancuran. Penurunan kualitas pendidikan pun lambat laun terasa semakin terasa.

Entah benar atau tidak, saya merasa demikian adanya. Semakin panjangnya masa study dengan orientasi yang tidak jelas, menurut pengamatan saya ini adalah usaha menjauhkan kalangan akademisi dengan masyarakat.

Entah benar atau tidak, saya merasa pendidikan sekarang adalah suatu pembodohan. Yang saya alami mungkin berbeda, atau ada kemungkinan sama dengan yang semua orang alami. Saya merasa senang ketika pengajar berhalangan hadir; saya merasa risih dengan ocehan pendidik; saya merasa lebih manusiawi ketika berada diluar sekolah/kampus; saya merasa bebas dari cengkraman aturan yang mengekang ketika menjauhi segala aktifitas akademik.

Entah ini salah atau tidak??? Realitas yang ada memaksa seorang siswa untuk durhaka. Fenomena ‘nilai oriented’ merebak hampir diseluruh tempat belajar.

Entah ini salah atau tidak??? Saya hanya menuangkan isi hati, dan berusaha menyadarkan diri saya dari sandaran yang lemah ini.

Wa Allohu`alam
***Revolusi Hari Ini***

MANAJEMEN WAKTU

Haqoiq al yaum, umniyat al ams. “Kenyataan hari ini merupakan mimpi kemarin” dan itu artinya mimpi dihari ini akan menjadi kenyataan pada masa yang akan datang. Atau pendapat lain yang mengatakan “Kita hidup dengan mimpi”. Memang, jika kita coba menggali dan merenungi kembali hakikat hidup ini tidaklah berbeda laiknya kehidupan di alam mimpi. Hanya perbedaan dimensi ruang, satu-satunya preposisi yang dapat kita jadikan untuk menarik kesimpulan : “Bahwa sekarang kita tengah hidup di alam yang nyata”
Manusia memang hidup diatas konsepnya masing-masing. Dan tiap diri menpunyai konsep yang – kemungkinan besar – berbeda-beda, tentang dirinya sendiri, juga tentang “dunia luar”. Disini subjekifitas berlaku. Dimana segala sesuatu menjadi relatif dan saling ketergantungan. Kemudian, mempertahankan eksistensi diri ditengah rumitnya sistem semesta raya dan kekacauan unsur-unsur kehidupan yang dibuat oleh manusia dalam hal interpretasi merupakan suatu keniscayaan. Lalu bagaimana cara bertahan hidup?
Tanpa mimpi, cita-cita itu sama saja tidak ada. Cita-citalah yang membuat manusia mampu bertahan hidup. Dan mimpi, merupakan stimulan terbesar untuk terus senantiasa bermimpi. Mimpi yang bagaimana? Cita-cita seperti apa? Semakin banyak saja pertanyaan yang muncul di benak kita.

Idealitas VS Realitas

Demikianlah, hidup dan beberapa masalah mendasar yang manusia alami. Dalam pengatar, sudah sedikit di singgung tentang “kenyataan” dan “cita-cita”. Dimana sering kali kita menjumpainya pada posisi frontal dalam kehidupan. Apa yang kita cita-citakan sering kali tidak tercapai. Juga apa yang bahkan tidak kita harapkan malah sering kali kita dapati.
Manusia memang tidak bisa terlepas dari dimensi yang dimilikinya. Selama ia ada di dunia – benda dan produk – materi, maka ia tidak akan bisa melepaskan dirinya dari ‘ikatan sistemik’ kebendaan. Sebab, eksistensi manusia di dunia adalah “ruh” dan “jasad”. Manusia tidak bisa disebut hidup tanpa tubuhnya. Meski perbincangan mengenai hakikat (esensi) dari manusia masih diperdebatkan, tetapi manusia tetap saja mempunyai ketergantungan pada ‘materi’.
Maka, sekarang mari kita bicarakan tentang kedudukan “idealitas” dan “realitas”, kemudian menyikapinya secara bijak. Idealitas berkaitan dengan kumpulan konsep –yang abstrak – yang ada di benak kita. Tentang ide/gagasan dan nilai yang kita anggap agung. Dalam pada konteks inilah cita-cita di bicarakan.
Sementara realitas adalah segala yang hadir pada ruang yang berbeda. Realitas juga biasa disebut dengan kenyataan ‘takdir’. Sesuatu yang dilimpahkan oleh Sang Maha Segala kepada manusia, yaitu situasi (keadaan luar) dan kondisi (keadaan dalam). Lantas, bagaimana memadukan keduanya?
Tanpa mempunyai idealitas hidup manusia akan hambar. Akan tetapi, realitas seolah menjegal kita. Memandulkan ide, memutus harapan dan cita-cita. Dalam penyikapannya, kita mengenal ada dua mazhab: “Idealisme” dan “Realisme”. Tiap mazhab mempunyai umat, yaitu: Kaum Idealis dan Kaum Realis.
Dengan adanya pembagian diatas, kita tidak boleh men-judge bahwa yang idealis lebih ideal, dan yang realis lebih realistis. Sebab, pembagian tersebut hanya dalam tataran keilmuan –dan bukan pengamalan “Manusia membuat klasifikasi, bukan menemukannya” . Juga, dalam tataran praktis sebenarnya tidak kita temui dikotomi semacam ini.– dan justru yang lebih tepat adalah istilah “Ideologis” dan “Pragmatis”.

***

Manajemen, Definisi dan Fungsinya

Banyak orang berbicara tentang manajemen, banyak pula para ahli yang men-ta`rif manajemen. Ada yang berlatar belakang keilmuan, ada juga yang berdasarkan pengalaman. Berikut beberapa ta`rif oleh pakar manajemen Barat:
· “The Art of Getting Things Done Through People” Seni Mencapai Tujuan (Hasil) Melalui Usaha/ Kegiatan yang Dilakukan oleh Orang Lain. [Mary Parker Follet, tahun 60-an]
· Manajemen adalah sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengawasan atas usaha-usaha yang dilakukan oleh anggota organisasi dan atas penggunaan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. [Stoner, 1989]
· Manajemen merujuk kepada proses yang dilakukan untuk menjamin bahwa kegiatan-kegiatan organisasi dijalankan dengan efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain. [Robbins dan Coultar, 1996]
· Manajemen adalah seperangkat kegiatan yang dirancang untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi secara efektif dan efisien dalam lingkungan yang berubah. [Gatewood, Taylor dan Farrel, 1995]

Meskipun kebanyak ta`rif diatas dalam konteks organisasi profit motif, tetapi dapat kita –generalisir – benang merahnya, yaitu : “manajemen sebagai sebuah proses” dan “manajemen sebagai suatu seni/cara”. Tidak perlu kita perdebatkan mengenai 2 konsep manajemen ini, karena konsep ini sendiri bukan berasal dari khazanah islam.
Manajemen dalam kajiannya memiliki banyak fungsi, tapi yang dianggap ‘mewakili’ diantaranya Planning, Organizing, Directing, Controlling. Ini karena tanpa fungsi-funsi ini suatu manajemen (proses dan cara) tidak akan bisa berjalan.
Planning berati perencanaan yang mencakup tujuan, kebijaksanaan, prosedur, anggaran dan program. Perencanaan memutuskan Apa yang di kerjakan; Bagaimana mengerjakanny;, Kapan harus dikerjakan; Siapa yang akan mengerjakan. Adapun Planning dipengaruhi oleh lingkungan dalan dan lingkungan luar.
Organizing berarti pengelolaan dalam suatu wadah (wasilah) yang terstruktur dan sistemik. Ruang lingkupnya mencakup pembagian dan penempatan, baik secara fungsi, daerah, maupun subjek dan objek yang dihadapi.
Directing berarti pengarahan terhadap kebijaksanaan yang dipakai oleh yang bersangkutan berkaitan dengan 2 fungsi sebelumnya. Unsur-unsur directing adalah kepemimpinan dan motivasi.
Controlling berarti pengawasan terhadap hal atau aktifitas yang dilakukan. Maksudnya untuk memperbaiki atau sebagai tindakan preventif dari kesalahan, penyimpangan, ketidaksesuaian, penyelewengan dan kealpaan lainnya. Controlling mencari kesalahan bukan untuk menyalahkan pihak manapun, akan tetapi mencari kebenaran terhadap hasil yang telah dilakukan.

Tentang Waktu

Bagaimana kita memanaj waktu, terkait bagaimana konsep kita tentang waktu. Waktu – yang merupakan rentetan masa yang dibuat oleh otak – tidak dapat kembali. Meskipun roda zaman berputar, tapi waktu terus melintasi dirinya menuju keabadian. Penjalanannya menuju sesuatu yang tak terhingga merupakan lintasan dari zaman itu sendiri.
Betapa pentingnya waktu tak dapat kita pungkiri. Alloh pun bersumpah dalam Al Qur`an “Wal Ashr”. Hal ini menunjukkan betapa vitalnya waktu. Dan pemaknaan terhadap waktu adalah urgensi dalam kehidupan. Para pejuang memaknai waktu sebagai “pedang”. Para pengusaha memaknai waktu sebagai “uang”. Lantas bagaimana kita memaknainya?
Kehidupan kita akan bermakna manakala kita bisa memaknai waktu secara tepat. Pengetahuan Modern menyatakan ‘ketiadaan waktu’ (artinya hakikat waktu sebagai sesuatu yang nyata diragukan). Konsep “Relativitas Waktu” pun semakin tampak kebenarannya.

Manajemen Stategis dan Prioritas

Menurut jangka waktunya manajemen dapat dibagi menjadi 2, yaitu : “manajemen visioner” dan “manajemen situasioner”. Tapi, lagi-lagi kita tak boleh membagi gaya manajemen seorang manajer menjadi, manajer visioner atau manajer situasioner. Keduanya ada dalam konsep yang disebut “manajemen strategis”. Yaitu bagaimana mengatur rencana setiap saat dan mengubah kebijaksanaan sesuai dengan perubahan.
Dengan simpang siurnya konsep tentang manajemen, juga kerumitan dari tiap konsep yang ada maka, ketrampilan strategis amatlah dibutuhkan. Mengingat “kewajiban yang ada lebih banyak dari waktu yang tersedia”, penting bagi kita untuk menentukan prioritas. Sayangnya, banyak konsep yang ditawarkan tentang skala prioritas terlihat prematur. Kenapa? Karena kebanyakan pengaju konsep kurang memperhatikan landasan dari teorinya. Padahal untuk ‘menghukumi’ sesuatu, wajib hukumnya untuk mengetahui objek hukum tersebut. Entah. Kesalahan pada pengaju konsep yang kurang men-detail dasar pemikirannya atau kelengahan masyarakat dalam menangkap maksud dari konsep yang diajukan.

Penyederhanaan Konsep

Kiranya ada beberapa pokok yang menjadi wajib diketahui dan dipahami, manakala seseorang ingin me-manaj hidupnya. Pokok ini adalah konsep dasar yang sebenarnya sederhana. Kerumitannya hanya tampak ketika muncul permasalahan dan kita tak mampu menganalogi atau menginterpretasi konsep dasar ini dengan masalah yang muncul. Biasanya dikarenakan panik atau terlalu jumud. Kesimpulan yang kita tarik sering salah atau kurang baik, karena tergesa-gesa. Hal ini menyebabkan, sikap dan tindakan kita pun sering tidak tepat.
Konsep dasar itu ialah seputar istilah-istilah fundament dalam manajemen yang perlu kita maknai secara radikal. Yaitu 3 kunci utama: Visi, Misi dan Orientasi. Dengan memahami konsep – dari 3 kunci utama – yang menjadi dasar manajemen ini, insya Alloh kita bisa menyikapi setiap masalah dengan tepat (sesuai konsep kita).

Visi = Mimpi atau Masa Depan yang Diinginkan
Misi = Hal untuk mencapai Visi
Orientasi = Arah atau Pegangan kearah Visi

Setelah memahami ini, kita akan mudah untuk memasang strategi. Dan selanjutnya?terserah anda…

Penutup

Demikianlah, bahwa tiap masalah harus kita selesaikan secara radikal (tuntas) dan fundamental (mengakar). Agar setiap langkah kita memiliki hujjah, dan terhindar dari sikap “ikut arus”. Seperti yang diajarkan oleh islam “Syumuliyatul Risalah” agar kita menjadi kaafah.
Marilah kita renungkan kembali langkah yang telah kita tempuh dan mengkaji kembali langkah apa yang akan kita ambil selanjutnya. Tulisan ini bukan bermaksud sok tahu atau sok pintar, tetapi nasihat untuk semua, terutama diri penulis. Penulis juga mengajak semua pihak untuk mengakui ‘kesalahan ijtihad’ yang sering kita lakukan, kemudian memperbaikinya atau menerima pendapat yang lebih tepat dan logis.
Penulis mohon ampun kepada Alloh jika melakukan kesalahan logika dan kata-kata. Juga dari ‘banyak bicara’ yang tak berguna. Dan akhirnya, penulis memohon timbal balik dari semua pihak. Penulis juga menerima kritik, tanpa embel-embel apakah kritik itu membangun atau tidak. Karena setiap kritik adalah koreksi yang amat berharga.

“Kontempolasi Tanpa Aksi Adalah Kematian”
---Moga Bermanfaat---
disampaikan pada LQ, 22 Mei 2004

***Revolusi Hari Ini***

Ttg masa depan

PERADUAN
Oleh : Mesia Kasimilia

Oh…generasi ku
Oh…tanah lahir ku

Di injak, Di jarah
Di telanjangi dan di perkosa
Oleh para Biadab peradaban
Oleh Immoralis

Kebangkitan…
Masih berharap padanya???
Kecuali oleh tangan mu
Maka terjadilah
Sebab tanpanya adalah angan hampa


CURAHAN
Oleh : Mesia Kasimilia

Mengalir tanpa aliran
Deras tanpa arus
Dan terus membasahi
Magrib ku nan sunyi

Warna-warni rintik
Senandung awan mendung
Air kebahagiaan yang tercurahkan
Dari atap kami yang gelap

=Hujan Ba’da Magrib di Kota Hujan=
18:09 [ 7 Juli 2004]


***Revolusi Hari Ini***

Ber-islam???

Bisakah kita ber-islam di tengah lokalisasi judi dan lacur???
Menjadi Islam berarti sanggup hidup di mana pun, karena sejatinya alam kubur pun tempat hidup yang kekal disisi-Nya.
Tapi buat apa masuk kubur?jika tanpa bekal. Karena kita tak di perintahkan untuk memasukinya. Apa definisi masuk? Masuk neraka berarti kekal sempurna, sesat selamanya. Karena kita di larang untuk memasuki tempat terlarang, maka ber-islamlah di tempat yang di perbolehkan. Apakah ada tempat terlarang itu? Bukankah, Lumpur dan rawa yang paling kotor sekali pun, harus kita garap. Membajak keburukan untuk hasil terbaik. Kotoran pun pupuk bagi buah yang paling manis.
Adapun yang selama ini kita kira tempat terbaik, yang membuat terbuai, membuat lalai ternyata adalah semesta neraka. “Berbuat baik di tempat yang salah” adalah lebih buruk dari “berbuat benar di tempat yang tidak baik”. Definisi perbaikan disini adalah perubahan kearah baik. Yang pada awalnya mesti kita pertanyakan kebenarannya.

***Revolusi Hari Ini***

Mengenang Beliau-beliau

Surat Untuk Asy Syaikh

Teruntuk Asy Syaikh di taman surga
Terkutuk Zionis di dalam neraka

Salam hangat dari seorang anak zaman, Salam perjuangan dari generasi penerus Anda selanjutnya.

Saya sudah mendengar khabar akbar itu, saya juga sudah mendengar reaksi dunia terhadapnya. Entah mengapa saya tak begitu sedih? Mungkin karna terbiasa dengan kedzaliman yang mewarnai bumi Alloh ini, mungkin juga karna perasaan saya tengah mati suri. Tapi saya tak atau mungkin belum merasa bersalah. Karna saya tak ber-islam atas dasar perasaan, tapi dengan pemahaman. Dan karnanya saya sedikit gembira. Maap jika Anda tersinggung, tapi saya berkhayal Anda tetap tersenyum.

Gembira???kenapa saya bisa gembira, ditengah berita duka. Ya, karna itu berita gembira. Berita kemenangan, berita kemulian bagi Anda dan muslim seluruhnya. Berita tunainya cita-cita luhur.

Anda telah “SYAHID” J ijnkan saya tersenyum sejenak. Yah, untuk sekedar membayangkan kenikmatan surga yang segera Anda dapatkan. Saya juga berharap dapat bertemu bidadari Anda didalam mimpi, agar saya yakin anda bahagia.

Kenapa dunia harus bersedih atas syahidnya anda? Kenapa dunia mesti murung ketika seorang seperti Anda telah berhasil meraih kemuliaan? Atau mungkin dunia iri terhadap Anda, atau karena mereka tak sempat melihat senyuman kematian Anda. Mungkin saja hati-hati mereka tertutup kemunafikan.

Saya bukan siapa-siapa yang berhak menentukan ‘halal-haram’, baik-buruk, duka-bahagia. Saya juga memang tak berhak menilai dunia kemunafikan. Saya hanya seorang selalu mencoba menyuarakan idealitas meski saya belum ideal.

Saya tidak akan membiarkan para ‘komprador peradaban’ itu lebih bahagia, atau bertambah senang dengan kedukaan dunia islam. Saya akan tetap tersenyum pada mereka, dan tetap mengatakan “kami selalu bahagia, kami selalu menang”.

Saya tidak akan rela bila perjuangan ini berakhir, dengan habisnya umur Anda didunia. Saya rasa Anda pun demikian. Saya tetap akan menatap mereka dengan pandangan syari`at dan mengurangi rasa emosional saya. Karna saya harus menyesuaikan hawa nafsu dengan wahyu. Saya wajib menyelaraskan rasa dan pikir saya dengan hukum Alloh.

Adakah pesan Anda untuk meneruskan perjuangan akan dipenuhi oleh penerus mu?
Kami akan selalu menunggu khabar berikutnya.

[Next Revolt]
Note : Sehari sepeninggalan Asy Syahid Ahmad Yasin

***Revolusi Hari Ini***

ANTI TESIS

Bercampur namun tak lebur
Meski tersudut
Meski terpinggir
Dan terasing

***

Kata kawan ku
“Hanya orang gila yang mengerti tentang kegilaan”
Tidak!
Siapa yang gila?
Menjadi gila ditengah kegilaan?
Atau sebuah kewajaran?

Hidup berarti mampu merasa
Sadar bahwa dirinya mati

Sehat berati mampu merasa
Sadar bahwa dirinya sakit

Cerdas berarti mampu merasa
Sadar bahwa dirinya bodoh

17:50 [19 Juli 2004]

Pun waras…mampu merasa dan sadar bahwa dirinya gila ditengah kegilaan

***Revolusi Hari Ini***

Sang Penghancur

Batu memang keras, kawan
Terlihat kuat…
Terlihat kokoh, tapi rapuh
Bahkan oleh aliran yang tenang sekalipun
Dan engkau adalah air
Yang tenang,
Yang menghanyutkan.
Dan bila batu itu hanyut
Maka tak dapat perpegang pada apa pun
Kecuali berharap belas-kasih mu

Siapa yang kuat?
Siapa yang tak kan hancur?
Ketenangan adalah sumber kekuatan
Sedang kebekuan adalah yang niscaya akan pecah

Lentur tidak dapat diatur
Lentur berarti teratur
Sinergi sebuah kecerdasan
Yang paham
Yang sadar
Bahwa manusia lemah
Bahwa Dia-lah pemilik kekuatan

17:39 [19 Juli 2004]

Pada akhirnya kebekuan akan mencair dan batu akan melebur menjadi tanah!

***Revolusi Hari Ini***

Akhir...

Katanya masa depan yang direncanakan akan lebih baik? Aku ragu. Siapa kepastian? Sedang ia sendiri tak mengetahui. Harap pada –Mu, Harap pada-Mu. Tanpa itu kita tak mampu. Sejuta asa tak dapat menjadi nyata tanpa kehendak. Sebanyak apapun rencana, seindah apapun impian. “Ini dunia Bung!” Dimensi yang berbeda adalah realita. Apa yang kita lakukan selama ini?

Entahlah, ingin ku akhiri……
Apa yang tak pernah ter-ejawantahkan
Sebab,
Tanpa pertanyaan aku tak dapat menjawab
Tanpa masalah aku tak akan dewasa

21:05 [27 Juni 2004]

SEMUA: SAAT INI

Kegelisahan yang memuncak
Kegaulauan yang amat
Bimbang terombang-ambing
Diantara semua : Saat ini

21:08 [27 Juni 2004]

Ingin ku ceritakan, tetapi tidak
Ingin ku ungkap, tetapi tidak
Ingin ku angkat, tetapi tidak
Ingin ku bagi, tetapi tidak
Sebab tetapi tidak ingin
Tidak!!!

21:10 [27 Juni 2004]

EPILOG dalam DIAOLOG-MONOLOG tanpa PROLOG

Dimana kau?
> Entahlah!
Hidupkah?
> Mungkin?
Katakan sesuatu!
> “MATI”

21:14 [27 Juni 2004]

***Revolusi Hari Ini***

17-an

4 turbin baru dalam dunia ku
Penggerak semangat perubahan,
Pencerahan dan pemuasan.
Tapi kala ini menjadi lebih berarti
Sebab tak ada friksi
Rivalisme yang slalu dijunjung pejuangan kebenaran
Pertentangan,
Pertikaian,
Penghancuran.

17-08-04

Seperti mereka yg merdeka
Jeruji dan belenggu jemari
Tak kan mampu menembus imaji
Sebab kekuatan yg sebenarnya bukanlah aksi,
Melainkan visi!
Orientasi dan interpretasi!

Merdeka di balik penjara…
Kisah tentang beliau-beliau yang tak pernah risau
Terasing demi sebuah kebebasan hakiki
Tak ada pengasingan disini!
Sebab keterasingan adalah kebahagiaan.
Jerit-tangis adalah kerinduan.

Dan para budak pemegang kunci jeruji
Meski alam raya luas, benaknya sempit
Merekalah hamba sebenarnya!
Bagi manusia,
Dunia,
Dan neraka.

Dongeng pembebasan terlantun…
Kini merobek ruangan kertas dan terali tinta
Yang mereka anggap penjara, padahal surga
Sebab ‘tangis-bahagia’ tak dapat dipersandingkan ‘tawa-hampa’
Tersenyumlah pejuang-pejuang ku.

17-08-04

Salam Perkawanan,
bwt Teh Nizar, Teh Marla, Teh Jo, Teh Fajar :D

***Revolusi Hari Ini***

REAKSI BERKEDOK AKSI

“Aksi tutup jalan; 9/8/4” begitu lah kira2 isi pesan di salah satu pamflet yg tertempel di dinding Gd 8 (baca: GELAP) di Fuck In Punk Budaya (Fuckultas Inmu Punketahuan Budaya) UI. Aksi??? Klo yg ini sich pasti kerjaannya para aktifis. “Klo bukan dia; siapa lagi!” Aksi gitu beneran?! Pake definisi yg mana ney? Ahk, ini mah sama aj dengan istilah “aktifis” yg dikenakan bnyk orang untuk menyebut dirinya sbg pejuang.
Menurut teori…eh, bukan ding! HUKUM (beda bgt teori ma hukum!). Hukum fisika bersabda “Ada aksi, ada reaksi”, saya rasa semua sepakat! Klo da yg ga setuju ma hukum ini silahkan buat hukum sendiri. “Innilhukmu illa lillah”. Sebenernya bukan hukum fisika (alam ato benda ato dunia fisik) tp hukum Alloh (Sunnatulloh, red.), karna emang ciptaan walau bagaimana pun ga kan bisa membuat hukum untuk dirinya. (titik!)
Mari kita simak, apa yg terjadi dgn para aktifis itu. Demonstrasi digelar (kata kawan saya sich aksi, dia lbh suka nyebut gitu. Tp apa iya gituh? Saya kembali mempertanyakan!?). Para mahasiswa, aktifis, birokrat dan semuanya terikat sebuah kaidah (sebenernya hukum jg!) KAUSALITAS atawa sebab-akibat. Yaa…rada2 nyambung ma hukum fisika td. Nyambung ga sich? Disambung-sambungin dech! Berhari-hari, bersusah payah, letih dan keringat. Sampe jaketnya pada kuning gituh, Hueheehhee.
Apa hasilnya? Pihak terkait tdk bergeming. Ataw dgn kata lain tak ada reaksi atas aksi yg digelar para aktifis. Berarti ada yg salah ney! Hukum fisika yg salah, kaidah kausalitas yg salah, kita yg salah, ato para aktifis yg salah?! Mungkin semua bs berkelit, faktor X mungkin. Ato ada yg malah masih teriak2 layaknya Bung Karno “Perjuangan belum selesai!!!” kaya Katakan Cinta aj. J Ini revolusioner ato pujangga sich?!. Ato jgn2 ada yg namanya Karno ikut katakan cinta, trus disangkut-pautin lg.
Setiap AKSI menimbulkan (efek) REAKSI. Jika tak ada, maka hukum ini gugur. Emangnya tesis! Hukum –Alloh– ga kan berubah kawan. Fenomena bs aj berubah-ubah, tp ttp dlm bingkai hukum. (sepakat?!). Tiba-tiba ada yg mempertanyakan secara kritis, dgn gaya seorang filsuf tempo doeloe (itu lho waktu dewa Zeus msh idup!), tp tidak dgn meniru gaya patung“Thinker”. “Jangan-jangan ini bukan aksi?” Cerdas! Cermat! (ky lomba, hehee)
[Salut bwt yg orang yg bertanya! Sapa coba? Hee9X dr pd ga da yg muji :P]
Benar jg. Yup! Gerakan-gerakan dan manuver politik mereka (mereka?!hee, saya kan ga ikutan) adalah merupakan REAKSI dari sebuah AKSI. Sebuah tamparan yg kemudian membuat para aktifis merah dan marah, lalu bangkit melawan. AKSI yg dilakukan kaum birokrat berhasil menyulut syaraf kepedulian mahasiswa.
Ahkk..tp ada yg lebih berbahaya dr Aksi-Reaksi kali ini. Yaitu topeng perjuangan ber-merk “aksi” dan “aktifis”
STOP PEMBODOHAN!!!

***Revolusi Hari Ini***

AFee in UI

Waw!
Apa-apaan neh?! Masa Kampus negeri ada uang pangkalnya??? Keterlaluan ney si
Kapitalis. Dia pikir orang Indonesia kaya2 semua apa? Ato mungkin dia (si 
Kapitalis,red) mo ngajak kita berbisnis? Dia percaya kalee ma kita,
makanya sampe kita diajak jd patner bisnis BHMN-nya. Investasi bro..
L


“Tiba-tiba!”
Yach, itulah krnologis waktunya. KEtidakBIJAKAN kaum birokrat (rektorat-dekanat)
langsung menohok kami para proletar. Tp menarik, mereka (Kapitalis dkk) mengajak
kita bermain, adu kecerdasan cuy! Sebelumnya mereka melempar wacana kenaikan SPP
yg ga tanggung-tanggung ampe 300%. No Compromise!!! Teriak mereka. Dari pada
ancur semua lebih baik ada yg dikorbankan. Tp siapa tumbal kalee ini?
Yaa,seperti biasa. Mereka yg pegang sekenario, ya mereka jg pemenangnya.
“Siapa pun bintang film-nyah, tetep produser pemenangnya” Hee9X, jd inget
apa coba?


Geuleuh,
teriak-teriak di tengah terik, kos jurig! So toy loe smua. Gaya loe tuch ky
mahasiswa Taon 65 ato 98 tau ga?! Loe pikir sapa loe? Siapa jg yg loe demo?!
Emang sich, yg ini lbh kecil ketimbang sebuah rezim gagah beberapa taon lalu. Tp
motivasi loe apa? Ga jelas!


Sapa
coba yg so toy? Klo saya ungkapin uneg-uneg-eneg ini sama para aktifis yg lagi
berusaha ngeblokir jln masuk kampus doi, kampus gw jg!. Mampus aj dech, pasti
lah caci-maki, sumpah-serapah mereka hadiahkan bwt saya. Dunia seakan menuntut
setiap orang yg peduli untuk turun kejalan, berteriak ttg lagu keadilan,
kebebasan dan segala angan panjang yg dijanjikan oleh demokrasi. Ngapain sich,
buang2 waktu aj?! Animo menjawab lantang “Ga da yg sia-sia dalam
perjuangan”. Ga sia-sia? Pikir lagee bro-sis. Tau lilin kan? Liat dia
‘rela’ membakar dirinya untuk terangi sekitar, katanya ini pilosopi lho! Iya
gituh? Mang ada Lilin yg minta dirinya supaya dibakar? Manusia aj yg egois,
mengeksploitasi Lilin (lilin sbg tumbal; lilin sbg korban!) demi kesenangannya
semata. Siapa bilang Lilin ikhlas? Bwt di boyong kerumah aj ga gratis! Dia punya
harga, meski manusia sering tdk menghargainya. Klo dia bs berontak, mungkin udah
bikin gerakan revolusi kalee bwt membantai makhluk bernama manusia yg senang
mengeksploitasi kemudian mencari pilosopi untuk justipikasi.


Back
to AFee! Kenaikan SPP sebesar 300% mang batal, tp tiba-tiba ada “seekor
academia” yg naik daun; Admission Fee (tul ga sich tulisannya?). Ratingnya
melonjak pesat. Seperti yg kita ketahui artis yg ini mang ga kan batal (Tp ttp
aj BATHIL!!!)


Jadilah
Kampus kebanggaan negeri ini menjadi salah satu perusahaan bisnis terfavorit
pilihan pemirsa, PT. BHMN Universitas Indonesia! Diantara 5 PT BHMN
lainnya. Siapa tereliminasi?


 


Iklan Baris____


 


DIBUKA
PELUANG INVESTASI ‘intelektual’ selama 4-6 tahun


Investasi
awal sebesar 5-25 juta


(tergantung
program intelektual yg diminati)


Deposit
selanjutnya dibayar per 6 bulan dengan kisaran 1-3 juta (sesuai program yg
diikuti)


***Jaminan
PELUANG KERJA setelah INVESTASI, dalam ikatan DINAS KAPITALISME INTERNASIONAL***


Hub:
birokrat-keparat


 


PT
BHMN Uneversitas Indonesia


Jalan
Margonda Raya, Buitenzorg coret!


 


***Revolusi Hari Ini***




***Revolusi Hari Ini***

Berkibarlah Merah-Putih ku…

Ada apa dengan bendera merah putih? Mansyur merujuk pada hadits Imam Muslim dalam Kitab Al-Fitan Jilid X, halaman 340 dari Hamisy Qastalani. Di situ tertulis, Imam Muslim berkata: Zuhair bin Harb bercerita kepadaku, demikian juga Ishaq bin Ibrahim, Muhammad bin Mutsanna dan Ibnu Basyyar. Ishaq bercerita kepada kami. Orang-orang lain berkata: Mu'adz bin Hisyam bercerita kepada kami, ayah saya bercerita kepadaku, dari Qatadah dari Abu Qalabah, dari Abu Asma' Ar-Rahabiy, dari Tsauban, Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah memperlihatkan kepadaku bumi, timur dan baratnya. Dan Allah melimpahkan dua perbendaharaan kepadaku, yaitu merah dan putih". [swaramuslim.net]

Knp resah? Merah-Putih bkn bagian dari panji VOC yg di robek bawahnya ko. Merah-Putih adalah panji mujahadah mujahid-mujahidah indonesia. Merah-Putih bkn makar thd Al Liwa' or Rayaah. Merah-Putih jg bukan bendera PARTAI/Gol peserta PEMILU.

Merah-Putih adalah barat dan timur, utara dan selatan.
Merah=berani, Putih=suci. Jadikan Merah-Putih sbg panji Harokah Islamiyah Al Indonesiah ^-^
Rebut kembali Merah-Putih ku...
Bersihkan kainnya dari para infiltran!!!

"Merah-Putih ku teruslah kau berkibar...
diujung tiang tertinggi, di Indonesia ku ini"
"Merah-Putih ku terus lah kau berkibar...
ku kan slalu menjaga mu..."

Merah adalah darah dari persalinan yg tengah kita usung. Kelahiran baru sebuah generasi robbani (next_revolt).
Putih adalah warna kafan mereka para Komprador, para Oportunis-Pragmatis, para Kapitalis, Sosialis, Atheis beserta pengusung "kuffuristik-ideology" lainnya.

Get Revolution
Next_Revolt
***Revolusi Hari Ini***

hidup-mati

Apa yag membuat mu bertahan???
Tidur atau makan?
Kehendak atau harapan?
Mimpi atau fantasi?

Apa yang membuat mu rela berkorban???
Tahta atau wanita?
Cinta atau kehormatan?
Hidup atau kesadaran?

Bunuhlah diri mu,
Kemudian lahirkan kembali!

Matikan semangat mu,
Kemudian tumbuhkan kembali!

23:00 [28 Juli 2004]

***Revolusi Hari Ini***

Kontemplasi Juli

Setan adalah rival Kemanusiaan sejak keduanya di ciptakan [12 Juli 2004]

“Kami sadar bahwa kami tidak akan kalah oleh pihak luar, tetapi oleh perpecahan dari dalam” [11 Juli 2004]

Sejak dimulainya sejarah, ketelanjangan mutlak tidak diterima oleh masyarakat kecuali di lingkungan yang terbatas sebab manusia secara naluri cenderung untuk menutup anggota badan mereka.

“Iman-lah kamu,” maka tatkala manusia itu telah ber-iman saya berkata, “Sesungguhnya, kami berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya kami berharap kepada Allah, Tuhan semesta alam.” [ manifesto propocatio, 12 Juli 2004]

Logika tanpa akal seperti Berdiri tanpa bujal. Artinya segera jatuh tanpa ada serangan sekalipun. [14 Juli 2004]

Bahwa Dia penyelamat setiap saat adalah benar
Bahwa Dia adalah penolong setiap musibah

***Revolusi Hari Ini***

Mujahadah Fikriyah

Ketika Anda berusaha dengan serius untuk mencapai sebuah “keseriusan”, maka Anda telah berhasil mencapainya. [2 Agustus 2004]

Ketahuilah bahwa setiap masalah membutuhkan dua tinjauan: tinjauan atas dasar hukum dan tinjauan terhadap objek hukum. Jika keduanya ada dalam satu benak. Maka pendapatnya adalah shohih. Namun jika berada pada dua kepala yang berbeda, maka kesamaan penggunaan istilah menjadi vital dalam menetukan hukum. Seorang yang hanya mengetahui dasar hukum tanpa mengetahui objek, fatwanya terhadap suatu objek batal meski pendapatnya memiliki kemungkinan benar. Sebaliknya tanpa mengetahui dasar hukum, pendapat seseorang adalah kebodohan. Sebab kesalahan/ketidak-sinkronan antara keduanya akan mengakibatkan salah menghukumi. [2 Agustus 2004]

“mintalah fatwa pada hatimu walaupun manusia memberimu fatwa” (nasehat Rosul kepada Wabishah; HR Ahmad dan Abu Ya’la)

***Revolusi Hari Ini***

TRIAS POLITIKA dan TRINITAS : (3 in 1)

3. Angka ganjil ini benar-benar fenomenal. Selain rumor tentang dogma Tuhan menyukai yang ganjil, ada juga keganjilan di dalamnya. Yaitu dimana konklusi “konsep TIGA” ini di dapat dari hasil evolusi ‘otoritarian’. Dengan metode distorsi, para propagandis ‘pembagian kekuasaan’ ini, secara perlahan tapi pasti mengulingkan kemapanan konsep yang mulanya “shohih”.

Tidak menyukai Otoritarian, tapi justru menambah jumlah otoriter secara kuantitif. Tidak ingin terjajah, tetapi justru memperbanyak jumlah penjajah. Menurut mereka kepemimpinan adalah “jalan menuju selamat”. Dasar manusia, tidak pernah merasa cukup. Keburukan personal di anggapnya sebagai keburukan sistem. Kemudian terjadilah perselingkuhan konsep kepemimpinan. Muncullah kepermukaan “POLIGAMI KEKUASAAN/KETUHANAN” (kedaulatan). Tuhan ko di poligami seeh..seeh. TRITUNGGAL sebutan kerennya. (demam PEMILU!!!). Kita bisa asyik memilih (ayoo! Pilih-pilih) kepada siapa akan ‘menyampaikan aspirasi’.

Bagi-bagi ‘kue’ kedaulatan agar semua puas. Yang penting disini adalah adil, yaitu setiap ‘wakil’ memiliki saham yang sama dalam mengatur kehidupan. Biar demokratis, kata mereka. Topeng kediktatoran 'ber-make-up' mufakat. Untuk menggolkan egosentrisme Sang Raja perlu permainan cantik atas nama aspirasi.

Dan sepertinya alam kebebasan ini (demokrasi) mencoba menampung semua itu. Meleburkan semua karakteristik dalam satu majlis. Jika dalam negara kita mengenal 3 ahlu siyasi, yaitu legislator, yudikator, dan eksekutor J, maka dalam agama kita mengenal pula 3 ahlu dienni, mukmin, kafir dan munafik. Ko bisa??? Silahkan renungkan sendiri.

***Revolusi Hari Ini***

Tentang Akhlaq yg terlupa...

Akhlaq ialah bunga diri. Implementasi dan realisasi, orientasi diri sendiri. Pupuk dan kembangkanlah bunga kita, biar kuncupnya bermekaran. Menebar pesona ke sekitarnya. Jangan kau petik untuk orang lain, sebab kau akan kehilangan indahnya kelopak. Jangan kau beri pada orang lain, sebab kau akan kehilangan sinergi.

Berakhlaq baik berarti menghias pribadi luhur, hingga mewujud dalam ketinggian perangai. Bukan memaksa, menyeru, berteriak tanpa menjelma dan segala keangkuhan diatas persepsi subjektif diri. Perbaikan berarti memperbaiki diri dan berbuat baik. Bukan intervensi, hegemoni dan segala intimidasi kepada orang lain.

Jujur adalah berkata benar, juga baik. Bukan celaan terhadap kebohongan, serta kata benci terhadap dusta. Santun adalah sebuah penuntun untuk menjadi harmoni dan serasi. Bukan sebuah pekikan yang terlantun kepada orang yang tengah tertegun. Ramah adalah penghormatan, pemberian yang tak terjamah kecuali oleh hati. Bukan ‘ramah-tamah’ untuk sekedar dinilai berbudaya. Sapa adalah kerinduan. Kekhawatiran sebagaimana perlaku terhadap diri. Bukan basa-basi-busuk yang tak mampu untuk di tahan.

Jadilah bunga yang indah. Maka, ranum kembang mu akan menyejukan sekitar. Tapi, jangan kau suguhkan wewengian kepada orang yang menyukai bangkai. Sebab busuk lebih baik baginya dari semerbak keharuman kesturi.

Berakhlaq adalah bersinergi, berintegrasi dengan nilai-nilai Robbani. Bukan hanyut pada pesona Jahili yang hanya menjadikan penampakan sebagai hakikat.

Jangan katakan “Jujur!”, tapi berkatalah dengan jujur. Jangan serukan “Santun!”, tapi bertuturlah secara santun. Jangan katakan “Ramah!”, tapi berlakulah dengan ramah. Jangan memberi jika mengharap dapat. Jangan menolong jika berharap akan ditolong.

Demikianlah keindahan risalah yang agung ini. Tak ada paksaan untuk orang lain, sedang ‘memaksa diri’ adalah sebuah keutamaan. Tak ada tanggungjawab perbaikan, tetapi ‘perbaikan diri’ adalah tanggungjawab terbesar dalam hidup.

Get Revolution
Next_Revolt
***Revolusi Hari Ini***

Dungday dan Logika Terbalik

“Waw…my PC aktif”!! pdhl saya lg bimbang mo nulis ato ngga. Eh, kbetulan bgt! Bentaran yach…
“Ee..da sekoteng! Bentar lagee yach” Mo menghangatkan badan dulu.
Helloww…it’s me! J Ahkk…cape. Tapi dah aga refresh sich. Rieut euy, masa td pas beli sekoteng ada fenomena ‘keheranan terbalik’. Tau tuch si Akang (tukang sekuteng), dia malah kebingungan abiss pas saya nyebut kata heran waktu dia nanya ttg acara Dungday didepan kampung saya. ??? harusnya kan saya yang heran!

Begini lho ceritanya. Tau knp ko hampir tiap malem minggu (up’s ahad!) selalu aj ada Panggung Dungday di depan kampung saya. Dan ironisnya, gelaran panggungnya selalu deket ma rumah Pa Haji yg tersohor itu. Yup, hari ini pun demikian (“Jijayyyy!!!”) 2 biduan melenggak-lenggok, eh meliuk-liuk ato apalah…ga ngerti saya apa istilah yg paling cocok buat adegan seronok itu. Jalan tersendat, mana dingin lagee. BT! (butuh taujih, red.) kepaksa dech memperhatikan sekitar, takut kuper maka saya tatap secara abstrak keseluruhan hadirin yang hadir disitu. Dan cukup bagi saya berhenti pada pandangan ‘halal’ sesaat saat melintas. Dan itu sudah cukup untuk menelanjangi seluruh lekuk 2 lonte di atas panggung. Cukup untuk menengguk racun erotisme yang menyeruak dinginnya malam, sebatas pada retina. Sekejap barusan mampu merekam, betapa pesona jahili begitu cepat terpatri dalam hati. Ahkk…dasar sayanya aj yang binal!

GILA, ku pikir mereka tengah kesulitan saat krisis melanda negri ini. Ku pikir mereka tengah larut dalam pusingnya mencari kerja. Atau mungkin mereka lari…meninggalkan realitas di rumah untuk pergi sejenak cuci mata??? Au ah, mang gw pikirin (wew!) mereka aja ga mikirin diri mereka sendiri, ngapain coba saya pake pusing segala. Betul apa betul?? Husth! Ngawur!!! Kaya ga punya kepedulian aja. Udalah…lupain apologi kaya gitu. Lanjutin ceritanya dulu.

Tenkk…tenkk,tenk. Mang beli..mang. ga pake kacang yach. Eeee…dia mulai lagee… “Ga nonton Dungday A?” tanyanya polos. Aduhh,plis dech bikin keki aja (yg ini suara hati!). Saya sich senyum aja, untuk menghargai pertanyaan si Akang tukang sekuteng. Bis dia jg tampangnya cool seeh, sumpah polos N calm abiss! Truss saya coba ambil alih stir wacana. “Tau tuch heran…buat panggung mulu”, sembari pura-pura cuex. “Kenapa heran????” walah dia malah tanya, sambil pasang tampang bingung lagee! Nie sapa yang bodo sich??? Oiya…saya hampir lupa saat itu, bahwa saya lah orang asing bagi zaman ini! Hingga tiap-tiap pertanyaan dan penyataan saya perlu di pertanyakan kembali. Tradisi! Meski si tukang sekuteng tak bicara saya dapat menangkap siratan dalam ucapannya yang menanyakan tentang keheranan saya. Saya lah terdakwa dalam kasus ini. Kasusnya yaitu: mempertanyakan tradisi atawa kelaziman yang tengah terjadi. Pelanggarannya terjadi ketika saya tidak mengikuti arus kebiasaan masyarakat. Dan saya bakal terjerat hukum adat, dengan sangsi di kucilkan.

Diskusi berlanjut. Agar situasi tak berubah menjadi sidang pengadilan saya mencari alibi. Aha, saya dapat! Yach kondisi negri. Saya bilang aja, “Heran duit dari mana coba buat panggung mulu, katanya lagee krisis….” Huhuyyy…slamet euy! SKAK MAT siah! Langkah tepat kawan. Amunisi tradisi tadi berhasil saya lumpuhkan. Huehehee J

Menentang kelaziman lebih besar ketimbang menetang kezaliman!!!
Sebab ketika engkau menentang kezaliman, maka kaum tertindas bersama mu. Tapi ketika kau menentang kelaziman, maka tak seorang pun mendukung mu.
22:31 [31 Juli 2004]

Setelah kenyang makan sekuteng, dan kenyang juga nelen kasus tadi. (ooeeekk…) Oi..buku saya ilang! Mana yach? Tadi sich…Hmm, oiya td tuch si Omen yg lagi pinjem. Dasar! Inimah pencurian terselubung atuh namanya. Sing ridho lah (ehm!) lagi jg saya percaya bukunya ga bakal ilang. Percaya dech, si Omen orang baik.

Oiya tau Omen ga? Si Omen tuch penjaga warnet langganan saya, yang baik hati (asoy klo dia tau bs dapet diskon lagee neeh) Ni WARNET ato MABES??? Abis keseringan nongkrongnya sich…. Nge-Net Cuma 1-2 jam nongkronknya ampe 5 jam. Anak nongkronk…,taa ela. Eh, ko jd ngomongin WARNET yach? Td kan ttg buku. Oiya bukunya ttg AL ZAITUN. Tau ga???bukan nama surah di Al Qur’an lho! (mang ada? Eh, ada ga yac?) ini nama pesantren controversial-krusial . Bahasnya ntar aj yach, nagatuk ney. Lagi jg critanya panjang sampe knp saya harus beli buku kaya begituan..

TO BE CONTINOUS...
***Revolusi Hari Ini***

PERINGATAN 55 TAHUN PROKLAMASI

Salam Revolusi…
Kawan-kawan seperdjoeangan, saja ingin mengenang kembali apa-apa jang telah kita lakoekan oentoek negeri ini. Perlakoean apakah jang telah kita beri oentoek TANAH LAHIR jang kita cintai ini. Setelah sepeninggalan Kang Ato (panggilan akrab Syeick Muhammad Kartosuwiryo, red.) jang kita hormati atas perjoengannja membangoen Indonesia di atas syari’at dengan berdiri tegaknja NEGARA ISLAM INDONESIA bersama mujahid2 LASKAR HIZBULLOH dan SABILILLAH jang tergabung dalam Tentara Islam Indonesia.
55 tahun silam,7 Agoestus 49, Kang Ato memproklamirkan “Negara Karunia Alloh”/NKA di bumi Alloh, tanah subur yang di tinggalkan oleh RI karna kepengecutan, karna kemunafikan, karna ketakuan mereka akan kekuatan VOC la’natulloh. Penghianatan kaoem nasionalis RI tak bisa kita terima sebagai strategi politik. Mereka telah melakukan kompromi dgn penjajah (No Compromise!!!) karna kecintaannja jang besar kpd dunja, sprt jang di kisahkan oleh Bapak Revolusi kita (Muhammad SAW, red.) bahwa mereka itu terdjangkit penyakit Al Wahn.
Tp, mujahadah kita membuahkan hasil “Alloh tdk akan meroebah suatu kaoem…” Kita telah bernaoeng dalam Dal al Islamiya dgn seorang Amier jang siap di Bai’at “Laa Islama illa bil Jamaa’ah, Walaa Jama’ata illa bil Imamah” [Allohu Akbar!!!] the facto, mencangkoep Nangroe Dar as Sallam dgn Tengkoe Daud sbg Wali al Amr; Borneo, Ibn Hajar; Sulawesi (hee..lupa nama krennja J), Kahar Muzakar, Center of Java, Amir Fatah; dan segra disusul negri2 lainnja…
***
Cisayong-Tasikmalaya adalah saksi hidup bg perjoengan muslimin Indonesia. Kini semua telah tiada… Beliau2 telah syahid. Risalah Bai’ah tuntas sudah mereka bebas dari amanah syari’at. Di pundak mereka terpenuhi Bai’at. Namun, dunia terbalik! Waktu berputar membawa kita kembali kebada Kejahiliyahan. Kekuatan kuffur berhasil menghantam barisan kita. Kemudian menebar fitnah, melakukan penyusupan, penyamaran dan kekejian lainnya. Kawan-kawan yang saya cintai, mereka berhasil membagun kekuatan intelejen. Muncullah dalam sejarah kita firqoh N11 yg menebar bau busuk, mencoreng pejuang2 penegak Daulah al Mabda’ al Islamiya.
Tak perlu saya uraikan betapa menyesatkannya N11/NKA yang ada sekarang [mungkin hari ini mereka tengah menggelar “pesta buah” Zaitun]. Yang mengherankan adalah bagaimana mungkin RI tak memberangus gerakan ini, sedang doktrin makar mereka begitu kental? Apa mungkin RI tak tau keberadaan ‘negara dibalik negara’ ini? Ahhk…mustahil, mereka sengaja mengukuhkannya agar tetap mempunyai justifikasi memberangus umat islam!
Brengsek!!! Markas mereka di Pesantren dgn dukungan RI. Klaim Negara Islam dgn jaringan UnderGound yg cukup solid ini terus saja dipelihara oleh pihak “balik layar” RI. Syeick AS Paciqu Ilang Al Majnun alias Abu Toto, pimpinan Mahad Al Zay (kawan saya menyebutnya begitu) adalah KOMPRADOR sejati. Membohongi generasi muda kita dgn berbagai dalih. Sepertinya kekuatan ini makin membesar. Silahkan lihat! Bangunan Megah Al Zay dgn Bandara, Bar, Bank, Lap, Perkebunan, Lokalisasi dlsb. Silahkan tinjau! Besarnya Pelabuhan di daeran Banten yang tengah di Bangun.
Mari jalankan AMANAH REVOLUSI ISLAM!
Mari pikul bersama, enyahkan Munafiq berkedok Alim!
Berangus Firqoh dan Ash Shobiyah!
Jalin Ukhuwah, Satukan Langkah…

-PengembanAmanahRevolusi-
***Revolusi Hari Ini***

TAMU ISTIMEWA

Konon, bila ada kupu-kupu masuk kedalam rumah pertanda akan datang tamu. Tapi ini lain. Ini bukan dongeng dengan gaya bahasa ‘konon’. Kenyataan yang tengah saya alami saat ini. Ya! Saat ini juga. Saat jari saya mengayun menekan tuts-tuts keybord. Saat mata saya menatap ‘penampakan’ tulisan yang tengah saya ketik. Saat mendengar suara air di kamar mandi. Ada sesuatu!

Memang tak ada kupu-kupu yang masuk kedalam rumah. Bahkan sejak kemarin atau mungkin sudah sebulan saya tak melihat makhluk cantik itu. Tak ada pertanda istimewa, selain persiapan layaknya menyambut seorang tamu, untuk menghormatinya. Siapa??? ‘Kupu-kupu’ itu hadir disini. Ya, kupu-kupu cantik itulah yang bertamu kerumah ku. Mesti tanpa dayang, ia tetap laksana putri khayangan. Bahkan saya tak melihat malaikat menyertainya. Subhanalloh!

Tanpa senyum, beliau tetap anggun. Bahkan goretan-goretan wajahnya bagai siluet langit di waktu senja. ‘humairoh’…mungkin. Jika dulu julukan itu untuk ibunda kami. Kini beliau kiranya pantas menyandang gelar itu. Tak ada yang berbeda, seperti pekan kemarin. Hanya saja hati ini yang semakin bergejolak. Hasrat! Semoga bukan syahwat. Tak mengapa ku kira cinta baginya. Ana uhibbuka fillah!

Beliau datang bukan untuk ku. Tapi, saya tetap saja sebagai penyambut bagi beliau yang ‘lembut’. Yang santun dan berakhlak mulia.

Ahhhkk…untuk jiwa-jiwa perindu
Untuk engkau, bagaikan madu

Segala asa
Harap dan Cemas adalah curahan yang pantas
Segala Cinta
Bahagia dan Derita adalah rasa yang ada

Tetapi tidak!
Bagi Sang Pujangga hanya ada pena
Untuk rasa hanya jutaan syair cinta
Bahagia adalah kata indah
Sedang derita tetap bermakna

Disini saya tetap menanti
Setia
Bagai mentari menunggu senja

Ilmu ikhlas, hampir saja saya terima

11:19 [23 Juni 2004]

***Revolusi Hari Ini***

TELEVISI ‘HITAM-PUTIH’

Seolah beiringan, munculnya TV berwarna menjadikan kita kesulitan untuk membedakan mana hitam mana putih. Bahkan kita tak tau persis tentang kelabu.

Keberadaannya adalah tuntutan zaman yang yang terkesan dipaksaakan. Bahkan, tanpanya mungkin peradaban manusia akan mampu mencapai puncak keemasan. Mengapa demikan? Karena sudah tak ada kebaikan sama sekali (dalam TV), bagi siapa pun yang mengeti tentang pendidikan. Kini, ia bukan lagi tempat hiburan yang menyenangkan, akan tepapi menyeramkan. Kriminalitas dan Sex Bebas, semuanya menjadi tanpa batas. Dampak Globalisasi??? Mungkin. Sebab globalisasi tak melulu keuntungan yang melimpah bagi kapitalis. Tetapi juga, luka yang mendalam bagi masyarakat.

“Jika masyarakat tak mampu mengatur TV, maka TV lah yang akan mengatur masyarakat” kirannya teori ini tepat. Sebab dua unsur yang mewakili masyarakat ialah tuntunan dan tontonan. Yang satu adalah panutan, pedoman dan pembimbing dalam kehidupan. Yang satunya adalah hiburan keseharian. Bagaimana jika terbalik? Tak dapat dihindari tentunya. Kemungkinan disfungsional bagi keduanya sangat mungkin terjadi. Apalagi dalam masyarakat yang kebanyakan awam.

Ketika masyarakat menjadikan tontonan sebagai tuntutan, dan sebaliknya. Maka, ini menunjukkan kebodohan sebab akan membawa kepada kehancuran sistemik dan struktural. Dapat anda bayangkan sendiri.

TV adalah ikon Globalisasi paling representatif, saya kira. Sebab padanya keberadaan ruang dan waktu sedapat mungkin di nihil-kan. Tapi Globalisasi bukan berarti tanpa batas. Dengan mudahnya komunikasi dan canggihnya perangkat teknologi informasi justru membuat sekat baru. Sekat virtual yang juga tak dapat di interpretasi dengan konteks ruang dan waktu. Batas artistik ini dapat dengan mudah kita jumpai. Seseorang yang hidup dengan segala kemewahan ‘globalisasi’ tak lagi mengenal saudara terdekatnya, dan ini adalah jurang baru yang dibuat oleh globalisasi. Cukup berbahaya. Jurang ini bisa saja menjatuhkan masyarakat kedalam lembah kenistaan primitif, yaitu : Kesenjangan dan permusuhan. Seseorang duduk menyaksikan situasi negara lain – yang notabene tidak ada kaitannya dengan kehidupan beliau – sementara aktifitas tetangganya tidak ia ketahui. Mereka yang menjadi korban TV ini akan memiliki ego tersendiri. Keterasingan hubungan dengan masyarakat dapat merusak sistem sosial dan struktur masyarakat yang ada.

Siapa yang bisa menyebutkan manfaat TV lebih banyak ketimbang keburukan yang timbul karenanya? Jika ada, maka saya akan memberikan padanya gelar “GILA”

***Revolusi Hari Ini***

KEMAMPUAN DAN PEMBUKTIAN

“Emang kenapa?” saya bertanya pada seseorang. Dia bilang “aku cuma mo ngebuktiin ma ortu ku, bahwa aku juga bisa kaya Kk-ku yang pertama”. Heehh…saya menghela napas. Cuma itukah? Untuk apa? Sebegitu pentingkah? Saya pun mengalaminya kawan. Saya pun ingin menunjukkan, bahkan pada dunia “bahwa saya berharga”, “bahwa saya berarti”. Bagaimana tidak, pelecehan intelektual bagi orang-orang yang berusaha mempertahankan moral. Bukankah semua orang punya standar ideal?

Emosi rasanya tak akan menyelesaikan masalah. Ya, saya yakin itu. Tunjukan! Bahwa kita mampu, untuk tidak terseret pertarungan emosional ini. Ini lebih penting. Sebab, ketidakmampuan dalam hal ini akan meyebabkan kehancuran. Bahkan sebelum kita berhasil membuktikan kemampuan kita pada dunia.

Hidup memang hanya indah jika dijalani. Indah rasanya, meski berjuta cerca kita temui. Sebab, kebahagiaan sejatinya membahagiakan semua. Ya, termasuk ‘sang pencerca’. “Liat aja nanti”, saat ini memang baru ini apologi yang saya pakai. Sebab memang belum terbukti, dan belum saatnya. Mengapa tidak mungkin? (kemungkinan selalu ada bung!) bukankah tiap usaha adalah harta yang paling berharga.

Mari bersama, eksplorasi kemampuan. Eksploitasi diri secara benar, tepat dan sesuai. Jangan berhenti!kita tengah menjalani proses pembuktian tersebut.

Kawan-ku menyiratkan sebuah kaidah bahwa “sesuatu itu tak diambil karena tak mau, bukan tak mampu”. Tapi entah, kesalahan interpretasi atau implementasi. Kebodohan akal atau ketiadaan moral. Banyak yang terjerumus, hanya karena memenangkan emosi ketimbang visi yang ia punyai. Lantas mengapa harus berusaha meraih “sesuatu” itu, jika memang “tak mampu”? Mengapa tak kita buktikan saja, bahwa “sesuatu” yang kita ambil adalah yang kita “mampu” dan “mau”. Bahwa kita mengambil “sesuatu” tersebut, benar-benar karena “mau”, bukan karena tak “mampu” meraih “sesuatu yang lain”.

Perihal yang sejatinya sepele bisa menyita konsentrasi seseorang. Bahkan menjatuhkan seseorang karena konsentrasinya tersita. “Ahkk…” kenapa juga saya meluangkan waktu untuk ini. Padahal ini dapat menyita perhatian saya lebih banyak. Ini bukan pembuktian kawan! Ini hanya penjelasan. Selanjutnya, MARI KITA BUKTIKAN.

16:03 [23 Juni 2004]
Hee..telat nge-BLOG-nya
Afwan surafwan ^-^
***Revolusi Hari Ini***

SANG PENGHANCUR

Batu memang keras, kawan
Terlihat kuat…
Terlihat kokoh, tapi rapuh
Bahkan oleh aliran yang tenang sekalipun
Dan engkau adalah air
Yang tenang,
Yang menghanyutkan.
Dan bila batu itu hanyut
Maka tak dapat perpegang pada apa pun
Kecuali berharap belas-kasih mu

Siapa yang kuat?
Siapa yang tak kan hancur?
Ketenangan adalah sumber kekuatan
Sedang kebekuan adalah yang niscaya akan pecah

Lentur tidak dapat diatur
Lentur berarti teratur
Sinergi sebuah kecerdasan
Yang paham
Yang sadar
Bahwa manusia lemah
Bahwa Dia-lah pemilik kekuatan

17:39 [19 Juli 2004]

Pada akhirnya kebekuan akan mencair dan batu akan melebur menjadi tanah!

***Revolusi Hari Ini***

Arsip Blog

WARTAISLAM.CO.CC

Info Distro

Berita Palestina