Romansa zaman purba :)

Assalamu`alaykum….
Dear sahabat
Maap surat ini di tulis dah lama bgt….
Dah basi kali, tp gpp kan kl ak ttp kirim
Maap jg jrng komunikasi….
Maap lg, sk bwt km serius (pdhl km ga sk)

Berjuta kt maap yg tak bs ak ucapkan lwt lisan
Aku wakilkan dgn do`a dan ke-maaf-an

Kmrn2 ak prnh blng soal “cinta”, “perenungan”, “generasi”
Dan segala fenomena yg aku hadapi…..
Maap kl bwt km jd psing.
Aku jg pnh janji mo krm puisi2 yg aku tulis…(msh ingt ga?)
Ah…dah lp kan…
Tp gpp d
[00:17]
Apa yach cinta itu??
Apa yach persahabatan itu??
Apa keduanya bisa saling bertentangan.??
Ini bkn pertnyan bwt km!! Ini cm tanda tanya dlm hatiku….
Tp kl km mo berbaik hati bntu ak menjawabnya….maacih bgt
Banyak yg bersahabat dgn cinta,
Tp sedikit yg cinta akan persahabatan…..
Ini jg cm Statement dlm hatiku.
Kl km mo commentarin jg gpp…. Thanx bgt

Maap kl aku hrs berbagi tentang ‘hal’ ini….
[00:23]

Puisi-puisi yang tak berarti
Sering kutulis dalam hati
Yang hampir menjadikannya mati

Hanya satu yang membuatnya jadi berarti
Sesuatu dalam hati
Yang masih hidup hingga kini
[00:28]
***Revolusi Hari Ini***

Dari seorang pecundang...

Petualangan mencari kebenaran lebih menyenangkan dari tidur siang, saat tubuh kita lelah. Perenungan yang mendalam lebih mengasyikan dari semua aktifitas di alam mimpi.

Kawan,

Dari seorang pecundang yang takut mati.
Kalian adalah revolisioner sejati

Aku baru tersadar, bahwa benar adanya keluhuran cita kalian. Beberapa saat setelah mengenal sedikit dari aktifitas kalian, ‘open mind’ sadari bahwa keangkuhanku adalah satu-satunya yang dapat ku banggakan dulu. Dan kalian, telah banyak mengajari ku tentang perjuangan sejati, perjuangan hakiki.

Malu! Jika teringat, persepsi awal ku tentang kalian. Bahwa keluasan ilmu Alloh lebih banyak kalian ‘tenggak’ dari mata air tempat aku minum.

***Revolusi Hari Ini***

Konspirasi Dalam Dunia Pendidikan..

Entah benar atau tidak, saya merasa begitu. Memang tak dapat dibuktikan dgn fakta atau dokumen tertulis. Yang jelas saya merasa, semakin hari semakin dekat dengan kehancuran. Penurunan kualitas pendidikan pun lambat laun terasa semakin terasa.

Entah benar atau tidak, saya merasa demikian adanya. Semakin panjangnya masa study dengan orientasi yang tidak jelas, menurut pengamatan saya ini adalah usaha menjauhkan kalangan akademisi dengan masyarakat.

Entah benar atau tidak, saya merasa pendidikan sekarang adalah suatu pembodohan. Yang saya alami mungkin berbeda, atau ada kemungkinan sama dengan yang semua orang alami. Saya merasa senang ketika pengajar berhalangan hadir; saya merasa risih dengan ocehan pendidik; saya merasa lebih manusiawi ketika berada diluar sekolah/kampus; saya merasa bebas dari cengkraman aturan yang mengekang ketika menjauhi segala aktifitas akademik.

Entah ini salah atau tidak??? Realitas yang ada memaksa seorang siswa untuk durhaka. Fenomena ‘nilai oriented’ merebak hampir diseluruh tempat belajar.

Entah ini salah atau tidak??? Saya hanya menuangkan isi hati, dan berusaha menyadarkan diri saya dari sandaran yang lemah ini.

Wa Allohu`alam
***Revolusi Hari Ini***

MANAJEMEN WAKTU

Haqoiq al yaum, umniyat al ams. “Kenyataan hari ini merupakan mimpi kemarin” dan itu artinya mimpi dihari ini akan menjadi kenyataan pada masa yang akan datang. Atau pendapat lain yang mengatakan “Kita hidup dengan mimpi”. Memang, jika kita coba menggali dan merenungi kembali hakikat hidup ini tidaklah berbeda laiknya kehidupan di alam mimpi. Hanya perbedaan dimensi ruang, satu-satunya preposisi yang dapat kita jadikan untuk menarik kesimpulan : “Bahwa sekarang kita tengah hidup di alam yang nyata”
Manusia memang hidup diatas konsepnya masing-masing. Dan tiap diri menpunyai konsep yang – kemungkinan besar – berbeda-beda, tentang dirinya sendiri, juga tentang “dunia luar”. Disini subjekifitas berlaku. Dimana segala sesuatu menjadi relatif dan saling ketergantungan. Kemudian, mempertahankan eksistensi diri ditengah rumitnya sistem semesta raya dan kekacauan unsur-unsur kehidupan yang dibuat oleh manusia dalam hal interpretasi merupakan suatu keniscayaan. Lalu bagaimana cara bertahan hidup?
Tanpa mimpi, cita-cita itu sama saja tidak ada. Cita-citalah yang membuat manusia mampu bertahan hidup. Dan mimpi, merupakan stimulan terbesar untuk terus senantiasa bermimpi. Mimpi yang bagaimana? Cita-cita seperti apa? Semakin banyak saja pertanyaan yang muncul di benak kita.

Idealitas VS Realitas

Demikianlah, hidup dan beberapa masalah mendasar yang manusia alami. Dalam pengatar, sudah sedikit di singgung tentang “kenyataan” dan “cita-cita”. Dimana sering kali kita menjumpainya pada posisi frontal dalam kehidupan. Apa yang kita cita-citakan sering kali tidak tercapai. Juga apa yang bahkan tidak kita harapkan malah sering kali kita dapati.
Manusia memang tidak bisa terlepas dari dimensi yang dimilikinya. Selama ia ada di dunia – benda dan produk – materi, maka ia tidak akan bisa melepaskan dirinya dari ‘ikatan sistemik’ kebendaan. Sebab, eksistensi manusia di dunia adalah “ruh” dan “jasad”. Manusia tidak bisa disebut hidup tanpa tubuhnya. Meski perbincangan mengenai hakikat (esensi) dari manusia masih diperdebatkan, tetapi manusia tetap saja mempunyai ketergantungan pada ‘materi’.
Maka, sekarang mari kita bicarakan tentang kedudukan “idealitas” dan “realitas”, kemudian menyikapinya secara bijak. Idealitas berkaitan dengan kumpulan konsep –yang abstrak – yang ada di benak kita. Tentang ide/gagasan dan nilai yang kita anggap agung. Dalam pada konteks inilah cita-cita di bicarakan.
Sementara realitas adalah segala yang hadir pada ruang yang berbeda. Realitas juga biasa disebut dengan kenyataan ‘takdir’. Sesuatu yang dilimpahkan oleh Sang Maha Segala kepada manusia, yaitu situasi (keadaan luar) dan kondisi (keadaan dalam). Lantas, bagaimana memadukan keduanya?
Tanpa mempunyai idealitas hidup manusia akan hambar. Akan tetapi, realitas seolah menjegal kita. Memandulkan ide, memutus harapan dan cita-cita. Dalam penyikapannya, kita mengenal ada dua mazhab: “Idealisme” dan “Realisme”. Tiap mazhab mempunyai umat, yaitu: Kaum Idealis dan Kaum Realis.
Dengan adanya pembagian diatas, kita tidak boleh men-judge bahwa yang idealis lebih ideal, dan yang realis lebih realistis. Sebab, pembagian tersebut hanya dalam tataran keilmuan –dan bukan pengamalan “Manusia membuat klasifikasi, bukan menemukannya” . Juga, dalam tataran praktis sebenarnya tidak kita temui dikotomi semacam ini.– dan justru yang lebih tepat adalah istilah “Ideologis” dan “Pragmatis”.

***

Manajemen, Definisi dan Fungsinya

Banyak orang berbicara tentang manajemen, banyak pula para ahli yang men-ta`rif manajemen. Ada yang berlatar belakang keilmuan, ada juga yang berdasarkan pengalaman. Berikut beberapa ta`rif oleh pakar manajemen Barat:
· “The Art of Getting Things Done Through People” Seni Mencapai Tujuan (Hasil) Melalui Usaha/ Kegiatan yang Dilakukan oleh Orang Lain. [Mary Parker Follet, tahun 60-an]
· Manajemen adalah sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengawasan atas usaha-usaha yang dilakukan oleh anggota organisasi dan atas penggunaan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. [Stoner, 1989]
· Manajemen merujuk kepada proses yang dilakukan untuk menjamin bahwa kegiatan-kegiatan organisasi dijalankan dengan efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain. [Robbins dan Coultar, 1996]
· Manajemen adalah seperangkat kegiatan yang dirancang untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi secara efektif dan efisien dalam lingkungan yang berubah. [Gatewood, Taylor dan Farrel, 1995]

Meskipun kebanyak ta`rif diatas dalam konteks organisasi profit motif, tetapi dapat kita –generalisir – benang merahnya, yaitu : “manajemen sebagai sebuah proses” dan “manajemen sebagai suatu seni/cara”. Tidak perlu kita perdebatkan mengenai 2 konsep manajemen ini, karena konsep ini sendiri bukan berasal dari khazanah islam.
Manajemen dalam kajiannya memiliki banyak fungsi, tapi yang dianggap ‘mewakili’ diantaranya Planning, Organizing, Directing, Controlling. Ini karena tanpa fungsi-funsi ini suatu manajemen (proses dan cara) tidak akan bisa berjalan.
Planning berati perencanaan yang mencakup tujuan, kebijaksanaan, prosedur, anggaran dan program. Perencanaan memutuskan Apa yang di kerjakan; Bagaimana mengerjakanny;, Kapan harus dikerjakan; Siapa yang akan mengerjakan. Adapun Planning dipengaruhi oleh lingkungan dalan dan lingkungan luar.
Organizing berarti pengelolaan dalam suatu wadah (wasilah) yang terstruktur dan sistemik. Ruang lingkupnya mencakup pembagian dan penempatan, baik secara fungsi, daerah, maupun subjek dan objek yang dihadapi.
Directing berarti pengarahan terhadap kebijaksanaan yang dipakai oleh yang bersangkutan berkaitan dengan 2 fungsi sebelumnya. Unsur-unsur directing adalah kepemimpinan dan motivasi.
Controlling berarti pengawasan terhadap hal atau aktifitas yang dilakukan. Maksudnya untuk memperbaiki atau sebagai tindakan preventif dari kesalahan, penyimpangan, ketidaksesuaian, penyelewengan dan kealpaan lainnya. Controlling mencari kesalahan bukan untuk menyalahkan pihak manapun, akan tetapi mencari kebenaran terhadap hasil yang telah dilakukan.

Tentang Waktu

Bagaimana kita memanaj waktu, terkait bagaimana konsep kita tentang waktu. Waktu – yang merupakan rentetan masa yang dibuat oleh otak – tidak dapat kembali. Meskipun roda zaman berputar, tapi waktu terus melintasi dirinya menuju keabadian. Penjalanannya menuju sesuatu yang tak terhingga merupakan lintasan dari zaman itu sendiri.
Betapa pentingnya waktu tak dapat kita pungkiri. Alloh pun bersumpah dalam Al Qur`an “Wal Ashr”. Hal ini menunjukkan betapa vitalnya waktu. Dan pemaknaan terhadap waktu adalah urgensi dalam kehidupan. Para pejuang memaknai waktu sebagai “pedang”. Para pengusaha memaknai waktu sebagai “uang”. Lantas bagaimana kita memaknainya?
Kehidupan kita akan bermakna manakala kita bisa memaknai waktu secara tepat. Pengetahuan Modern menyatakan ‘ketiadaan waktu’ (artinya hakikat waktu sebagai sesuatu yang nyata diragukan). Konsep “Relativitas Waktu” pun semakin tampak kebenarannya.

Manajemen Stategis dan Prioritas

Menurut jangka waktunya manajemen dapat dibagi menjadi 2, yaitu : “manajemen visioner” dan “manajemen situasioner”. Tapi, lagi-lagi kita tak boleh membagi gaya manajemen seorang manajer menjadi, manajer visioner atau manajer situasioner. Keduanya ada dalam konsep yang disebut “manajemen strategis”. Yaitu bagaimana mengatur rencana setiap saat dan mengubah kebijaksanaan sesuai dengan perubahan.
Dengan simpang siurnya konsep tentang manajemen, juga kerumitan dari tiap konsep yang ada maka, ketrampilan strategis amatlah dibutuhkan. Mengingat “kewajiban yang ada lebih banyak dari waktu yang tersedia”, penting bagi kita untuk menentukan prioritas. Sayangnya, banyak konsep yang ditawarkan tentang skala prioritas terlihat prematur. Kenapa? Karena kebanyakan pengaju konsep kurang memperhatikan landasan dari teorinya. Padahal untuk ‘menghukumi’ sesuatu, wajib hukumnya untuk mengetahui objek hukum tersebut. Entah. Kesalahan pada pengaju konsep yang kurang men-detail dasar pemikirannya atau kelengahan masyarakat dalam menangkap maksud dari konsep yang diajukan.

Penyederhanaan Konsep

Kiranya ada beberapa pokok yang menjadi wajib diketahui dan dipahami, manakala seseorang ingin me-manaj hidupnya. Pokok ini adalah konsep dasar yang sebenarnya sederhana. Kerumitannya hanya tampak ketika muncul permasalahan dan kita tak mampu menganalogi atau menginterpretasi konsep dasar ini dengan masalah yang muncul. Biasanya dikarenakan panik atau terlalu jumud. Kesimpulan yang kita tarik sering salah atau kurang baik, karena tergesa-gesa. Hal ini menyebabkan, sikap dan tindakan kita pun sering tidak tepat.
Konsep dasar itu ialah seputar istilah-istilah fundament dalam manajemen yang perlu kita maknai secara radikal. Yaitu 3 kunci utama: Visi, Misi dan Orientasi. Dengan memahami konsep – dari 3 kunci utama – yang menjadi dasar manajemen ini, insya Alloh kita bisa menyikapi setiap masalah dengan tepat (sesuai konsep kita).

Visi = Mimpi atau Masa Depan yang Diinginkan
Misi = Hal untuk mencapai Visi
Orientasi = Arah atau Pegangan kearah Visi

Setelah memahami ini, kita akan mudah untuk memasang strategi. Dan selanjutnya?terserah anda…

Penutup

Demikianlah, bahwa tiap masalah harus kita selesaikan secara radikal (tuntas) dan fundamental (mengakar). Agar setiap langkah kita memiliki hujjah, dan terhindar dari sikap “ikut arus”. Seperti yang diajarkan oleh islam “Syumuliyatul Risalah” agar kita menjadi kaafah.
Marilah kita renungkan kembali langkah yang telah kita tempuh dan mengkaji kembali langkah apa yang akan kita ambil selanjutnya. Tulisan ini bukan bermaksud sok tahu atau sok pintar, tetapi nasihat untuk semua, terutama diri penulis. Penulis juga mengajak semua pihak untuk mengakui ‘kesalahan ijtihad’ yang sering kita lakukan, kemudian memperbaikinya atau menerima pendapat yang lebih tepat dan logis.
Penulis mohon ampun kepada Alloh jika melakukan kesalahan logika dan kata-kata. Juga dari ‘banyak bicara’ yang tak berguna. Dan akhirnya, penulis memohon timbal balik dari semua pihak. Penulis juga menerima kritik, tanpa embel-embel apakah kritik itu membangun atau tidak. Karena setiap kritik adalah koreksi yang amat berharga.

“Kontempolasi Tanpa Aksi Adalah Kematian”
---Moga Bermanfaat---
disampaikan pada LQ, 22 Mei 2004

***Revolusi Hari Ini***

Ttg masa depan

PERADUAN
Oleh : Mesia Kasimilia

Oh…generasi ku
Oh…tanah lahir ku

Di injak, Di jarah
Di telanjangi dan di perkosa
Oleh para Biadab peradaban
Oleh Immoralis

Kebangkitan…
Masih berharap padanya???
Kecuali oleh tangan mu
Maka terjadilah
Sebab tanpanya adalah angan hampa


CURAHAN
Oleh : Mesia Kasimilia

Mengalir tanpa aliran
Deras tanpa arus
Dan terus membasahi
Magrib ku nan sunyi

Warna-warni rintik
Senandung awan mendung
Air kebahagiaan yang tercurahkan
Dari atap kami yang gelap

=Hujan Ba’da Magrib di Kota Hujan=
18:09 [ 7 Juli 2004]


***Revolusi Hari Ini***

Ber-islam???

Bisakah kita ber-islam di tengah lokalisasi judi dan lacur???
Menjadi Islam berarti sanggup hidup di mana pun, karena sejatinya alam kubur pun tempat hidup yang kekal disisi-Nya.
Tapi buat apa masuk kubur?jika tanpa bekal. Karena kita tak di perintahkan untuk memasukinya. Apa definisi masuk? Masuk neraka berarti kekal sempurna, sesat selamanya. Karena kita di larang untuk memasuki tempat terlarang, maka ber-islamlah di tempat yang di perbolehkan. Apakah ada tempat terlarang itu? Bukankah, Lumpur dan rawa yang paling kotor sekali pun, harus kita garap. Membajak keburukan untuk hasil terbaik. Kotoran pun pupuk bagi buah yang paling manis.
Adapun yang selama ini kita kira tempat terbaik, yang membuat terbuai, membuat lalai ternyata adalah semesta neraka. “Berbuat baik di tempat yang salah” adalah lebih buruk dari “berbuat benar di tempat yang tidak baik”. Definisi perbaikan disini adalah perubahan kearah baik. Yang pada awalnya mesti kita pertanyakan kebenarannya.

***Revolusi Hari Ini***

Mengenang Beliau-beliau

Surat Untuk Asy Syaikh

Teruntuk Asy Syaikh di taman surga
Terkutuk Zionis di dalam neraka

Salam hangat dari seorang anak zaman, Salam perjuangan dari generasi penerus Anda selanjutnya.

Saya sudah mendengar khabar akbar itu, saya juga sudah mendengar reaksi dunia terhadapnya. Entah mengapa saya tak begitu sedih? Mungkin karna terbiasa dengan kedzaliman yang mewarnai bumi Alloh ini, mungkin juga karna perasaan saya tengah mati suri. Tapi saya tak atau mungkin belum merasa bersalah. Karna saya tak ber-islam atas dasar perasaan, tapi dengan pemahaman. Dan karnanya saya sedikit gembira. Maap jika Anda tersinggung, tapi saya berkhayal Anda tetap tersenyum.

Gembira???kenapa saya bisa gembira, ditengah berita duka. Ya, karna itu berita gembira. Berita kemenangan, berita kemulian bagi Anda dan muslim seluruhnya. Berita tunainya cita-cita luhur.

Anda telah “SYAHID” J ijnkan saya tersenyum sejenak. Yah, untuk sekedar membayangkan kenikmatan surga yang segera Anda dapatkan. Saya juga berharap dapat bertemu bidadari Anda didalam mimpi, agar saya yakin anda bahagia.

Kenapa dunia harus bersedih atas syahidnya anda? Kenapa dunia mesti murung ketika seorang seperti Anda telah berhasil meraih kemuliaan? Atau mungkin dunia iri terhadap Anda, atau karena mereka tak sempat melihat senyuman kematian Anda. Mungkin saja hati-hati mereka tertutup kemunafikan.

Saya bukan siapa-siapa yang berhak menentukan ‘halal-haram’, baik-buruk, duka-bahagia. Saya juga memang tak berhak menilai dunia kemunafikan. Saya hanya seorang selalu mencoba menyuarakan idealitas meski saya belum ideal.

Saya tidak akan membiarkan para ‘komprador peradaban’ itu lebih bahagia, atau bertambah senang dengan kedukaan dunia islam. Saya akan tetap tersenyum pada mereka, dan tetap mengatakan “kami selalu bahagia, kami selalu menang”.

Saya tidak akan rela bila perjuangan ini berakhir, dengan habisnya umur Anda didunia. Saya rasa Anda pun demikian. Saya tetap akan menatap mereka dengan pandangan syari`at dan mengurangi rasa emosional saya. Karna saya harus menyesuaikan hawa nafsu dengan wahyu. Saya wajib menyelaraskan rasa dan pikir saya dengan hukum Alloh.

Adakah pesan Anda untuk meneruskan perjuangan akan dipenuhi oleh penerus mu?
Kami akan selalu menunggu khabar berikutnya.

[Next Revolt]
Note : Sehari sepeninggalan Asy Syahid Ahmad Yasin

***Revolusi Hari Ini***

ANTI TESIS

Bercampur namun tak lebur
Meski tersudut
Meski terpinggir
Dan terasing

***

Kata kawan ku
“Hanya orang gila yang mengerti tentang kegilaan”
Tidak!
Siapa yang gila?
Menjadi gila ditengah kegilaan?
Atau sebuah kewajaran?

Hidup berarti mampu merasa
Sadar bahwa dirinya mati

Sehat berati mampu merasa
Sadar bahwa dirinya sakit

Cerdas berarti mampu merasa
Sadar bahwa dirinya bodoh

17:50 [19 Juli 2004]

Pun waras…mampu merasa dan sadar bahwa dirinya gila ditengah kegilaan

***Revolusi Hari Ini***

Sang Penghancur

Batu memang keras, kawan
Terlihat kuat…
Terlihat kokoh, tapi rapuh
Bahkan oleh aliran yang tenang sekalipun
Dan engkau adalah air
Yang tenang,
Yang menghanyutkan.
Dan bila batu itu hanyut
Maka tak dapat perpegang pada apa pun
Kecuali berharap belas-kasih mu

Siapa yang kuat?
Siapa yang tak kan hancur?
Ketenangan adalah sumber kekuatan
Sedang kebekuan adalah yang niscaya akan pecah

Lentur tidak dapat diatur
Lentur berarti teratur
Sinergi sebuah kecerdasan
Yang paham
Yang sadar
Bahwa manusia lemah
Bahwa Dia-lah pemilik kekuatan

17:39 [19 Juli 2004]

Pada akhirnya kebekuan akan mencair dan batu akan melebur menjadi tanah!

***Revolusi Hari Ini***

Akhir...

Katanya masa depan yang direncanakan akan lebih baik? Aku ragu. Siapa kepastian? Sedang ia sendiri tak mengetahui. Harap pada –Mu, Harap pada-Mu. Tanpa itu kita tak mampu. Sejuta asa tak dapat menjadi nyata tanpa kehendak. Sebanyak apapun rencana, seindah apapun impian. “Ini dunia Bung!” Dimensi yang berbeda adalah realita. Apa yang kita lakukan selama ini?

Entahlah, ingin ku akhiri……
Apa yang tak pernah ter-ejawantahkan
Sebab,
Tanpa pertanyaan aku tak dapat menjawab
Tanpa masalah aku tak akan dewasa

21:05 [27 Juni 2004]

SEMUA: SAAT INI

Kegelisahan yang memuncak
Kegaulauan yang amat
Bimbang terombang-ambing
Diantara semua : Saat ini

21:08 [27 Juni 2004]

Ingin ku ceritakan, tetapi tidak
Ingin ku ungkap, tetapi tidak
Ingin ku angkat, tetapi tidak
Ingin ku bagi, tetapi tidak
Sebab tetapi tidak ingin
Tidak!!!

21:10 [27 Juni 2004]

EPILOG dalam DIAOLOG-MONOLOG tanpa PROLOG

Dimana kau?
> Entahlah!
Hidupkah?
> Mungkin?
Katakan sesuatu!
> “MATI”

21:14 [27 Juni 2004]

***Revolusi Hari Ini***

17-an

4 turbin baru dalam dunia ku
Penggerak semangat perubahan,
Pencerahan dan pemuasan.
Tapi kala ini menjadi lebih berarti
Sebab tak ada friksi
Rivalisme yang slalu dijunjung pejuangan kebenaran
Pertentangan,
Pertikaian,
Penghancuran.

17-08-04

Seperti mereka yg merdeka
Jeruji dan belenggu jemari
Tak kan mampu menembus imaji
Sebab kekuatan yg sebenarnya bukanlah aksi,
Melainkan visi!
Orientasi dan interpretasi!

Merdeka di balik penjara…
Kisah tentang beliau-beliau yang tak pernah risau
Terasing demi sebuah kebebasan hakiki
Tak ada pengasingan disini!
Sebab keterasingan adalah kebahagiaan.
Jerit-tangis adalah kerinduan.

Dan para budak pemegang kunci jeruji
Meski alam raya luas, benaknya sempit
Merekalah hamba sebenarnya!
Bagi manusia,
Dunia,
Dan neraka.

Dongeng pembebasan terlantun…
Kini merobek ruangan kertas dan terali tinta
Yang mereka anggap penjara, padahal surga
Sebab ‘tangis-bahagia’ tak dapat dipersandingkan ‘tawa-hampa’
Tersenyumlah pejuang-pejuang ku.

17-08-04

Salam Perkawanan,
bwt Teh Nizar, Teh Marla, Teh Jo, Teh Fajar :D

***Revolusi Hari Ini***

REAKSI BERKEDOK AKSI

“Aksi tutup jalan; 9/8/4” begitu lah kira2 isi pesan di salah satu pamflet yg tertempel di dinding Gd 8 (baca: GELAP) di Fuck In Punk Budaya (Fuckultas Inmu Punketahuan Budaya) UI. Aksi??? Klo yg ini sich pasti kerjaannya para aktifis. “Klo bukan dia; siapa lagi!” Aksi gitu beneran?! Pake definisi yg mana ney? Ahk, ini mah sama aj dengan istilah “aktifis” yg dikenakan bnyk orang untuk menyebut dirinya sbg pejuang.
Menurut teori…eh, bukan ding! HUKUM (beda bgt teori ma hukum!). Hukum fisika bersabda “Ada aksi, ada reaksi”, saya rasa semua sepakat! Klo da yg ga setuju ma hukum ini silahkan buat hukum sendiri. “Innilhukmu illa lillah”. Sebenernya bukan hukum fisika (alam ato benda ato dunia fisik) tp hukum Alloh (Sunnatulloh, red.), karna emang ciptaan walau bagaimana pun ga kan bisa membuat hukum untuk dirinya. (titik!)
Mari kita simak, apa yg terjadi dgn para aktifis itu. Demonstrasi digelar (kata kawan saya sich aksi, dia lbh suka nyebut gitu. Tp apa iya gituh? Saya kembali mempertanyakan!?). Para mahasiswa, aktifis, birokrat dan semuanya terikat sebuah kaidah (sebenernya hukum jg!) KAUSALITAS atawa sebab-akibat. Yaa…rada2 nyambung ma hukum fisika td. Nyambung ga sich? Disambung-sambungin dech! Berhari-hari, bersusah payah, letih dan keringat. Sampe jaketnya pada kuning gituh, Hueheehhee.
Apa hasilnya? Pihak terkait tdk bergeming. Ataw dgn kata lain tak ada reaksi atas aksi yg digelar para aktifis. Berarti ada yg salah ney! Hukum fisika yg salah, kaidah kausalitas yg salah, kita yg salah, ato para aktifis yg salah?! Mungkin semua bs berkelit, faktor X mungkin. Ato ada yg malah masih teriak2 layaknya Bung Karno “Perjuangan belum selesai!!!” kaya Katakan Cinta aj. J Ini revolusioner ato pujangga sich?!. Ato jgn2 ada yg namanya Karno ikut katakan cinta, trus disangkut-pautin lg.
Setiap AKSI menimbulkan (efek) REAKSI. Jika tak ada, maka hukum ini gugur. Emangnya tesis! Hukum –Alloh– ga kan berubah kawan. Fenomena bs aj berubah-ubah, tp ttp dlm bingkai hukum. (sepakat?!). Tiba-tiba ada yg mempertanyakan secara kritis, dgn gaya seorang filsuf tempo doeloe (itu lho waktu dewa Zeus msh idup!), tp tidak dgn meniru gaya patung“Thinker”. “Jangan-jangan ini bukan aksi?” Cerdas! Cermat! (ky lomba, hehee)
[Salut bwt yg orang yg bertanya! Sapa coba? Hee9X dr pd ga da yg muji :P]
Benar jg. Yup! Gerakan-gerakan dan manuver politik mereka (mereka?!hee, saya kan ga ikutan) adalah merupakan REAKSI dari sebuah AKSI. Sebuah tamparan yg kemudian membuat para aktifis merah dan marah, lalu bangkit melawan. AKSI yg dilakukan kaum birokrat berhasil menyulut syaraf kepedulian mahasiswa.
Ahkk..tp ada yg lebih berbahaya dr Aksi-Reaksi kali ini. Yaitu topeng perjuangan ber-merk “aksi” dan “aktifis”
STOP PEMBODOHAN!!!

***Revolusi Hari Ini***

AFee in UI

Waw!
Apa-apaan neh?! Masa Kampus negeri ada uang pangkalnya??? Keterlaluan ney si
Kapitalis. Dia pikir orang Indonesia kaya2 semua apa? Ato mungkin dia (si 
Kapitalis,red) mo ngajak kita berbisnis? Dia percaya kalee ma kita,
makanya sampe kita diajak jd patner bisnis BHMN-nya. Investasi bro..
L


“Tiba-tiba!”
Yach, itulah krnologis waktunya. KEtidakBIJAKAN kaum birokrat (rektorat-dekanat)
langsung menohok kami para proletar. Tp menarik, mereka (Kapitalis dkk) mengajak
kita bermain, adu kecerdasan cuy! Sebelumnya mereka melempar wacana kenaikan SPP
yg ga tanggung-tanggung ampe 300%. No Compromise!!! Teriak mereka. Dari pada
ancur semua lebih baik ada yg dikorbankan. Tp siapa tumbal kalee ini?
Yaa,seperti biasa. Mereka yg pegang sekenario, ya mereka jg pemenangnya.
“Siapa pun bintang film-nyah, tetep produser pemenangnya” Hee9X, jd inget
apa coba?


Geuleuh,
teriak-teriak di tengah terik, kos jurig! So toy loe smua. Gaya loe tuch ky
mahasiswa Taon 65 ato 98 tau ga?! Loe pikir sapa loe? Siapa jg yg loe demo?!
Emang sich, yg ini lbh kecil ketimbang sebuah rezim gagah beberapa taon lalu. Tp
motivasi loe apa? Ga jelas!


Sapa
coba yg so toy? Klo saya ungkapin uneg-uneg-eneg ini sama para aktifis yg lagi
berusaha ngeblokir jln masuk kampus doi, kampus gw jg!. Mampus aj dech, pasti
lah caci-maki, sumpah-serapah mereka hadiahkan bwt saya. Dunia seakan menuntut
setiap orang yg peduli untuk turun kejalan, berteriak ttg lagu keadilan,
kebebasan dan segala angan panjang yg dijanjikan oleh demokrasi. Ngapain sich,
buang2 waktu aj?! Animo menjawab lantang “Ga da yg sia-sia dalam
perjuangan”. Ga sia-sia? Pikir lagee bro-sis. Tau lilin kan? Liat dia
‘rela’ membakar dirinya untuk terangi sekitar, katanya ini pilosopi lho! Iya
gituh? Mang ada Lilin yg minta dirinya supaya dibakar? Manusia aj yg egois,
mengeksploitasi Lilin (lilin sbg tumbal; lilin sbg korban!) demi kesenangannya
semata. Siapa bilang Lilin ikhlas? Bwt di boyong kerumah aj ga gratis! Dia punya
harga, meski manusia sering tdk menghargainya. Klo dia bs berontak, mungkin udah
bikin gerakan revolusi kalee bwt membantai makhluk bernama manusia yg senang
mengeksploitasi kemudian mencari pilosopi untuk justipikasi.


Back
to AFee! Kenaikan SPP sebesar 300% mang batal, tp tiba-tiba ada “seekor
academia” yg naik daun; Admission Fee (tul ga sich tulisannya?). Ratingnya
melonjak pesat. Seperti yg kita ketahui artis yg ini mang ga kan batal (Tp ttp
aj BATHIL!!!)


Jadilah
Kampus kebanggaan negeri ini menjadi salah satu perusahaan bisnis terfavorit
pilihan pemirsa, PT. BHMN Universitas Indonesia! Diantara 5 PT BHMN
lainnya. Siapa tereliminasi?


 


Iklan Baris____


 


DIBUKA
PELUANG INVESTASI ‘intelektual’ selama 4-6 tahun


Investasi
awal sebesar 5-25 juta


(tergantung
program intelektual yg diminati)


Deposit
selanjutnya dibayar per 6 bulan dengan kisaran 1-3 juta (sesuai program yg
diikuti)


***Jaminan
PELUANG KERJA setelah INVESTASI, dalam ikatan DINAS KAPITALISME INTERNASIONAL***


Hub:
birokrat-keparat


 


PT
BHMN Uneversitas Indonesia


Jalan
Margonda Raya, Buitenzorg coret!


 


***Revolusi Hari Ini***




***Revolusi Hari Ini***

Berkibarlah Merah-Putih ku…

Ada apa dengan bendera merah putih? Mansyur merujuk pada hadits Imam Muslim dalam Kitab Al-Fitan Jilid X, halaman 340 dari Hamisy Qastalani. Di situ tertulis, Imam Muslim berkata: Zuhair bin Harb bercerita kepadaku, demikian juga Ishaq bin Ibrahim, Muhammad bin Mutsanna dan Ibnu Basyyar. Ishaq bercerita kepada kami. Orang-orang lain berkata: Mu'adz bin Hisyam bercerita kepada kami, ayah saya bercerita kepadaku, dari Qatadah dari Abu Qalabah, dari Abu Asma' Ar-Rahabiy, dari Tsauban, Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah memperlihatkan kepadaku bumi, timur dan baratnya. Dan Allah melimpahkan dua perbendaharaan kepadaku, yaitu merah dan putih". [swaramuslim.net]

Knp resah? Merah-Putih bkn bagian dari panji VOC yg di robek bawahnya ko. Merah-Putih adalah panji mujahadah mujahid-mujahidah indonesia. Merah-Putih bkn makar thd Al Liwa' or Rayaah. Merah-Putih jg bukan bendera PARTAI/Gol peserta PEMILU.

Merah-Putih adalah barat dan timur, utara dan selatan.
Merah=berani, Putih=suci. Jadikan Merah-Putih sbg panji Harokah Islamiyah Al Indonesiah ^-^
Rebut kembali Merah-Putih ku...
Bersihkan kainnya dari para infiltran!!!

"Merah-Putih ku teruslah kau berkibar...
diujung tiang tertinggi, di Indonesia ku ini"
"Merah-Putih ku terus lah kau berkibar...
ku kan slalu menjaga mu..."

Merah adalah darah dari persalinan yg tengah kita usung. Kelahiran baru sebuah generasi robbani (next_revolt).
Putih adalah warna kafan mereka para Komprador, para Oportunis-Pragmatis, para Kapitalis, Sosialis, Atheis beserta pengusung "kuffuristik-ideology" lainnya.

Get Revolution
Next_Revolt
***Revolusi Hari Ini***

hidup-mati

Apa yag membuat mu bertahan???
Tidur atau makan?
Kehendak atau harapan?
Mimpi atau fantasi?

Apa yang membuat mu rela berkorban???
Tahta atau wanita?
Cinta atau kehormatan?
Hidup atau kesadaran?

Bunuhlah diri mu,
Kemudian lahirkan kembali!

Matikan semangat mu,
Kemudian tumbuhkan kembali!

23:00 [28 Juli 2004]

***Revolusi Hari Ini***

Kontemplasi Juli

Setan adalah rival Kemanusiaan sejak keduanya di ciptakan [12 Juli 2004]

“Kami sadar bahwa kami tidak akan kalah oleh pihak luar, tetapi oleh perpecahan dari dalam” [11 Juli 2004]

Sejak dimulainya sejarah, ketelanjangan mutlak tidak diterima oleh masyarakat kecuali di lingkungan yang terbatas sebab manusia secara naluri cenderung untuk menutup anggota badan mereka.

“Iman-lah kamu,” maka tatkala manusia itu telah ber-iman saya berkata, “Sesungguhnya, kami berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya kami berharap kepada Allah, Tuhan semesta alam.” [ manifesto propocatio, 12 Juli 2004]

Logika tanpa akal seperti Berdiri tanpa bujal. Artinya segera jatuh tanpa ada serangan sekalipun. [14 Juli 2004]

Bahwa Dia penyelamat setiap saat adalah benar
Bahwa Dia adalah penolong setiap musibah

***Revolusi Hari Ini***

Mujahadah Fikriyah

Ketika Anda berusaha dengan serius untuk mencapai sebuah “keseriusan”, maka Anda telah berhasil mencapainya. [2 Agustus 2004]

Ketahuilah bahwa setiap masalah membutuhkan dua tinjauan: tinjauan atas dasar hukum dan tinjauan terhadap objek hukum. Jika keduanya ada dalam satu benak. Maka pendapatnya adalah shohih. Namun jika berada pada dua kepala yang berbeda, maka kesamaan penggunaan istilah menjadi vital dalam menetukan hukum. Seorang yang hanya mengetahui dasar hukum tanpa mengetahui objek, fatwanya terhadap suatu objek batal meski pendapatnya memiliki kemungkinan benar. Sebaliknya tanpa mengetahui dasar hukum, pendapat seseorang adalah kebodohan. Sebab kesalahan/ketidak-sinkronan antara keduanya akan mengakibatkan salah menghukumi. [2 Agustus 2004]

“mintalah fatwa pada hatimu walaupun manusia memberimu fatwa” (nasehat Rosul kepada Wabishah; HR Ahmad dan Abu Ya’la)

***Revolusi Hari Ini***

TRIAS POLITIKA dan TRINITAS : (3 in 1)

3. Angka ganjil ini benar-benar fenomenal. Selain rumor tentang dogma Tuhan menyukai yang ganjil, ada juga keganjilan di dalamnya. Yaitu dimana konklusi “konsep TIGA” ini di dapat dari hasil evolusi ‘otoritarian’. Dengan metode distorsi, para propagandis ‘pembagian kekuasaan’ ini, secara perlahan tapi pasti mengulingkan kemapanan konsep yang mulanya “shohih”.

Tidak menyukai Otoritarian, tapi justru menambah jumlah otoriter secara kuantitif. Tidak ingin terjajah, tetapi justru memperbanyak jumlah penjajah. Menurut mereka kepemimpinan adalah “jalan menuju selamat”. Dasar manusia, tidak pernah merasa cukup. Keburukan personal di anggapnya sebagai keburukan sistem. Kemudian terjadilah perselingkuhan konsep kepemimpinan. Muncullah kepermukaan “POLIGAMI KEKUASAAN/KETUHANAN” (kedaulatan). Tuhan ko di poligami seeh..seeh. TRITUNGGAL sebutan kerennya. (demam PEMILU!!!). Kita bisa asyik memilih (ayoo! Pilih-pilih) kepada siapa akan ‘menyampaikan aspirasi’.

Bagi-bagi ‘kue’ kedaulatan agar semua puas. Yang penting disini adalah adil, yaitu setiap ‘wakil’ memiliki saham yang sama dalam mengatur kehidupan. Biar demokratis, kata mereka. Topeng kediktatoran 'ber-make-up' mufakat. Untuk menggolkan egosentrisme Sang Raja perlu permainan cantik atas nama aspirasi.

Dan sepertinya alam kebebasan ini (demokrasi) mencoba menampung semua itu. Meleburkan semua karakteristik dalam satu majlis. Jika dalam negara kita mengenal 3 ahlu siyasi, yaitu legislator, yudikator, dan eksekutor J, maka dalam agama kita mengenal pula 3 ahlu dienni, mukmin, kafir dan munafik. Ko bisa??? Silahkan renungkan sendiri.

***Revolusi Hari Ini***

Tentang Akhlaq yg terlupa...

Akhlaq ialah bunga diri. Implementasi dan realisasi, orientasi diri sendiri. Pupuk dan kembangkanlah bunga kita, biar kuncupnya bermekaran. Menebar pesona ke sekitarnya. Jangan kau petik untuk orang lain, sebab kau akan kehilangan indahnya kelopak. Jangan kau beri pada orang lain, sebab kau akan kehilangan sinergi.

Berakhlaq baik berarti menghias pribadi luhur, hingga mewujud dalam ketinggian perangai. Bukan memaksa, menyeru, berteriak tanpa menjelma dan segala keangkuhan diatas persepsi subjektif diri. Perbaikan berarti memperbaiki diri dan berbuat baik. Bukan intervensi, hegemoni dan segala intimidasi kepada orang lain.

Jujur adalah berkata benar, juga baik. Bukan celaan terhadap kebohongan, serta kata benci terhadap dusta. Santun adalah sebuah penuntun untuk menjadi harmoni dan serasi. Bukan sebuah pekikan yang terlantun kepada orang yang tengah tertegun. Ramah adalah penghormatan, pemberian yang tak terjamah kecuali oleh hati. Bukan ‘ramah-tamah’ untuk sekedar dinilai berbudaya. Sapa adalah kerinduan. Kekhawatiran sebagaimana perlaku terhadap diri. Bukan basa-basi-busuk yang tak mampu untuk di tahan.

Jadilah bunga yang indah. Maka, ranum kembang mu akan menyejukan sekitar. Tapi, jangan kau suguhkan wewengian kepada orang yang menyukai bangkai. Sebab busuk lebih baik baginya dari semerbak keharuman kesturi.

Berakhlaq adalah bersinergi, berintegrasi dengan nilai-nilai Robbani. Bukan hanyut pada pesona Jahili yang hanya menjadikan penampakan sebagai hakikat.

Jangan katakan “Jujur!”, tapi berkatalah dengan jujur. Jangan serukan “Santun!”, tapi bertuturlah secara santun. Jangan katakan “Ramah!”, tapi berlakulah dengan ramah. Jangan memberi jika mengharap dapat. Jangan menolong jika berharap akan ditolong.

Demikianlah keindahan risalah yang agung ini. Tak ada paksaan untuk orang lain, sedang ‘memaksa diri’ adalah sebuah keutamaan. Tak ada tanggungjawab perbaikan, tetapi ‘perbaikan diri’ adalah tanggungjawab terbesar dalam hidup.

Get Revolution
Next_Revolt
***Revolusi Hari Ini***

Dungday dan Logika Terbalik

“Waw…my PC aktif”!! pdhl saya lg bimbang mo nulis ato ngga. Eh, kbetulan bgt! Bentaran yach…
“Ee..da sekoteng! Bentar lagee yach” Mo menghangatkan badan dulu.
Helloww…it’s me! J Ahkk…cape. Tapi dah aga refresh sich. Rieut euy, masa td pas beli sekoteng ada fenomena ‘keheranan terbalik’. Tau tuch si Akang (tukang sekuteng), dia malah kebingungan abiss pas saya nyebut kata heran waktu dia nanya ttg acara Dungday didepan kampung saya. ??? harusnya kan saya yang heran!

Begini lho ceritanya. Tau knp ko hampir tiap malem minggu (up’s ahad!) selalu aj ada Panggung Dungday di depan kampung saya. Dan ironisnya, gelaran panggungnya selalu deket ma rumah Pa Haji yg tersohor itu. Yup, hari ini pun demikian (“Jijayyyy!!!”) 2 biduan melenggak-lenggok, eh meliuk-liuk ato apalah…ga ngerti saya apa istilah yg paling cocok buat adegan seronok itu. Jalan tersendat, mana dingin lagee. BT! (butuh taujih, red.) kepaksa dech memperhatikan sekitar, takut kuper maka saya tatap secara abstrak keseluruhan hadirin yang hadir disitu. Dan cukup bagi saya berhenti pada pandangan ‘halal’ sesaat saat melintas. Dan itu sudah cukup untuk menelanjangi seluruh lekuk 2 lonte di atas panggung. Cukup untuk menengguk racun erotisme yang menyeruak dinginnya malam, sebatas pada retina. Sekejap barusan mampu merekam, betapa pesona jahili begitu cepat terpatri dalam hati. Ahkk…dasar sayanya aj yang binal!

GILA, ku pikir mereka tengah kesulitan saat krisis melanda negri ini. Ku pikir mereka tengah larut dalam pusingnya mencari kerja. Atau mungkin mereka lari…meninggalkan realitas di rumah untuk pergi sejenak cuci mata??? Au ah, mang gw pikirin (wew!) mereka aja ga mikirin diri mereka sendiri, ngapain coba saya pake pusing segala. Betul apa betul?? Husth! Ngawur!!! Kaya ga punya kepedulian aja. Udalah…lupain apologi kaya gitu. Lanjutin ceritanya dulu.

Tenkk…tenkk,tenk. Mang beli..mang. ga pake kacang yach. Eeee…dia mulai lagee… “Ga nonton Dungday A?” tanyanya polos. Aduhh,plis dech bikin keki aja (yg ini suara hati!). Saya sich senyum aja, untuk menghargai pertanyaan si Akang tukang sekuteng. Bis dia jg tampangnya cool seeh, sumpah polos N calm abiss! Truss saya coba ambil alih stir wacana. “Tau tuch heran…buat panggung mulu”, sembari pura-pura cuex. “Kenapa heran????” walah dia malah tanya, sambil pasang tampang bingung lagee! Nie sapa yang bodo sich??? Oiya…saya hampir lupa saat itu, bahwa saya lah orang asing bagi zaman ini! Hingga tiap-tiap pertanyaan dan penyataan saya perlu di pertanyakan kembali. Tradisi! Meski si tukang sekuteng tak bicara saya dapat menangkap siratan dalam ucapannya yang menanyakan tentang keheranan saya. Saya lah terdakwa dalam kasus ini. Kasusnya yaitu: mempertanyakan tradisi atawa kelaziman yang tengah terjadi. Pelanggarannya terjadi ketika saya tidak mengikuti arus kebiasaan masyarakat. Dan saya bakal terjerat hukum adat, dengan sangsi di kucilkan.

Diskusi berlanjut. Agar situasi tak berubah menjadi sidang pengadilan saya mencari alibi. Aha, saya dapat! Yach kondisi negri. Saya bilang aja, “Heran duit dari mana coba buat panggung mulu, katanya lagee krisis….” Huhuyyy…slamet euy! SKAK MAT siah! Langkah tepat kawan. Amunisi tradisi tadi berhasil saya lumpuhkan. Huehehee J

Menentang kelaziman lebih besar ketimbang menetang kezaliman!!!
Sebab ketika engkau menentang kezaliman, maka kaum tertindas bersama mu. Tapi ketika kau menentang kelaziman, maka tak seorang pun mendukung mu.
22:31 [31 Juli 2004]

Setelah kenyang makan sekuteng, dan kenyang juga nelen kasus tadi. (ooeeekk…) Oi..buku saya ilang! Mana yach? Tadi sich…Hmm, oiya td tuch si Omen yg lagi pinjem. Dasar! Inimah pencurian terselubung atuh namanya. Sing ridho lah (ehm!) lagi jg saya percaya bukunya ga bakal ilang. Percaya dech, si Omen orang baik.

Oiya tau Omen ga? Si Omen tuch penjaga warnet langganan saya, yang baik hati (asoy klo dia tau bs dapet diskon lagee neeh) Ni WARNET ato MABES??? Abis keseringan nongkrongnya sich…. Nge-Net Cuma 1-2 jam nongkronknya ampe 5 jam. Anak nongkronk…,taa ela. Eh, ko jd ngomongin WARNET yach? Td kan ttg buku. Oiya bukunya ttg AL ZAITUN. Tau ga???bukan nama surah di Al Qur’an lho! (mang ada? Eh, ada ga yac?) ini nama pesantren controversial-krusial . Bahasnya ntar aj yach, nagatuk ney. Lagi jg critanya panjang sampe knp saya harus beli buku kaya begituan..

TO BE CONTINOUS...
***Revolusi Hari Ini***

PERINGATAN 55 TAHUN PROKLAMASI

Salam Revolusi…
Kawan-kawan seperdjoeangan, saja ingin mengenang kembali apa-apa jang telah kita lakoekan oentoek negeri ini. Perlakoean apakah jang telah kita beri oentoek TANAH LAHIR jang kita cintai ini. Setelah sepeninggalan Kang Ato (panggilan akrab Syeick Muhammad Kartosuwiryo, red.) jang kita hormati atas perjoengannja membangoen Indonesia di atas syari’at dengan berdiri tegaknja NEGARA ISLAM INDONESIA bersama mujahid2 LASKAR HIZBULLOH dan SABILILLAH jang tergabung dalam Tentara Islam Indonesia.
55 tahun silam,7 Agoestus 49, Kang Ato memproklamirkan “Negara Karunia Alloh”/NKA di bumi Alloh, tanah subur yang di tinggalkan oleh RI karna kepengecutan, karna kemunafikan, karna ketakuan mereka akan kekuatan VOC la’natulloh. Penghianatan kaoem nasionalis RI tak bisa kita terima sebagai strategi politik. Mereka telah melakukan kompromi dgn penjajah (No Compromise!!!) karna kecintaannja jang besar kpd dunja, sprt jang di kisahkan oleh Bapak Revolusi kita (Muhammad SAW, red.) bahwa mereka itu terdjangkit penyakit Al Wahn.
Tp, mujahadah kita membuahkan hasil “Alloh tdk akan meroebah suatu kaoem…” Kita telah bernaoeng dalam Dal al Islamiya dgn seorang Amier jang siap di Bai’at “Laa Islama illa bil Jamaa’ah, Walaa Jama’ata illa bil Imamah” [Allohu Akbar!!!] the facto, mencangkoep Nangroe Dar as Sallam dgn Tengkoe Daud sbg Wali al Amr; Borneo, Ibn Hajar; Sulawesi (hee..lupa nama krennja J), Kahar Muzakar, Center of Java, Amir Fatah; dan segra disusul negri2 lainnja…
***
Cisayong-Tasikmalaya adalah saksi hidup bg perjoengan muslimin Indonesia. Kini semua telah tiada… Beliau2 telah syahid. Risalah Bai’ah tuntas sudah mereka bebas dari amanah syari’at. Di pundak mereka terpenuhi Bai’at. Namun, dunia terbalik! Waktu berputar membawa kita kembali kebada Kejahiliyahan. Kekuatan kuffur berhasil menghantam barisan kita. Kemudian menebar fitnah, melakukan penyusupan, penyamaran dan kekejian lainnya. Kawan-kawan yang saya cintai, mereka berhasil membagun kekuatan intelejen. Muncullah dalam sejarah kita firqoh N11 yg menebar bau busuk, mencoreng pejuang2 penegak Daulah al Mabda’ al Islamiya.
Tak perlu saya uraikan betapa menyesatkannya N11/NKA yang ada sekarang [mungkin hari ini mereka tengah menggelar “pesta buah” Zaitun]. Yang mengherankan adalah bagaimana mungkin RI tak memberangus gerakan ini, sedang doktrin makar mereka begitu kental? Apa mungkin RI tak tau keberadaan ‘negara dibalik negara’ ini? Ahhk…mustahil, mereka sengaja mengukuhkannya agar tetap mempunyai justifikasi memberangus umat islam!
Brengsek!!! Markas mereka di Pesantren dgn dukungan RI. Klaim Negara Islam dgn jaringan UnderGound yg cukup solid ini terus saja dipelihara oleh pihak “balik layar” RI. Syeick AS Paciqu Ilang Al Majnun alias Abu Toto, pimpinan Mahad Al Zay (kawan saya menyebutnya begitu) adalah KOMPRADOR sejati. Membohongi generasi muda kita dgn berbagai dalih. Sepertinya kekuatan ini makin membesar. Silahkan lihat! Bangunan Megah Al Zay dgn Bandara, Bar, Bank, Lap, Perkebunan, Lokalisasi dlsb. Silahkan tinjau! Besarnya Pelabuhan di daeran Banten yang tengah di Bangun.
Mari jalankan AMANAH REVOLUSI ISLAM!
Mari pikul bersama, enyahkan Munafiq berkedok Alim!
Berangus Firqoh dan Ash Shobiyah!
Jalin Ukhuwah, Satukan Langkah…

-PengembanAmanahRevolusi-
***Revolusi Hari Ini***

WARTAISLAM.CO.CC

Info Distro

Berita Palestina