Puisi Itu...

Sebuah asa dan cinta
antara bahagia dan derita
Sungguh! keduanya hanya fatamorgana
Yang jika kita lupa,
ia tiada
Akan tetapi tanpanya
kita bukanlah manusia
sebab kita manusia
dan manusia adalah lemah

Deru-deru rindu dalam dada mu
Gejolak hasrat keparat,
bisa saja ia hadir setiap saat
Karna hilangnya sayang berarti malang
Dan malang adalah sebuah angan
yang tak pernah kita harapkan
Tapi pecinta sejati selalu saja bisa
mencipta kehidupan.

Buat diri mu
Buat diri ku
Untuk kita,
semoga saja tak pernah ada
'romansa zaman purba'
Karna yang kita sulam bersama
bukan suka!
melainkan cinta mulia
Dan semoga...
Aku dan Kamu
tetap menjadi Kita


NB: Teruntuk saudari ku, jadilah Bidadari Surga!

***Revolusi Hari Ini***

Asa untuk Palestina

Seorang bocah dihadapan kokangan amarah
Batu menyongsong senapan!
Sebuah fenomena di luar logika
Keinkhlasan memukul mundur kebengisan
Lalu...
Ajaib!!!
Tiran itu lari ketakutan,
karna kerinduan syahadah
tlah mencipta batu dan debu itu
menjadi peluru penuh mesiu.

Mereka bilang:
"Kami butuh senjata!"
"Berikan kami senjata, kami akan kalahkan Zionis!!!"

Seolah melihat surga,
segala nikmat dunia menjadi hampa.

Yahudi pun lari...
ia lebih suka tinggal di penjara
nan fana ini.

Kami di tampar,
hingga memar.
di hajar hingga sadar
bahwa selama ini
semangat kami amatlah pudar

Lantas, seorang dari kami pun berdiri
Dan berteriak lantang:
"DETONATOR!!!"
Kami tak ingin semua ini
hanya menjadi
FOLKLOR

Allohu Akbar!!!
***Revolusi Hari Ini***

Kado Buat Sahabat

Janganlah berjalan di depan ku, aku mungkin tidak dapat mengikuti. Janganlah pula berjalan di belakang ku, aku mungkin tidak dapat memimpin. Tetapi berjalanlah seiring bersama dengan ku dan jadilah SAHABAT ku.

Mendengarkan keluhan dengan sabar walaupun keluhan itu tidak berarti adalah suatu kewajiban persahabatan.
*SAHABAT adalah hadiah yang kamu berikan pada diri mu sendiri*

Sahabat sejati selalu jujur dan menginginkan sahabatnya untuk menjadi baik. Baik menurut aturan Alloh dan Rosulnya serta baik dihadapan orang-orang mu'min.

Sebaik-baik sahabat/saudara adalah seseorang yang apabila engkau khilaf/lupa atau melakukan kesalahan, maka ia mengingatkan mu. Dan apabila engkau ingat, ia membantu mu
*Dalamnya persahabatan tidak tergantung lamanya perkenalan*

> dari sebuah buku yang dibaca seorang sahabat yang dia penjam dari sahabatnya

***Revolusi Hari Ini***

KHUTBATUL HAJAH : Amanah dari Mursyid 'Amm Harokah Irhabiyah

Dengan takdir dan rahmat Allah semata buku ini terbit. Ia ditulis di tempat 'uzlah' dan khalwat kepada-Nya. Orang menyebutnya sebagai penjara.
Sedari awal telah kukatakan kepada segenap Tim Pengacara Muslim (TPM) bahwa, tidaklah layak aku menulis autobiografi, karena memang tidak layak. Orang-orang yang ditakdirkan telah ditinggikan dan diharumkan namanya oleh Allah semisal Syaikh Usamah bin Ladin, atau Syaikh Maulawi Mullah Umar, dan tokoh-tokoh mujahidin lainnya –hafizhahumullah– itulah yang patut ditulis dan dikenang biografi mereka.
Di sisi lain, kita punya kewajiban mematahkan street judgment yang selalu menyeret para mujahidin –dengan serangkaian aksi jihad mereka– ke dalam satu posisi yang amat sangat terpojok. Serangkaian aksi jihad mereka selama ini dianggap terjadi karena faktor kemiskinan, kekumuhan, keterpinggiran, ketertutupan (eksklusif), ketertinggalan, keterbelakangan, ketidaktahuan, kebodohan, bahkan 'kesesatan' dalam memahami dienul islam. Maka berpadulah antara keengganan menulis autobiografi dan kewajiban memberikan penjelasan dalail (dalil-dalil) syar'i operasi jihad semisal Jihad Bom Bali kepada kaum Muslimin.
Hal lain, kemasyhuran adalah suatu perkara yang wajib dicurigai. Betapa naifnya seorang muslim yang dikaruniai Allah kemampuan beramal jihad, sementara pada akhir kehidupannya terdapat pernik-pernik sum'ah (popularitas) dalam hatinya. Ia mati dengan membawa syirik kecil. –naudzu billahi min dzalik–. Inilah yang saya maksud dengan 'biografi setengah hati', biografi yang tak utuh, yang diiringi oleh kekhawatiran akan hari pertanggungjawaban kelak. Ada pula faktor-faktor lain yang tidak perlu kuceritakan disini.
Alhamdulillah, di atas segalanya, hal yang bagi saya cukup penting dan bermakna ialah bahwa naskah asli buku ini ditulis dengan tinta yang halal, di atas kertas yang halal pula, dengan perantaraan Pak Qadar, Pak Michdan dan saudara-saudara se-islam di TPM. Bukan tinta dan kertas milik polisi atau negara.
Dengan segala kekurangan dan keterbatasan, sebenarnya ingin kusampaikan pesan terutama generasi muda islam bahwa ilmu hacking dan membaca Kitab Kuning –yang selama ini dipahami secara antagonis–, adalah sama-sama harus dikuasai atau minimal dimengerti. Akan semakin bagus jika memahami ilmu bombing atau jurus-jurus fighting dan killing yang digunakan untuk jihad fie-sabilillah. Maka, dalam pertempuran akhir zaman yang sudah di ambang pintu ini, berusahalah untuk menjadi preacher (ustadz/ da'i), hacker, bomber dan fighter atau killer! Demi Izzul Islam wal Muslimin. La Hawla wala Quwwata illa Billah. Allaahummaj'alna minhum.
Wallaahu A'lam bish-Shawab.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Al-faqir wal-haqir Ilallah,
Imam Samudra

***Revolusi Hari Ini***

diskusi ma si Firboy

your sms: DHO (bukan nama sebenarnyah!) pemikiran lu kayanya utopis bgt. MISTIS kayak kaum sufi. Atau literatur lu emang kebanyakan tentang kaum sufi dan ajarannya? Tp bagus lah msh ada jiwa pemberontak!

= Di rumah saya hny ada 1 buku ttg sufi (amalan hati) tarekat naqsabandiyah, yg sesat itu. Itu jg bkn bk saya, tp punya Kk yg lg ngisi batin kmrn2.=
=Adapun literatur saya lebih di dominasi ttg Fiqh cabang, dan seoutar kaidah syar`iyah, itu jg miskin boy ga terlalu lengkap bwt kajian=
=Masalah pemikiran erat sekali dgn perenungan. Paradigma dibangun tas fakta yang terindera. Inilah mengapa bnyk orang menjadi dewasa secara tiba-tiba! Lingkungan membesarkannya!=
=MISTIS adalah hal yg paling saya hindarkan dlm hidup, sbb menjadi ideologis berarti jg membuang mistis dan segala derivatnya=
Annjrot!!!! gw ada diantara maya semesta ini.... HELP mee...
UTOPIA???
Apa artinya jika manusia hidup diatas mimpinya. Tiap konsep awalnya utopia. kemudian menjadi nyata dan terlaksana oleh sang penciptanya. Lain halnya dengan IRONI, ia tak seharusnya ada!meski nyata ia harus musnah!
APa arti nyata jika hakikat benda adalah tiada. Nyata berarti terindera, sedang subjektifitas pencerapan tiap manusia berbeda.
Bayangkan AIR MINUM kemasan ketika awal mulanya! Kini lebih berharga dari minyak tanah!
BAyangkan TEH BOTOL awal mulanya! Kini lebih berguna dari 5 sempurna!
BAtasan UTOPIA adalah fitrah! seperti pria yg melahirkan; ikan yg bisa terbang etc.
Jangan jegal saya dengan UTOPIA, sbb percuma
Tolong kritik saya dgn kebenaran!
Tampar saya dengan kebaikan
Telanjangi saya dengan keagungan...
Salam Perlawanan...

Suatu Hari, di suatu tempat

Suatu hari, nanti...
Niscaya kan ada cinta sejati
Menyelimuti bumi
Menjadikannya suci tanpa birahi

Dimana saat ini, ketika...
Kuncup-kuncup tunas generasi
Perlahan bermekaran, tumbuh
Menunjukkan eksistensi

Tubuh indah betebaran, dipelataran
Jalan-jalan kehidupan, yang suram
Pekat dan mengikat
Bahkan hendak menjerat
Memikat jiwa-jiwa yang kuat
Menjilat-jilat

Gemulai tebar pesona,
Tebar petaka,
Tebar derita,
Kefanaan surga...dunia

Pemuda-pemuda kami kalah,
Menyerah...
Tunduk dan patuh

Sebuah dilema yang mengharukan
Simalakama yang menyebalkan!!!
Bosan kami dengan gaya eksploitasi kalian!
Jenuh kami terhadap seni yang menawan!

Sebuah perlawanan...
Mau tidak mau harus kami lakukan

***Revolusi Hari Ini***

MEMBONGKAR PENJARA KATA...

Tidak ada sekat2 pemikiran!
Kita adalah semesta!

Bagamana mungkin benak seseorang dianggap sebagai sebuah sekat?! Sedangkan subjektifitas adalah satu-satunya yang paling objektif. Tak ada yang mampu melepaskan diri dari realita ini. Bahwa alienasi hanya ada ketika kita tak tau eksistensi.

Tidak benar, jika saya bicara tanpa fakta. Tetapi juga tidak lantas menjadi benar ketika dasar pemikiran saya dibangun melulu oleh fakta2 yang tiada guna. Jika kau melihat propaganda, maka itulah fakta! Jika kau menemui sebuah wacana, maka ia juga fakta. Dan apa2 yang mampu kita cerap kedalam benak dapat saja kita pukul rata sebagai fakta, tinggal bagaimana kita menyikapinya.

Ada yang menolak jika dirinya disebut subjektif. Prematur! (Saya tak sedang menyerang pledoi) Bukankah semuanya subjektif?! “Maling teriak maling!”. Bodoh, lantas kenapa kita masih percaya. Bukankah ‘jeruk tak akan memakan spesiesnya sendiri’?

***kami menerima semua definisi, tetapi menolak klaim!***

Jika tujuan hidup kita adalah untuk “memahami”, maka kita telah banyak diajarkan dalam diskusi. Tapi sering kali tak pernah memiliki arti. Mengapa??? Sebab yang terjadi “kita adalah pengemban misi”. Wajar jika misi kita “kebenaran”, tapi hati2 kawan… Klaim biasanya dibayar dgn harga yang mahal!
== tergantung dari premisnya! jika jiwa dianggap hanya dua kali harta, maka ini pasti Asuransi kaki tangan Corporate State-nya Kapitalisme ==

Ahkk… kalian hanya menguji! Tak ada yang berusaha memahami disini!

Kontradiktif???
Lagi2 istilah ini menghakimi… Jika semua konsep bisa direpresentasikan tanpa kata, saya akan bahagia. Tapi itu tak mungkin! (Lagi2 kita tak akan bs lepas dari realita…mari merubahnya!). “Kontradiktif kata” adalah istilah yang “kontraproduktif”. Jika kita menemukan ‘kontradiktif’ (Up’s saya terpaksa menggunakan istilah kontraproduktif ini :D, realitas…) dalam metafor, hiperbol, dan objek gramatika lainnya, maka memang benar, dan kita tidak gila.

Kata adalah penjara!
Kata adalah terali jiwa!

Kata tak berarti dihadapannya,
tangan dan kaki…berganti bicara!!!
[Tak Sekedar Kata; Izzatul Islam]


***Revolusi Hari Ini***

kost=akselerasi??? : "Prolog"

Pusing!!!
Awal-awal masuk kedalam dunia kost. Katanya sich, belajar mandiri??? Tau dech. Saya mah ga terlalu mikirin ttg budaya mandiri yg udah jd cultur popular mahasiswa. Saya hanya ingin melakukan yang saya bisa. Di rumah, saya bisa melakukan banyak hal. Entah disini? Yach, liat aj nanti. Pokoknya, maju truss man!!!

***Revolusi Hari Ini***

Bosan ku berharap...

Suatu hari, nanti...
Niscaya kan ada cinta sejati
Menyelimuti bumi
Menjadikannya suci tanpa birahi

Dimana saat ini, ketika...
Kuncup-kuncup tunas generasi
Perlahan bermekaran, tumbuh
Menunjukkan eksistensi

Tubuh indah betebaran, dipelataran
Jalan-jalan kehidupan, yang suram
Pekat dan mengikat
Bahkan hendak menjerat
Memikat jiwa-jiwa yang kuat
Menjilat-jilat

Gemulai tebar pesona,
Tebar petaka,
Tebar derita,
Kefanaan surga...dunia

Pemuda-pemuda kami kalah,
Menyerah...
Tunduk dan patuh

Sebuah dilema yang mengharukan
Simalakama yang menyebalkan!!!
Bosan kami dengan gaya eksploitasi kalian!
Jenuh kami terhadap seni yang menawan!

Sebuah perlawanan...
Mau tidak mau harus kami lakukan

***Revolusi Hari Ini***

Kelahiran Kembali : "Muthmainnah Qurota A'yun"

Jiwa yang tenang
Menerawang,
Mencari jati diri
Memaksa eksplorasi
untuksebuah eksistensi

Mata yang sejuk
Melihat semesta
Memandang dengan cinta
Menyapa semua
Meniadakan intrik

Wahai...
Nan lahir sebagai jiwa
yang tenang dan sejuk

Wahai...
manusia baru

Salam Kemuliaan
Salam Penghormatan

***Revolusi Hari Ini***

Election on memorial

1
HARUSKAH

Haruskah aku memberikan hak ku kali ini?
Padahal sudah banyak hak yang telah mereka rampas
Dari masyarakat tertindas
Haruskah aku mengeluarkan suara ku, saat ini?
Karena biasanya suara masyarakat hanya ditelan bumi
Dan orang seperti ku tiadalah berarti

Dan berapa banyak hak yang telah mereka langgar?
Dan berapa banyak suara telah parau?

Sebaliknya…….
Mereka memberikan kepada ku, pada masyarakat
Sesuatu yang bukan hak kami
Sesuatu yang amat tinggi
Sesuatu yang amat-termat agung
Yang sebenarnya tak layak, untuk kami emban
Untuk kami jadikan beban
Dan sebaiknya tidak

Hak Kedaulatan……
Hak mutlak Sang Kholiq
Dan bukan makhluk

Apakah suara ini pun akan hilang?

[5/4/4]
Pesta Demokrasi di negeri penuh luka

2
KEJAHATAN SISTEM

Kejahatan system…
Bagaimana seorang yang baik dipaksa menjadi ambisius terhadap kekuasaan
Bagaimana penyelundupan menjadi sesuatu yang legal-formal
Rangkaian kompleks yang sulit bahkan tak bisa ditembus.
Satu bagian yang lepas adalah kehancuran.
Karenanya lingkaran ini memiliki simpul yang kokoh,
Setiap sudutnya disertai pelindung
Lini Pertahanan dengan tentara martir

Tapi masih saja ada…
Orang-orang baik yang lugu
Tulus tapi tidak tahu…
Mencoba menjernihkan Lumpur
Dan berharap tubuhnya tetap bersih

Kenapa tidak menggali saja di tanah yang lain
Padahal banyak mata air yang siap meluncur

Mari tinggalkan kubangan itu
Dasarnya yang pekat dapat menjerat dan membuat setiap orang terperosok
Keruh dan kotor!
Biarlah monster-monster itu bermain disana

Kami akan buat Samudera yang baru…..

[2 April 2004]


***Revolusi Hari Ini***

Imaji on july

Jadi teringat, waktu itu kira-kira usiaku 9 tahun. Masih duduk dibangku Sekolah Dasar, masih senang bermain. Aku bersepedah, berlari, berjalan dan segala kesenangan kanak-kanak lainnya. Tiap pulang sekolah belari kencang, seolah berlomba dengan angin. Barangkat bersama kawan-kawan sepermainan, kawan bercerita, kawan berbagi, kawan memberi, kawan meminta.

Entah dimana mulanya… Aku menyadari tubuh kecilku tengah berlari mendaki jalan, meluncur menuruninya, di temani rintik hujan deras yang sengaja aku hiraukan. Air dari langit yang mengguyur tubuhku sampai kuyup, ku anggap sebagai berkah yang melekat erat dalam diri. Yang sewaktu-waktu ku harap mampu meresap hingga menggenang dalam rongga dan merendam hati yang sering dipenuhi ambisi.

Klimaksnya! Saat aku letih, langkah tertatih semakin lunglai dan…berhenti. Tengengah! Terduduk! Terbaring! Merasa menjadi seonggok mayat sepenuhnya, sejenak. Kemudian berusaha bangkit, padahal belum sanggup. Sebab kesejukan itu hampir menenggelamkan semangatku dalam-dalam. Dan segala kesakitan pun dimulai….

10:22 [25/07/2004]

* “Seonggok mayat tengah mengajari adiknya yang akan menjadi manusia di masa depan, tentang kehidupan” *


Tak ada yang tau! Bahwa pemuda yang megaku sebagai revolusioner ini adalah seorang cengeng yang senantiasa menangis. Tak pernah tidak! Tentang kesedihan, tentang kesakitan, tentang dosa dan trauma, tentang segala hal. Jeritannya ada direlung terdalam di lubuk hatinya. Suaranya melengking, menohok kerongkongan dan lambung sampai hulu sanubarinya. Ada air mata, ada asa dan segala cemas tentang kehidupan. Matanya terjelembab oleh kesyahduan pandangan. Menggenang air mata menenggelamkan retina.

Retak! Semua pori terluar di bibir, pipi, kening dan semua ari pada wajah. Heeh…. Bencikah pada diri? Pada takdir tempat kau bersandar? Meskinya engkau tahu hakikat keberadaanmu. Ya! Kau pasti paham. Tentang ketiadaan eksistensi yang senantiasa mengiringi setiap ucap mu. Bibir yang angkuh kini membisu. Terjangkit virus ‘diam’ yang membosankan. Kata mu berontak? Ya! Kau tak pernah berhenti untuk satu hal; “Kontemplasi!”

17:18 [26/07/2004]

* Premis yang belum disepakati tak boleh menghasilkan konklusi*



==Pledoi kematian==


Apa salahnya mati berselimut dingin?
Jatuh sakit di atas permadani iman
Apa salahnya menjemput maut?
Memeluk Izroil dengan penuh cinta
Bukankah sakit itu ujian?
Bukankah mati kepastian?

Lari darinya adalah ketakutan
yang tak mendasar
Sama seperti berhenti bernapas
untuk menghirup kesejukan
Kebodohan manusia adalah ke-aku-annya
Mengaku punya kuasa atas takdir
Klaim pencipta sebab atas akibat

Apa salahnya, jasad berkalang gerak sholat?
Menjadi alas kerinduan
Untuk bercumbu
Jiwa bermesra penuh cinta
melepas jasad
Mengalir dalam kesyahduan

Apa salahnya?!

03:40 [31/07/2004]
***Revolusi Hari Ini***

KONSISTENSI KAUM OPORTUNIS

Ada yg menjilat tai yang telah di muntahkannya sendiri. Mereka bilang “demi maslahat”. Ya sich, dari pada lingkungan kotor ky Septi Tank, mendingan di kunyah lagi untuk trus di proses di lambung dan usus yg notabene jg penuh kotoran. Ini namanya aktifitas ‘memamahbiak’ para aktifis!
Pilih mana, “memperkosa ato meneggak khomr”?. Katanya sich, mendingan mabok sampe teller ‘n ga bangun2 lagi daripada harus menodai keperawanan dlm keadaan sadar. Yaaa, klo toh akhirnya dilakukan 2-2nya kita kan punya ‘hujjah’, kita bs berdalih “pada awalnya darurat, kemudian kami tidak sadar”. Ga terjerat hukum dunk?! Gitu kan logikanya? Malah kemungkinan kita bs dpt award (dr penjunjung HAM dan pengusung kesetaraan Hak Perempuan) atas tindakan kita yg menolak menodai perempuan saat masih sadar. Katanya lagi kita bs dapat pahala atas ijtihad dan niat baik kita untuk menolak maksiat secara langsung. Wuenak toh!

Dezigh!
Lihat betapa konsistennya mereka! (da yg ga ngeliat ga?). Hayati, bahwa tidak ada penyimpangan kaidah yg mereka anut. Fiqh Oportunis mereka ttp “Haq”, jika Aqidah Pragmatisme diterima.
Wah, kyny ga dosa yach bg mereka yg menganut keyakinan seperti ini!? Siapa yg mau ikut? Da ga??? Masa ga da sich?! Enak lho, ga da dosa! Yup! Itu berarti ga da nereka. Dan ga da surga juga!!! “Tanpa nereka, surga tidaklah ada!”

TERJEBAK DILINGKARAN SETAN

Gila! Masa kita disuruh milih 1 diantara 2 kemaksyiatan. Dan lebih gilanya lagi, bnyk yg mau lagi. Gila lagi, lagi gila. GILAGILAGILAGI!!!
Ini baru namanya Demokrasi! Klo ga bikin puyeng orang laen (selain penganutnya), bukan demokrasi namanya. Jadi inget waktu masih putih-abu, waktu masih lugu ato dungu. Waktu itu, pas ujian saya tak pernah menyisakan satu soal pun tanpa jawaban. Huahahahaa, saya tea [next_revolt gitu lho!]
Saya pernah
Duduk di singgasana kebijakan
Berbaring di permadani pengetahuan
Lantas merasa memiliki
Sampai akhirnya diambil kembali.

Mana ada yg mo rugi? Semua jg mo enak (tul ga?). Ini permainan logika bro, sis. Bahkan tanpa mengetahui persoalan pun, saya “pasti milih!”. Siapa tau aj pilihan saya tepat. Lumayan kan, 1 poin. Dari pada di anggurin, kan kasian panitia ujiannya. Udah cape2 bwt kertas jawaban. Mangnya ga pake duit?!! Yach saya hargain dunk (dgn penghargaan yg saya sadari pantas!). Bahkan saya anggap orang yg ga mo ngisi/milih (meski pun asal-asalan) adalah orang yg bodoh! Orang yg tidak bs memanfaatkan peluang untuk mencari mashlahat. Tinggal milih, apa susahnya sich?! Ga rugi ini.

KELUAR DARI PARADIGMA SETAN

Ahkk..indahnya jika dunia ini ga da setan. Bebas kali yach. (mungkin!) Bebas berbuat baik, bebas beribadah, bebas untuk tidak memilih atau untuk keluar dari aturan yang di buat pihak luar untuk kita. Bebas juga untuk memilih hidup dalam aturan Alloh. Kita ga perlu repot maen akal-akalan dgn setan, yang sering membuat kita terjerumus. Karena siapa pun yang menang dalam dialektika ini maka dia adalah seorang/seekor/sebatang/sebuah “akliyun”. Gelar yang lebih dekat pada Ahlu Rayu` kemudian Ahlu Ahwa. Ato basa kerennya “Rasionalis ber-talbis iblis”.

Kembali pada kisah putih-abu. Akhirnya saya mendapati sesuatu yang lain. Situasi yang memaksa kondisi saya untuk benar2 berubah menuju idealisme baru. Yup! Revolusi, kata sebagian orang. Saya menjumpai persoalan sejenis dgn paradigma yg benar2 baru/ lain dan sama sekali berbeda.
(Apa coba???)
SPMB. Pa da tau kan? (skrng namanya apa sich?). Dalam sudut pandang kali ini, setiap pilihan diberikan pahala; +4 untuk al HaQ dan –1 untuk al Bathil. Meski tidak proporsional, kebijakan ini membuat kami (pelajar) untuk berpikir lagi. (think twice!).

Pada mikir dech. Karna sadar bahwa kemampuannya lemah, baik dalam menjawab, maupun dalam memperhitungkan kemungkinan.

Jika kawan-kawan teliti, pasti dech ngeliat betapa prematurnya analogi ini. Tapi biarlah, jadikan saja ini sebagai sebuah kisah penuh hikmah.

Back to SPMB. Meski pada akhirnya saya tetap konsisten pada ijtihad awal. Banyak teman2 yg berhasil justru karna ga berani mengambil resiko “kemungkinan salah”. Mereka yg hati-hati dalam memilih akan memiliki kecenderungan untuk berhasil lebih besar. Oiya! Memilih disini bukan hanya berarti memilih opsi yg telah disedianakan –a,b,c,d,e – tapi juga memilih untuk menerima opsi atau tidak.

Itu metodelogi umum dalam ujian, dimana keberhasilan seseorang dapat di perhitungkan. Ikutilah tahap2 untuk sukses. Tapaki satu demi satu jalan keberhasilan dgn benar. Jangan ngikutin saya! Sebab keberadaan saya adalah karna takdir baik sepenuhnya. Liat aj, faktanya saya sekrang ber-status sbg Mahasiswa. Padahal saya tak pernah berharap. Bukan hanya tak berharap masuk kampus, bahkan saya tak pernah berharap ikut SPMB. Sampai hari H pun saya ga minat ikut ‘ritual gambling’ itu. (ampe skrng jg!). Nyesel? Ga lah! Masa menyesali takdir. Kan saya dah bilang ini takdir sepenuhnya.

Jalan saya tak boleh di ikuti orang lain, meski kemungkinan slalu ada. Apalagi klo ada yg menetapkan tahapan saya jd Mahasiswa sbg tahapan ideal, lantas di jadikan standar dan tolak ukur. Wah, gaswat! Mending buru2 ajak kerabat terdekat bwt gelar Demonstrasi nasional dech.

PARADIGMA BARU

Jika di ibaratkan SPMB adalah kehidupan maka Kampus adalah Surga. Dan jalan menuju Surga haruslah sesuai dgn Standar Ideal (ketetapan Empunya Kuasa). Juga jalan yg harus di tempuh adalah jalan yg di anggap baik oleh Sang Pengatur ( klo baik menurut orang tua berati aturan orang tua, klo baik menurut sekola berati aturan sekola, klo baik menurut Alloh berarti aturan Alloh, klo baik menurut saya berati aturan saya!). Meski pada akhirnya Empunya Kuasa mampu memasukan siapapun kedalam surganya melalui jalur khusus yg tidak disangka-sangka, dan Standar Ideal akhirnya harus tunduk atas ketetapan-Nya (takdir!).

Sekali lagi saya harus bilang, bahwa status saya sebagai Mahasiswa dan keberadaan saya di Kampus adalah ulah Takdir! Jgn sekali2 berharap sampai pada tujuan (Kampus ato Surga) dgn cara ‘keberuntungan’ seperti ini.

AKHIRNYAH…

Mungkin karna saya konsisten, pada akhirnya saya di anugerahi oleh “anugerah terindah yg pernah kumiliki” sebagai hadiah. Yach…saya sich berharap kebaikan untuk semua. Saya ingin menhimbau pada semua untuk tetap konsisten. Konsisten lah! Sebab konsistensi hanya dimiliki pejuang sejati.
Konsisten lah! Wahai Kaum Ideologis…
Konsisten lah! Wahai Kaum Oportunis…
Supaya tidak ada ketidakjelasan diantara kita.
Dan keberhasilan dan kehancuran menjadi jelas pada akhirnya!

***Revolusi Hari Ini***

Jadilah muslimah paling bahagia..

Akhirnya...
'Bidadari'ku disunting seseorang.
Salam Cinta duhai kehormatan,
Salam Damai, duhai keagungan.

Selamat Menempuh hidup baru...
Saya tunggu kunjungan berikutnya di Istana Revolt "Al Baitul Jannah"

Jgn lupakan saya dan keluarga saya yach...
First kiss for U

NB: sayang! saya belum sempat menguji 'sang pangeran'. Beliau benar2 memberi kejutan buat semesta.
Awas lho...!
***Revolusi Hari Ini***

WARTAISLAM.CO.CC

Info Distro

Berita Palestina