ZIONISME : Ideologi dan Sejarah

“Zionisme adalah sebuah mimpi buruk hubungan Yahudi, Islam dan dunia. Tidak ada bukti konkret yang mendalangi kekacauan peradaban selain Zionisme lah yang berada dibelakangnya, dan tidak ada bukti kerusakan hubungan antar bangsa selain zionisme yang menjadi kambing hitamnya…”.
(The Encyclopedia Judaica)


Agaknya penyataan Jacob Katz diatas sejalan dengan apa yang dikatakan Maxime Rodinson dalam Israel, Colonial Settler State, bahwa “Zionisme hanyalah sebuah gerakan rasis”. Ya, Zionisme adalah sebuah gerakan rasialisme-fasis dengan berteologi atheisme-fundamentalis. Zionisme hanya merupakan hasil evolusi gerakan Masuniyah -yang lama-kelamaan mewujud menjadi sebuah paham- yang paling di gandrungi oleh bangsa Yahudi. Tandzim Masuniyah yang ‘hilang’ ditelan sejarah rupanya berhasil merumuskan Zionisme sebagai ikon perjuangan bersama untuk mewujudkan cita-cita suci Talmud. Jadilah Zionisme sebagai simbol dan gerakan fenomenal bagi ‘bangsa tanpa tanah’ ini.

Sebagai bangsa berkeyakinan superior (bangsa pilihan Tuhan), bangsa Yahudi meniscayakan Zionisme tetap eksis sampai kini. Maksudnya, dengan Aqidahnya tersebut maka Thoriqotul Irhabiyah selamanya tetap menjadi manhaj haroki kebanyakan Yahudi. Tidak akan pernah berhenti teror* di dunia ini, selama pengikut Zionisme masih ada dan mendapat tempat dalam percaturan politik dunia.

Dalam perbahasan atau pembicaraan tentang Zionisme, tentu saja tidak akan bisa lepas dari paham-paham dan organisasi pembentuknya. Karenanya tiap kali Zionisme disebut, hampir tidak mungkin kita mengabaikan peran Freemasonry atau ajaran Talmud. Saking lekatnya hubungan satu dengan yang lainnya -disamping memang penyebaran dan perkembangan Zionisme yang sporadis- hingga sering kali pembahasan tentang topik ini menjadi simpang siur. Tetapi hal itu tak menjadi masalah yang berarti selama kita mengerti eksistensi dan strategi mereka.

Mereka kerap mengeluarkan blunder dalam bentuk wacana global atau issue-issue kontroversial. Namun, sering kali berhasil mempengaruhi kebanyakan masyarakat berkat dukungan konstituen mereka di seluruh dunia. Mereka memang Ahlu Makar! Alloh swt telah memperingatkan kita akan hal ini. “…”

Tentunya kita telah mafhum dengan konfrontasi abadi kita dengan Yahudi [2:120]. Ini bukan karena kita punya dendam sejarah kepada mereka, tetapi karena informasi ilahi yang menyatakan karakter permanen mereka [5:78-79]. Serta permusuhan mereka yang kekal terhadap bangsa Ghoyim pada khususnya, dan kemanusiaan pada umumnya [3:118]


USHUL FIKR

Zionisme bukanlah fenomena baru dalam konstelasi dunia, sejak doktrin “Bangsa Pilihan Tuhan” membumi, maka sejak itulah bangsa Yahudi senantiasa berusaha merealisasikan “janji Tuhan” hingga kini. Dan doktrin inilah manifestasi awal bagaimana mereka untuk menjadi kaum rasialis-ekstrem (isolasi rasial, diskriminasi rasial, supremasi rasial).

Seluruh pemimpin Zionis meyakini bahwa, pembauran adalah bahaya paling esensi terhadap imunitas universal zionisme. Maksudnya, mereka akan kehilangan “identitas Yahudi” yang murni dengan pembauran, dan ini akan membawa mereka kembali ke era Diaspora yang menyakitkan. Mengapa? Karena mereka menginginkan cita-citanya segera terwujud, karena mereka mengidam-idamkan negara zionis “Israel Raya”

Untuk itu, mereka menyusun elemen-elemen ideologi seperti ; 1. penghapusan poros lain, dan 2. pendidikan konfrontasi. Elemen-elemen ini di bangun atas falsafah horor dan kedigdayaan, seperti “keabadian bagi yang kuat dan kemusnahan bagi yang lemah” atau dasar-dasar logika yang diberikan Ben Gorion, “Sebagaimana air itu ada untuk diminum, udara dipakai untuk bernapas, begitu juga dengan senjata api itu ada untuk menembakkan pelurunya, seorang prajurit itu ada untuk melaksanakan tugas pembunuhan, membentuk orang yang membawa senjata dengan kekuatan penuh yang tidak didapatkan pada orang lain… Seluruh urusan harus dilihat dalam koridor kekejaman, dan kita jangan lupa bahwa tidak ada seorang manusia yang memiliki ciri-ciri malaikat. Setiap orang terdiri dari daging dan darah Ia harus menghadapi, dalam kondisi tertentu, untuk menggunakan kelebihan kekuatannya. Jika hal itu tidak mengikuti satu bingkai, ia berhak menolak pemanfaatan ini”. Hingga terbentuklah rasa “Subjektif Absolut” dalam diri mereka. Seperti halnya egoisme absolut, perasaan ini lambat laun akan menutup mata bathin mereka, dan akhirnya lahirlah Spiritual buta. Berlandaskan materialisme-fundamentalis, bangsa ini mempertegas eksistensi dengan cara ekspansi.


HISTORY OF CONSPIRACY

Karena kehendak Allah semata persekongkolan moderen (konspirasi moderen) terpukul dan terungkap oleh halayak umum pada tahun 1784. Akibat pukulan itu, bukti dan dokumen rahasia banyak yang jatuh ke tangan pemerintah Bavaria. Peristiwa ini terjadi setelah Adam Weiz Howight, salah seorang pendeta Kristen terkemuka dan profesor Theologi pada universitas Angold Stadt di Jerman murtad dari agamanya. Ia kemudian mengikuti faham Atheisme.

Pada tahun 1770 tokoh-tokoh Yahudi Jerman kemudian menemukan Adam Weiz Howight sebagai seorang cendekiawan yang paling tepat untuk dimanfaatkan, demi kepentingan Yahudi. Mereka segera menghubungi Howight untuk selanjutnya memberi tugas penting, agar Howight bersedia meninjau Kitab Protokol tokoh-tokoh Zion klasik, kemudian menyusunnya kembali berdasarkan prinsip moderen sebagai langkah untuk menguasai dunia, yaitu dengan meletakkan faham Atheisme dan menghancurkan seluruh ummat manusia. Lebih jelasnya, untuk menghancurkan bangsa lain selain Yahudi (Gentiles) (baca : non yahudi = kafir = islam dan kristen termasuk di dalamnya), yaitu dengan menyalakan api peperangan dan pembunuhan masal, Genocide, pemberontakan dan membentuk organisasi teroris berdarah dingin, disamping menghancurkan pemerintah yang berlandaskan prinsip kemanusiaan.

Tahun 1776 Howight telah menyelesaikan tugasnya dengan cemerlang, dengan meletakkan dasar-dasar sebagai landasan program berdarah sebagai berikut :

1. Menghancurkan pemerintah yang sah, dan mendongkel ajaran agama dari pemeluknya. (sasaran utamanya adalah Gentile, Islam dan Kristen) Memecah-belah bangsa non-Yahudi (Gentiles) menjadi berbagai blok militer yang saling bermusuhan terus-menerus, dengan menciptakan berbagai masalah antara blok-blok itu, mulai dari masalah ekonomi, sosial, politik, budaya, ras dan seterusnya.
2. Mempersenjatai blok-blok agar saling menghancurkan.
3. Menanamkan benih perpecahan dalam suatu negeri, kemudian memecah-belah lagi menjadi berbagai kelompok, yang saling membenci. Dengan begitu, sendi-sendi agama dan moralitas serta materi yang mereka miliki akan terkuras habis.
4. Mewujudkan seluruh cita-cita yang telah disusun secara bertahap, yaitu menghancurkan pemerintah yang sah serta norma-norma susila, termasuk ajaran agama dan moralitas yang menjadi pegangan masyarakat. Ini merupakan langkah pertama untuk menabur benih pergolakan, kebejatan dan kekejaman.

Peranan Howight bukan hanya meletakkan prinsip dasar dalam Konspirasi Internasional itu, melainkan juga menyusun kembali organisasi Freemasonry. Ia diberi kepercayaan untuk mengepalai organisasi rahasia tersebut, dan melaksanakan rencana yang telah disusun dengan nama samaran Perkumpulan Cendekiawan Zion, yang oleh para tokoh Yahudi juga disebut sebagai Perkumpulan Nurani (Iluminasi) Yahudi. Dan lagi Howight dalam gerakan yang dipimpinnya menggunakan tipu daya licik, agar hakikat busuk dari rencana kegiatannya tetap merupakan rahasia.

Dengan perkumpulan inilah Howight mampu merekrut sejumlah lebih dari 2000 tokoh kaliber dunia, dengan latar belakang yang berbeda untuk menjadi anggota kelompok nurani, mulai dari ilmuwan, psikolog, ahli ekonomi, politisi, pengusaha dan guru-guru besar berbagai universitas terkemuka (termasuk juga mungkin para psikopat). Tidak lama kemudian, Howight berhasil mendirikan Free Masonry Induk yang disebut The Grand Eastern Lodge, yang dijadikan sebagai pusat dan panutan bagi lain-lain perkumpulan Free Masonry yang tersebar di kota-kota besar dunia. (Termasuk di Indonesia)

nb: Freemasonry berasal dari kata free dan masonry (batu/tukang batu), maksudnya membangun negeri Yahudi di atas negara Palestina. Gerakan ini dibuat oleh 9 orang Yahudi di Palestina tahun 37 M, yang dimaksudkan untuk melawan agama Masehi (Kristen). Pada tahapan berikutnya, Freemason menemparkan dirinya sebagai musuh thd agama Kristen dan Islam. Pada tahun 1717 M gerakan ini melangsungkan seminar di London di bawah pimpinan Anderson. Ia secara formal menjabat sbg kepala gereja Protestan, tetapi pada hakekatnya adalah seorang Yahudi. Dalam seminar inilah gerakan rahasia ini meresmikan pemakaian nama Freemason


AWAL KONSOLIDASI

Pada tahun 1895 orang-orang Yahudi mengadakan kongres yang pertama di kota Bale Swistzerland, dihadiri oleh anggotanya sekitar 300 orang yang mewakili 50 oganisasi Zionis yang bertebaran di seluruh dunia. Pertemuan periodik semacam itu terus berlangsung dari masa ke masa, di tempat yang dipandang cocok oleh pimpinan mereka. Tujuannya ialah menganalisa strategi mereka yang akan dilancarkan demi mencapai maksud.

Pada kongres mereka yang pertama itu mereka telah meletakkan satu garis strategi yang amat rahasia, yaitu penghancuran seluruh dunia dan menjadikannya budak-budak Zionis. Setelah itu mereka akan mendirikan pemerintahan Zionis Internasional dengan ibukotanya El-Quds (Yerusalem) pada periode pertama, yang akan berakhir di Roma.

Keputusan ini dituang dengan amat rahasia, tetapi Allah berkehendak lain. Seorang wanita Perancis (anggota gerakan Freemasonry) berhasil mengintip pertemuan rahasia itu dan dibongkarlah fitnah itu. Wanita itu berhasil mencuri sebagian dari keputusan kongres itu dan membawanya lari ke Rusia. Dokumen itu diserahkan kepada Alexis Nicolai Niefnitus, tokoh pimpinan Rusia Timur di zaman Kaisar.

Pada tahun 1901 dokumen itu diserahkan kepada seorang pendeta gereja Orthodox yang bernama Prof. Sergyei Nilus, kemudian dianalisa dengan cermat dan dicocokkan dengan situasi saat itu. Mereka menjadi sadar akan bahaya yang amat besar apabila kaum Zionis berhasil melaksanakan rencana jahat mereka.

Pada tahun 1902 dokumen rahasia Zionis itu diterbitkan dalam bentuk buku berbahasa Rusia oleh Prof. Nilus dengan judul 'PROTOKOLAT ZIONISME'. Dalam kata pengantarnya Prof. Nilus berseru kepada bangsanya agar berhati-hati akan satu bahaya yang belum terjadi. Dengan seruan itu terbongkarlah niat jahat Yahudi, dan hara-huru pun tak bisa dikendalikan lagi, dimana saat itu telah terbantai lebih kurang 10.000 orang Yahudi. Theodor Herzl, tokoh Zionis Internasional berteriak geram atas terbongkarnya Protokolat mereka yang amat rahasia itu, karena tercuri dari pusat penyimpanannya yang dirahasiakan, dan penyebar-luasannya sebelum saatnya akan membawa bencana. Peristiwa pembantaian atas orang-orang Yahudi itu mereka rahasiakan. Lalu mereka ber-gegas membeli dan memborong habis semua buku itu dari toko-toko buku. Untuk itu, mereka tidak segan-segan membuang biaya apa saja yang ada, seperti ; emas, perak, wanita, dan sarana apa saja, asal naskah-naskah itu bisa disita oleh mereka.

Mereka menggunakan semua pengaruhnya di Inggris, supaya Inggris mau menekan Rusia untuk menghentikan pembantaian terhadap orang-orang Yahudi di sana. Semua itu bisa terlaksana setelah usaha yang amat berat.

Pada tahun 1905 kembali Prof. Nilus mencetak ulang buku itu dengan amat cepat dan mengherankan. Pada tahun 1917 kembali dicetak lagi, akan tetapi para pendukung Bolshvic menyita buku protokolat itu dan melarangnya sampai saat ini. Namun sebuah naskah lolos dari Rusia dan diselundupkan ke Inggris oleh seorang wartawan surat kabar Inggris “The Morning Post” yang bernama Victor E.Mars dan dalam usahanya memuat berita revolusi Rusia. Ia segera mencarinya di perpustakaan Inggris, maka didapatinya estimasi tentang akan terjadinya revolusi komunis. Ini sebelum lima belas tahun terjadi, yakni di tahun 1901. Kemudian wartawan itu menterjemahkan Protokolat Zionis itu ke dalam bahasa Inggris dan dicetak pada tahun 1912.

Hingga kini tidak ada satu pun penerbit di Inggris yang berani mencetak Protokolat Zionis itu, karena kuatnya pengaruh mereka di sana. Demikian pula terjadi di Amerika. Kemudian buku itu muncul dicetak di Jerman pada tahun 1919 dan tersebar luas ke beberapa negara. Akhirnya buku itu diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, antara lain oleh Muhammad Khalifah At-Tunisi dan dimuat dalam majalah Mimbarusy-Syarq tahun 1950. Perlu diketahui, bahwa tidak ada orang yang berani mempublikasikan Protokolat itu, kecuali ia berani menghadapi tantangan dan kritik pedas pada koran-koran mereka, sebagaimana yang dialami oleh penerjemah ke dalam bahasa Arab yang dikecam dalam dua koran berbahasa Perancis yang terbit di Mesir.

Untuk perjalanan konspirasi selanjutnya, lebih jelas silahkan baca “Yahudi Menggenggam Dunia” karya William G. Carr (Pustaka Al Kautsar)

***Zionist must Die!***
Maroji` :
 http://swaramuslim.net
 COMES . “TERORISME ISRAEL” , 2001 Bandung : Asy Syaamil Press & Grafika

***Revolusi Hari Ini***

PASIFIS ANARKI : Sebuah Memoar

Seorang pasifis melakukan dialektika dengan seluruh pihak yang di temuinya. Demi sebuah manifesto yang ia idam-idamkan, dan demi tercapainya tujuan bersama, umat manusia.

Seorang pasifis bertindak mandiri, independent, bertanggungjawab, dan tidak terikat. Ia harus mampu menyelesaikan setiap masalah yang hadir, tanpa menggantungkan diri terhadap sesama (atau lebih tepatnya, meminimalisir). Ia yakin bahwa setiap manusia memiliki OTORITAS PERSONAL yang memanusiakan dirinya, juga orang lain.

Pasifis sebagai sebuah manhaj haroki, saya definisikan sebagai satu keadaan/kondisi yang memaksa seseorang untuk bertindak pasif. Yaitu ketika setiap geraknya dibatasi, tingkahnya selalu diawasi, langkahnya dihambat, idealismenya di mandulkan oleh setiap hal yang memanjarakan produktifitas. Tapi dia tidak lantas menyerah! Ia senantiasa berusaha melakukan percepatan semaksimal mungkin yang ia bisa.

Pasifis bukan sebuah pledoi atau apologi ketidaksanggupan, tetapi sebuah kesadaran akan realitas dan pemahaman terhadap fakta. Pasifis berarti bergerak sesuai fitrah. Tidak menyalahi takdir, juga tidak meninggalkan kesempurnaan ikhtiar.

Kami percaya setiap manusia adalah subjek, pelaku, pejuang, dan penggerak. Tiap manusia adalah aktif, kecuali yang tidak menyadarinya karna tidak punya kesadaran atau mungkin tak ingin menyadarkan dirinya.

Kami percaya setiap manusia merdeka. Bebas menentukan/memilih takdir bagi dirinya. Berhak sepenuhnya atas kehidupan pribadinya. Tidak tunduk kepada penguasa, pemimpin, dan segala bentuk otoritas kolektif lainnya. Manusia bertanggungjawab terhadap hidupnya sendiri.

Kami percaya setiap pribadi adalah organisasi. Meski tanpa struktur, manusia akan berafiliasi, mencarinya dan menggabungkan “visi bersama” dengan rangkaian yang lebih rumit lagi. Setiap interaksi adalah semacam diskusi yang merangkai keseluruhan kompleks afiliasi.

Bagi kami yang percaya dan tunduk dengan “kebebasan takdir” dan Tawqiffiyah, maka segala hukum kausal tak akan membatasi visi dan misi kami, apalagi sampai membelenggu konsepsi diri. Ya! Alloh adalah penguasa “sebab” dan perestu “akibat”. Karenanya tak ada gerak keseharian kami yang disertai rasa putus asa. Di tengah badai realitas yang menerpa idealisme kami, ada sebuah optimisme yang tinggi. Melebihi semua kekuatan tsunami yang pernah melanda bumi.

Kamilah, para jundi yang hidup dalam ‘kebahagiaan hakiki’ tanpa instruksi. Kepemimpinan kami adalah Qiyadah Fikriyah al Islamiyah, dan bukan Hizbiyah atau Tandzimiyah. Karenanya, setiap gerakan kami akan tunduk dan patuh hanya kepada Fikroh dan Thoriqoh Islam seperti yang telah dijelaskan oleh utusan risalah ini (Muhammad saw), dan telah di ikuti oleh generasi salaf ash-sholih. “Only the prophet way : We hire and obey!”

***

Anarki yang dikenalkan kepada kami, kamu dan kebanyakan dari kita adalah bentuk-bentuk kebodohan akal yang menjebak secara filosofis. Konsep-konsep yang kita kenal dengan anarki selalu di identikan dengan tindakan kekerasan dan kebrutalan tanpa pikiran dan perasaan. Anarki yang kita kenal, begitu absurd sehingga tidak mampu menunjukkan eksistensinya ditengah pertarungan ide, idealisme dan paham-paham spora berkedok ideologi. Sehingga badai materialisme mampu menembus konsep pertahanannya (jika memang ada) –berupa metodologi penerapan dan penjagaan- dan menyublimkannya dalam wujud yang baru, yaitu “Atheisme”. Lantas metologinya pun mau tak mau berubah menjadi “brutalisme”, sampai suatu saat ada yang menyadari penyimpangan ini dan mencipta sekte “pasifisme anarchy” yang cukup berpengaruh pada masanya.

Sedangkan anarkisme sendiri sebenarnya adalah suatu paham yang meniadakan otoritas manusia terhadap sesamanya (orang lain). Dan kami sepakat jika ini berarti menentang segala penindasan dan perbudakan terhadap makhluk yang mulia (baca: manusia).

“Nobody being Boss over anybody else” sebuah filosofis yang cukup indah. Namun kita sering terjebak. Melupakan semua posisi dan penempatan yang baik, dan apapun yang sebenarnya untuk menjaga keseimbangan tatanan kehidupan. Seperti yang di alami anarchy dalam perjalanan sejarahnya. Kebanyakan kaum anarchy banyak melupakan fitrah kemanusiaan. Karena ide “kesetaraan”, lantas setiap ko-operasi dianggap sebagai sebuah ‘forum curah gagasan’. Dan kemudian sifat kemandirian berubah menjadi sifat egosentris-negatif. Sebenarnya bisa saja kita berpandangan seperti itu (ko-operasi = ‘curah gagasan’) tetapi secara maknawi, dan pemahaman ini tidak boleh bertentangan dengan jalan kehidupan. Sebab, biasanya orang yang sok idealis mengklaim dirinya bijak dan pantas untuk berbicara –dan di dengar oleh semua orang. Padahal kebijakan itu sendiri berarti menjadi pendengar yang baik dan pembicara yang berkualitas (bukan kuantitas!). Kebijaksanaan sejatinya tidak akan membelenggu bahasa alamiah, dan hanya orang-orang yang keras kepala saja yang akan membenturkan kepalanya ke dinding subjektifitas mutlak hingga isi otaknya tumpah dan menebar bau busuk di tengah ‘forum’.

Anarchy sebagai ide, berasal dari penentangan atas penguasaan terhadap manusia –Istilah anarchy sendiri berasal dari “an” dan “archos” yang berarti “Tanpa Penguasa”. Kemudian munculah pengertian-pengertian derivat yang kurang representatif. Sedangkan tanpa pemerintah, tanpa pengaturan, dlsb merupakan hasil interpretasi yang disesuai dengan situasi penguasaan yang menindas manusia. Tetapi definisi seperti ini jebakan! Bagaimana kemudian banyak pihak yang merasa berkepentingan untuk menggiring ‘gerakan’ ini. Kesadaran kaum anarchy dipolitisir sebagai sesuatu yang buruk dalam pandangan awam. Ketika tirannya adalah pemerintah, anarchy menjadi “anti pemerintah”. Ketika tirannya adalah peraturan, anarchy menjadi “anti peraturan”. Kesadaran untuk melawan tiran ini baik, bahkan sangat baik. Karena merupakan perlawanan terhadap bentuk-bentuk penindasan yang di temui. Tetapi malang. Definisi anarchy digiring menjadi “tanpa pemerintahan”, “tanpa peraturan”, dlsb dengan premis-premis wacana miring yang menyertainya. Jadilah anarchy sebagai stigma : “CHAOS!”

***Revolusi Hari Ini***

Bangsa Paradox

1.
Bangsa gila!
Bahkan bencana itu tak mampu membendung pesta...
Menarilah!
Bergembira...hari ini kau yg punya!
Kisah sedih, akan hilang
Dan bahagia pun kan datang!
Berdendanglah!
Ambil terompet mu kawan...!
Tak ada Tsunami disini.
Tak ada gempa disana.
Itu hanya berita, Yach..produk media massa yang biasa melakukan propaganda!
Media yg tak punya bahasa kasih, bahasa cinta atau apapun namanya.
Paling2 hanya Hiperbol dan Metapor lagiii...
[saya rindu kamu, saudari ku nun jauh dimana...]

2.
Siap?!
Tiup terompet satu kali...
Maka datanglah Tsunami.
Tuan ku Izroil nan perkasa
Mari berpesta!
Tiup lah lagi...
Yach bersama-sama.
Hingga tiga dan...
berakhirlah pesta.
PETAKA!
#31 Desember 23:44


***Revolusi Hari Ini***

TERJEMAH-BEBAS PROTOKOLAT ZIONISME

Dokumen "Protocols of Zion" yang sudah lama menjadi 'kitab suci" Zionisme Internasional, selama ini dipahami sebagai sumber inspirasi kaum Yahudi untuk menata dunia sesuai dengan keinginannya, yaitu Dunia yang pada akhirnya hanya beragama satu, agama Yahudi. Inti ajaran agama Yahudi adalah pemujaan materi atau dikenal dengan istilah materialisme. Protokol itu pertama kalinya dibuat tahun 1895 di Basel-Swiss oleh pemimpin Zionis saat itu, Theodore Hertzel. Dokumen itu berisi 24 pasal (24 protocols). Seorang wartawan Inggris,Victor E Mersden, kemudian menterjemahkannya kembali kedalam bahasa Inggris dengan judul "The Protocols of The Learned Elders of Zion" pada tahun 1917.

PROTOCOLS KE 1:
Semboyan kita hanya ingin mencapai tujuan dengan kekuatan militer, kecanggihan teknologi perang, dan memasyarakatkan hidup bersenang-senang mengejar popularitas. Pandangan hidup kita hanyalah mampu menindas terlebih dahulu, kemudian bertanggung-jawab dalam suatu persoalan, atau berbuat jahat dan memasang jerat halus demi kepentingan kita.
Kita pembuka jalan falsafah kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan yang menjadi topik aktual sepanjang masa (kini falsafah itu dikenal dengan istilah 'demokrasi', pen). Mereka yang menjunjung falsafah itu sebenarnya belum berfikir secara matang dan dewasa. Falsafah itu sebenarnya tidak bernilai, dan banyak masyarakat kaum awam yang terkecoh, dan tidak menyadari bahwa pengertian falsafah itu sebenarnya masih rancu dan diliputi oleh awan gelap.
Kata-kata itu telah diulang berkali-kali, dan mereka tertarik dengannya padahal telah menghancurkan kemakmuran dunia dan kebebasan perorangan yang sesungguhnya. Orang-orang non-yahudi yang dianggap sebagai orang pandai dan berfikiran cerdas tidak memahami simbolisme yang terkandung dalam kata-kata yang diucapkannya itu; demikian pula mereka tidak melihat pertentangan yang terkandung di dalamnya, dan tidak pula menyadari bahkan dialam bebas tidak terdapat arti kata persamaan dalam bentuk apapun juga.

Slogan kita berupa kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan yang kita kumandangkan hanyalah jerat halus untuk menangkap mangsa dan sebagai sarana yang dapat menarik orang mendukung perjuangan kita dari seluruh pelosok dunia. Falsafah itu mampu membingungkan para pemimpin Kristen. Pada suatu saat falsafah itu mampu mematahkan tangga dan merontokkan persatuan.
Dari sisi lain, falsafah itu akan menggulingkan kubu-kubu bangsawan non-Yahudi, yaitu kubu yang dipakai tempat perlindungan masyarakat yang hidup diatas planet bumi ini.

PROTOCOLS KE 2:
Kita harus berusaha sekuat tenaga agar pertempuran yang terjadi antara dua negara tidak menjalar ke negara lain. Sehingga peperangan itu masih bisa dikendalikan, agar pihak kita dapat menguasai.

Disamping itu pihak yang bertempur selalu membutuhkan bantuan dari kita. Kita harus mengangkat orang yang tidak berpengalaman luas dalam pemerintahan, agar mudah diatur untuk diarahkan ke tujuan tertentu. Kita membutuhkan publik opini melalui surat-surat kabar kepada orang-orang non-Yahudi.

Ideologi kita kini telah berhasil dengan gemilang. Kemenangan ideologi kita melalui otak Darwin, Karl Marx, Adam Smith dan Nitche. Pandangan pikiran mereka mampu menggoyahkan ketenagaan masyarakat dunia.

Bagi orang yang tak menjalankan ajaran agama, ideologi semacam ini mudah diterima. Surat kabar sebagai senjata utama, kini berada ditangan kita. Walaupun demikian kita harus bergerak di bawah tanah.

PROTOCOLS KE 3:
Kini beban kita tinggal menerobos terowongan yang pendek, setelah itu daerah yang dikuasai oleh ular (lambang 'Free Masonry', organisasi bawah tanah dari gerakan Zionisme Internasional, pen) akan kita kunci. Bila sudah dikunci, berarti semua benua eropa akan tergenggam dalam tangan kita.

Kita harus mempertajam ketegangan pemerintah dengan rakyat. Agar wibawa pemerintah menjadi lemah dan rakyat pun tidak memiliki daya untuk bertindak, Kemudian kita akan mudah menguasai keduanya sesuai dengan tujuan kita.

Kita harus mampu memberikan semangat agar para aktifis partai saling berebut kursi pemerintahan.

Kita harus mampu memberikan nasihat kepada kaum buruh dan pekerja seakan-akan memperoleh prioritas yang memuaskan dari kebijaksanaan dan undang-undang yang tertulis diatas kertas. Padahal tulisan itu hanyalah kebohongan belaka. Dengan demikian agen-agen Yahudi akan kita kirim untuk mengatur roda perusahaan sesuai tujuan kita.

Kita harus mampu meningkatkan rasa benci dan dengki di kalangan buruh untuk meledakkan kemelut perekonomian dunia. Sarana yang tepat untuk menciptakan situasi seperti itu adalah emas yang telah kita genggam.

Kita harus mampu menanamkan rasa benci di hati kaum buruh agar tetap bermusuhan dengan orang kaya sejak kecil.

Untuk merealisir program itu, kita tidak akan terbentur oleh bahaya, lantaran masyarakat Kristen yang sudah lemah akan mudah dikuasai, terutama menguasai pemerintah yang akan membinasakan Yahudi dari muka bumi ini.

PROTOCOLS KE 4:
Gerakan ' Free Masonry' akan melaksanakan tujuan-tujuan kita ini, dan sebagai penghalang bagi siapa saja yang akan membongkar program kita.
Gerakan 'Free Masonry' akan mampu menghapus keyakinan bertuhan di tengah masyarakat Kristen, dan diganti dengan teori matematika dan teori relativitas.
Kita harus berani mengarahkan orang-orang Kristen agar pikirannya hanya ke arah persaingan ekonomi dan industri. Situasi seperti itu diupayakan semakin tajam, agar terwujud masyarakat yang individualistis. Sehingga mereka akan apatis terhadap perjalanan politik, agama dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Mereka hanya mengurus tenaga dan memeras otak demi mendapatkan harta. Dengan demikian mereka bergelimang dengan kehidupan materialisme dan mengabaikan ajaran-ajaran agama.
Paham Liberal harus kita sebarkan ke seluruh dunia agar pengertian mengenai arti kebebasan itu benar-benar menimbulkan dis-integrasi dan menghancurkan masyarakat non-Yahudi. Maka industri harus dilandaskan atas dasar yang bersifat spekulatif.

PROTOCLOS KE 5:
Kita harus mencemarkan nama pendeta dan ulama. Agar keduanya dipandang hina oleh gelandangan dipinggir jalan.

Ada suatu langkah yang mampu membikin opini umum, yaitu kita harus mengajukan berbagai pandangan yang dapat menggoyahkan keyakinan-keyakinan sebelumnya yang sudah tertanam di hati dan pikiran masyarakat. Kalau usaha ini belum mendapatkan perhatian, maka masyarakat harus diberikan pandangan lagi yang secara sosial dapat diterima.
Dengan cara ini, keyakinan lama yang sudah tertanam di hati manusia akan tergoyahkan, dan pada akhirnya akan tumbang, lantaran terdepak oleh perkembangan zaman. Pada akhirnya pendapat dan pandangan yang tidak searah dengan tujuan Yahudi akan musnah, dan di dunia akan jatuh ke dalam perangkap kesesatan.

Kita harus mampu membuka jalan agar kebobrokan mental manusia semakin bertambah, dan adat-istiadat porak-poranda. Dengan demikian perpecahan antar kelompok masyarakat akan terjadi dimana saja. Segala kekuatan yang melawan yahudi akan lenyap. Segala semangat akan luntur. Akhirnya faktor yang memberikan kemenangan kepada pihak kita akan nampak.

Kita harus mengendalikan masyarakat Kristen dalam kondisi yang semakin rumit dan norma-norma sudah tidak dijunjung tinggi oleh masyarakat. Setelah itu mereka akan meminta kita memimpin dalam memasuki gerakan dunia. Bila posisi ini sudah kita raih, maka seluruh kekuatan pemerintah di dunia akan mudah diarahkan. Dari sini akan terwujud pemerintahan Internasional tertinggi yyang kekuasaannya meliputi seluruh dunia. Lembaga ini secara fungsional mempunyai peraturan yang berwibawa dan dipatuhi oleh seluruh umat manusia di dunia.

PROTOCOL KE 6:
Kita harus mampu mengatur penimbunan kekayaan yang amat besar yang dimiliki oleh orang-orang non-yahudi. Administrasinya harus dapat mengikis habis kekayaan itu secara berangsur-angsur. Kita harus menggunakan segala cara agar Lembaga pemerintah Internasional memiliki daya polularitas yang tinggi, sehingga dikenal oleh seluruh umat manusia yang hidup di dunia ini. Diusahakan agar bangsa yang patuh kepada lembaga ini merasa memperoleh perlindungan yang terjunjung tinggi harkat bangsanya.

Kini segala keningratan non-Yahudi telah punah, tinggal sektor pertanian. Walaupun begitu sektor pertanian tidak boleh diabaikan. Sebab tuan tanah sendiri bisa hidup merdeka dari genggaman kita. Oleh karena itu, kita harus berjuang untuk membebaskan tanah itu dari miliknya. Barangkali cara yang tepat adalah pajak dan biaya pengolahan tanah pertanian harus menanjak. Dengan demikian, tuan tanah akan berfikir seribu kali untuk menanam lagi. Jika situasi seperti itu berjalan terus, maka mereka akan segera menjual tanah itu. Kita harus berani memberikan semangat kepada masyarakat agar senang berfoya-foya dan malas. Tindakan ini akan mengakibatkan kebangkrutan bagi perusahaan dan pabrik non-Yahudi.

Kita harus membentuk persaingan tajam dalam perdagangan. Kita harus berani berusaha menaikkan gaji kaum buruh untuk menipu mereka. Dalam waktu yang sama kita harus menaikkan harga barang-barang pokok. Dengan dalih hasil panen mengalami penurunan. Kita harus berani mendorong kaum buruh untuk menenggak minuman keras agar produksi pabrik menurun drastis.

PROTOCOLS KE 7:
Kita harus berani mendorong masyarakat Eropa dan selalu membantu menyebarkan isue buruk dan berbau permusuhan dengan penduduk yang tinggal di benua lain. Kebijaksanaan ini memberikan dua keuntungan bagi kita. Sebab, mereka mengetahui bahwa kita mampu melahirkan revolusi atau membuat peraturan sesuai dengan kehendak mereka. Bila ada pemerintah yang ingin menghambat tujuan kita, maka diupayakan negara tetangganya merasa terancam, pada akhirnya mengakibatkan peperangan dua negara. Apabila dua negara bersatu untuk menghancurkan kita, maka kita harus berani menyatakan perang dunia.

Agar segala rencana dapat dicapai, maka kita harus mampu membentuk opini masyarakat dunia. Tampaknya hal itu mudah kita capai, karena sarana yang paling efektif telah kita kuasai, yaitu surat kabar (media massa atau pers, pen) yang setiap hari terbit dengan oplah yang besar.

Untuk menunjukkan kekuatan kita, maka salah satu negara harus diserbu dengan gerakan teroris dan tindakan-tindakan keji. Jika bangsa lain mengetahui kekuatan kita, maka Yahudi akan ditakuti oleh seluruh bangsa. Jika ada bangsa yang ingin melawan kita, maka akan kita gempur dengan senjata buatan Amerika dan buatan negeri lain yang menjadi sekutu kita.

PROTOCOLS KE 8:
Pemerintah kita harus memahami bahwa kebudayaan suatu bangsa mempunyai peranan yang amat penting. Oleh karena itu pemerintah harus mampu menghimpun orang-orang senior seperti pengarang, ahli hukum, eksekutif, politikus, administrator yang telah lama duduk di sekolah kita dan telah ditempa dengan dokrin Yahudi.
Para sarjana yang telah lulus universitas kita akan diterima dengan kewajiban ikatan kerja, yang penting biaya hidup mereka terjamin.
Pemerintah kita harus mampu menguasai sarjana ekonomi yang memiliki wawasan politik. Karena politikus yang ekonom memegang peranan penting dalam perjuangan kita. Kita berupaya agar kursi (kekuasaan) diduduki oleh orang yang tidak disegani oleh masyarakat. Minimal orang itu mempunyai perangai yang kurang baik sehingga rakyat akan mudah marah kepadanya, dan keduanya dapat kita kuasai.

PROTOCOLS KE 9:
Kita harus dapat menguasai pejabat-pejabat non-Yahudi yang mengatur administrasi, untuk dirombak sebagaimana yang kita harapkan. Selain itu harus menempatkan orang-orang kita dalam lembaga pengatur negara. Kita berusaha agar administrasi suatu negara berjalan timpang. Kita banyak mendudukkan wakil-wakil dalam tubuh Legislatif, dan ikut serta dalam pemilihan umum.

Kita harus mampu mengarahkan misi surat kabar, disamping menguasai departemen Pendidikan. Karena pendidikan merupakan tonggak terpenting dalam kehidupan yang merdeka. Kini aktivis kita harus mampu menodai masa depan generasi mendatang dan mencemari generasi sekarang. Kita harus memberikan pelajaran pada generasi masa kini dengan pandangan-pandangan yang mengandung unsur merusak citrta bangsa. Sebagian orang menanyakan:"Apa yang harus kita lakukan, bila ada yang mengetahui program kita yang ingin merusak citra bangsa! Jawabnya: Kita harus merahasiakan rencana itu dan dalam menyalurkan ke masyarakat harus dengan penuh perhitungan. Tetapi jika ada yang terjadi diluar perhitungan kita, kita pun sudah mempersiapkan diri dengan kekuatan militer dan alat-alat tempur yang canggih. Pada suatu saat kita akan menyerbu dengan kekuatan yang mampu menggetarkan lawan yang menghadapi kita. Untuk menghadapi perlawanan semacam itu kita mempersiapkan terowongan di bawah tanah yang akan digunakan untuk meledakkan seluruh kota di dunia, termasuk dokumen-dokumen akan hangus.

PROTOCOLS KE 10:
Kita harus memecah-belah keluarga masyarakat non-Yahudi dan menghapus adat-istiadat, serta kebudayaan mereka. Kita berusaha untuk memperoleh setiap sarjana dan cendekiawan agar mau bergabung dengan barisan kita. Kita harus dapat mendirikan pemerintahan otokrasi yang mudah diatur menurut haluan kita. Hal itu bisa dijangkau apabila seluruh lembaga baik legislatif , eksekutif maupun yudikatif dipegang oleh orang-orang yang tidak segan-segan menerima uang siluman. Kepemimpinan tertinggi akan dipegang oleh agen-agen kita yang mampu menjalankan pemerintahan sesuai dengan petunjuk kita.

PROTOCOLS KE 11:
Tuhan telah menghendaki keturunan Israel sebagai petualang dunia yang hidup di berbagai negara. Kalau dipandang sepintas hal itu merupakan sisi kelemahan Israel. Namun petualangannya harus dimanfaatkan untuk memperkokoh posisi kita dan dijadikan sebagai jembatan emas untuk menduduki singgasana kerajaan dunia. Pesta-pesta yang diadakan oleh gerakan 'Free Masonry' merupakan tempat komunikasi antara kelompok-kelompok kita.

Kita bagaikan Srigala dan orang-orang non-Yahudi laksanan kelompok biri-biri. Bila Srigala memasuki kandangnya, biri-biri hanyalah bisa memejamkan matanya dan menerima nasib malangnya.

PROTOCOLS KE 12:
Dominasi kita harus merambah surat kabar yang membawa misi partai. Selain itu kita harus mampu mengontrolnya sebelum berita itu diedarkan, agar tidak mengungkap misi kita. Segala berita yang akan disiarkan lewat radio harus melalui pengawasan kita. Buku-buku berbobot harus dikenakan pajak yang tinggi, sedangkan buku murahan tidak dikenakan pajak, agar para sarjana enggan menulis buku.

Perusahaan surat kabar akan kita beli untuk mengimbangi dan menjawab isi surat kabar independen yang lepas dari genggaman kita.

PROTOCOLS 13:
Kita harus berusaha agar opini umum tidak mengetahui permasalahan sebenarnya. Kita harus menghambat segala yang mengetengahkan buah pikiran yang benar. Hal itu bisa dilakukan dengan memuat berita lain yang menarik di surat kabar. Agen-agen kita yang menangani sektor penerbitan akan mampu mengumpulkan berita semacam itu. Pandangan masyarakat harus kita alihkan kepada hiburan (dunia entertaiment, pen), seni (musik, pen) dan olah raga.

PROTOCOLS KE 14:
Diupayakan di dunia ini hanya satu agama, yaitu agama Yahudi (materialisme, pen). Oleh karena itu segala keyakinan lainnya harus dikikis habis. Kalau dilihat di masa kini, banyak orang yang menyimpang dari agama. Pada hakekatnya kondisi seperti itulah yang menguntungkan yahudi. Di masa akan datang masyarakat dunia akan berduyun-duyun memasuki agama Musa yang menundukkan mereka berada di bawah telapak kaki yahudi. Pada saat itu, suara kritikan hanya tertuju kepada agama selain yahudi. Orang tak akan berani menelanjangi agama kita. Karena rahasia yang terkandung dalam ajaran agama Yahudi sangat dalam, dan ajarannya selalu diperjuangkan oleh pendeta-pendeta kita. Segala karya tulis yang mengkritik agama kita tidak diperkenankan terbit dan tersebar di masyarakat. Kita terus berjuang menyebar-luaskan tulisan sastra picisan di masyarakat negara adidaya.

PROTOCOLS KE 15:
Agen-agen rahasia kita harus disebar ke seluruh dunia. Mereka adalah anggota organisasi di bawah tanah dan gerakan 'Free Masonry'. Bila bisa berjalan dengan baik, kita akan mempunyai polisi rahasia yang bergerak ke seluruh penjuru dunia. Dari mereka kita mendapatkan data-data akurat untuk mengatur segala persoalan yang penting. Kita harus sering mengadakan pertemuan anggota 'Free Masonry' sebelum memegang kekuasaan yang sempurna. Setelah berkuasa, kita akan mampu memusnahkan semua gerakan non-Yahudi dengan cara licin sehingga orang tidak akan menuding kita.

PROTOCOLS KE 16:
Kita harus berani tampil di tengah masyarakat dan berjuang memimpin universitas yang ada sekarang. Setelah itu, penulisan sejarah akan kita tinjau kembali, dan menyisihkan sejarah yang menghujat nama bangsa Yahudi. Kritikan dari orang non-Yahudi tidak begitu bahaya, tetapi yang perlu diwaspadai adalah pendidikan yang berjalan dengan kurikulum mereka sendiri (bukan meniru kurikulum kita). Maka usahakan pendidikan semacam itu harus dilenyapkan. Bila tidak mampu, ia harus dikucilkan dari masyarakat. Segala macam yang melambangkan kemerdekaan berpendapat harus dilenyapkan, walaupun slogan itu pernah kita gunakan untuk meraih tujuan. Kita telah meletakkan program untuk menarik simpati masyarakat dengan memberi pelajaran empiris nyata, dan membuang pelajaran yang bersifat non-empiris. Pelajaran ini amat sistimatis, agar kaum pelajar tidak mampu berfikir luas, dan tidak mampu memecahkan persoalan tanpa bantuan orang lain. Jadi mereka bagaikan binatang ternak, yang dapat digiring menurut kehendak pengembala. Mereka hanya mentaati penjelasan dari guru tanpa berusaha untuk mendalaminya. Sistem ini telah berhasil kita suntikkan dalam sekolah di negeri Prancis, yang ditangani oleh aktivis yang bernama Bouro.

PROTOCOLS KE 17 :
Kita selalu dituntut untuk mencemarkan nama baik pendeta dan ulama non-Yahudi, agar mereka terhina dimata rakyat. Dengan usaha ini dapat mengurangi misi perjalanan mereka yang menghambat perjuangan kita. Bila ada peluang yang baik, istana Paus akan kita runtuhkan dengan memakai orang lain yang akan menembak Paus di Vatikan. Bila ini terjadi, para penduduk dunia akan berduyun-duyun ke Vatikan, dan kita akan tampil seolah-olah menjadi pelopor penuntutan terhadap pelaku pembunuhan itu (usaha pembunuhan Paus pernah dilakukan tahun 1981, tapi gagal, pen). Cara seperti itu agar kita yang akan menduduki singgasana Paus. Dan yahudi akan menjadi Paus sejati dan kepala uskup Gereja Internasional.

PROTOCOLS KE 18:
Di saat polisi menjaga keamanan negara dengan ketat, kita harus mampu mengadakan kerusuhan dan keonaran di masyarakat. Kemudian para penceramah diorganisir untuk menerangkan keadaan yang genting itu. Di saat itu kita dapat menemukan jalan keluarnya, sehingga masyarakat simpati kepada kita. Kebijaksanaan seperti ini akan kita gunakan secepatnya untuk memberikan perintah agar penjagaan semakin ditingkatkan. Peluang ini kita pakai untuk mengkoordinir para pendukung kita untuk mendapatkan tujuan.

PROTOCOLS KE 19:
Politikus yang kita tangkap diusahakan tidak dianggap sebagai pahlawan, tetapi martabat mereka kita samakan dengan penyamun, pencoleng, pembunuh dan narapidana berat lainnya. Usahakan masyarakat menyamakan narapidana politik dengan kriminil agar masyarakat menilai jelek para politikus.

PROTOCOLS KE 20:
Kita harus berusaha agar bantuan (hutang) luar negeri seakan-akan bantuan dalam negeri. Agar kekayaan negara yang hutang akan terus mengalir ke perbendahaaraan kita. Akal hewan bangsa non-yahudi tidak akan mengerti bahwa hutang kepada negara kapitalis akan menguras kekayaan negaranya sendiri. Sebab, bunga hutang itu akan diambil dari hasil bumi negaranya atau masukan keuangan lainnya. Sekarang kita telah menguasai kekayaan dunia dengan jalan memegang saham surat-surat berharga lainnya. Kita akan membentuk pemerintah yang hutang agar terus membutuhkan bantuan dari bank kita sehingga pemerintah negaranya akan tergenggam oleh kaum kapitalis.

PROTOCOLS KE 21:
Kita akan mendukung pemerintahan di seluruh dunia dengan sejumlah besar ahli di bidang ekonomi. Itulah sebabnya ilmu pengetahuan Ekonomi merupakan ilmu utama yang diajarkan oleh orang Yahudi. Kita akan dibantu oleh bankir, industrialis, kaum yang bermodal, dan terutama para milyuner yang tak terhitung banyaknya. Karena segala sesuatu diatur dengan angka yang pasti.

PROTOCOLS KE 22:
Emas selau memegang peranan terpenting, dan sekarang kita telah menguasainya dengan melewati beberapa usaha yang lama dan telah melintasi beberapa generasi. Oleh karena itu senjata ini harus mampu memainkan peranannya untuk menggapai tujuan kita dalam rangka menguasai dunia.

Untuk membentuk perdamaian diatas planet ini, perlu menggunakan sedikit kekerasan, yang semuanya dapat dilaksanakan di bawah panji-panji Zionisme.

PROTOCOLS KE 23:
Mula-mula yang kita lakukan untuk memperkokoh kekuatan kerajaan kita, yaitu harus melenyapkan yayasan dan organisasi yang dulu bergerak untuk membela kita. Sebab bila ia dibiarkan, akan menjadi membahayakan kerajaan kita.

Kerajaan Israel akan menjadi kokoh atas kehendak Allah. Langkah pertama untuk menegakkan kerajaan itu adalah membasmi pikiran orang yang tidak berwawasan luas. Walaupun mereka dulu pernah dipakai tangga untuk mencapai tujuan kita yang mulia.

PROTOCOLS KE 24:
Orang yang mengatur kerajaan kita harus dari keturunan Dawud (David), disamping tokoh-tokoh dari Zionis. Orang tersebut harus memiliki otak cemerlang, mampu mengendalikan hawa nafsunya, bisa bergaul dengan rakyat, bersih dari noda, berani berkorban untuk memenangkan kepentingan rakyat, lambang kejayaan, tangguh dan kharismatik.

*****

Adaptasi dari Swaramuslim.net | Saturday 03rd July 2004 05:16:51 PM - 15 Jam Awal 1425


***Revolusi Hari Ini***

WARTAISLAM.CO.CC

Info Distro

Berita Palestina