In Defense of Stupidity

Kebodohan adalah pertentangan asasi dengan logika. Tetapi logika yang mana pun pasti subjektif menilai lawannya...

Bodoh! Semua orang bodoh. Semua manusia bodoh. Tetapi saya tidak bodoh. Berarti saya bukan manusia? Ah, siapa peduli. Toh, semua yang berkesimpulan seperti itu semuanya orang bodoh. Terus, kenapa harus pusing. Semua juga tau, kalau orang bodoh sering salah dalam menarik kesimpulan.
Sekarang anggap saja saya bukan manusia. Kemudian anggap saja saya sejenis kera. Kera yang berani menuding semua manusia adalah BODOH! Kera yang mengajukan pertanyaan kepada Anda : "Apakah Anda bodoh?". Kemudian Anda menjawab : "iya!". Hahaha! saya langsung tertawa. Kemudian Anda merasa dibodohi, dan semakin bodoh ketika ada seekor kera yang menertawakan Anda. Anda berubah pikiran. Karena manusia percaya bahwa ia harus mempertahankan dirinya. Mempertahankan eksistensi, kemuliaan, kedudukan dan segala 'keangkuhan' manusia yang banyak itu. Dan Anda adalah manusia (minimal untuk sementara waktu). Kemudian Anda menarik kata yang telah Anda ucapkan. Kata yang baru saja Anda 'daratkan' pada seekor kera sebagai jawaban. Kemudian Anda berkata: "TIDAK" "Saya tidak bodoh"...
Aha! Kalau begitu Anda sama dengan saya. Ya, Anda bukan lagi manusia. Anda sepertihalnya saya adalah sejenis kera. Makhluk yang konon adalah moyang manusia yang bodoh itu. Manusia yang kini tengah berada dalam titik nadir kemanusiaannya. Manusia yang awalnya ingin di muliakan oleh penciptanya pada kali yang pertama. Tapi lantas menghinakan dirinya sendiri. Bagaimana??? Ya dengan logika! Lihat betapa bodohnya Anda dihadapan logika ini. Dengan logikalah kera dapat membodohi manusia. Dengan logika pula, manusia menentang penciptanya.
Logika menjadi dewa. Logika yang sejatinya hamba menjadi idola. Logika adalah berhala! Binasalah wahai para Rasionalis. Tempat Anda di akhirat adalah neraka. Sedang di dunia ada petaka, chaos tiada tara.
Salam kematian Rasionalis! Salam kematian logika, dari saya yang bodoh dimata Anda. Kematian Anda adalah ulah logika jua. Dia lah yang membunuh Anda berserta kebenaran Anda. Dia lah, yang akan membunuh 'ciptaannya' sendiri: "Subjektifisme" dan "Relativisme". Kenapa? Karena makhluk ciptaannya ini membangkang. Padahal logika telah berfirman sebelumnya; "Tidaklah ku ciptakan Subjektifisme dan Relativisme, kecuali untuk menghamba kepada ku". Tapi, keduanya kafir. Seperti Nietche yang ingin membangkang pada tuhan, akhirnya harus mati di tangan-Nya. Tragis! Logika harus 'berperang' melawan ciptaanya, sepertihalnya logika memerangi tuannya (Rasionalis, red.).
Fuuhh... dalam kehidupan seperti ini saya, dengan kesadaran saya sepenuhnya dan tanpa unsur paksaan sedikitpun memilih untuk menjadi bodoh. Agar tidak sedikitpun 'berperang' melawan pencipta saya. Biarlah saya tetap bodoh dimata dunia. Bodoh dimata para cendikiawan seluruhnya. Karena saya adalah seorang penakut, yang takut pada-Nya.
"cukuplah takut kepada Alloh sebagai ilmu dan keberanian menetang-Nya sebagai kebodohan" [Ibnu Mas`ud R.A.]


***Revolusi Hari Ini***

KADO BUAT Meea

Tentang kejutan-kejutan yang kau berikan
Tentang harapan-harapan;
Engkau menakjubkan!

Kegelisahan bertahta
Kecemasan bermahkota
Namun engkau di singgasana...

Sahabat, yakinlah
Ikatan yang kau bangun itu kokoh
Janji dan sumpah mu itu perisai
Tunaikanlah dan taat
Maka engkau akan terhormat

Yakin, siapapun yang mendekap mu
Ia pakaian mu
Yakin, siapapun yang memimpin mu
Ia benteng mu
Berpeganglah dengannya.
Kenakan dan gunakan ia.

Niscaya engkau bahagia...
[Semoga!]

Senin, 27 Nopember 2006; 00:48

NB: BarokaLLoHu laka wa Baroka `alaika. Wa jama`a bainakuma fi khoir... aamien


***Revolusi Hari Ini***

Tapak Nikah, Jalan Sakinah

1. Bolehkan seorang ikhwan/ akhwat membatalkan proses khithbahnya karena merasa tidak cocok dengan calonnya atau mengetahui ada calon yang lebih tepat? Bagaimana, Ummu?

Ya, Jadi memang begitu. (Jika ingin menikah) namanya ada perjanjian. Jadi artinya dia (si wanita) itu sudah punya atau membuat perjanjian dengan laki-laki tiba-tiba yang membatalkan yang perempuan (padahal sudah diterima, red). Ada ketentuan seseorang yang melamar yang sudah dilamar orang lain, itu tidak boleh. (jika akad masih terikat, red.) Sekarang bila bukan kemauan dari orang kedua (yang ingin melamar) itu. (Tetapi yang mengikat akad ingin membatalkan). Jadi sebenarnya, karena itu belum terjadi pernikahan, istilahnya tunangan. Sebenarnya itu ada hikmahnya. Bahwa kita tidak bisa memaksa seseorang untuk menyetujuinya, lamaran itu...mungkin setelah ia mempertimbangkan beberapa hal akhirnya dengan pertimbangan itu dia (katakanlah) membatalkan yang tadinya sudah dilamar oleh laki-laki yang pertama. Dan yang perempuan ini, kalau perempuan ini yang memutuskannya itu tentu saja dia punya hak. Selama yang sesudahnya, yang laki-laki ini dinilai kurang memenuhi syarat bagi dia, sementara misalnya laki2 yang orang kedua itu dianggap lebih pantas atau sebagainya. Jadi saya pikir itu ada haknya, perempuan itu.

Artinya yang perempuan ini boleh membatalkan, tetapi dengan yang kedua (harus) belum ada ikatan?

Jadi dalam hal ini, menurut saya seandainya ada perempuan yang menolak/ membatalkan. Saya katakan itu lebih baik bagi laki-laki yang telah menyetujui lamaran itu. Karena begini, seandainya dipaksakan sedangkan perempuan itu tidak mau, nah ini akibatnya lebih buruk, buat laki-laki ini. Jadi ini suatu hikmah dimana misalnya perempuan itu memang sudah tidak mau, dari pada nanti setelah perkawinan ini terjadi rumahtangganya tidak akan damai karena ada semacam penyesaalan. Jadi disini ada hikmah buat laki-laki yang sudah melamar itu. Jadi lebih baik dia menerima, demi kebaikan diri dia sendiri.

Menerima untuk dibatalkan?

(Ya) menerima untuk dibatalkan, itu lebih baik bagi dia ketimbang dia memaksakan diri nanti setelah terjadi perkawinan, itu juga tidak membawa kepada atau menjadikan keluarga yang sakinah. Karena perempuan itu juga (tidak akan) menemui keinginannya.

> Kalau motivasinya bukannya (dia) merasa tidak cocok, tapi merasa ada yang lebih baik?
Misalkan, sudah tidak ada masalah dengan calonnya. Kemudian dia tahu atau kenal belakangan, (biasanya ada yang melamar tapi nikahnya tahun depan) namun dalam perjalannya ketemu dengan yang lebih baik, teman lamanya. Dalam artian, motivasi itu datang dari pihak luar, misalkan ikhwan melihat ada teman waktu kecil, yang diketahui latarbelakangnya baik, kemudian ketemu lagi dan merasa kayanya ini lebih baik daripada yang kemarin sudah (diterima). Pun dari akhwat, misalnya kenal dengan ikhwan yang dulu pernah ia kenal lebih baik, dan dia ingin dengan yang baru tersebut. Bagaimana?


Saya pikir itu lebih baik bagi orang pertama yang sudah melamar itu, untuk menerima keputusan itu. Kenapa? Karena itu hikmahnya lebih (besar) buat orang yang sudah melamar itu. Karena kalau dia memaksakan diri, itu tidak akan baik untuk kehidupan dia. Karena, perempuan itu jadi terpaksa. Dan sesuatu yang terpaksa, nanti setelah terjadi perkawinan rumahtangganya tidak akan tenang. Nah jadi, dalam hal ini sebaiknya orang yang tadi sudah disetujui (sudah melamar) duluan itu, baiknya menerima keputusan itu. (Karena) ternyata aLLoH tidak (katakanlah) menyetujui dan untuk mencari orang lain yang lebih tepat menurut aLLoH.

> Berarti kalau ikhwan yang membatalkan, ikhwan bisa langsung membatalkan. Kalau akhwat harus lewat wali-nya? Atau si akhwat sendiri boleh langsung minta batal/ putus. Bagaimana?

Dia melamar sudah melalui wali-nya?

> Iya dan sudah diterima..

Iya seharusnya begitu. (dengan wali-nya). Wali juga ikut, kalau dia yang pertama ikut menyetujui. Kemudian wali-nya akan berbincang kembali dengan orang yang sudah melamarnya; dengan alasan demikian ini itu terpaksa kita batalkan, dengan pertimbangan begini dan begitu. Supaya nanti pihak laki-laki yang sudah melamar itu, tidak kecewa. (Dan) menerima itu sebagai keputusan aLLoH. Yang dibelakangnya ada hikmah. Ya, jadi tidak mesti bahwa sesuatu (yang kita inginkan tercapai, red.) mungkin dia kecewa, tetapi ketahuilah kalau dipaksakan tidak akan baik untuk kehidupan dia. Jadi dia pasrahkan kepada aLLoH. Kita serahkan kepada aLLoH. Minta dibeikan kepada aLLoH supaya diberikan jalan yang terbaik.

2. Bolehkan 2 orang saling berjanji untuk menikah tanpa akad resmi? hanya antara pemuda dan pemudi, (mereka hendak menikah). Baru janji antara mereka berdua dan belum dengan keluarga dan baru sekedar perjanjian saja dan belum khithbah.

Sekedar janji boleh saja. Tapi kalau mereka sudah menikah tanpa sepengetahuan wali, dalam rangka sekedar janji, misalnya tahun depan kita menikah. Selama itu baru berupa janji saja, bisa dilaksakan bisa juga tidak. Tetapi kalau istilahnya mereka langsung menikah tanpa persetujuan wali, dalam islam ada 2 pendapat. Menurut 4 mazhab fiqh. 3 mazhab, yakni Syafi`i, Hambali dan Maliki, tidak men-syahkan pernikahan seorang wanita tanpa ijin wali-nya (orangtuanya). Menurut mazhab Imam Hanafi, perempuan boleh menikah tanpa sepengetahuan wali, nikahnya syah, tetapi orang tua/ wali punya hak untuk membatalkan pernikahan tersebut. Pertama dia menikah orang tua tidak mengetahui..menurut Imam Hanafi nikahnya syah, tetapi orang tuanya punya hak menfasah/ membatalkan atau menyetujui pernikahan tersebut. Jika wali menyetujui pernikahan dapat diteruskan, tapi kalau wali tidak setuju wali berhak membatalkan pernikahan tersebut. Dan batal menurut Imam Hanafi. Dia harus mengikuti kemauan, atau keputusan orangtuanya (setelah orangtua mengetahui, red.).

> Berarti janji yang pertama saya tanyakan tadi termasuk jatuh khithbah? Apakah yang seperti itu terlarang?


Belum terjadi akad, karena hanya sekedar baru janji. Tidak terlarang, tapi hanya janji dan proses menuju ke akad. Jadi baru sekedar janji dan belum terjadi apapun. Janji itu (sendiri) bisa dipenuhi, bisa tidak tergantung perkembangan keadaan yang dilihat oleh kedua pasangan ini. Kalau mereka lihat itu baik buat mereka menyetujinya, atau mereka bisa juga janji itu tidak diteruskan karena berbagai pertimbangan, misalnya. [Artinya belum ada ikatan atau konsekuensi] belum ada ikatan (karena) belum ada akad apapun antara mereka berdua.

3. Kekhawatiran atau alasan apa saja yang bisa dijadikan pertimbangan untuk melanjutkan atau membatalkan proses khithbah?

Segala sesuatunya perlu proses, perlu pengenalan yang lebih matang. Jadi seseorang itu sebaiknya mengenal lebih dekat atau mengenal lebih jauh, misalkan. Baik dari pihak laki-laki maupun perempuan, supaya jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Katakanlah untuk pertama itu kenal dulu, kenal keluarga, kenal baground. Nah setelah kenal dengan baik kemudian mempelajari sifat-sifatnya mungkin orangnya kasar atau orangnya baik, atau banyak pertimbangan kebijaksanaan dan lain-lainnya. Itu sebaiknya dikenal lebih jauh. Supaya nanti setelah berlangsung perjanjian-perjanjian tersebut, tidak goyang oleh perubahan-perubahan. Jadi pertama kalau melihat perempuan ini perempuan baik-baik, keturunan keluarga baik, keluarga yang terhormat, misalkan. Nah itu perlu diketahui. Kemudian background si wanita ini, pendidikannya, sifat-sifatnya. Begitu pula sebaliknya. Dari pihak laki-laki mesti dikenal bagaimana background pendidikannya, bagaimana background keluarganya, kemudian sifatnya karakternya, laki-laki ini. Apakah seorang pemarah, atau seorang yang bijaksana, punya pertimbangan, punya rasa kasihsayang terhadap perempuan. Nah itu sebaiknya diteliti terlebih dahulu. Jadi jangan cepat-cepat mengambil keputusan. Lebih baik mengenalnya, mengenal backgroundnya, dan ambil waktu proses, jadi jangan segera begitu kenal langsung berjanji. Setelah berjanji sekian lama ternyata diketahui background masing-masing itu tidak baik. Nah disitu akan terjadi pemutusan hubungan Setelah beberapa lama dikenal, ternyata background salahsatunya itu tidak baik, misalnya. Jadi sebaiknya kenali dulu sejauh mana pribadi masing-masing. Nah, setelah itu kelihatan nanti, biasanya yang pertama terlihat itu kan indah-indah saja. Nanti setelah bergaul sekian lama ternyata dia punya sifat yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Jadi, untuk menghindari hal itu, sebaiknya kita jangan terlalu cepat mengambil keputusan. Sebab begini, kalau memang si wanita memang mencintai laki-laki itu, dia dengan cara bagaimana pun, kalau pun dia orang yang kurang baik, dia akan berusaha menjadi orang yang (lebih) baik supaya laki-laki ini jadi dengan dia. Sebaliknya juga begitu, laki-laki seandainya dia memang tertarik dengan perempuan itu, dia akan berusaha menjadi seorang laki-laki yang baik. Jadi, jangan cepat-cepat semuanya. Sebab kalau dalam waktu dekat terlihat yang baik-baik saja, setelah beberapa waktu kelihatan, oh ini punya sifat yang seperti ini. Jadi biarlah prosesnya agak lama sebelum mengambil keputusan. Supaya mengenal lebih dekat pribadi masing-masing.

> Bagaimana jika dibatalkannya, misalkan alasannya itu, bukan masalah pada kedua calon, melainkan pada keluarga atau yang lainnya?

Ya itu dia, jadi sebelum mengambil lkeputusan sebaiknya kita kenal dulu lebih dekat, keluarganya dia. Dengan kita mengenal lebih dekat, kita disitu baru bisa mengambil keputusan, mau dengan orang ini atau tidak. Kalau misalnya kita sudah mengetahui ini keluarga ini bukan keluarga baik-baik, selalu berbuat begini-begini, misalnya. Nah disitulah kesempatannya kita untuk tidak melanjutkan hubungan ini, laki-laki ataupun perempuan tersebut. Nah jadi jangan terlalu cepat mengembil keputusan. Kalau perlu di uji dulu (sejauh mana kebaikannya). Contohnya; kalau kita begitu cepat bilang “saya cinta”, nah ternyata laki-laki ini sudah pernah nikah, misalkan. Nah disini akan timbul kekecewaan, kalau perempuan sampai tidak tahu. Jadi perlu untuk mengenal lebih dekat dengan calon ini. Sebelum mengambil keputusan untuk berjanji. Ini untuk keselamatan kita juga. Jadi dalam hal ini jangan terburu-buru melihat sesuatu yang baik. Ternyata mungkin dibelakang kita tidak baik. Jadi kekhawatiran-kekhawatiran seperti itu bisa dihindari dengan mengenal lebih dekat calon kita tersebut.

>Demikian saja Ummu, JazakumuLLoHu khoiran.

(Wa iyyaka) Mudah-mudahan bisa dipahami.

[Durasi 17:13] Senin, 13 November 2006

NB: Setelah itu Dr. Eliwarti banyak memberikan saya nasehat yang berharga. Saya baru sadar kalau saat itu pukul 06:45, padahal saya ada jadwal kelas jam 07:30. Saya masih di rumah (Bogor), kampus saya di Depok. Saya pikir, kuliah ini lebih berharga. aLLoH menghibur saya pagi itu... Segala Puji Bagi aLLoH.

***Revolusi Hari Ini***

Epilog buat si Goblog (Bush L.A.)

Dengan teriakan yang sama sebagiamana seorang muslimah kepada al-Mu`tashim; Yaa Ibn Ladien... Akankah Al-Qaidah mengirimkan pasukan yang kepalanya di Bogor sedang ekornya di Baghdad.

***Revolusi Hari Ini***

Petunjuk Diatas Pembedaan dan Penjelasan

BismiLLaHi ar-Rohamani ar-Rohimi
AlhamduliLLaHi wa SyukuriLLaH. Wa Laa Haulaa wa laa Quwwata illa bi LLaH.

Al-Fadh rahimakumuLLoH. Pada hari ini begitu banyak kekaburan dan kerancuan yang melanda ummat, menyelimuti kehidupan dan membayang-bayangi setiap jiwa yang menginginkan kebenaran (al-HaQ). Para Ulama menyebut masa kita sebagai Yaumul Fitnah (Masa Ujian), dimana banyak kedustaan dan kemunafikan. Sesuatu yang memang menjadi wajar pada hari ini. Dan setelah ini kita akan sampai pada Yaumul Furqon (Masa Pembeda), dimana terpilahnya haq dan bathil akan semakin jelas. Perbedaannya akan semakin nampak. Tawhid dan Syirik wal Ilhad akan menjadi jelas seperti sinar mentari di siang hari. Dan fase-fase perubahan ini adalah masa yang amat berat.

Fadh, bayangkan bagaimana sebuah ketidak-karuan, kelarut dan campur-bauran pada hari ini akan menjadi hal yang terpisah pada esok hari.. Sungguh menakjubkan! Masya aLLoH wa SubhanaLLoH.

Fadh, mari kita memuji Pemilik diri kita, Penguasa yang senantiasa Mengurus setiap makhluqnya. Mari kita memuji Dia seperti orang-orang yang berterimakasih, sebagaimana orang-orang sebelum kita melakukan yang demikian. Yaa Hayyu Yaa Qoyyum bi rohmatika astaghisu...

Fadh, aLLoH yang menciptakan kita telah menyiapkan aturan untuk menata kehidupan manusia. Aturan-aturan itu berlaku dan tetap pada alam semesta, maka bagaimana kita tidak mau menetapkan aturan pada kehidupan sosial-kemasyarakatan (ahkam al ijtima`i)? Bagaimana kita tidak menetapkan adnimistrasi (idary) berdasarkan hal yang sama.

Fadh, itulah Hukum Kauny (Sunnah Alamiyah) dan Hukum Syar`i (Sunnah Syari`yah) yang telah diamanahkan kepada kita. Orang beriman akan menerima seluruhnya, sedangkan yang ingkar akan menolak sebagian atau seluruhnya.

Fadh, aLLoH menetapkan bahwa Dien yang di ridhoi hanya Islam sedangkan jalan keselamatan ada di atasnya. Pada jalan tersebut orang-orang akan berselisih, sebagaimana orang yang ingkar berselisih. Hanya saja perselisihan mereka tidak sampai kepada kemurkaan dan kebinasaan. Perselisihan ini akan melemahkan kekuatan, merubah barisan menjadi kerumunan laksana buih di lautan. Sungguh, manusia akan bingung dan bimbang dengan untaian hujjah yang menipu dan mengelabuhi. Akan tetapi, aLLoH menjanjikan jaminan keselamatan pada segolongan orang yang tetap pada kemurnian dan kesucian sumber, metode dan pengagungan terhadap keduannya. Mereka yang selamat dan terjamin ini, adalah segolongan orang yang perkara cabangnya (furu`) tidak keluar dari kaidah pada prinsipnya (ushul). Mereka memadukan seluruh dalil dan mendirikan pemahamannya di atasnya. Mereka meyaqini kesatuan “kabar gembira” dan “berita peringatan”. Inilah jalan as-Sunnah, jalan al-Jama`ah. Orang-orang yang berjalan dan mengikuti golongan ini disebut Ahlussunnah wal Jama`ah.

Tentang Manhaj dan Sebutannya

Manhaj ini adalah hal yang sudah maklum diketahui. Namanya Ahlussunnah wal Jama`ah. Ia bermula dan mewujud sempurna pada masa As-Salaf ash-Sholih; yakni zaman Rosul aLLoH SAW, Para Shahabah ridwanaLLoHi ajma`in, dan 3 qurun yang utama yang telah dijamin (al qurun al mufadlolah). Penisbatannya ada pada manhaj secara keseluruhan Sunnah (maa ana alayhi) dan Jama`ah (maa ashabihi), bukan pada fase keterdahuluannya.

Adapun saudara-saudara kita yang mengklaim dirinya Salafiyuun bermaksud menisbatkan dirinya pada manhaj. Akan tetapi, yang lebih tepat adalah Sunny bukan Salafy. Karna nisbat itu pada manhaj dan manhaj telah tetap namanya, sebagai ismun syar`i. Sementara permasalahan disebagian tempat nama Sunny identik dengan tandhim tertentu, ditempat yang lain pun Salafy adalah fenomena yang sama. Maka peganglah nama yang disepakati oleh para ulama dan a`immah. Nama yang di ambil dari atsar Ibnu Abbas, Shahabah yang Mufassir ketika beliau mengomentari surah Ali `Imron ayat 106. “Wajah yang bersinar adalah Ahlussunnah...”.

Mengenai penamaan Salafy yang masih khilaf ini, bisa kita pahami dari momentum paling mutakhir dari fatwa Ulama yang ingin men-tazkiyah para da`i Ahlul Hadith dari para Mubtadi` yang mengklaim dirinya sebagai Sunny, juga dari banyaknya nama Sunny dipakai oleh kelompok-kelompok yang menyimpang dari Manhaj Sunnah. Maka yang masih lurus adalah Sunny yang berpegang pada Manhaj Salafus Sholih; ialah Salafiyuun. Demikian, ijtihad telah selesai. Ganjaran telah tetap, sedang kekeliruan harus dirubah, dibantah kemudian diperbaiki. Pertanyaannya adalah, bagaimana jika nama Salafy telah cemar (sebagaimana yang terjadi pada hari ini)? Perlukan penamaan-penamaan atau sebutan baru? Apakah perlu tazkiyah dengan penamaan yang muhdats? Sedang Tazkiyah yang demikian dikhawatirkan akan dekat kepada ujub dan ghuluw. Demikian telah terjadi, pada sebagian ikhwah kita yang lemah qolbu-nya. Sedang hawa nafsunya belum lagi dapat terkendali. Samarlah bagi mereka prinsip ar-Rifqon (lemah lembut) dan at-Tahdzir (peringatan keras). Inilah perselisihan. Maka tahan diri mu dari hal yang tidak engkau ketahui, sebagaimana para Ulama ber-tawaquf terhadap hal yang belum mereka ketahui, baik dalil-nya maupun waqi-nya.

Ahlussunnah, masyaaLLoH nama ini begitu mulia. Sehingga ia diusung oleh mereka yang pernah mengenalnya atau yang paham akan ihwalnya secara mujmal, secara `amm. Akan tetapi dibutuhkan tajribah (penelitian) dan ta`yin (identifikasi individual) dalam beberapa hal. Perihal Ulama sebagai manusia yang tidak maksum, aib-nya memang patut dijaga. Akan tetapi, pemilihan masdar (sumber) dan pembawa kabar adalah kebutuhan asasi yang juga telah bersepakat ummat – dalam hal ini – atas dasar Kauny dan Syar`i. Sebab manhaj bukan Figuritas! Inilah kenapa Ulama Sunnah sering mengingatkan ummat akan bahaya Hizbiyyah. Adapun orang yang berkumpul pada orang tertentu, apakah itu Syekh, Ustadz atau Mufti, mereka adalah Ahlussunnah, kecuali yang telah menjadi Ahlul Hizby; yakni sampai mereka terjatuh pada dasar Hizbiyyah dan menyelisihi Sunnah.

Maka, ambillah pelajaran wahai orang-orang yang memiliki pandangan!


***Revolusi Hari Ini***

KISAH (NYATA) YANG MUNGKIN TERJADI

MS : Kapan kamu mau nikah? Saya punya calon yang tepat buat kamu
NR : Kenapa saya?
MS : Karna kamu orang yang gagal saya nikahi! Saya gak ingin gagal untuk kedua kalinya.
NR : Apa saya kenal dia?
MS : Kamu kenal
[NR merasa seperti ia bisa menerka dengan tepat]
NR : M, gimana kabar si AK
MS : Loh, kok AK sih..? Dasar!

***Sesuatu Bisa Saja Terjadi. Sesuatu Akan Terjadi Setelah Ini***


NR : M, saya ingin menikah (semoga) dalam waktu dekat. Saya ingin ada yang menjaga adik saya sementara waktu jelang musim haji.
MS : Dia tepat N!
NR : Saya juga pikir begitu
MS : Tuh kan..! Dasar, saya bilang juga kita terlibat cinta segitiga

***Sesuatu Bisa Saja Terjadi. Sesuatu Akan Terjadi Setelah Ini***


NR : M, ceritakan pada saya ihwal masalah itu...
MS : H bilang, sesuatu mungkin telah terjadi pada dirinya. Ia takut fitnah.
NR : [saya pun demikian; pelan..diujung lisan yang tertutup]
MS : Ia ingin delete No HP kamu supaya gak ngehub kamu lagi, tapi gak mungkin karna kamu pasti ngehubungin
NR : [astagfiruLLoH saya gak pernah berniat mengganggu; dalam hati]
Iya lah..saya lagi ada perlu dengan dia. Diskusi kami belum selesai.
MS : Hmm..
NR : Tapi M, saya malah jadi yaqin dia orangnya! Sikapnya adalah penjagaan yang mulia dimata saya.
[NR mulai menimbang posisi HR. Semua yang ia rangkai dan rencanakan tidak boleh keluar dari kesempurnaan desain dan kelurusan niat]

***Sesuatu Bisa Saja Terjadi. Sesuatu Akan Terjadi Setelah Ini***


NR : A, ceritain ttg HR dunk..
AK : Deuh..Ehm, ehm Kaka..
NR : Yeuh..serius ini mah. Ngerti lah..
AK : Iya, tau. Paham kok. Cerita apa?
NR : Waktu di skul?
AK : Dia pinter, pernah juara umum...main basket...ngaji....
[Bla..bla..bla...]
NR : Hmm.. ya. Makasih yah.
AK : Ditunggu yah undangannya.
NR : Yeh! Belum tentu kalee.
AK : Didukung kok
NR : Dasar! Makasih deh..nanti tanya lagi yah.
AK : Asal ada coklatnya
NR : wew! :P

***Sesuatu Bisa Saja Terjadi. Sesuatu Akan Terjadi Setelah Ini***


MS : N, si HR mo di khitbah orang...buruan!
[NR bingung]
NR : Bagaimana caranya...? Semoga dia diberi yang terbaik.
[dalam benak N hanya ada rangkaian tugas saat itu. Ia mengingat kembali janji-janji perjuangan dan agendanya bulan demi bulan...2 tahun kedepan]
Khitbahnya Udah..?
MS : Belum N! Makanya kamu duluan...
NR : Memotong..? Gak M! Gak baik.
[tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi. N dihadapkan pada piliha sulit. Tapi N tidak mungkin membiarkan dirinya untuk berjibaku dengan masalah yang demikian. Terlalu banyak yang harus di selesaikannya, pikirnya...]
MS : Hmm... ga motong lah N.
NR : Saya takut ada yg sakit hati ato tersinggung, nambah masalah lagi nanti...
[Sementara ia teringat akan DM yang memutuskan akad khitbahnya di tengah jalan. Setelah cerita itu, N takut muncul stigma pada dirinya sendiri.
“N, kamu bukan perusak!”]

***Sesuatu Bisa Saja Terjadi. Sesuatu Akan Terjadi Setelah Ini***


NR : K, ayo dunk..
KF : Nanti aja pas acara temu pendengar, mo ngobrol dulu.
NR : Kelamaan! Ga tau orang jatuh cinta apa :P
KF : Huhhh, dasar!
NR : Serius, buruan bilangin! Kemaren MS crita H mo dikhitbah orang.
KF : Tenang aja napa...
NR : Iihh, susah banget ni orang. Nelpon aja mesti disuruh, sms mesti disuruh..bukannya ngerti perasaan Aa-nya...

***Sesuatu Bisa Saja Terjadi. Sesuatu Akan Terjadi Setelah Ini***


Malam itu. Ahad ba`da isya. [Ahad atau Senin yah.. sampe lupa dengan peristiwa sebesar ini].
Sebelumnya NR sempatkan minta do`a dari Ibu dan Adiknya.
Ia beranikan diri untuk nelpon HR. Sekalian mo ngasih info kajian dan mo tau perkembangan dia.
***
Sungguh NR tidak mengerti, apa beda keterlambatan dengan ketepatan, kehati-hatian dengan membiarkan peluang, kepentingan dengan keterdesakan....

Ia yaqin suatu nanti akan ada hikmah yang besar... setelah ini, dalam kehidupan selanjutnya!
...
...
[Saya yaqin ada yang bisa meneruskan cerita ini.]

***Sesuatu Bisa Saja Terjadi. Sesuatu Akan Terjadi Setelah Ini***


NB : Berkaitan dengan kisah ini, saya menulis 3 Risalah. 1 entah disimpan dimana (raib), 1 hilang beserta USB kesayangan saya. Semuanya terjadi begitu cepat dan sulit dipahami (kecuali dengan keikhlasan), hanya 1 pekan menjelang akhir dari ‘tragedi ini.

Siapa yang mengklaim bisa memahami kisah ini, padahal ia tidak mengetahui banyak hal. Kesimpulannya pasti salah! Ia berdusta atas keterburu-buruannya.
“Siapa yang tergesa-gesa akan di hukumi dengan kegagalan”



***Revolusi Hari Ini***

Haru-Biru-Kamu-Hatiku-Lalu?

Semesta diri
Aku masih menanti...

Pada diri mu yang menari di kehidupan orang lain
Aku tak tahu apa arti air mata saat ini
Seperti kedunguan orang yang melihat tarian tanpa nyanyian

aLLoH yang memindahkan matahari sore di barat
pada timur di pagi hari
Dialah yang akan membolak-balikan hati

Jika ikhtiar masih sah dan halal pada hari ini
Maka akan ku hancurkan dinding dan belenggu
Aku akan berdiri di hadapan matahari
Dan tegap menapak bumi

Saat lazuardi gelap tetap menyebut dirinya langit biru
Lantas hujan menjadi harap dan cemas untuk turun
Jikalau rahmat dikehendaki, niscaya hujan akan turun
Tetapi laknat dan petaka...niscaya turun jua air
Bukan dari gumpalan awan
Tapi dari wajah-wajah nan menawan


Terlampau Nyaman

Inginkah kita hidup nyaman,
niscaya ia ada pada Taman Keabadian
Inginkah kita akan tanah lapang…
hati yang ikhlas lebih luas terbentang

Mimpi-mimpi kesenangan yang membuai,
Tiada ia akan meraih ingin.
Sebab amal diatas hidup itu rumit dan sulit
Ia adalah pendakian yang berbukit

Tidak kurang jalan dengan langkah kedepan
Tidak habis bekal dengan duduk berkhayal
Perjalanan masih panjang dan belum lagi berhenti
Ia penuh onak dan duri

Sedang, bekal kita kurang…sayang!



***Revolusi Hari Ini***

Barang Disampaikannya oleh aLLoH pada orang yang berhak menerimanya

BismiLLaHi ar-Rahman ar-Rohim...
Tidak ada petunjuk melainkan petunjuk aLLoH, dan tiada yang sesat melainkan di sesatkan oleh-Nya. Saya memuji Dia dengan pujian orang-orang sholih, sebagaimana orang yang berterimakasih. Maha Suci Dia dari segala penyerupaan terhadap makhluq dan Maha Tinggi Dia dari segala yang sifatkan oleh orang-orang bodoh.

Sebelum saya mengutarakan maksud dari dituliskannya risalah ini. Ketahuilah! Bahwa pena telah di angkat dan tinta telah mengering. Apa-apa yang dikehendakinya pasti terjadi dan apa yang kita kehendaki belum tentu terjadi. Sesungguhnya Dia Yang Memiliki Kehendak menjadikan kita hidup diatas sunnah kauniyah dan segala puji bagi-Nya atas tetapnya kita di atas sunnah syar`iyyah.

Sesungguhnya aLLoH adalah Yang Paling menepati janjinya. Dan telah sampai kepada semesta sebait firman yang menyatakan “wanita yang baik untuk laki-laki yang baik”. Sebagaimana Dia juga menitahkan “janganlah kalian menikahi wanita musyrik sebelum ia beriman”. Maka, kehendak syar`i yang kedua akan menuntun pada kehendak kauny yang pertama. Yakni, siapa saja yang tidak menginginkan wanita musyrik...ia akan sampai pada wanita yang beriman. Demikian yang saya pahami, bahwa orang yang tidak menginginkan ahlu bid`ah...akan disampaikan dan dipertemukan dengan penentangnya (Ahlussunnah).

Dengan Rahman aLLoH, ijinkan saya ‘mengusik’ anti untuk kesekian kalinya. Usikan seperti yang biasa saya lakukan saat mengabarkan keyakinan saya, sebagaimana yang saya lakukan saat belajar dan mengajak sahabat-sahabat saya kepada jalan keselamatan.

Demikian ini adalah ‘pinangan’ saya yang kedua. Setelah sebelumnya saya meminang engkau untuk bersama dalam manhaj da`wah dan tarbiyah. Sebuah ajakan untuk bersama-sama pada perjalanan yang lebih khusus lagi. Perjalanan yang memang akan segera dilalui oleh orang-orang yang mentaati aLLoH dan mengikuti sunnah Rosul.

Ini tidak berbeda seperti yang pertama. Hanya sebatas ajakan, yang boleh jadi engkau tolak atau terima. Ajakan berupa tawaran yang dengannya engkau bisa menawar atau menimbang baik-buruknya. Jika engkau terima dan berkenan untuk melakukan akad, “aLLoHu Akbar!” saya panjatkan syukur kepada Yang Berhak untuk disyukuri. Jika engkau tidak bersedia untuk berakad, dengan atau atas alasan apapun, “SubhanaLLoH” semoga saya tetap dalam kesabaran menanti yang lebih baik.

“Aku heran dengan kehidupan orang beriman. Jika ia mendapat kebaikan, ia bersyukur dan itu baik untuknya. Jika ia mendapat musibah, ia bersabar dan itu baik untuknya”.

Seperti yang pertama, (yang alhamduliLLaH engkau berkenan dengannya) tidak ada paksaan atau hal-ihwal yang akan menggangu ukhuwah. Sebagaimana ketika engkau bertanya dan saya menjawabnya, atau ketika engkau menuju sesuatu dan saya memberi alamatnya. Atau seperti yang terakhir kau inginkan, saya berusaha membantu. Itu semua tiada berbeda seperti ketika saya tawarkan bacaan dan engkau menerima. Saya menginformasikan sesuatu, engkau memanfaatkannya.

“Engkau lebih berwenang terhadap diri mu sendiri!”

Pada awalan ini saya beritahu, bahwa tidak akan ada ukhuwah yang retak diantara kita berkaitan dengan pilihan dan kehendak engkau. Meskipun ukhti, seperti yang pertama saya sangat berharap kita bisa bersama dalam hal ini. Sebab cinta dan benci hanya karena aLLoH. Jadi, jangan ragu untuk menegur, sapa serta mentausyiahi saya setelah ini. Jangan ragu untuk bertanya atau saling tolong-menolong...semoga aLLoH menjaga hati-hati kita. Ukhti, setelah ini mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan amal sholih!

Ukhti, kiranya engkau telah mengetahui maksud saya. Maka kiranya engkau berkenan untuk menjawab hal yang berlum terjawab, dan menjelaskan yang belum jelas;
...
...
...

Demikian ukhti, ajakan dan tawaran itu adalah untuk membentuk keluarga harokah yang sakinah, mawaddah warohmah...tentunya di atas manhaj an-najiyah. Maka, berkenankah jika saya datang untuk meng-khitbah engkau?

Atas perhatian, kesediaan dan jawabannya, saya ucapkan jazakiLLaH khoiron. Semoga engkau di berikan kedudukan yang tinggi dan di dekatkan kepada aLLoH di dunia dan akhirat.

BismiLLaHi Yaa Wadud, bismiLLaHi Yaa Rahim, walhamduliLLaHi Robbil `alamien!

Wassalamu`alaykum warohamtuLLohi wabarokatuH.

[Sya`ban 1427 H]

NB: Untuk “dia” yang sampai saat ini belum ku ketahui.


***Revolusi Hari Ini***

as-Sual ihwal Khithbah

Pertanyaan:
Bolehkah akhwat yang dalam proses khithbah membatalkan lamarannya karena merasa ada ikhwan lain yang lebih baik (dari calonnya) dan ia tahu ikhwan tersebut pernah berniat melamarnya?


Pertanyaan ini diajukan kepada 2 orang ahli fiqh via sms. Yaitu Ustadz Abu Abdillah Muhammad Sarbini dan Ustadzah Eliwarti Maliki.

Adalah Ustadz Sarbini, Pimpinan Umum Harokah Sunniyah Untuk Masyarakat Islami (HASMI), mendapat gelar Master Hukum Islam di Universitas Ibnu Khaldun-Bogor. Pernah halaqoh di Yaman, mudarits di Ma`had Al-Akhwaen (dan rutin mengadakan Dauroh Syeikh yang mengundang para Ulama dari Negara Arab).

Adapun Ustadzah Eliwarti Maliki adalah Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Mendapatkan gelar Doktor di bidang Fiqh di Universitas Al-Azhar-Kairo (dengan nilai Summa Cume Laude). 16 tahun tinggal di Jeddah, dan baru kembali ke Indonesia sekitar bulan Sya`ban 1427 H.

***
Ustadz Sarbini: Boleh

Tanggapan: Atas dasar apa akhwat boleh membatalkan prosesnya sedangkan ikhwan yang meng-khithbah dia tidak cacat dan lain sebagainya. Padaha; sebelumnya telah ada akad dan si ikhwan tidak melanggarnya? JazakumuLLoH

Ustadz Sarbini: Atas dasar ketidaksiapan setelah berpikir.

***
Ustadzah Eliwarti: Khithbah `alal khithbah tidak boleh. Artinya tidak boleh meminang tunangan orang. Adapun kalau pertunangan belum terjadi wanita berhak memilih siapa yang lebih dia sukai.

Tanggapan: Maksud saya, akhwat membatalkan lamaran yang sebelumnya sudah ia terima. Kemudia ia menawarkan dirinya kepada ikhwan yang lain.


Karena keterbatasan fasilitas dan pulsa, soal ini hanya sampai disini.
Kemudian dialog berlanjut dan berkembang.
Tidak lagi via sms yang amat terbatas.
Akan tetapi live interaktif via telepon dan tatap muka.

Semoga Bermanfaat!
(Bersambung...)
Tunggu Postingan Selanjutnya



***Revolusi Hari Ini***

Romadhon Is Dead!

Barangsiapa menyembah Ramadhan maka sesungguhnya bulan Ramadhan ini telah akan habis dan lewat. Tetapi barangsiapa yang menyembah Allah maka sesungguhnya Allah itu Maha Hidup, tidak mati.
[http://www.almuhajirun.com/depan/Bagaimana_Mengakhiri_Ramadhan.htm]

Orang-orang yang beragama dengan agama Romadhon atau bahkan yang menyembahnya akan terguncang! Mereka akan tertampar oleh sabda ini. Bahwa mereka telah kehilangan sesuatu dari hidupnya. Mereka telah menyia-nyiakan peluang keutamaan, yang mana setiap orang yang beriman akan asyik dan khusuk menjalaninya.

Ya, kami sampaikan sabda ini kepada seluruh ahli i`tikaf, ahli qiyamul lail, ahli tilawah, ahli tadarrus, ahli zakat, dan ahli shiyam semuanya. Tanpa terkecuali mereka, para pemburu Malam Kemuliaan. Ketahuilah, malam ganjil mu telah tiada, maka bagaimana lagi engkau akan beribadah?! Bagaimana lagi engkau akan ber-kholwat dengan Robb-mu?!

Wahai ahli ibadah Romadhon, sesungguhnya jika wajah kalian basah dengan air mata setiap malam ganjil. Maka kaki Mujahidun basah oleh darah bercampur debu dan mesiu. Apa lagi yang membuat engkau merasa berhak menerima rahmah-magfiroh-itqum minannar, sedang atas mu adalah kubah yang megah, sedang mereka tenda dan terpal basah.

Wahai Romadhoni dan Romadhonia, bagaimanakah dinginnya sholat malam kalian...bagaimana kantuk malam hari kalian (sementara kalian tidur, ketika matahari pagi mulai bangun). Sesungguhnya bumi Ribath jauh disana...

Barang siapa yang menyembah Romadhon, sesungguhnya ia telah pergi dan usai. Tapi siapa yang menyembah aLLoH, Dia Maha Hidup Lagi Kekal dan tidak pernah berhenti Mengurus makhluqnya di setiap bulan.

Hari ini Syawwal...Esok Dzulhijjah. Tiadakah semua itu mulia di mata kalian..?!
Berbahagialah, Romadhon telah usai, kini engkau dapat kembali untuk tidak beragama. Berbahagialah karena Romadhon yang kau sembah telah musnah.
Mari Berlebaran...Pesta Takbiran, kawan!

Seperti yang sampai kepada kami dari Al-Qordhowi dan Ulama lainnya :
“KUN ROBBANIYUN
WA LA KUN ROMADHONIYUN!”

Wahai Manusia Romadhon, jadilah Manusia Robbani!

-Dari seseorang yang kehilangan Romadhonnya-


***Revolusi Hari Ini***

1427 Hijrah

Seperti yang kau inginkan terhadap kebaikan, maafkanlah kami.
Demikian atas salah, lupa dan segala derivat-nya,
kami pinta rela dengan semua metanarasi-nya.
Ied Mubarok!
#NextRevolt&AhlulBait#



24.10.2006 20:27
+628568064*** Dc
“sahur hnya tggal knangan, brganti hr takbir hri fitri mnjlang. Aku dtng ulurkan tgn, memohon maaf lhir bth!n.”

24.10.2006 13:00
+6281347492*** Evi
TaqobbalaLLoHu Minna Wa minkum. Shiyamana Wa Shiyamakum. Minal A`idin Wal Faidzin.
Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1427 H
Bersihkan hati sucikan diri
“Mohon Maaf lahir batin”.

24.10.2006 12:44
+6281389092***
dLm krEnDaHn hT ad kLuHurN bUdi, dLm kMiSkNn hrTa ad kKyaAn JiWa, hdP ini inDaH dn9 sLng mEmaaAfkn.. mET Idul Fitri 1427H..bUah mng9a bUah pPaya, mAapiN gW ya..bEnNy

23.10.2006 23:16
+628176690*** Eva
Tu2r saur nu teu ka ukur. Reka basa nu pasalia. Tingkah nu teu merenah. Wanci nu mustari, nyucikeun diri. Hapunten sadaya kaleupatan. Taqobalallahu minna waminkum.

23.10.2006 21:46
+628568948*** Juli
AdaKsedihanKtkHrsMlepasknRamadhan.. NmnTakDptJgKutu2piKbahagiaanSaatSyawalDtngMnandaknKmenangan. TaqobalallahuMinnaWaMInkum. Slmt IdulFitri.maafLhrBatin*Juli&kel*

23.10.2006 19:14
+628121880*** Jen
Di awal Syawal yg fitri, mhn maaf u/ khilaf yg trtnggl di belakang. Taqaballahu minna wa minkum shiamana wa siyamakum. –Jennar-

23.10.2006 18:50
+6281586864*** Fawzi
Kprgian Rmdhn membuat malaikt, makhluk& 7lapis arasy mnghujankn airMata. Fajar idulfitri menghamparkn lembarPutihTak ternoda&brselimut fitrah. Mohon maaf Lhr&Btn.

23.10.2006 18:43
+6281585040*** Jo
Terukir senyum saat segala salah & khilaf luruh oleh maaf nan ikhlas. Selamat Hari Raya Iedl Fitri. Minal aidin wal faidzin, taqobalallah minna wa minkum. –jo-

23.10.2006 08:23
+6281943232*** Va
Atas Nama Revolusi...!!! Sory Klo Ada Salah...!!! 01101427 Sub Deret Revolusi...!!! Ayolah...!!!
..::Taqobala4jjhu minna wa minkum, maaf lahir bathin::..

23.10.2006 08:06
+6285242237*** Va
081943232*** y suka miskol2 a/ nmr Vakha/Aqila. Taqobalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum. Af1 sk miskol

23.10.2006 08:00
+6281384348*** Haidir
Ass.
Minal Aidin
Wal Faidzin
Mohon maaf lahir batin. Maafku dr jasad ini yg brlumur dosa. Dgn maafmu dpt meringankan itu. 4wI akbar 3*

23.10.2006 06:56
+62816769*** GenRe554
Tu2r saur nu te ka ukur. Reka Basa nu Pasaka, Tingkah nu te Merenah, IduL FiTRi wanci nu mustari pikeun nyucikeun diri.. Pamugi hpunten anu ksuhun..

23.10.2006 04:29
+628569811*** Yogi
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Shiyamana Wa Shiyamakum, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir & Batin.

23.10.2006 03:15
+62811902*** Hidrogen
Yup, sm2 qt manusia pny khilaf... Maafkan kkhiLafan Hana jg ya! Smg 4JJI jaga taLi prsaudaraan qt dg rahmatny. Smg Ramadhan esok smakin brmakna. Happy Ied!
.Hana!

22.10.2006 23:58
+6285213353*** Aldo
Ingin ku terus b’juang hingg dpt ku lihat kibar al-liwa dibumi khilafah dilangit yg biru diujung..hayat ku. Dgn hati yg kotor, ku hny bs mnt maaf. Maapin ya! ALDO

22.10.2006 23:31
+628174891*** Subhi
Salam. Selamat Idul Fitri. SemogaRhanadlan kita bahagia. Maafkan smua kesalahan itu. T Shubhi A.

22.10.2006 22:17
+628129011*** Mamieq
In many ways,
I might have hurt u.

In words,
Behaviours,
Or attitudes..

So now,
In the end of Ramadhan,
Please 4give me..
Happy Ied Fitr 1427H..

..MaMieQ..

22.10.2006 21:46
+6281361769*** Nad
Sbning & ssjuk air wudhu Smrdu alunan zikir Seindah sholah 5 wkt Tiada pmberian trindah&prbuatn mulia slain sling mmaafkan Mnl Aidzin WalFa Izin maaf lhr batin. Nadra

22.10.2006 21:40
+6281383084***
Lebur dosa dan harap kebaikan. Tiada cela dan ksalahan. Mohon maaf lahir-batin. Dengsa&keluarga: met lebaran.

22.10.2006 21:11
+6285691717*** Abdee
bro gimana bro?adakah kabar kaum muslimin yg sudah mlihat hilal malam ini?kabari saudaramu ini bila ada saudara kita yg mlihat hilal. Toge mah slasa katanya bro?

22.10.2006 21:10
+6281322099*** Honey
Ass. Dho,pakabar ih?dah teu smsan am km. Maap y krm sms lbrannya kcptan coz tar mah bisi eror. Hani agi dtasik nih. Sklai lg minal aidzin y bwt km.

22.10.2006 21:01
+628128310*** Haryo
Taqabbalallahu Minna Waminkum, Shiyamana Wa Shiyamakum. Ridho.. selamat hari raya Idul Fitri ya.. Maafin smua kslhn gw ya..
Mohon maaf lahir dan batin..

22.10.2006 20:58
+6281314551*** Her
Sama2 y akh, smg keimanan ini bkn fatmorgana. Tp kkuatan utk mmbuktikan ktaatan..jzklh

22.10.2006 20:53
+628179966827 ???
Kmenangan hari ini bknlah kmenangan sjti. Sjatiny kmngan adalah ktk merdeka. Tanpa pnindasn. Tanpa tiran kkuasaan..
Taqabal4wI minna wa minkum

22.10.2006 19:51
+6281510369123 Fau
Tersilap kata, tersinggung perasaan, terluka hati, hanya 1 harapan mohon dimaafkan lahir dan batin. Taqobalallahu minna wa minkum. Minal `aidin walfaidzin. Fau

22.10.2006 19:18
+6285691540*** Ikhsan IISIP
I`m sure that future religion of scientist, cultures and the most educated & enlightened would be ISLAM. Minal aidzin wal fa idzin mhn maaf lhr btn (iksan)

22.10.2006 18:49
+628121048*** Arya JIP
Aq nuwun pangapura kesalahan pitutur uga tindakanku marang kowe muga2 kabeh dosaku lan dosamu dilebur ing dino riyoyo, selamat hari raya idul fitri 1424 H. Arya

22.10.2006 17:57
+628561938*** Zul Furqon
Kumandang kemenagan mulai menggema,m`berikan kbr gembira bg seisi smesta. Taqoballahu mina wa minkum.. Minal Aidin wal faidzin. Maaf lahir-batin.. Nuzul

22.10.2006 17:39
+6281334153*** Mba Fiq
TabuhKbangktnIslamKianKerasBbunyi. MgentarkanJiwa2Tirani. KiniSaatnyKitaDmuliakan. WahaiParaAgenMisi. KibarkanPanjiSuci. TaqabballahuMinnaWaMinkum. SiyamanaWaSiyaMakum

22.10.2006 16:11
+6281360076*** Defi
Dlm hitungn jam,Ramadhan mubarok akan m`ninggalkn qt, apakah qt tlh maX beramal?? Hari kemenangan didpn mata, dr sluruh asa yg ada, 1 hrp dpinta, mhn maaf lahirbatin

22.10.2006 15:15
+628174852*** Ra2 JIP
It’s neither a card, nor a package of parcel..but an apology 4 all mistakes.. Taqobalallohu minna wa minkum..mohon maaf lahir bathin.. –Ra2

22.10.2006 12:52
+6281396530*** Fadhila
TaqabbalallahuMinnaWaMinkum..Ktka hrs brpisah dgn Ramadhan hr rs sdh, Tp bln fitrah tlh dibk. So, ikan lele brkain satin, Mhn maaf lhr&btn… ;>

22.10.2006 10:25
+6281322099*** Honey
Kt mNsa BiaSa tLhr dDunia SRg mBwt slH&Hlf_Kni Hr Yg Ftri TLh tB_KBw Hti KhSyu dLm dOa_TgN diUlur Maaf dPnta_Mhn MaAFkn SgL Dsa&Alf “SLmt IduL FitRi” _HaNi&Klrga

22.10.2006 09:11
+6281380297*** ZulBe
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Shiyamana Wa Shiyamakum. –juLbe- m’ngucapkn met kmbLi fitrah, maaf kLo sLm ni byk skp&ucapn yg krg brknan d’Hati,baik d’sngj atw tdk.

21.10.2006 22:19
+6281380273*** Lala JIP
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Shiyamana Wa Shiyamakum.. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Minal Aidin Wal Faidzin.. Maaf lahir bathin ya.. _lala_

21.10.2006 20:17
+6281380090*** Thanz
Taqoballahu minna wa minkum!Shiyamana wa shiyamakum. Met Idl fitr 1427 H. Moga qt smua dpt btemu kmbli dgb ramadhan brikutny. Mhon maaf klo eike pny salah ya..

21.10.2006 19:12
+628129407*** Anno
Segar embun disurga takbir Bukittinggi dihari raya. Mari kawan bunyikan zikir Allahuakbar baru berseraya.. Mohor Maaf Lahir Bathin Idul Fitri 1427H
-Anno Zuhrias-

21.10.2006 01:03
+6281334153*** MbaFiq
Smg Allah snantiasa mneguhkn hmb2Ny y ikhls, mberikn kekuatn&ksabarn, mmudahkn lngkh mrk, &mngabulkn doa suci pr pjuangNYA..

07.10.2006 10:11
+6281396530*** Fadhila
Adalh aib bg sapapn utk lari dr tanggungjawab, sebab hrg diri dan khormatn ssorg dpt diukur dr cara mmikul amanah dan tanggungjawab.


***Revolusi Hari Ini***

Tamadun Yaa Fadh!

Wa`alaykumussalam Ya Fadhilatul Ukh! 
Syukur alhaduliLLaH, mudah2an silaturrahim kita terjaga dengan baik. Soal nikah…saya hanya sekedar “curhat” dan minta saran aja. Syukron atas pertimbangan dan pendapatnya 
Tenang aja Fadh, saya senang kok jika bisa berbagi ilmu. InsyaLLoH jika ada yg bisa dibagi atau diberi akan saya sampaikan (smoga aja bermanfaat). Kita sama2 sedang mencari ilmu, jadi kamu juga jangan ragu untuk transfer ilmu ke saya.

“semoga kesibukan kita tidak melalaikan kita dari wajib-suci membangun tamadun (peradaban) nubuwah yang merupakan wujud peribadatan hamba kepada Al-KholiQ”
Perpustakaan adalah sarana kebangkitan masyarakat. Ia merupakan institusi pendidikan yang sederhana dan ‘longgar’. Saya yaqin, keilmuan kita sangat bermanfaat bagi ummat. Karena kita bisa jadi apa saja dengan menjadi pustakawan.

Fadh, “peradaban bertumpu pada buku”. Itu artinya tamadun islam yang dirindukan banyak orang tidak bisa tidak mesti membutuhkan ahli pustaka yang banyak dan baik. Banyak yang bisa kita perbuat. Mulai dari mencintai karya ilmuwan (ulama), menghargai karya orang lain dan menjaga serta merawatnya. Dengan demikian kita akan menjadi orang yang paling dekat dengan ilmu. Paling dekat dengan rahmah, ma`rifah dan ru`yah.

Lantas, kita jua yang paling bertanggungjawab terhadap ‘minat belajat’ ummat…kerangka berpikir keilmuan…hingga cara pandang dan budaya ilmu yang merupakan asas dari tamadun (peradaban) itu sendiri.

Baik-buruknya berkaitan langsung dengan perhatian dan kerja kita. Jadi, bagaimana lagi kita harus menolak “gugus tugas” yang mulia ini??!

Fadh rahimakumuLLoH! Hari ini ilmu kita adalah ilmu sekuler yang materilistik. Hari ini orientasi kita masih pada “dunia barat”. Klasifikasi ilmu kita masih ‘import’ dari kaum kuffar. Pantas saja mental dan kepribadian generasi kita banyak yang terpecah dan hancur. Banyak dari kita yang kehilangan jati diri. Banyak yang menghianati tradisi dan ‘transaksi’ keagamaan.

Fadh uhibukumuLLoH! Mungkin besok gelombang kebangkitan akan semakin membumbung tinggi. Mungkin besok gelora juang semakin menjadi-jadi. Lantas apakah kita akan membiarkannya padam dan surut kembali… TIDAK! Kita akan menjaga mereka dengan ilmu. Kita akan merawat semangat mereka dengan bangunan pemikiran dan perilaku Islam. Kita tidak akan membiarkan mereka tersesat dengan mempelajari ilmu sekuler. Kita akan mengikat mereka dan menghancurkan liberalism!

Fadh, lihat kawan ekonom kita yang mulai memikirkan isi dompetnya. Lihat kawan polikus kita yang mulai melirik kursi tahta. Lihat kawan dokter kita yang senang meracuni saudaranya dengan racun berdosis kekebalan. Lihatlah sekeliling kita!

Pada kesempatan kali ini, saya tidak ingin banyak bicara tentang agenda dan konsep kerja. Tapi semoga ini bisa menjadi bara yang akan menyentuh hati mu dengan cinta…dan memberi tangan mu sebuah sejata…membagi pesan pada benak mu sebuah pusaka.

Fadh, maaf jika bicara ini tak berguna. Ini hanya cerita dan asa. Ini gundah gulana.

Saudara mu,
Next_Revolt

***Revolusi Hari Ini***

Poso lagi wahai Ridho...

Dimana jiwa mu, wahai pejuang
Saat raga mereka tertumpuk tercincang
Dimana engkau duduk menangis
Saat halaman disana berbau amis

Apa lagi yang membuat mu menanti
Hingga imperium wujud jadi
Padahal sosok bidadari datang malam ini

***

Diantara tulang belulang yang patah
Tertumpuk membusuk pada batas gapura masuk
Barisan palang menghadang menyerang
Saat garang mu mulai tenang pasca gencatan
Irama gerak laju tentara syaitan
Duff tertabuh antara peluru dan lambung perut mu

Dimana saudara-saudari ku, engkau pengumbar janji risalah nabawi
Dimana mujahid dan jundi kecil yang terampil berbicara centil
Di muka mu ada kami, di hadapan mu mayat kami
Sementara marhalah juang mu masih menunggu interupsi
Seperti apa revolusi? Jika norma harus taat ditodongan senjata
Dan punggawa harus menunggu mubes tahunan untuk merubah kebijakan
Ambil senjata kaliannn...saudara ku penjuang kekhilafahan
Ini pedang dan kitab undang-undang!
2 pegangan yang tak boleh berpindah dari tangan!

Percayalah...dimana duka mu terpancar dari darah kami
Keterwakilan suara hati, pencoblosan suara basi
Keterwakilan sejati ada disini. Ritual pembantaian tahunan bagian tubuh kami
Derita ku wahai kawan yang masih tegak menengguk cawan...
Diwan-diwan kami ajak kalian berdendang
Hingga diantara kami dan kalian hanya ada mushaf dan pedang!

PERANG!!!
0:39 9 Romadhon 1427
sebuah pesan saya terima : berita tentang penyerangan saudara muslim kami di Poso. Semoga ini menambah do`a saya.

***Revolusi Hari Ini***

Ustad Abu dalam Memori ku

Disuatu ketika
Disemerbak malam; purnama
Esok pagi mentari keluar dari terali...

Kami gelisah
Gulana menanti fajar nan gundah
1 hari seperti hidup tanpa mimpi
Tanpa energi.

Wahai jiwa!
Ini seruan untuk mereka semua
Yang pejuang; yang pemuda
Ingat bahwa ia hanya seorang tua
Yang seluruh hidupnya untuk Alloh dan Syariah-nya

Wahai jiwa!
Demi yang Menggenggam semesta
Hari berbilang saat amal disana lebih mulia
Bulan berganti ; kita masih saja disini

Tidakkah engkau malu?!
Pada ruh yang keluar dari mulut seorang tua yang mulia
Tidakkah engkau yang merasa muda dan berjasa
Masih saja berbangga dengan yang sedikit itu
Tidakkah engkau malu?!

Wahai, yang masih bisa duduk dan masyuk
Sementara seorang mujahid dianggap terkutuk
Apa yang kita lakukan; untuk tidak hanya sekedar masuk
Tapi juga menusuk!

Wahai semangat yang masih tersisa,
Aku adalah ilham dari ‘ruh’ mujahid tua itu
Aku adalah ilmu bagi mu
Aku kawan di medan pertempuran
Aku lawan kekufuran

Wahai, masih banyak lagi
Tapi aku tak melihat urgensi disini

Ku rasa...
Hanya ini.

Saudaramu,
Kebenaran yang terselubung

[00:00 23 Juni 2006]

#Dalam kenangan; malam hari jelang pembebasan Abu Baka Ba`asyir.


***Revolusi Hari Ini***

Syair Sya`ban

Seperti yang aku sematkan pada hati ku
Demikianlah yang aku lisan kan pada mu
Pilihan mu adalah kehendak mu sendiri
Sedang kehendak mu, bukan urusan ku

Maka seperti yang kau lihat pada fenomena; itu bukan aku!
Seperti yang kau banyangkan pula tentang sesuatu; itu bukan aku!

[Sya`ban 1427 H]


Sesuatu...
Katakan lah pada dia tentang aku
Bisikan tentang rindu

Pada jemu yang telah berlalu
Pada diri mu
Aku membatu
[Sya`ban 1427 H]

Taman...Taman
Aku ingin kita berjalan
Bukan hanya sebatas teman
Tapi dalam ikatan keykinan

Api...Api
Aku ingin kita membenci
Bukan pada diri sendiri
Tapi pada semua yang menodai suci
[Sya`ban 1427]


Akankah rasa ini sampai...
Akankah kabar ini diterima...
Akankah mewujud nyata?
[Sya`ban 1427]

Sama seperti ketika mentari serupa purnama
Danau-danau hijau merangkai makna
Maka engkau, mata air cahaya
Selimuti aku dalam cinta
[Sya`ban 1427]

***Revolusi Hari Ini***

Islam kah yang terasing..?

“Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali asing...”
[Muhammad ibn Abdullah]


Apa yang terjadi dimasa silam benar-benar berbeda secara faktual dengan apa yang terjadi pada diri kita pada hari ini. Meski sejarah sering berulang tetapi selalu saja ada bentukan-bentukan baru yang hampir membuat kita terheran-heran. Bagaimana banyaknya kejanggalan dan keanehan perilaku umat Islam, pada hari ini sebenarnya mencerminkan kebenaran kabar di atas. Terorisme, Anti-toleransi, Anti-demokrasi, tradisionalisme aqidah, sampai ke-ajegan model pakaian, membuat kebanyakan kita tak habis fikir, ada apa sebenarnya dengan orang-orang seperti itu?!

Ada-ada saja. Di zaman yang pasca-modern ini ternyata masih ada yang ‘primitif’ dan eksluksif. Ada yang menolak pluralisme dan kebebasan. Ada yang selalu mengobarkan perang, ada yang fanatik dan keras kepala dengan keyakinannya. Ada juga yang merasa perlu untuk merepotkan diri dengan menjajakan kebenaran yang diyakininya kepada masyarakat sekitar. Tapi, di zaman ini tak cuma ada orang-orang seperti itu. Ada juga yang seperti kita atau yang lainnya. Yang seperti apa? Entahlah. Tapi mari kita meneliti kembali posisi diri kita masing-masing.

***
Pernahkah terbayang dalam benak kita, jika kita hidup di zaman unta. Dimana Abu Jahal dan rekan-rekannya yang terhormat dalam masyarakatnya masih hidup. Dimana 2 adidaya; Persia dan Roma masih dzohir dengan hegemoni budaya dan ideologi pagan serta imperialisme-nya. Masa-masa, dimana ada sekelompok masyarakat yang tinggal diantara jalur perdagangan dunia tapi tetap terbelakang. Tertinggal dalam baca-tulis, pemikiran dan peradaban. Tetapi pada masa itu, Abu Jahal tetaplah Abu Jahal Sang Diktator kecil di Jazirah-nya. Tak peduli betapa kecilnya ia dalam pandangan masyarakat dunia, Tak peduli betapa sedikitnya kekuasaannya, yang jelas ia penguasa yang terhormat di tempatnya.

Pernahkah Anda bayangankan, ini benar-benar seperti cermin yang wajah wajah kita dalam refleksi ke-jahilan gaya baru? Kita yang hidup di jalur strategis dunia, tak punya posisi tawar lagi. Tapi apa? Kita masih tetap bisa meniru mereka; para Adidaya, dengan menjadi diktator-diktator. Kita tetap bisa menjadi eksekutor atas masyarakat ummiy nusantara. Tetap bisa menjadi legislator atas masyarakat Tartar yang anarkis. Siapa kita? Abu Jahal kah?

Diantara 2 keterasingan

Dalam kondisi demikian, sebagaimana terjadi 15 alaf hijriyah silam kita dapat melihat karakter masyarakat dan ummat. Siapa kaum awam-mayoritas, siapa kaum elit-minoritas? Siapa pula yang menolak tirani-tirani tersebut?

Tirani awam-mayoritas senantiasa menindas manusia-manusia yang tidak me-massa, tidak populis dan tidak lazim. Bagi mereka; yakni yang lazim, me-massa dan populis, tak ada kata lain untuk berbeda. Tak boleh ada pendapat yang menyelisihi mereka. Tak boleh ada perilaku ‘menyimpang’ dari standar mereka. Sementara, tirani elit-minoritas menindas mereka yang tidak kuasa, tidak mampu berbuat dzalim, dan tidak demokratis. Bagi mereka, tidak boleh ada aturan, kecuali berkesesuaian dengan nafsu mereka. Tak boleh ada ideologi kecuali yang tidak mengancam kedudukan mereka.

Mahasuci Alloh yang telah mengutus seorang dari mereka; kaum yang ummiy dan jahiliy. Seorang manusia yang mengajarkan baca-tulis yang Robbaniy dengan sebenar-benarnya. Meski harus berhadapan dengan kemapanan dogmatis alias ke-jumud-an. Meski harus ter-alienasi dari sistem sosial dan tata masyarakat yang populis dan demokratis. Meski harus di stigma sebagai Anarkis atau Teroris. Gila, penyihir, maniak sex atau provokator. Ini semua demi meng-angkat 2 kaum Tiran dan manusia seluruhnya dari lumpur keterasing yang amat nadir. Keterasingan dari fitrah, naluri dan akal sehat. Inilah misi kerosulan yang sebenar-benarnya. Ia mengajak manusia untuk meninggalkan peradaban fisik dan sex oriented dengan hijab. Ia mengajak manusia untuk meninggalkan kemufakatan animo demokrasi dan polling yang kapitalistik. Ia mengajak manusia untuk meninggalkan perdamaian semu yang menipu dan kepengecutan sikap dengan jihad. Ia mengajak manusia untuk menolak pemberangusan identitas dan penghilangan jati diri ala pluralisme dengan dakwah.

Sayangnya, misi kerosulan tersebut benar-benar terlihat janggal dan aneh pada hari ini. Padahal estafeta risalah tak akan pernah berhenti, meski kita halangi. Bagi masyarakat dunia sekarang, semua bersebrangan dengan misi kerosulan. Boleh jadi, jika Alloh berkenan mengutus seorang Rosul kepada kita pada hari ini kita akan menentangnya. Boleh jadi, kita akan men-stigma orang-orang yang bersamanya sebagai gerakan teroris, kelompok anarkis yang provokatif, atau penganut fanatik yang rada sedikit nakal alias radikal. Di barisan mana kita akan berdiri? Pada garda terdepan pembela Nabi atau Thogut Demokrasi?

Akhirnya kami sampaikan pertanyaan kepada Anda. SIAPA YANG TERASING TERHADAP APA?!

Wa `l-Lohu a`lamu bi`sh-showwab


***Revolusi Hari Ini***

Refleksi Rajab

Atau seperti yang bagaimana kah
Engkau ingin memilih ku?
Tidak
Sungguh tidak demikian
Ini bukan penolakan seperti pada umumnya
Juga bukan rayuan untuk menjerumuskan
Ketahuilah, cinta dan nafsu itu mirip
Tiada yang memisahkannya
Kecuali sehelai benang yang tipis

[Rajab 1427]


Aku masih melihat mu di langit yang pertama
Bukankah tujuan kita Sidratul Muntaha?


[Refleksi 27 Rajab 1427]

***Revolusi Hari Ini***

Kritik untuk PENGGERAK

“Bergeraklah, karena diam adalah kematian”.


Pengantar Kehidupan dan Gerakan
Manusia hidup sebagai makhluk yang memiliki ciri khusus, yakni apa yang secara dzohir jelas berbeda dengan yang makhluk lain. Berpikir dan bergerak. Bergerak yang membedakannya dengan pepohonan. Berpikir membedakan ia dengan binatang. Katakanlah, bahwa pepohonan itu pun bergerak dan binatang pun dapat berpikir. Tapi saya anggap kalian sudah cukup cerdas untuk mengerti apa yang saya maksud.

Manusia bergerak secara unik dan berpikir secara rumit. Bergerak secara unik adalah pembedaan gerak seperti yang dilakukan sebagian dari kalangan pepohonan. Dimana manusia dapat mengatur geraknya beserta alasan rasionalnya. Manusia dapat menahan geraknya. Manusia dapat memilih geraknya. Dan itu berarti manusia tidak hanya bergerak, tetapi berpikir atau menggerakan pikirannya.

Berpikir secara rumit termanifestasikan dalam “bahasa”. Bahasa yang benar-benar berbeda dengan bahasa makhluk yang lain. Katakanlah binatang dan pepohonan juga dapat berbahasa, tapi lagi-lagi saya tak akan menuduh kalian bodoh untuk dapat membedakan bahasa masing-masing. Bahasa yang dimiliki manusia lahir dari kesadaran yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya. Kesadaran yang biasa disebut akal, yang terlahir dari gerak hati (nurani). Jika ada yang masih mengatakan, bahwa makhluk lain pun “sadar” dan “berakal”, ah sudahlah; jangan paksa saya menyebut kalian bodoh! Kalian pasti bisa membedakannya.

Seorang penyair berkata “kontemplasi tanpa aksi sama dengan kematian”. Sebelum saya melanjutkan, saya ingin Anda tahu bahwa penyair itu adalah Iqbal yang masyhur itu. 

Ya! Hanya kontemplasi (perenungan) yang benar-benar membedakan ( dichotomy ) manusia dengan yang lainnya. Saya akan menyebut kalian bodoh dan tolol jika menganggap binatang dan pepohonan pun berkontemplasi.

Lalu apa makna dari penyataan Iqbal? Secara matematis kita dapat memahami, bahwa konklusi “kematian” ada karena ketidaksempurnaan “kontemplasi”, yakni berkurang karena ketidaksertaan “aksi”. Logika matematik mengajarkan kita untuk memahami bahwa kesempurnaan “kontemplasi” adalah dengan “aksi”. Atau dengan kata lain “kontemplasi yang sempurna” adalah renungan dan gerakan, bukan hanya perenungan yang menggerakan (dam tentunya renungan tadi pun, bersifat menggerakan).

Aktifitas Hidup dan Kehidupan Aktifis
Pergerakan adalah bagian dari kehidupan. “Bergeraklah karena diam adalah kematian”. Kehidupan manusia adalah kehidupan yang dinamis dan tidak statis. Pembedaan ini untuk menunjukan keadaan alami dari bentuk kehidupan. Bukan untuk mendeskriditkan pola kehidupan suatu masyarakat. Karena telah terjadi pada sebagian orang, penyebutan yang sungguh sangat memalukan –yang hal ini menunjukan ketidakdewasaan berpikir – diri orang tersebut. Biasanya, mereka yang tinggal di kota (tempat bertumpuknya distribusi uang dan modal serta kerusakan alam) akan mengklain pola hidupnya lebih dinamis dari mereka yang tinggal di pedesaan. Dapat dipahami, jika pernyataan seperti ini keluar dari seorang yang tulus, jujur, rendah hati dalam memandang kedua kehidupan tersebut. Akan tetapi, betapa sangat menjijikan apa yang dilakukan sebagian orang yang megatakan hal tersebut dengan angkuh dan memandang sebelahmata terhadap pedesaan.

Pertanyaan mendasar untuk mereka yang angkuh adalah makna “waktu” dan “kerja”? Sungguh suatu kesesatan berpikir jika parameter keduanya adalah “uang” dan “modal”.

Apa makna waktu jika semua untuk uang?
Apa makna kerja jika semua untuk modal?
Keduanya adalah dusta masyarakat kota


Di desa sebelum musim urbanisasi, kehidupan menunjukan pola hidup yang alamiah. Sebelum masyarakat kota mengenal kata produktifitas, mereka telah memaknai dan mewujudkannya ditengah ladang dan hutan. Hitunglah, berapa hektar yang mereka gali dengan tangan dan pacul bersama sekawanan kerbau. Niscaya kalian tak dapat menghitungnya. Hal ini berbeda dengan harta masyarakat kota yang terhitung dan terbatas. Setiap mereka dapat melihat hasil jerih payahnya di depan kotak monitor, berapa baris angka nol tersusun untuk dirinya.

Jika produktifitas adalah bangunan pencakar langit
Maka traktor lebih pantas dihargai dari manusia


Lihat mereka yang menyebut dirinya sebagai Muharrik. Atau mereka yang tersebut sebagai Muharrik karena tatanan yang terbingkai dalam pengagungan sebagian kelas sosial oleh sebagian yang lain. Agen perubah? Pejuang masyarakat? Sungguh suatu dusta yang amat memalukan!

Sesungguhnya ciri manusia adalah bergerak, dan setiap manusia pasti bergerak. Memilih untuk diam sesungguhnya tetap bergerak. Kecuali mereka yang mati. Pikiran mereka bergerak. Tangan dan kaki mereka terus terayun membentuk sistematika dan mekanika yang unik. Sampai disini, tidak ada perbedaan antara siapa yang bisa disebut sebagai “Aktifis” dan mereka yang diejek sebagai “Pasifis”.

Apa keistimewaan mesin industri yang tak kenal henti
Sedang manusia memilih untuk duduk terpatri?


Aktifis. Para anggota partai dan mahasiswa. Apa yang kita lihat di televisi bukanlah kehidupan mereka. Itu hanya realiti show demokrasi yang hampir rutin terjadi. Dan setiap pertunjukan itu akan berjalan lancar dan mulus berdasarkan kesepakatan durasi tayang, antara korlap dan kantor polisi.

Lihatlah kehidupan. Lihatlah keseharian! Siapa yang kau dapati duduk tertawa di atas meja dengan kartu di tangan kanan, rokok di tangan kiri. Lihat siapa yang asyik ‘berdiskusi’ di ruang kantin (tempat makan!). Lihat siapa dan apa yang mereka pikirkan di ruang-rungan kelas ber-AC?!

Dan apa yang diklaim oleh sebagian aktifis adalah dusta!
Masyarakat bergerak bersama dirinya sendiri, tanpa memerlukan mahasiswa dan aktifis pergerakan.

Bagaimana Seharusnya Penggerak?
Pikiran yang bergerak akan menggerakan seseorang. Apa yang terjadi pada diri seorang Muharrik (Penggerak) sejati seharusnya bermula dari “pikiran yang bergerak” tersebut. Jika kalian memahami apa itu “pikiran yang bergerak”, tentunya kalian akan memiliki bayan (penjelasan) dan furqon (pembedaan) menganai siapa Muharrik sejati. Kalian juga tidak akan tertipu, mana aktifis palsu, mana klaim pasifis, dan mana realita.

Mengikuti realita adalah fitnah yang besar bagi kalangan penggerak. Seseorang yang hidup bersama akan senantiasa berbagi dan berinteraksi. Lantas, dimanakah letak fitnah itu? Semuanya dapat kita temukan dari dalam hati yang tenang, pikir yang jernih dan motiv yang bersih. Kalian yang hidup bersama, berjibaku dengan masyarakat, berinteraksi dengan ‘ke-tidak realistis-an’ dan ‘ke-tidak idel-an’ tatanan yang biasa disebut sebagai “normal” dan “standar”.

Dengan memahami ini, semua yang bergerak (di mulai dari pikirannya) akan sepakat bahwa tatanan ini adalah sistem dusta. Dusta yang kompleks dan komprehensif. Dusta yang memperdaya.

Maka mereka yang memiliki kesamaan, yakni keresahan, ketidaknyamanan, kegelisahan, dan gerak penolakan hati lainnya, mereka akan berkumpul, bersatupadu dan bergabung dalam suatu “gugus daerah” atau wilayah kerja untuk bergerak melakukan perubahan. Gugus tempat inilah yang mesti dipahami, sebab dengan terpencarnya fragmen-fragmen dari “kerja perubahan” semuanya akan mengacaukan pembagian divisi dan kerjasama lokal yang seharusnya terjadi secara alami! Tanpa memahami “gugus tempat”, “pola juang” perubahan akan menjadi kacau dan tidak beraturan.

Bagimana tidak, jika 2 orang yang bergandeng tangan mencondongkan hatinya ke arah yang berlawanan dalam penugasan. Bagaimana tidak, jika instruksi datang dari dua arah yang besebrangan. Sedang klaim yang mereka dengung-dengungkan adalah musyawarah dan kebersamaan.

Untuk selanjutnya, apa yang harus dilakukan akan terkait dengan “gugus kerja dan gerak”. Memahami ini , berarti memahami grand desain yang akan menjadi tujuan,. Dimana semuanya tergambar secara gamblang, dari miniatur hingga sebab-sebab penghancurnya. Dengan mengikatkan diri pada satu kesatuan “gugus tugas”, manusia penggerak akan berjalan secara sinergis dan terencana.

Yang perlu di perjelas adalah, gugus tugas ada karena ada penugasan. Penugasan itu sendiri ada karena ada kepemimpinan. Sedangkan kepemimpinan alami adalah kepemimpinan lokal yang merupakan cerminan dari gugus tempat (selingkungan kehidupan). Dan seterusnya, berkembang dan semakin luas mengikuti alur radius gugus ini hingga bersifat mondial.

***Revolusi Hari Ini***

Paman Romadhon akan tiba...!

aLLoHumma Bariklanaa fi Rajaba wa Sya`ban..
Wa Baligna ila Romadhon..

***Revolusi Hari Ini***

MATAHARI REVOLUSI

Pagi kami adalah sinar yang terang
Sore kami tenang yang menyejukan

Adalah dimana kau berjaga saat hari memulai dirinya
Sementara riuh mesin-mesin produksi membuat tuli
Kami atau kalian adalah sama
Satu kata untuk semua : Revolusi!

***
Salah semua menyangka kami telah mati
Tipu daya membawa berita dusta
Lihat lah disekelilingmu kawan,
Kami masih disamping kiri-kanan kalian
Lihat lah ke depan dan belakang,
Kami masih menanti sendirian.

Matahari kini terselimuti kabut
Tepat disaat akar-akar tercerabut
Orang-orang asyik berjuang
Masing-masing dengan berbagai impian.

Kini mentari kami mulai redup
Matahari mu terkatup
Sementara rembulan masih jauh
Untuk kita nanti dengan peluh

Kawan,
Cahaya itu adalah di dada kita
Matahari itu ada di jiwa
Ya; hanya satu kata
.....

[Lembah, 28 Juni 06]


***Revolusi Hari Ini***

Manifesto Komunitas Nuun

Nuun. Demi Qalam dan apa yang mereka tulis, berkat Nikmat Robb-mu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila.
Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putus.
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.
Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat, siapa di antara kamu yang gila.
Sesungguhnya Robb-mu, Dia-lah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari Jalan-Nya; dan Dia-lah yang paling Mengetahui orangorang yang mendapat petunjuk. Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (Ayat-ayat aLLoH).
Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu).

[Al-Qalam (68): 1-9]



***Revolusi Hari Ini***

Ada ada aja Loe!

Ups! Dah lama gak check mail..
Aih, ini ibu-ibu pada ribut apa sih?
Rumpi kok yang sensi gitoh cih, dude?!
Pake ngomongin agama segala. Dah..cup-cup.
Yang paling baik yang "minta maaf" duluan.
Yang lebih baik dari itu "memberi maaf sebelum diminta".
Ga takut apa kalo ada yang kesinggung, yang gak beragama misalnya..
Atau yang agamanya cuma KTP doank? Ato yang gak bertuhan., meski pun ngaku2 pdhl gak diaku.


Kan bisa aja mereka kesinggung...Ato mungkin eike yang tidak beragama ?
Ya..ya, semua agama sama, hampir sepakat. [seperti kata Ahamd Thomson] Dan yang bertuhan ato gak pun bisa jadi sama.
Orang atheis pada baik2 kok, sumpah! Coba aja yey, para umat beragama main ke JakartaAnarchyResistance.
Kata mereka, agama itu cuma jualan!
Jangan bawa-bawa agama ke milis! Jangan bawa Tuhan ke publik!
Bukankah tempat DIA hanya di dalam hati..?


Para Theosof bersabda : Yang nampak dari kalian hanya rantai ketuhanan belaka.
Dan itu adalah eksoteris yang sangat profan. Semua agama akan menuju kepada Tuhan (esoteris).

Marx berkata : Agama itu candu... kerja adalah kehidupan.


Kapitalis berkomentar : Ibadah kalian mengurangi produktifitas.

Thomson yang pengacara di Amerika itu menulis dalam "Dajjal : The Antichrist", :
Semua agama adalah sama, semuanya bid`ah (mengada-ada).

Kesimpulannya, agama itu pranata Dajjal...

Sssttt...ada yang yey lupa wahai, para umat beragama., :
Jika agama adalah damai dan kasih, maka seperti demokrasi...
terkadang diperlukan cara yang tidak beragama untuk melindungi agama.

Ssttt..iya itu prinsipnya.

Seorang Demokrat pernah berfirman : Terkadang diperlukan cara yang tidak demokratis untuk melindungi demokrasi.

Liat aja negara2 Demokratis...
Yah, liat juga para umat beragama..!
Lihat Afghan, Irak dan Palestin.
Lihat Libanon, Mesir, Suriah dan Iran.
Lihat Amerika, Australia, Singapura...

Bedanya cuma dikit...
Demokrasi membangun prinsipnya ketika ia menemui masalah...
Sedangkan agama telah menggariskan prinsipnya sejak ia ada (exist).

Yap! "Kekerasan ada dalam setiap agama". [Kata salahseorang tokoh]
Coba deh periksa lagi Kitab-kitab sucinya
Islam mengajarkan perang! Kristen mengajarkan perang! Yahudi juga..tapi kayanya Hindu ma Budha nggak deh.
Abis belum pernah nemuin or baca Kitabnya. Tapi di India tentara penyembah sapi juga membantai muslim.

Apa eike salah? Tolong deh..dikoreksi capa tau aja ada salah-salah kata gituh.
Kan, manusia..yang gak pernah salah cuma Tuhan. Karena cuma DIA dan perkataannya yang gak pernah direvisi.

*Waduh, semua pihak bisa marah neeh...
Tapi, Tuhan saja Baik dan Maha Pemaaf, mengapa manusia tidak?

Daahhggg...Dude!

***Revolusi Hari Ini***

Syair Persembahan...

Engkau,
Pecinta yang mengajari ku tentang maknanya
Yang mencintai ku karena aLLoH,
(semoga aLLoH mencintai mu)

Sesungguhnya aku kalut
Sebagaimana kau kalut
Galau mu adalah galau ku jua

Banyak manusia bercerita
Banyak manusia membangun romansa
Seperti Laila yang membuat gila
Tapi kau memberi ku cita
Sesuatu yang memang aku damba
Sesuatu yang hampir terlupa

Para pecinta sesumbar tentang rasa inginnya memiliki
Seraya berkata “cinta tak harus memiliki”
Tapi seperti apa?
Sungguh engkau lah pemiliknya
Engkau pemilik cinta yang mereka lupa

Aku berduka
Sebagaimana engkau terluka
Airmata mu airmata ku

Ketahuilah,
Wahai mata yang tenang dan menyejukan
Airmata adalah mataair
Ia mengalir dari sesuatu yang jernih
Memberi kehidupan
Memberi kesejukan

[16 Juli 2006]

***Revolusi Hari Ini***

Tangan dan Ladang

Tukang kebun yang menggarap ladangnya
Yang menuai dan memetik panennya
Yang mengolah dan meramu hasilnya

Sesungguhnya, jika tangan mu kasar...
Itu kelembutan bagi yang lain
Jika tangan mu sakit
Itu kesembuhan bagi orang lain.
Sungguh mulia dirimu

Terimakasih
Ingin sekali ku kecup tangan mu,
Kecupan yang sama seperti yang dilakukan Rasul kepada sahabatnya
Kecupan kepada tangan yang di cintai surga karena bekerja

NB: Terimakasih atas kirimannya 



***Revolusi Hari Ini***

Manifesto Ekonomi

Inflasi yang diakibatkan oleh pemaksaan satu alat tukar adalah perampokan. Dan tidak mengijinkan khalayak untuk memilih alat tukarnya sendiri adalah penipuan.
[Umar Ibrahim Vadillo]


***Revolusi Hari Ini***

HIKMAH BERSEKOLAH

Apa yang kamu dapat dari sekolah, Nak?
Apa yang kamu pelajari..?
Kami diajari yang boleh dan yang tidak boleh,
Tanpa tahu terlebih dahulu
Mana yang baik,
Mana yang tidak baik

Apa yang kamu dapat dari sekolah, Nak?
Apa yang kamu pelajari..?
Kami diajari bahwa polisi adalah penegak kebenaran
Dan kebenaran selalu menyertainya
Tanpa tahu
Apa itu Al-Haq dan Ahlinya

Apa yang kamu dapat dari sekolah, Nak?
Apa yang kamu pelajari..?
Kami diajari bahwa presiden adalah penguasa
Orang yang berdaulat penuh atas negara
Atas diri kami
Atas kalian
Dan seluruh makhluk hidup yang menjadi warganegara

Apa yang kamu dapat dari sekolah, Nak?
Apa yang kamu pelajari..?
Kami diajari untuk tahu-ingat-matang-dan lupa
Tanpa perlu tahu ihwal apa itu semua

Apa yang kamu dapat dari sekolah?
Apa yang kamu pelajari..?
Kami diajari untuk menjadi pintar melebihi kalian
Kami menjadi pintar mengejar harta
Kami pandai meraih kursi

Apa yang kamu dapat dari sekolah?
Apa yang kamu pelajari..?
Kami yakin..
Ya, kami yakin bahwa sekolah adalah satu-satunya jalan keluar
Bahwa sekolah adalah solusi untuk tidak menjadi bodoh!

Nak…tahu kah kamu apa itu bodoh?
“Tidak”

Bodoh adalah keadaan dimana seseorang keluar dari fitrah penciptaannya.
“Seperti apakah teorinya?”
Seperti yang terbentang luas di semesta kehidupan
“Seperti apakah praksis sosialnya?”
Seperti sosok yang ada didepan mu
Ketika kamu bercermin
“Siapa dia?”
“Bagaimana saya memanggilnya?”
“Tidakkah ia mempunyai nama, yang mana ia biasa dipanggil?”
……..
Ayah menyesal Nak
“Kenapa?”
Namanya sama dengan nama mu
Kulitnya sama dengan kulit mu
Dan ayahnya adalah ayah mu

30 Mei 2006
***Revolusi Hari Ini***

PRO-NO-CRACY : REFLEKSI 21 MEI

21.05.2006 07:41
+6285647176***
Nt turun aksi gak, kalo pengen ketemu ane,
Ane ngeliput, ane pake rompi pejuang khilafah,
slayer majelis mujahidin surakarta


***
Sampai saya menulis ini, sms diatas belum saya balas. Selain karena gak punya pulsa, saya juga bingung mau balas gimana!? Semua orang turun aksi ke Jakarta. Bahkan kawan saya itu dari Solo.

Diantara dilema dan kegalauan itu, saya tulis ‘bahasa hati’ ini. Ya, jika kawan-kawan dan saudara-saudari saya tengah berikhrar di HI sana; “PERANG MELAWAN PORNOGRAFI/PORNOAKSI”...maka disini pun saya berikrar!
Untuk tidak pernah lengah dan lalai...
Pun saat arus massa bergerak beraturan menuju ke satu arah
Pun saat tak ada seorang manusia dirumah
Atau saat dimana yang ada hanya amarah

Ketahuilah, ini sebuah seruan dan peringatan
Bahwa thogut dan syaiton punya banyak jebakan
Dibalik lokalisasi pelacuran,
Diatas meja-meja perjudian,
Juga di lembar demi lembar peraturan

Demi SATU UNDANG-UNDANG (TUHAN);
Maka yang lain adalah Pecundang!
Demi SATU KEYAKINAN
Maka ini adalah PERANG
...dan tak ada perang yang lebih besar dari invasi keyakinan dengan rancangan undang-undang.


***

Adalah Demokrasi yang begitu longgar dan luwes. Elastis dan terbuka terhadap seluruh ideologi. Semua orang berhak untuk berpendapat. Semua punya suara yang sama. Kalian ummat Muhammad, punya hak untuk menolak pornografi. Kalian punya hak untuk membahas rancangan undang-undang. Punya hak untuk mendukung atau menolaknya. Kalian punya hak untuk turun ke jalan. Kalian punya hak untuk bertemu dengan wakil kalian di DPR; itu karena kalian telah merestui pemilihan para dewan, meski mungkin banyak dari kalian yang tidak ikut memilih alias golput.

Adalah para penguasa yang begitu bijaksana. Yang selalu meminta pendapat kepada para dewan, dan sesekali kepada kalian. Beliau yang bijaksana pun terkadang bertanya kepada kalian “Apakah yang haram ini boleh ditetapkan dalam peraturan?”. Ya, demikian seolah mereka meminta fatwa kita..tapi faktanya hanya dengar perdapat saja. Lantas kalian bertanya “untuk apa dengar pendapat?” “Untuk apa bertanya dan meminta kepada kami?”. Hingga kalian kesal, mungkin penguasa tidak akan menjawab soal-soal yang kalian ajukan; tidak yang piliha ganda, tidak pula yang essay! Tapi, mungkin kalian harus mencari bocoran...meskipun biasanya bocorang dihargai cukup mahal. Jika soal SPMB saja dihargai 1-10 juta, mungkin soal ini berharga 1-10 nyawa.

Ssttt..jangan bersuara! Diam semua, dan dengarkan saya. Saya telah berhasil mencuri jawabannya; penguasa tidak akan menjawab soal yang kalian ajukan sebab dia merasa lebih berhak untuk memberikan kalian persoalan. Dia juga akan tetap bertanya tentang pendapat kalian, agar kalian tetap merasa terwakili (meski terkadang dibohongi), dan satu hal KETERWAKILAN TAK MEMBUTUHKAN KEJUJURAN!!!

#Mesia Kasimilia.
Untuk para mujahid rahimakumuLLoH, ketahuilah jihad kalian adalah memerangi Undang-Undang Al-Yasiq!

***Revolusi Hari Ini***

DIALEKTIKA Demonstrasi

200 bus berangkat dari kota bogor menuju Jakarta, juga beberapa mobil pribadi.
[Radio Wadi FM, 21 Mei 2006]

Kawan-kawan, besok banyak orang yang beramal. Kita ngapain neeh? Saya kembali mengingatkan kepada kawan-kawan saya yang senang mengolok-olok amal orang lain. Mereka yang senag membicarakan dan berdebat tentang amal orang lain. Mereka yang senang menilai dan mengamati; kemudian berkomentar..begini dan begitu.

AlhamduliLLaH, beberapa dari kami sepakat. Bahwa yang paling tolol adalah akademisi seperti kita. Kawan saya yang lain menambahkan lagi; yang lebih dari itu adalah yang menyuarakan “anti kekerasan”. Ya, hanya sebatas perbincangan, tetapi saya mulai melihat titik terang dari beberapa kawan yang akhirnya menegaskan.:
Kita tidak akan sadar dan tahu, sampai kokangan senjata teparasang dihadapan kening kita; bahkan sampai palatuknya ditekan kita akan bertanya “Tunggu dulu, semua bisa kita diskusi kan...”
Atau paling tidak, kita bisa berbuat lebih baik dari sekedar bertanya. “Anda seorang ekstrimis!” “dasar radikal!” “Hoyy!! Orang ini teroris!. Ya, itu namanya stigma atau tuduhan...

Dasar! Mari kita tinggalkan saja orang-orang ini. Mari mengingat nasihat Hasan Al-Bashri; “Amal ku tidak akan dilakukan oleh orang lain, maka aku terus beramal”. Tapi untungnya Al-Bashri tidak menyuruh kita untuk berdemonstrasi. Sehingga jika saya tidak setuju dengan kawan-kawan saya yang akademisi itu, saya tidak harus setuju dengan perilaku yang mereka kritik; demonstrasi.

Saya katakan “saya berlepas diri dari keduanya”. Meski ini tidak logis secara dialektis sintesa saya tetap demikian dan tidak akan menjadi tesis kembali.

Justru yang saya pikirkan saat ini adalah bagaimana nasib Ustad Abu Bakar Ba`asyir. Adakah kita mampu membebaskannya?. Adakah massa sebanyak hari ini? Adakah kekuatan yang sama?

Aqidah kami berkata tentang Loyalitas dan kebalikannya...
Wa allohu a`lam

***Revolusi Hari Ini***

YA BASTA!

BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA (SEKARANG JUGA)

***Revolusi Hari Ini***

pesan tak sampai...



Untuk seseorang…
Maaf, saya terlalu sibuk untuk bisa menunggu kamu!

11:00 18.04.2006

Eh, maaf lagi deh…ternyata kamu emang lagi banyak masalah.
Huehehehee.

Maaf jiddan yah..

12:00 18.04.2006



***Revolusi Hari Ini***

Mushaf dan Topi



Ideologi lahir dari sini!
***Revolusi Hari Ini***

KAMI TIDAK MENGINGINKAN KENAIKAN UPAH, KAMI MENGINGINKAN KEADILAN UPAH!

Bayangkan jika semua orang bekerja sesuai dengan kehendak hatinya. Bayangkan jika setiap keringat dihargai dengan harga yang setara. Bayangkan jika setiap orang menanggung beban hidupnya dengan keringatnya sendiri, yang berarti juga setiap keringat dibayar dengan harga yang sesuai, dan pantas.

Hari ini kami melihat banyak orang memaknai istilah “kerja” sebagai kata kerja (verb). “Setelah lulus kami akan bekerja”. Demikian pernyataan ini merubah makna subyektif menjadi makna obyektif; “dipekerjakan”. Bagaimana tidak, jika syarat untuk bekerja adalah ijazah, surat lamaran dan antrian panjang di pinggir jalan. Inilah kenyataan yang memang di inginkan oleh sistem produsen-konsumen. Dimana kehidupan adalah produksi dan industri, sedangkan keringat pekerja adalah komoditi sesuap nasi. Mereka, para “Bos” membuat kita lupa akan apa yang kita kehendaki, apa yang seharusnya kita inginkan. Mereka membuat kita merengek untuk sesuap nasi. Tidak demikian seharusnya. “Kami tidak menginginkan sesuap nasi, kami menginginkan sawah ladang sendiri!”

Ya, setiap orang berhak bekerja dimana pun. Setiap orang berhak memilih hal apa yang akan ia kerjakan. Setiap orang berhak untuk menentukan kepada siapa ia bekerja, untuk apa ia bekerja, dan berapa lama ia bekerja.

Sistem produsen-konsumen menipu para pekerja. Mereka memaksa kita untuk menuntut harga yang murah. Tidak demikian seharusnya. “Kami tidak menginginkan penurunan harga, kami ingin benar-benar menjadi berharga!” Karena tidak menjadi berarti murahnya harga atau naiknya upah, jika sistem moneter ribawi tetap eksis dan tegak. Ketahuilah ini hanya permainan kurs para Bankir dan Kapitalis untuk mengeruk keuntungan sekehendak hawa nafsu mereka. Ketahuilah, tidak seharusnya suku bunga bank berpengaruh kepada harga keringat buruh. “Kami tidak menginginkan kenaikan upah, kami mengingikan sistem keuangan yang manusiawi!”

Ya. Setiap orang akan menukar miliknya dengan sesuatu yang seimbang. Setiap orang akan memberikan miliknya dengan harga yang pantas. Dan itu berarti keringat dengan keringat, waktu dengan waktu, darah dengan darah, dan nyawa dengan nyawa.

Sistem produsen-konsumen memaksa para pekerja lebih menginginkan sekotak serbuk deodoran dari pada sekarung beras. Ini karena terlalu banyaknya outlet-outlet Multi National Corporate di sepanjang jalan antara pabrik dan rumah kami. Ini juga karena menjadi petani berarti menjadi kelas pekerja terendah, sedangkan kacung disebuah korporasi lebih terpandang dimata umum. Bagi kebanyakan orang, deodoran lebih mahal dan eksklusif dari sekedar nasi bungkus.

Hari ini gaji bulanan kami terima, hari ini pula kami harus pergi ke “town square” untuk sekedar melepas lelah sambil membeli kebutuhan dapur kami. Dan ini berarti sebulan kerja hanya sehari berbelanja. Untungnya, mereka menyediakan bagi kami kedai donat dan ayam goreng untuk makan siang setiap hari. Jika kami tak berani untuk berhutung, kami harus mengatur strategi untuk bisa makan di restoran-restoran pribumi. Jika kami berhasil, kami telah beramal kepada saudara-saudara kami dari Padang dan Tegal, untuk sekedar mencicipi satu atau dua piring nasi. Kami yakin, amal ini berpahala dan akan menambah catatan kebaikan kami. Lagi pula mengunjungi saudara senasib-sepenanggungan merupakan wujud silaturahim. Dan silaturahim menambah rezeki.

Jika setiap orang harus menjadi pekerja, itu berarti setiap orang adalah pekerja. Manajer adalah pekerja, Satpam adalah pekerja, Sekretaris adalah pekerja, Petugas Kebersihan adalah pekerja. Tidak berarti apa-apa sebuah perusahanan atau unit dagang tanpa keringat mereka semua.

Sistem produsen-konsumen mentakdirkan kami menjadi pekerja kelas rendahan. Sedang yang terhormat diantara kami hanya mereka yang beruntung dapat menjadi anggota serikat buruh. Dimana mereka bisa mengirim utusan untuk sekedar bertemu dengan sosok pemimpin yang menghidupi kami semua, untuk menceritakan keluh kesah dan nasih kami yang tak kunjung berubah.

Ya. Sistem ini memiliki mekanisme tatap muka yang begitu rumit. Sistem ini memaksa kami harus menyetor uang kertas senilai 10.000 rupiah setiap bulannya untuk membiayai sub-sistem ‘rapat perusahaan’ (baca: serikat buruh) agar tetap eksis. Ini juga menjaga harapan kami dan mempermudah komunikasi vertikal kami kepada Tuan ‘sang pemberi penghidupan’.

Jika seseorang bahagia diatas penderitaan orang lain, ia layak dikutuk. Jika sebuah strata kelas hidup diatas penindasan stata kelas lain, mereka pantas untuk dibunuh. Dan jika ada manusia ingin menjadi tuhan, ia harus ditinggalkan!


Apa yang kami dapatkan, ketika sistem mekanisme produsen-konsumen ini tidak berjalan lancar? Kami melihat kelaparan dan kemiskinan. Tapi ketika sistem seperti ini hanya menghasilkan tuhan-tuhan kecil bagi kami, tuhan-tuhan yang mencatat rezeki kami dari balik meja, tuhan-tuhan yang setiap pekan pergi ke puncak atau padang golf untuk menyenangkan hatinya, apa yang harus kami lakukan?

Apa yang harus kami perbuat atas soal-soal dari Depaetemen Tenaga Kerja? Apa yang harus lakukan pada diri kami dan keluarga kami?

Kunci jawabannya ada pada Islam!
Tidak pada ideologi yang lainnya.
SELAMAT MENCARI.

Sistem yang kita gunakan, bukan sistem yang kita inginkan.
Kita terjabak pada kebodohan akal manusia.


***Revolusi Hari Ini***

Satu langkah menuju kebangkitan komunisme?

Isu demonstrasi besar-besaran atas nama buruh pada kali ini merupakan isu yang urgen untuk diperhatikan. Bagaimana tidak, jika konon berkembangluas isu “tembak ditempat” bagi perusuh dan provokator. Jika ini benar-benar diberlakukan, boleh jadi akan ada orang tak berdosa yang akan menjadi korban. Mengapa tidak berdosa? Karena tindakan yang mereka lakukan adalah logis dengan mempertimbangan premis-premis yang telah terjadi.

Lantas bagaimana solusinya? Bagi kami, para “penumpang gelap” lebih layak untuk ditindak. Mereka yang berkedok gerakan buruh atau aliansi rakyat perlu menjadi penelitian pihak yang akan menghakimi aksi ini. Sebab apa yang nampak di media atau ditempat demonstrasi pada saat berlangsungnya aksi, tak dapat di nilai secara obyektif.

Sudah menjadi rahasia umum, agen-agen komunis tak pernah bisa diam melihat momentum seperti ini. Apalagi isu kaum proletar sangat dekat dengan ideologi mereka. Di Bogor, satu bulan sebelum Mei simbol “palu-arit” bertebaran dipusat tongkrongan anak muda. Spanduk dan selebaran gelap banyak tempat. Kampus-kampus besar di Jakarta dan sekitarnya disusupi. Gerakan mahasiswa di provokasi. Jika seperti ini, masih dapat di anggap murnikah aspirasi para demonstran? Tidak kah ini cukup sebagai gambaran dari semangat ideologi ‘palu-arit’?

Permasalahan buruh memang permasalahan kita semua. Keprihatinan mereka harus diselesaikan bersama-sama. Tapi bukan berarti kita harus membiarkan ideologi berdarah bangkit kembali . Jika ini terjadi, ini sebuah kemunduran bagi bangsa ini!
Wa Allohu a`lam.


***Revolusi Hari Ini***

Pengantar Imanologi

“Kekufuran memodernisasi dirinya menjadi sesuatu yang ilmiah diatas fikiran yang rasional”

Kalangan terpelajar dari umat ini adalah harapan terbesar bagi peradaban Islam untuk bangkit kembali. Ruang akademik sebagai basis intelektual dan core competancy ilmu-ilmu Islam merupakan tempat yang paling potensial untuk memulai membangun peradaban ilmiah. Sebab kadar kemajuan sebuah masyarakat di ukur oleh intelektualitas kaum terpelajarnya.

Kaum muslimin yang kini tengah terpuruk, terjelembab dalam lubang kegelapan seolah merindukan renaissance yang pernah dialami oleh Barat. Apa yang sebenarnya di butuhkan, dan apa yang sebenarnya terjadi? Padahal Islam tidak pernah mengalami kematian, sehingga tak perlu di lahirkan kembali. Karena“Akan senantiasa ada segolongan dari ummat-ku yang berperang di atas al-haq...” maka permasalahannya adalah bagaimana men-dzohirkan golongan (minoritas) tersebut.

Al-Islam ya`lu wala yu`la alaihi. Islam itu agung dan tetap agung, dari awal mulanya, hingga kini. Tapi bagaimana dengan umat-nya? Bagaimana dengan generasi mudanya dan kalangan terpelajarnya. Kita yakin akan sunnah kauny yang menyatakan bahwa peradaban itu dipergilirkan. Kita juga yakin bahwa Islam akan kembali mendominasi dunia (Idzharudien).

Kenyataan bahwa pengusung al-haq (baca : islamic standard) adalah minoritas pada saat ini telah di kabarkan oleh Rosululloh. Banyak dalil-dalil yang menegaskan, baik dalil naql maupun aql.

Akademisi bebas hukum
Sudah maklum bagi sistem hukum negara ini, bahwa kampus merupakan basis intelektual, kebebasan berfikir, berpendapat dan bersuara. Karenanya siapapun boleh berkata apa pun. Siapa pun boleh berpendapat apapun, tanpa harus takut terkena sangsi represif dari rezim. Ini aksioma yang disepakati secara umum. Bahwa sistem politik dan hukum tak berlaku di dalam kampus.

Lantas bagaimana dengan sistem agama (hukum agama, sangsi agama, dll)? Apa masih berlaku aksioma kebebasan diatas? Mari kita lihat Undang-undang agama kita.
Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu k edalam Islam secara kafah, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaiton [Al-Baqoroh:208]
Katakanlah: "Sesungguhnya sholatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Robb semesta alam, tiada sekutu bagiNya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah". [Al An' aam: 162-163]
Demikian itu adalah dikarenakan mereka benci terhadap apa yang di turunkan oleh Allah (Subhanahu wa Taala), maka Allah (Subhanahu wa Taala) menghapuskan segala amal perbuatan mereka. [Muhammad : 9].

Sesungguhnya, Islam melingkupi seluruh aspek kehidupan. Tidak ada rukhsoh kecuali untuk kebodohan dan kelemahan. Apa yang tertera dalam transaksi dan perjanjian Islam, akan tetap memberikan konsekuensi pada siapa yang berada dalam naungan transaksi tersebut.

Jika dalam framework negara, kampus bebas nilai maka dalam framework agama tidaklah demikian. Seorang muslim tidak di perkenankan untuk melakukan diskusi tanpa implementasi, atau untuk berpendapat secara bebas atau berkata sekehendak nafsunya. Hawa nafsu tidak boleh ada di kampus, sebab ia hanya pantas ada di neraka.

Ilmu Iman versus Ilmu Kufur

Sudah mafhum dalam khazanah Islam, bahwa setiap ilmu menuntut pengamalan. Karenanya ilmu-ilmu Islam hampir seluruhnya bersifat praksis dan aplikatif. Tidak ada tradisi olah fikir (semata), atau onani intelektual yang biasa kita lakukan. Tidak ada diskusi, kecuali untuk implementasi. Karena apa yang diterima al-qalb, diterima oleh badan. Apa yang ada pada qoul akan ada pada `amal.

Berbeda dengan ilmu yang lahir di peradaban ‘tempat tenggelamnya matahari’. Apa yang ada di (dalam) kepala adalah untuk kepuasan kepala. Tidak berkaitan sama sekali dengan gerak tangan dan badan. Badan boleh di gereja, tapi kepala tidak mesti. Karena kepala punya kebebasan yang tak terbatas. (Isi) Kepala boleh saja pergi ke surga atau ke neraka, saat badan dan tangan ada di dalam tempat ibadah.

Islam menyeru manusia menuju Taman Firdaus secara keseluruhan. Taman kenikmatan yang dapat di rasakan kepala, tangan dan badan secara bersamaan. Taman yang akan menjadi tempat tinggal orang-orang yang menerima Islam secara keseluruhan. Taman yang memiliki segala kenikmatan, berbeda dengan apa yang dibayangkan oleh manusia modern tentang surga.

Objektifitas dan perjuangan menggapainya
Sampai disini jelas, bahwa tidak hanya dengan berilmu kita menjadi beriman. Tidak sedikit orang yang ingkar justru setelah mendapat ilmu. Sekali lagi perlu di ingat bukan hanya ketidaktahuan yang membuat seseorang menjadi ingkar. Karena sebagaimana kita maklumi, iman dan kufr tidak di ukur dari sejauh mana pengetahuan yang di miliki.

Kita bisa melihat betapa ilmiah dan rasionalnya kekufuran pada hari ini. Secara empirik, setiap pihak yang mengusung peradaban akan mewujudkan tradisi ilmiah. Disisi lain, ada kisah tentang orang-orang beriman yang hampir kehilangan tradisi ilmiahnya. Jadi, bukan hanya iman yang menuntut tradisi ilmiah dan objektifitas.

Pada akhirnya, baik iman atau kufur, kedua pengusunganya akan diberi kemudahan untuk memperoleh apa yang mereka inginkan. “Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah ia kuasainya itu”. Namun demikian, kita harus sadar bahwa hidup ini adalah perjuangan, dan menjadi kafir pun butuh perjuangan. Sebab hidup adalah pilihan, maka tentukan pilihan Anda sekarang juga. Mau bagimana lagi; iman atau kufur. Hanya itu!

***Revolusi Hari Ini***

Amanah dan Aqidah

“...Maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan menghianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia...” [Al-Ahzab:72]
“Wahai Abu Dzar, aku memangdangmu seorang yang lemah, dan aku menyukai untukmu apa yang aku sukai untuk diriku...”

Kalimat tersebut merupakan potongan nasihat Rosululloh kepada sahabatnya, Abu Dzar dari suku Ghifar. Hadits ini tertera dalam Shohih Muslim no.1826. Berkaitan dengan hal itu, pada hadits sebelumnya Abu Dzar berkata: “Wahai Rosululloh SAW, tidakkah engkau menjadikanku sebagai pemimpin?” Mendengar permintaan tersebut, beliau menepuk pundak Abu Dzar seraya bersabda: “Wahai Abu Dzar, engkau ini lemah sementara kepemimpinan itu adalah amanah. Dan nanti pada hari kiamat, ia akan menjadi kehinaan dan penyesalan kecuali orang yang mengambil dengan haknya dan menunaikan apa yang seharusnya ia tunaikan dalam kepemimpinan tersebut.”

Demikian menjadi adab bagi ummat Muhammad untuk tidak ‘merengek’ meminta jabatan. Bukan karena anti kekuasaan, bahkan Islam dan kekuasaan harus seiring sejalan. Tetapi adalah izzah dan iffah bagi orang-orang yang mengikuti manhaj nabawi untuk senantiasa bersikap waro`. Sebagaimana seperti yang digariskan dalam akhir ayat Al-Ahzab:72 “Sesungguhnya manusia itu amat dzolim dan amat bodoh”

Kebenaran dan Kekuasaan
Islam, meniscayakan penegakan seluruh aspeknya dalam bentuk kekuasaan. Karena Islam adalah sebuah mabda` yang menghasilkan nidzom. Sedangkan nidzom tidak akan terlaksana tanpa kekuasaan. Namun bagaimana kekuasaan tersebut dapat tercapai, inilah yang menjadi permasalahan. Islam (baca: sunnah kauni) membutuhkan kekuasaan, tapi Islam (baca: sunnah syar`i) juga menyuruh agar menjauhi kekuasaan. Demikianlah betapa realistis dan idealisnya Islam. Realistis karena mengajarkan keyakinan kepada hukum Alloh yang ada pada alam ciptaan (kauniyah) juga mengajarkan keyakinan kepada hukum yang disyari`atkan.

Keseimbangan tatanan hidup akan terjadi apabila kedua hukum tersebut sesuai dan dilaksanakan. Bagaimana mungkin kita mengharapkan hukum (syari`ah) yang lain jika hukum (kauniyah) yang berlaku telah tetap dan mutlak?

Lantas apa yang harus kita lakukan? Pertama tentu saja beriman, dan beriman butuh ilmu. Maka apa yang harus pertama sekali di cari adalah ilmu! Ilmu tentang segala aktifitas yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, ilmu tentang masalalu dan masadepan. Islam mengajarkan semuanya. Dan menerima Islam meniscayakan seluruhnya!

Sudah seyogyanya setiap muslim bertanya dalam setiap aktivitasnya, “Apakah hukumnya dalam Islam?” Halal kah? Haram kah? Mubah, Sunah atau Makruh kah? Dan semua pertanyaan ini harus di ukur dari parameter aqidah shohihah wal salamah. Semua harus terintegrasi (at-talazum).


***
“Kami tidak menyerahkan kepemimpinan ini kepada orang yang memintanya dan tidak pula kepada orang yang berambisi untuk mendapatkannya” [R. Bukhori no.7149 ; Muslim no. 1733]


***Revolusi Hari Ini***

Duduk Sejenak Bersama Mereka

Organ-organ kemahasiswaan begitu limpah ruah pada masa paska reformasi politik di Indonesia. Dari mana akar sejarah dan kelahiran mereka? Apa yang sesunggunya mereka perbuat? Semua orang boleh saja mengklaim peran dan fungsinya dalam dunia dakwah dan jihad. Tapi sesungguhnya, ibarat “buih di samudera” tidak mampu berdaya upaya selain aksi-aksi reaksioner yang sangat temporer sekali. Lembaga-lembaga dakwah formal mengalami banyak degradasi, baik dari segi kualitas kader, maupun perannya pada lingkungan intelek dan tanggungjawab akademiknya.

Permasalahan di atas, bagi kami adalah sesuatu yang harus di respon, di tindak lanjuti dan di perbaiki. Sebab, jika terus-menerus di biar kan akan semakin banyak khazanah Islam yang rusak. Cukuplah sudah fenomena “islam liberal”, “Islam Emansipatoris”, dan terlalu banyak yang menjengkelkan itu. Atau pembusukan terminologi syar`i oleh ahli makar kuffar dengan citra-citra negatif; Jamaah Islamiyah, Darul Islam, Negara Islam, Qiyadatul Jihad.

Dari dalam, kita di paksa untuk mengubah mafahim kita akan konsep-konsep Islam. Dari luar kita di paksa menelan term-term asing yang secara kontinyu dan sistematis dijadikan sebagai konsep yang ma`lum minad-Dien. Apakah ini tidak berbahaya? Apakah ini remeh dan sesuatu yang kecil? Lihatlah orang-orang yang dipermainkan niat baiknya di panggung politik! Lihatlah ulama-ulama di penjara! Inikah yang dimaksud “ya`lu wala yu`la alaih”?

Berangkat dari ironi dan masalah ini kami sadar dan bangkit. Kami ingat akan “kisah-kisah masalalu” kami. Tentang masjid Nabawi dan sesuatu dibaliknya. Tentang Ahlu Suffah dan sesuatu dibaliknya. Tentang Hudaibiyyah dan sesuatu dibaliknya. Tentang Badar, Uhud dan Parit-parit. Tentang Gua Hiro dan makna yang disiratkan. Tentang darul arqom yang misterius. Tentang darun-Nadwah, kekufuran yang sistematis.

Maka kami menggariskan 2 prinsip dan menetapkan 2 golongan dalam kancah semesta saat ini.

2 Prinsip : Gugus Tugas dan Gugus Tempat
Ini prinsip kerja yang harus dipahami. Karena banyak mereka yang tidak memahaminya harus layu dan tumbang di jalan ini. Sengketa wilayah, tarik-menarik kader, benturan kepentingan, dan banyak hal memalukan lainnya.

Dapat kami sederhanakan, bahwa muslimin di satu tempat adalah satu. Adapun klasifikasinya hanya 2; yang khos dan ammah. Dalam istilah manhaj; ada ahlussunnah, ada ahlul qiblah. Dan Islam hadir sebagai transaksi hidup muslim, dimana pun mereka berada. Islam menetapkan persaudaraan, kekeluargaan dan kepemimpinan yang datang (la syarqiyyah wala gorbiyyah) dari Alloh. Inilah inti sari risalah yang di bawa Rosul dan anbiya. Di satu tempat muslimin adalah saudara, keluarga dan negara secara sekaligus!

Berkaitan dengan perwujudan dari eksistensi risalah islam maka menjadi penting untuk memahami perjalanan hidup rosul. Kami berpendapat bahwa hanya dengan mengkaji Siroh Nabawiyah setiap muslim akan berada pada posisi yang ia pahami. Dan yang perlu kami sampaikan, bahwa Muhammad SAW menjadikan `Umar sebagai `Umar, Usman sebagai Usman, Abu Dzar sebagai Abu Dzar, Kholid sebagai Kholid, dan Abdurrahman bin Auf sebagai dirinya. Juga shahabat dan shahabiyah yang lain. Ini yang menjai fokus dan bidang kerja (penugasan) para mutarobbi, yang murobbi¬-nya adalah manusia yang paling hasanah uswah-nya.

Metode
Adapun proses tarbiyah tersebut, telah berlaku adab-adab yang memiliki filosofi yang dalam. Kita bisa banyak belajar dari dialog, penamaan, penolakan dan penetapan mereka, para assabiqunal awwalun. Dan kami berusaha menetapkan dan mengadopsi hal ini. Sehingga tarbiyah bagi kami bukanlah hanya halaqoh tatsqofiyah atau tablig belaka. Kami berusaha mewujudkan Ta`dib, yakni pendidikan untuk menjadi manusia beradab. Manusia-manusia yang memiliki visi-misi peradaban yang berkesesuaian dengan sunnah idzharul islam. Ta`dib yang memiliki korelasi akar kata dengan `adab, tamadun, madinah dan dien.

2 Golongan yang Tetap

Manusia hidup berkelompok. Masing-masing bangga dengan kelompok/ golongannya. Golongan-golongan ini, adalah camp yang memang dipisahkan oleh Alloh sejak awal hingga akhir. Dan hijab (pemisah) di antara mereka adalah tawhid (Rububiyah-Uluhiyah-Ilahiyah-Mulkiyah-Hakimiyah-Asma` dan Sifat) yang merupakan Hak Alloh. Tidak ada hukum dan ketetapan, kecuali milik Alloh.

Golongan yang selamat (ahlul islam: al-jamaah) adalah yang menjadi pengusung dan pengibar berdera tawhid, yang dibelakangnya adalah para jundi dan martir. Mereka menaungi dan menyelamatkan orang-orang yang satu kiblat dengan mereka (dalam hal ini ammah). Merekalah da`i dan muharik yang sesungguhnya!

Golongan yang celaka (ahlul nar: Kuffar) adalah pengusung dan pengibar bendera syirik dan riddah. Merekalah para Kafir dan murtadin (yang sadar maupun tidak!) yang menaungi manusia yang lalai dan lengah terhadap transaksi ilahi (Dienulloh). Mereka punya banyak jebakan dan perangkap.

Para Rosul dan Anbiya berhadapan dengan Iblis dan Hawa nafsu. Demikian para pengikutnya. Tidak ada golongan diantara keduanya, melainkan akan tersesat dan terjerumus dalam Api, kecuali yang dikehendaki oleh Alloh.

Metode

Kami bersama seluruh orang-orang yang bersyahadat, menetapkan bahwa Kalimat Syahadat adalah sebuah konsep dan metode sekaligus. Dengan memisahkan antar Haq dan Bathil. Yakni yang dikenal sebagai an-nafi atau ar-radd dan al-itsbat. Demikian para ahli hadits menetapkan kaidah jahr dan ta`dil.

***

Akhirnya kami, mengajak semua untuk menyelamatkan konsep-konsep islam dan mafahim dan fikrah asing yang hendak mengacaukan (at-talbis) worldview muslimin. Dalam arti yang sesungguhnya; bukan bergabung bersama kami, akan tetapi mari bersama-sama menjadi orang-orang yang di takdirkan sebagai orang yang berperan sebagai penolong Dienulloh.

Ya, bergabunglah dengan mereka!

***Revolusi Hari Ini***

Arsip Blog

WARTAISLAM.CO.CC

Info Distro

Berita Palestina