PRO-NO-CRACY : REFLEKSI 21 MEI

21.05.2006 07:41
+6285647176***
Nt turun aksi gak, kalo pengen ketemu ane,
Ane ngeliput, ane pake rompi pejuang khilafah,
slayer majelis mujahidin surakarta


***
Sampai saya menulis ini, sms diatas belum saya balas. Selain karena gak punya pulsa, saya juga bingung mau balas gimana!? Semua orang turun aksi ke Jakarta. Bahkan kawan saya itu dari Solo.

Diantara dilema dan kegalauan itu, saya tulis ‘bahasa hati’ ini. Ya, jika kawan-kawan dan saudara-saudari saya tengah berikhrar di HI sana; “PERANG MELAWAN PORNOGRAFI/PORNOAKSI”...maka disini pun saya berikrar!
Untuk tidak pernah lengah dan lalai...
Pun saat arus massa bergerak beraturan menuju ke satu arah
Pun saat tak ada seorang manusia dirumah
Atau saat dimana yang ada hanya amarah

Ketahuilah, ini sebuah seruan dan peringatan
Bahwa thogut dan syaiton punya banyak jebakan
Dibalik lokalisasi pelacuran,
Diatas meja-meja perjudian,
Juga di lembar demi lembar peraturan

Demi SATU UNDANG-UNDANG (TUHAN);
Maka yang lain adalah Pecundang!
Demi SATU KEYAKINAN
Maka ini adalah PERANG
...dan tak ada perang yang lebih besar dari invasi keyakinan dengan rancangan undang-undang.


***

Adalah Demokrasi yang begitu longgar dan luwes. Elastis dan terbuka terhadap seluruh ideologi. Semua orang berhak untuk berpendapat. Semua punya suara yang sama. Kalian ummat Muhammad, punya hak untuk menolak pornografi. Kalian punya hak untuk membahas rancangan undang-undang. Punya hak untuk mendukung atau menolaknya. Kalian punya hak untuk turun ke jalan. Kalian punya hak untuk bertemu dengan wakil kalian di DPR; itu karena kalian telah merestui pemilihan para dewan, meski mungkin banyak dari kalian yang tidak ikut memilih alias golput.

Adalah para penguasa yang begitu bijaksana. Yang selalu meminta pendapat kepada para dewan, dan sesekali kepada kalian. Beliau yang bijaksana pun terkadang bertanya kepada kalian “Apakah yang haram ini boleh ditetapkan dalam peraturan?”. Ya, demikian seolah mereka meminta fatwa kita..tapi faktanya hanya dengar perdapat saja. Lantas kalian bertanya “untuk apa dengar pendapat?” “Untuk apa bertanya dan meminta kepada kami?”. Hingga kalian kesal, mungkin penguasa tidak akan menjawab soal-soal yang kalian ajukan; tidak yang piliha ganda, tidak pula yang essay! Tapi, mungkin kalian harus mencari bocoran...meskipun biasanya bocorang dihargai cukup mahal. Jika soal SPMB saja dihargai 1-10 juta, mungkin soal ini berharga 1-10 nyawa.

Ssttt..jangan bersuara! Diam semua, dan dengarkan saya. Saya telah berhasil mencuri jawabannya; penguasa tidak akan menjawab soal yang kalian ajukan sebab dia merasa lebih berhak untuk memberikan kalian persoalan. Dia juga akan tetap bertanya tentang pendapat kalian, agar kalian tetap merasa terwakili (meski terkadang dibohongi), dan satu hal KETERWAKILAN TAK MEMBUTUHKAN KEJUJURAN!!!

#Mesia Kasimilia.
Untuk para mujahid rahimakumuLLoH, ketahuilah jihad kalian adalah memerangi Undang-Undang Al-Yasiq!

***Revolusi Hari Ini***

DIALEKTIKA Demonstrasi

200 bus berangkat dari kota bogor menuju Jakarta, juga beberapa mobil pribadi.
[Radio Wadi FM, 21 Mei 2006]

Kawan-kawan, besok banyak orang yang beramal. Kita ngapain neeh? Saya kembali mengingatkan kepada kawan-kawan saya yang senang mengolok-olok amal orang lain. Mereka yang senag membicarakan dan berdebat tentang amal orang lain. Mereka yang senang menilai dan mengamati; kemudian berkomentar..begini dan begitu.

AlhamduliLLaH, beberapa dari kami sepakat. Bahwa yang paling tolol adalah akademisi seperti kita. Kawan saya yang lain menambahkan lagi; yang lebih dari itu adalah yang menyuarakan “anti kekerasan”. Ya, hanya sebatas perbincangan, tetapi saya mulai melihat titik terang dari beberapa kawan yang akhirnya menegaskan.:
Kita tidak akan sadar dan tahu, sampai kokangan senjata teparasang dihadapan kening kita; bahkan sampai palatuknya ditekan kita akan bertanya “Tunggu dulu, semua bisa kita diskusi kan...”
Atau paling tidak, kita bisa berbuat lebih baik dari sekedar bertanya. “Anda seorang ekstrimis!” “dasar radikal!” “Hoyy!! Orang ini teroris!. Ya, itu namanya stigma atau tuduhan...

Dasar! Mari kita tinggalkan saja orang-orang ini. Mari mengingat nasihat Hasan Al-Bashri; “Amal ku tidak akan dilakukan oleh orang lain, maka aku terus beramal”. Tapi untungnya Al-Bashri tidak menyuruh kita untuk berdemonstrasi. Sehingga jika saya tidak setuju dengan kawan-kawan saya yang akademisi itu, saya tidak harus setuju dengan perilaku yang mereka kritik; demonstrasi.

Saya katakan “saya berlepas diri dari keduanya”. Meski ini tidak logis secara dialektis sintesa saya tetap demikian dan tidak akan menjadi tesis kembali.

Justru yang saya pikirkan saat ini adalah bagaimana nasib Ustad Abu Bakar Ba`asyir. Adakah kita mampu membebaskannya?. Adakah massa sebanyak hari ini? Adakah kekuatan yang sama?

Aqidah kami berkata tentang Loyalitas dan kebalikannya...
Wa allohu a`lam

***Revolusi Hari Ini***

YA BASTA!

BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA (SEKARANG JUGA)

***Revolusi Hari Ini***

pesan tak sampai...



Untuk seseorang…
Maaf, saya terlalu sibuk untuk bisa menunggu kamu!

11:00 18.04.2006

Eh, maaf lagi deh…ternyata kamu emang lagi banyak masalah.
Huehehehee.

Maaf jiddan yah..

12:00 18.04.2006



***Revolusi Hari Ini***

Mushaf dan Topi



Ideologi lahir dari sini!
***Revolusi Hari Ini***

WARTAISLAM.CO.CC

Info Distro

Berita Palestina