Kemanusiaan Diuji Untuk Dibagi..

Hari ini kemanusiaan lagi yang diuji...
Seorang ayah menjual bayi, dengan penuh kerelaan hati
Alasannya sederhana,
untuk memberi makan isti; ibu sang bayi.

Hari ini kemanusiaan lagi yang diuji...
Puluhan rumah dibongkar dipinggir kali
Demi sebuah administrasi; mereka bilang ini anarki
Alasannya pun sederhana,
ini perintah dari Pak Wali atau Pak Mentri

Hari ini kemanusiaan lagi yang diuji...
Seorang gadiss bimbang, merasa dibenci.
Untuk sebuah urusan pribadi persahabatan dihakimi
Penyebabnya begitu sederhana;
pertengkaran suami-istri (yang biasa terjadi?)

Hari ini kemanusiaan lagi...
aku diuji; untuk berbagi
dan agar tak ada lagi benci
ku tulis puisi ini..

*Perpustakaan Iqra, 26 Okt 2009 jam 14:00

***Revolusi Hari Ini***

Ngobrol Bareng Akhwat Yang Lagi Marah2..?

Next: Ikutan diskusi yuk.. :)
octavianti : Gak mau Gw ikutan orang kayak kalian. SOrry
Benar...ada haditsnya...semakin dekat kpd kiamat maka akan semakin banyak pemimpin namun semakin banyak pemimpin yang TIDAK JUJUR dan BODOH.
Sampai akan tiba jumlahnya 73 golongan hanya 1 yg selamat
Hobi banget kamu membuat kelompok kelompok baru
jangan jangan ini mah KELOMPOK HMI
O..jadi HMI mau ikutan Gw musuhin
BOlehlah kapan-kapan
Next: ?? kalian?
octavianti : iya..norak dan narsis
Next: Masya Allah
octavianti : kalian AKP mubahidin
Next: siapa dituduh? siapa menuduh neh Mbak?
Kalau gak mau ikut diskusi gak perlu caci maki Mbak
octavianti : yang jelas...jangan hobi buat kajian kajian baru kalo ustadz-ustadznya adalah ustdaz2 GADUNGAN ya
Next: Hmm..
??
Ustadz yang gadungan namanya siapa?
Bisa kasih rekomendasi Ustadz ke saya Mbak?
octavianti : Masa bodoh lah.... Kalian berusaha membuat makar, ingat Allah sehebat-hebatnya PEMBALAS MAKAR
Next: ??
Semga Allah merahmati saya dan Mbak..
octavianti : Pendusta!
Next: OK, saya gak bisa bicara dgn orang yang lagi emosi..
wassalam..barokallohufik!
octavianti : Gw tau lo cuma disuruh mengacaukan pemikiran umat islam kan?
Next: Mohon maaf jika sapaan saya mengganggu
octavianti : antek pks ya?
Next: :)
PKS n@j1$?!
octavianti :Lo yang najis?!
Next: silahkan caci maki siapa saja..
Saya berlepas diri dari semua yang Mbak ucapkan..
octavianti : hahaha...gw malah mau mancing lo spy caci maki gw
Next: Salamun `ala manittaba`al huda..
:p
saya mah gak suka caci maki selain caci maki thogut

***Ini orang kayaknya baru dikerjain intel. Jadi emosinya meledak-ledak.. hehee
WARNING: Banyak ditemukan aneka ragam penyakit baru yang menjangkiti kaum muda muslim.

Ketika Banyak Adalah yang Mungkin..

Hmm.. hari-hari ini..semakin banyak...
Dan itu yang paling mungkin ku lakukan..

Maaf untuk tak bicara kualitas dan capaian
Maaf bila terkesan tak terarah..

Hanya satu yang bisa ku tegaskan!

WALLOHU KHOYRUL MAKIRIN..

***Revolusi Hari Ini***

Selamat Datang di Tempat Tanpa Taqlid dan Ashobiyah

Ahlan, wahai kawan sekalian. Demi Allah, ini bukan untuk kalian yang ingin promosi partai atau ormas. Disini juga bukan tempat kalian untuk memprospek downline gerakan. Ini tempat kita berbagi, tanpa harus terbagi. Disini tempat memulai sebuah revolusi..

Untuk memerdekakan diri setiap manusia dari penjajahan Ustadz dan Jama`ah Ashobiyah!

www.k3-bogor.blogspot.com

Setelah di Indonesia, Al-Qaeda Muncul di Gaza...?

Kelompok Pro-Al Qaidah Mendeklarasikan Emirat Islam Di Gaza

GAZA (Arrahmah.com) - Salah satu kelompok mujahidin di Palestina yang menamakan dirinya dengan Jund Ansar Allah menentang penguasa Hamas Gaza pada Jumat (14/8) dengan mendeklarasikan Emirat Islam di wilayah tersebut dan mempertunjukkan persedian persenjataan yang mereka miliki.

Meskipun Jund Ansar Allah hanya mengerahkan ratusan orang dalam acara mereka di mesjid Gaza, namun hal tersebut tetap merupakan tantangan besar lainnya yang bagi gerakan Islam nasionalis semacam Hamas.

Berbicara sebelum shalat Jumat yang dipimpin oleh Abdel-Latif Moussa, Abu al-Noer al-Maqdessi mengumumkan untuk pertama kalinya kekuasaan emirat Islam berlaku di wilayah Palestina, mulai dari Rafah, tempat tinggalnya. al Maqdessi bersumpah untuk menerapkan aturan Islam.

"Kami deklarasikan lahirnya Emirat Islam," kata laki-laki paruh baya berjanggut tebal. Al-Maqdessi dikawal oleh empat orang berpakaian hitam dengan tutup kepala, dan satu orang mengenakan rompi yang sudah dipasangi bom.

Ismail Haniyeh, kepala pemerintahan Hamas di Gaza, menolak dalam khutbah Jumatnya bahwa tidak ada satu kelompok bersenjata lainnya yang ada di wilayah Palestina, seperti yang dinyatakan oleh Israel.

"Kelompok-kelompok seperti itu tidak hidup di tanah Gaza... Tidak ada pejuang lainnya di Gaza kecuali para pejuang yang terdiri dari warga Gaza sendiri," katanya.

"Propaganda Zionis" seperti itu hanyalah akal-akalan Israel untuk membuat dunia memusuhi Hamas, kata Ismail Haniyeh.

Pejabat Hamas, Sami Abu Zuhri, menyebut bahwa ada kesalahan berpikir dalam pidato yang diungkap al-Maqdessi. Bahkan kementrian dalam negeri Hamas lebih lancang dengan memanggil al-Maqdessi "gila".

Sebelumnya kelompok al-Maqdessi mengumumkan keberadaannya di Gaza dua bulan lalu, setelah tiga anggotanya terbunuh dalam serangan di perbatasan.

Maqdessi mengingatkan Hamas agar tidak mengeluarkan keputusan untuk mengambil alih mesjid dimana dia memimpin shalat para pengikutnya: "Jika mereka berani mendekati mesjid, mereka akan tahu rasa," kata salah seorang imam.

Maqdessi mengatakan kelompoknya tidak akan memulai serangan melawan Hamas tetapi "siapa pun yang berani menumpahkan darah kami, maka darahnya akan ditumpahkan pula".

Dia mendesak agar setiap orang yang mempunyai senjata untuk bergabung dengan kelompoknya dan akan mengumumkan sayap militernya dalam shalat jumat yang akan datang.

Kelompok ini meyakini bahwa demokrasi haram dalam Islam karena mengikuti undang-undang manusia yang melebihi firman-firman Allah.

"Pada siapa anda takut?" Amerika? Inggris? Perancis? Uni Eropa? Anda sebaiknya takut hanya kepada Allah," kata al-Maqdessi yang ditujukan pada Hamas yang selalu mau untuk mengadakan dialog dengan Barat. (Althaf/rtrs/arrahmah.com)

Al-Maududui, Figur Teladan Pejuang Islam

Sejarah Kelahiran dan Pertumbuhannya

Al-Maududi ditahirkan pada 3 Rajab 1321 Hijrah (1903 Masehi). Ayahnya bernama Sayyid Ahmad Hasan Maudud yang di lahirkan di Delhi (1266 – 1338 H). Al-Maududi dibesarkan dalam keluarga yang zuhud. Dialek dan tutur katanya terjaga meskipun sering berpindah tempat. Ayahnya senang membacakan Sirah Nabi dan Tarikh Islam sejak ia kecil. Ayahnya menginginkan beliau untuk menjadi seorang ulama, sehingga memberikan pelajaran fokus bahasa Arab dan Persia, Ilmu Fiqh dan Hadith. Al-Maududi tidak tertarik memperlajari bahasa Inggris.

Aktivitas Akademiknya nampak unggul. Di sekolah, Al-Maududi begitu menonjol, ia duduk di kelas 8 padahal usianya baru 11 tahun. Pada usia ini beliau telah menulis artikel dan menyampaikan ceramah, sehingga guru-guru & temannya berasa kagum. Pada usia 15 tahun, ia bekerja sebagai editor pada surat kabar harian yang terbit di kota kecil, Pajnoor.

Sebelum wafat, ayah beliau sakit parah hingga hanya bisa duduk dan sulit untuk bergerak. Al-Maududi bekerja untuk menghidupi dirinya dan membantu orangtuanya. Al-Maududi melukiskan masa ini dengan mengatakan: “Aku melewati hari-hari yang amat lambat, sementara obor harapan semakin redup perlahan-lahan, dan hakikat yang amat pahit akan segera nampak kelihatan. Cobaan hidup selama satu setengah tahun, mengajarkan kepadaku pelajaran yang bermanfaat. Bahwa tidak ada jalan lain bagi manusia kecuali harus berjuang untuk tetap hidup. Allah telah mengurniakan kepandaian menulis kepadaku yang didapati melalui bacaan dan tela’ah. Dan sini aku memutuskan untuk menjadikan pena sebagai alat mencari rezeki.”

Tahun 1818 M, Sayyid Abul Khair al-Maududi – kakak kandung beliau – menjadi pemimpin redaksi surat kabar “Bajamur”, beliau pun ikut bekerja disana. Inilah awal kiprah Al-Maududi dalam dunia pers dan jurnalistik. Tidak lama kemudian surat kabar tersebut dibekukan oleh pemerintah. Dua bersaudara ini lalu bergabung dengan gerakan ke-khilafahan. Kemudian mereka sempat berkerja di majalah “Taaj”. Tugas jurnalistik majalah tersebut memaksa Al-Maududi belajar bahasa Inggris. Setelah itu beliau mulai membaca buku-buku sejarah, filsafat, politik, sosial, perbandingan agama, dll. Pemerintah kembali penutup penerbitan surat kabar tempat Al-Maududi bekerja. Beliau lalu kembali ke Delhi dan menjadi pemimpin redaksi majalah “Jaridah Muslim” yang diterbitkan Organisasi Ulama India. Majalah itu ditutup oleh pemerintah pada tahun 1341 H. Awal tahun 1342, Al-Maududi diminta membantu penerbitan surat kabar “Hamdarat” (Saling Kasih) oleh Muhammad Ali Jauhar. Mereka berdua aktif mengjawab tuduhan-tuduhan terhadap Islam yang dilontarkan oleh Mahatma Gandhi. Sementara itu, Syaikh Ahmad Said ingin menerbitkan surat kabar dengan nama Al-Jam`iyah, dibawah Organisasi Ulama India. Keduanya terbit awal tahun 1343 H. Ketika itulah Al-Maududi menulis dua buku, Al-Jihad fil Islam dan Ad-Dawlah al-Ashifiyah wa al-Hukumah al-Birithaniyah.

Setelah menulis dua judul buku tersebut Al-Maududi keluar dari organisasi pers dan mulai menulis pemikirannya sendiri.

Al-Maududi mulai bekerja untuk pemikirannya secara otonom. Beliau menulis dengan metode yang beliau yakini, ‘bahwa setiap pemikiran memiliki lafal-lafal tertentu dan datang dengan lafalnya sendiri’. Pada masa ini Al-Maududi banyak menulis makalah ilmiyah dan buku-buku pemikiran Islam.

Meski telah keluar dari kepengurusan pers milik Ali Jauhar dan Organisasi Ulama India, Al-Maududi tidak meninggalkan da`wah dan jihad melalui media massa. Tahun 1932 beliau menerbitkan majalah “Turjuman al-Qur`an” dengan slogan “Wahai Kaum Muslimin, Pikul Da`wah Al-Qur`an, Bangkita dan Terbanglah ke Angkasa Raya”.

Kepribadian

Kepribadian beliau menunjukan pada ketegran dalam menghadapi ujian, kesabaran dalam penderitaan dan kegigihan dalam berjuang. Berbagai ujian seperti penjara, fitnah, dan teror. Sebetulnya kita bisa menerka keribadian Al-Maududi dengan melihat latar belakang dan pertumbuhan beliau. Akan tetapi dengan memperjelas pemikiran dan perasaan beliau tentu akan banyak ibroh yang dapat kita peroleh.

Kepeloporan dan konsistesi dalam bersikap Al-Maududi bisa kita lihat dari pernyataannya tentang gerakan yang beliau bangun. Saat pemilihan Amir Jama`ah beliau berkata:

“Sesungguhnyaa gerakan ini adalah tujuan hidupku. Hidup dan matiku tergantung dengan gerakan ini. Jika ada diantara kalian yang ragu-ragu untuk menjalani jalan ini, aku akan tetap berjalan dan silahkan dia berbelok dari jalan ini. Jika tidak ada seorangpun yang akan maju ke depan, aku akan tetap maju. Jika tidak ada seorangpun yang menemaniku, aku akan tetap berjalan walaupun sendirian. Jika seluruh dunia bersatu dan aku tinggal sendirian, aku tidak akan gentar menghadapinya”

Demikian juga seperti yang terjadi ketika beliau berada di atas podium saat pertemuan Jama`ah. Sekelompok orang melepaskan tembakan membabi buta. Saat itu tembakan mengarah ke podium tempat Al-Maududi berceramah. Seorang anggota Jama`ah berkata kepada Al-Maududi: “Cepat menunduk, tembakan senjata api itu mengarah kepadamu.” Lalu beliau menjawab dengan perkataan yang tidak mungkin diucapkan oleh seorang yang pengecut dan takut mati. Perkataan yang berani, bijak dan berwibawa. “Jika aku menunduk, siapa yang akan berdiri di podium ini?”

Namun demikian, beliau bukanlah seorang yang berambisi terhadap kekuasaan. Bahkan ketika selesai mengumpulkan para aktivis guna membentuk Jama`ah beliau segera memposisikan diri sebagai anggota biasa. Beliau menolak pandangan yang menyatakan bahwa seorang penggagas niscaya menjadi pemimpin. Bi idznillah, forum pertemuan memilih dan mengangkat Abul A`la Al-Maududi sebagai Amir Jama`ah. Bukan karena beliau yang menggagas pertemuan dan pembentukannya, tapi karena karisma dan kapabilitas beliau sebagai Ulama dan Muharrik yang sudah diketahui bersama.

Al-Maududi adalah seorang ahli politik yang juga sastrawan, seorang negarawan dan cendikiawan, seorang muharrik yang juga seorang mufassir.

Menuju Pembentukan Jama`ah Islamiyah

Pergumulan dan pengkristalan ideologi dan pandangan Al-Maududi bermula ketika beliau menerbitkan media propaganda Turjuman Al-Qur`an. Dengan sarana majalah ini orang-orang mendengar dan menymak pesan-pesan ideologis Al-Maududi. Dengan perantara majalah in juga undangan pembentukan Jama`ah Islam disebarkan.

Al-Maududi memiliki visi untuk mempersatukan kelompok Islam di India-Pakistan. Usaha beliau berbenturan dengan pandangan kaum nasionalis dan kepentingan kelompok hindu. Beliau memulai usahanya tersebut dengan menyebarkan wacana pembentukan kesatuan ummat untuk penerapan syari`ah. Menurut beliau kelompok-kelompok Islam harus disatukan (dalam gerak dan dakwah). Jangan sampai muncul kelompok baru yang sehingga dapat menambah jumlah kelompok Islam. Sebab secara logis hal ini berarti akan mempersulit dan semakin jauh cita-cita persatuan. Akan tetapi kenyataan sejarah menunjukan kepada kita sesuatu yang lain ; terbentuklah kelompok baru bernama Jama`atul Islam (Jama`at el-Islamy).

Terbentuknya jama`ah ini didorong oleh pertarungan pemikiran dan bahaya yang mengancam kaum muslimin. Kelompok nasionalis dan Kelompok Islam pragmatis menguasai perasaan masyarakat. Oleh karena itu Jama`ah segera dibentuk dan berkonfrontasi dengan partai nasionalis bahkan dengan pemerintah yang berkuasa. Jama`ah juga berusaha memperbaiki partai Islam, meluruskan pandangannya dan mendukung popularitasnya. Sehingga pemikiran yang benar tersebar ke tengah masyarakat.

Jama`atul Islam bermula di Lahore pada 26 Agustus 1941, ketika sekitar 75 orang berkumpul dari berbaga penjuru India.

Pada 26/28 Agustus 1948, berdirilah sebuah negara; Pakistan. Kaum Muslimin pun bernafas lega dan merasa bahawa impian mereka telah menjadi kenyataan secara serentak. Lalu mereka berbondong-bondong melaukan hijrah ke negara Republik Islam Pakistan dan memisahkan diri dari India. Masalah hijrah ini sempat membuat Kantor Darul Islam yang dibentuk oleh Al-Maududi untu mempersenjatai diri guna menghadapi gangguan dari kalangan militer India.

Konsep Perubahan dan Perjuangan

Al-Maududi memiliki pandangan yang integral antara perbaikan sistem dan perbaikan individu. Bahkan beliau tidak membedakan masalah pemikiran dengan masalah akhlak. Konsep perubahan yang diyakini dan dilakukan oleh Al-Maududi berfokus pada 4 hal:

  1. Penyucian pikiran dan pembersihannya.
  2. Perbaikan individu
  3. Perbaikan masyarakat
  4. Perbaikan sistem hukum.

Dalam pandangan Al-Maududi, sistem yang baik hanya bisa dibentuk dan diemban oleh orang-orang baik. Akan tetapi perbaikan individu harus dilanjutkan dengan memperbaiki sistem dan tatanan sosial dan pemikiran masyarakat. Adapun konsepsi Jihad yang danut oleh Al-Maududi berwujud dalam 4 jenis konfrontasi:

  1. Menentang sistem nasionalisme tunggal kesukuan
  2. Menentang hegemoni dan dominasi peradaban Barat.
  3. Menentang pemimpin yang mengusung pemikiran kafir dan bertentangan dengan Islam.
  4. Menentang kejumudan dalam fiqh dan `ullumuddin.

Oleh karena itu, Al-Maududi membuat banyak karya tulis diberbagai bidang. Beliau tidak hanya menulis dan mendakwahkan persoalan politik dan undang-undang, tapi juga masalah pendidikan dan tafsir Al-Qur`an. Beliau juga tidak hanya berjiwa revolusioner, tap seorang pecinta sastra dan keindahan. Beliau pernah mengulang syair yang ditulis oleh Muhammad Iqbal ketika berfrontir dengan kelompok nasionalis yang mengaku muslim.

Ikatlah jiwamu dengan Muhammad, AI-Musthafa

Itulah keteladanan isi agama. Jika jiwamu tidak

sampai ke sana;

maka Anda dan Abu Lahab sama!


 

Lampiran Sebagian Karya Tematik Al-Maududi

 

1. Al-Qur`an dan Hadith

- Tafsir Tafhim al-Qur`an (6 juz)

- Al-Ishtilahat al-Arba`ah Aal-Asasyah fil Islam.

- Al-Makanah al-Qanuniyah li as-Sunnah

- Ushul al-Asasiyah li fahm al-Qur`an

2. Pendidikan Islam

- Qadhaya Diniyah

- Muhadharat

- Mas`alah al-Abr wa al-Qadr

3. Sejarah dan Peradaban

- Sejarah an-Nabi juz 1&2

- Uqubah al-Murtad fil Islam

- `Alamah ath-Thariq

- At-Tafhimat

- Al-Hadharah al-Islamiyah

- Ushuluha wa Mabadiuha

- Baths `an al-badat al-Islamiyah

- Nizdam al-Hayah al-Islami

- Al-Islam wal Jahiliyah

- Al-Hayah Ba`dal Maut

- Thariqul Amaan

- Al-Jihad fil Islam

- Al-Din al-Haq

- Wijhah an-Nazhr al-Akhlaqiyah fil Islam

4. Politik

- Harakah Tahrr al-Hind wa al-Muslimin juz 1 & 2

- Nazhariyah al-Islam as-Siyasiyah

- Kayfa Tuqam al-Hukumah al-Islamiyah

- An-Nasyath al-Intikhabi

- Al-Intikhabat al-Mukhtalithah

- Lima Laa? Mas`alah al-Qawmiyah

- Al-Muthaalabah bi an-Nizham al-Islami

- Qadhayana ad-Dakhiliyah wa –al-Kharijiyah

- Yahlil li Ahwal Bakistan Asy-Syarqiyah

- Al-Khilafah wa Al-Malakiyah

5. Hukum dan Undang-Undang

- Al-Qanun al-Islami

- Asas ad-Dustur al-Islami

- al-Qanun al-Islami wa ad-Dustur

- Muqtarahat Dusturiyah

- Al-Huquq al-Asasiyah

- Tadwin ad-Dustur al-Islami

- Huquq Ahl adz-Dzimmah

- Istifta’ Hamm

- Ad-Dawlah al-Islamiyah.

6. Ilmu Sosial

- Al-Jihad fi Sabilillah

- Ad-Dakwah al-Islamiyah wa Mutathallibaatiha

- al-Muslimun

- Maadhihim wa Haadhirihim wa Mustaqbalihim

- Irsyadat

- Barnamij al-`Amal al-Qaadim li al-Jama`ah al-Islamiyah

- Al-Asas al-Akhlaqiyah li al-Harakah al-Islamiyah

- Tajdid wa Ihya ad-Din

- Tarkh Dakwah al-Jama`ah

- Al-Islamiyah wa Barnamij `Amaliha

- Syahadah al-Haq

- Al-‘Adl al-Ijtima`i

- Ta`limat

- Rasa’il wa Masa’il (4 juz)

7. Pendidikan

- Nidzam at-Ta`lim al-Jadid

- Nidzam at-Ta`lim al-Islami

- Khutbah Tawzi Asy-Syahadat

8. Ilmu Ekonomi

- Al-Musykilah al-Iqtishadiyah li al-nsan wa al-Hill al-Islami

- Qadiyah Milkiyah al-Ardh

- Ar-Riba’

- An Nazhariyat al-Iqtishadiyah fil al-Qur`an

- Al-Iqtishad al-Islami

- Al-Ushul al-Asasiyah li al-Iqtishad al-Islami

- Al-Islam wa Nazhariyat al-Iqtishad al-Haditsah

9. Kemasyarakatan

- Al-Hijab

- Tandzim al-Ushrah

- Al-Islam wa Tahdid an-Nasl

- Huquq az-Zawjain

- Mathalib al-Islam Tjah al-Mar`ah al-Muslimah.

Di sarikan dari Buku karya Dr.Samir Abdul Hamid Ibrahim yang berjudul Abul A`la Al-Maududi, Fikruhu wa Da`watuhu.

 

LAKUKAN SESUATU PADA PILIHANMU ITU…

Sebentar lagi ujian ! Ya, ujian nasional Bro !!! Dan kali ini kita akan menghadapi soal pilihan ganda alias multiple choice. Cuma peraturannya saja yang agak sedikit berbeda. Panita ujian bilang, kita harus mencontreng pilihan kita. Ingat, mencontreng ! Bukan menyilang, mengalikan atau menghitamkan bulatan !

Panitia ujian juga berpesan agar kita memilih yang terbaik, jangan asal mencontreng ! Karena hasil ujian ini akan mempengaruhi masa depan kita. Ya, secara komulatif hasilnya akan menentukan masa depan seluruh peserta. Jika sebelum ini kita sudah diajari bahwa mencontek adalah sebagian dari korupsi. Bolehjadi kita menjadi pendukung seorang koruptor, meskipun kita tak pernah mencontek dalam ujian kali ini. Lho???

Iya, karena jika pemimpin kita adalah seorang koruptor atau setengah koruptor maka status orang-orang yang akan mendukungnya sangat jelas. Bayangkan, ada sebagian orang yang sebelum masa ujian tiba, mereka malah asyik ikutan pawai kampanye. Padahal tugas kita kan belajar dan banyak membaca untuk menghadapi ujian. Bukan demonstrasi atau teriak-teriak dijalanan.

***

Oiya, saya hampir lupa mengingatkan kalian. Kertas ujian nanti jangan lupa dikasih nama dan tanggal ujian. Karena meskipun panitia tidak pernah mengumumkan hal ini, kita semua orang-orang yang terpelajar untuk tidak membiarkan kertas ujian kosong, sementara pena ada ditangan kita.

Apakah kalian akan diam dan tidak menuliskan sesuatu?? Oh, tidak! Ayunkan lah pena yang ada ditangan kalian. Bukan kah kalian punya pendapat pribadi?! Mengapa hanya mencontreng? Anggap saja ini soal uraian (essay)! Tulislah! Tuliskan opini kalian. Mengapa kalian akan menyia-nyiakan kesempatan untuk berpendapat dan bersuara??!

Ayolah… Jangan diam saja! Dulu ketika ujian sekolah saya pernah menulis pesan dan curhat di lembar jawaban. Saya pernah mengisi jawaban essay dengan kalimat; “Bu, susah banget nih soal!”, “Perasaan ini belum diajarin deh…”. Bagaimana dengan kalian? Maksud saya, apakah kalian pernah menulis sesuatu dalam lembar jawaban ujian sewaktu sekolah dulu? Pernahkan kalian menuliskan unek-unek dan curhat di saat ujian?

Ayolah, lakukan! Jangan diam saja! Kali ini ujiannya berskala nasional. Kalian punya kreativitas gak?! Katanya sekarang zaman kebebasan berpendapat lho. Apalagi demokrasi menjamin kebebasan berpendapat. Kenapa kalian gak mau berpendapat dengan bebas? Kenapa kalian rela, suara kalian direduksi dan di korupsi oleh para caleg yang fotonya nanti ada di ‘lembar jawaban’ ujian nasional kali ini…

Kenapa?? Ayo jawab!!!

***

Tiba-tiba saya marah. Karena kalian diam, saya tidak mau melanjutkan tulisan ini. Tapi sebagai penghormatan, saya mau kasih kata penutup dan satu pertanyaan bonus!

Apa yang akan dilakukan orang kreatif jika diberi pena dan kertas suara?

“Suruh siapa ngasih pena dan kertas suara ke orang-orang yang kreatif!”

#Dirumah, Sabtu Malam ku sendiri…



Revolusi Hari Ini***

Harapan Itu Masih Ada...

Melampaui Golput, Melangkahi Demokrasi

(HARAPAN ITU MASIH ADA..!)

Hari ini seorang lelaki pulang, dan seperti biasa masih dengan sedikit hasil dan segunung harapan. Lelaki itu sudah bergumul dengan debu dan keringat. Sementara panas mentari berganti shift dengan hujan dan angin. Ada banyak manusia di luar sana. Setiap masing-masing mereka saling bertemu untuk mewujudkan keinginannya. Ada yang mencoba mengorbankan orang lain untuk kepentingannya. Ada yang memanfaatkan keadaan untuk mengambil keuntungan. Ada ini, ada itu. Tapi lelaki itu tidak. Dia masih meyakini ada sesuatu yang bisa dia perjuangkan untuk kehidupan yang lebih baik.

Sore itu sangat melelahkan sekali. Berjibaku dijalan yang penuh dengan pertarungan memang membuat dia tak kuat menahan kantuk. Dia sering kali tertidur di dalam kendaraan umum. Jika sudah begitu, biasaya setiap tiga atau lima menit dia terbangun. Sebuah kendaraan yang tidak begitu bagus. Di negerinya, banyak hal yang tidak nyaman, termasuk kendaraan umum. Fasilitas umum memang tidak ada yang memperhatikannya. Hebatnya, di negeri ini tidak ada yang mengeluh. Bagi kebanyakan orang, mengeluh tentang fasilitas umum adalah bid`ah. Sedangkan semua kita mafhum, setiap bid`ah itu tercela dan pasti tertolak. Dan tentu saja ini HARAM, meski Majlis Ulama belum mengeluarkan fatwa.

Oiya, belum lama ini Majlis Ulama di negeri ini sudah membuat sesuatu yang fenomenal. Semakin populis saja ulama di negeri ini. Padahal di negeri lain, pamor politikus lebih menjadi perhatian, dan ulama jarang di dengar perkataannya. Beruntunglah ulama di negeri ini dengan fatwa-nya. Penyanyi dangdut yang erotis pun tak bisa mengambil alih headline harian ibu kota beberapa hari ini. Bukankah masyarakat yang selalu mendengar perkataan ulama itu adalah masyarakat yang baik?

Kembali ke kisah lelaki tadi. Dia sangat yakin dengan perkataan Imam Al-Ghozali. “Masyarakat rusak karena penguasa rusak. Penguasa rusak karena ulama rusak”. Apapun yang dikatakan ulama hari ini, paling tidak mereka sudah mulai di dengar. Lelaki ini pun sempat mendengar dan merenungi fatwa-fatwa dari Majlis ulama. Ditengah kesibukan dan tugas-tugasnya, dia sempatkan diri tersenyum. Dia bahagia, bukan karena isi fatwa. Tapi karena Majlis ulama telah membuat masyarakat lupa dengan gosip selebritis dan artis. Mungkin sebagian pemuda yang menganut mazhab liga sepak bola pun terseret pada wacana ini.

Senyum lelaki itu tiba-tiba saja berubah menjadi gelak tawa aneh. Ya, dia tertawa. Ternyata bukan hanya masyarakat yang dibuat lupa oleh kesehariannya. Orang-orang lupa dengan fatwa sebelumnya, setiap kali ada fatwa yang baru. Kemarin SEPILIS itu HARAM, lalu Rokok, lalu golput. Lelaki ini tertawa karena ternyata semua yang difatwa haram itu adalah realitas yang nyata dan tidak pernah berubah.

Adalah realitas bahwa Majlis Ulama tidak lebih di dengar oleh presiden dari penasehat politik dan partai pengusung penguasa. Adalah realitas bahwa para pejabat di negeri ini adalah perokok. Demikian juga para kyai di pesantren-pesantren. Lalu anggota legislatif. Lelaki itu berpikir sejenak. Jika SEPILIS haram, maka penguasa yang tidak mendengar Ulama adalah najis, pikir lelaki itu. Jika rokok adalah haram, maka para pejabat, kyai dan anggota legislatif adalah najis. Begitu juga hasil pembangunan dari pajak dan bea cukai rokok. Semuanya najis! Dalam kasus rokok, Ulama telah di dahului oleh para pembuat bungkus rokok. Tapi tak masalah siapa yang duluan. Yang penting adalah pelaksanaannya.

Lelaki itu pun sami`na wa atho`na.. Dia bertekad untuk tidak melakukan aktivitas yang haram atau menyentuh sesuatu yang najis. Berat memang, tapi setiap kebaikan adalah kewajiban. Setiap kewajiban harus diperjuangkan dan dilaksanakan.

Bagaimana dengan Haram-nya golput? Huff! Dia baru teringat akan pesta demokrasi yang akan digelar. Pesta ini konon katanya digunakan untuk mengangkat pemimpin negeri ini. Lelaki itu hampir lupa sudah berapa kali PEMILU digelar sepanjang usia hidupnya. Dia teringat para pedagang asongan, penjual rokok dan anggota legistlatif. Mereka semua punya kesibukan yang sama dengan dirinya: mencari nafkah. Tapi tidak semuanya sama beruntung. Khususnya dengan fatwa Majlis ulama. Para penjual rokok harus merasa dirugikan karena omset penjualan mereka bolehjadi menurun. Para anggota legislatif pun mungkin banyak yang akan kehilangan pekerjaannya. Karena PEMILU adalah PHK besar-besaran. Fatwa haram rokok dan haram golput merugikan berbagai pihak. Hampir semua pihak dirugikan oleh fatwa ulama dan PEMILU, kecuali tukang sablon dan para caleg. Bagi tukang sablon dan para caleg mungkin ini adalah proyek dan bursa lowongan kerja besar-besaran.

Lalu bagaimana dengan lelaki itu?? Bagi dia, ulama walau bagaimana pun tetap mulia. Fatwanya adalah hasil ijtihad yang mesti mendapatkan pahala. Lalu bagaimana sikap lelaki in terhadap PEMILU dan golput? Silahkan tanya sendiri, dia sedang sibuk dengan pergumulan hidup dan perjuangannya. Dia terlalu sibuk untuk sempat menuliskan opini di Kompas atau Republika. Mungkin dia punya pendapat, tapi tak sempat membuat Seminar, atau menggelar demonstrasi di HI. Kalau mau tahu pendapat dia, silahkan tanya sendiri. Mungkin dia mau menyempatkan diri untuk menjawab pertanyaan kamu…

Bagi dia, hidup itu harus diperjuangkan. Semua orang yang disebut diatas sibuk dengan urusan nafkah mereka. Begitu pun dia, lelaki itu. Jika saja kalian sempat bertemu dengan dia dan bertanya tentang Haramnya Golput dan PEMILU. Mungkin kalian akan mendengar jawaban dia sambil berlalu begitu saja… Ngapain mikirin demokrasi, mending mikirin anak&istri!

***

Lelaki itu sibuk mencari nafkah, seperti sibuknya anggota legislatif mencari nafkah. Apakah Majlis Ulama tempat mencari nafkah? Lelaki itu tidak terlalu peduli, persis seperti tidak pedulinya dia, apakah presiden korupsi atau tidak.

Lelaki itu tetap patuh kepada ulama, dan fatwa-nya. Lelaki itu bukan hanya menginginkan pemimpin yang baik dan mengharamkan golput. Dia telah melampuainya. Dia bahkan sudah melangkahi SEPILIS dengan melupakannya... Ya, melupakannya! Persis seperti kebanyakan orang melupakan syari`at Islam dan fatwa haramnya Sekulerisme dan Pluralisme.

Lelaki itu sudah melupakan demokrasi, untuk sesuap nasi anak dan istrinya. Lelaki itu melampaui pejuang-pejuang demokrasi yang konon berjuang bersama untuk rakyat. Lelaki itu hanya berjuang untuk dirinya. Ia berharap untuk tidak masuk neraka!

Kemarin dia sempat berkomentar sambil tetap sibuk pada pekerjaannya. Dia mendengar pernyataan salahsatu tokoh partai peserta PEMILU (they are so-called islamic movement), lalu berkata: “Bagi saya demokrasi dan pemenangan PEMILU adalah agenda masa lalu”.

UNTUK YANG MASIH MEMILIKI HARAPAN

Rev. Senin, 9 Februari 2009.



***Revolusi Hari Ini***

Sedang Berkontemplasi...

Maaf kawan..saya tak menulis dulu (lagi)..

Biarlah kaki ini menulis di atas langkah yang terkayuh
Biarlah tubuh ini basah kuyup di tengah rintik hujan
Biarlah tangan ini tetap menari bersama pikiran disana..
Di desa, di kota yang kita lewati..

Biar ku tulis buku hidup kita
Sebuah biografi hidup yang tak perlu di bedah
kecuali saat kita telah tiada

***Revolusi Hari Ini***

SERUAN JIHAD UNTUK MENGHENTIKAN AGRESI ISRAEL KE GAZA

SERUAN JIHAD UNTUK MENGHENTIKAN AGRESI ISRAEL KE GAZA


Oleh Sang Singa Islam Shaikh/ Usamah bin Ladin
semoga Allah menjaga beliau



Sesungguhnya segala puji hanya milik Alloh, kami memohon pertolongan dan meminta ampunan kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Alloh dari keburukan jiwa-jiwa kami dan kejahatan amal perbuatan kami.

Siapa diberi petunjuk oleh Alloh, tak ada seorang pun bisa menyesatkannya. Dan barangsiapa Dia sesatkan, tak ada seorang pun yang memberinya petunjuk.

Dan aku bersaksi bahwa tiada ilah (yang haq) selain Alloh saja, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Amma ba‘du…

Umat muslimku…

Saya berdiri di hadapan kalian pada hari-hari sulit sekarang ini bukan untuk mencela dan mengancam terhadap apa yang dialami saudara-saudara kita di Gaza, sebagai kedok untuk bersembunyi di baliknya…

Akan tetapi saya berdiri di hadapan kalian hari ini untuk menyampaikan kalimat kebenaran, yang dengan izin Alloh kalimat itu akan membantu kita mengembalikan hak yang dirampas.
Kalimat kebenaran yang tidak berkompromi dengan raja, penguasa, ulama, atau menteri.
Kalimat yang tidak mengakui hukum internasional yang semu. Tidak takut dengan majelis Dewan Keamanan milik negara-negara besar yang menebar ketakutan terhadap kaum tertindas di negara-negara kecil, seperti Palestina, Irak, Afghanistan, Somalia, Kashmir dan Chechnya.

Kalimat kebenaran yang seluruh dunia mengeroyoknya, ingin menghapusnya dari manhaj dan kehidupan kita, sebelum membasmi kita semua.

Kalimat itu adalah jihad suci demi merebut kembali Baitul Maqdis dan Al-Quds.

ويح القدس ديس عفافها ... والمسلمون عن الجهاد نيام
Duhai celaka Al-Quds, kesuciannya diinjak-injak
Sementara umat Islam terlelap dari jihad…

Umat Muslimku…

Sesungguhnya rahasia kesalahan terbesar dalam perjuangan pembebasan Palestina yang sudah-sudah adalah:
yang mengendalikan perjuangan itu adalah para penguasa yang mengkhianati amanah.

Di perang tahun 1948, kaum Muslimin saat itu heran bagaimana kita bisa kalah. Padahal yang mengherankan justeru jika ketika itu kita menang. Sebab bagaimana kita menang, sementara penguasa-penguasa kita telah menyerahkan urusan perang kepada penguasa Yordan yang sebenarnya, yaitu Jendral berdarah Inggris, Glubb Pasha.??

Bagaimana mungkin menang suatu umat yang dipimpin oleh musuhnya? Dan pada waktu itu, semua penguasa kita memiliki “Pasha-pasha” lain yang mengendalikannya.

Contohnya di Jazirah Arab, raja tanpa mahkotanya adalah seorang jenderal asal Inggris, Philip. Untuk menipu rakyat, penguasa cukup dengan menggelarinya Hajji Abdullah Philip. Siapa membaca dokumen-dokumen Britania yang terkait dengan masalah ini, akan tahu sejauh mana kelalaian yang mendominasi manusia pada waktu itu.

Tipuan-tipuan itu terus berlangsung, namun dengan wajah dan nama berbeda.
Hari ini, setiap ibukota negara pasti ada “Bremer”nya, baik nampak atau tersembunyi. Bersama dia selalu ada “Allawi” yang menjalankan perintah-perintahnya.

Di setiap negara selalu ada “Sistani” dan “Tanthawi”, bersama mereka ada barisan para ulama, yang resmi maupun non resmi, barisan para jurnalis, intelektual dan wartawan, yang secara dusta memberikan legalitas terhadap agen-agen salibis di negeri kita.
Maka semua golongan ini adalah musuh bagi umat yang harus kita diwaspadai. Dan sebagian besar dari mereka adalah orang-orang yang dikenal.

Tanda paling gampang untuk mengenali mereka adalah: penguasa memberi keluasan kepada mereka untuk beraspirasi kepada orang banyak dan menipu mereka melalui media informasi secara teratur, sementara ulama-ulama yang jujur dilarang, walau sekedar berkhutbah jumat di desa terpencil.

Di antara kekurangan kita di zaman sekarang, kita dihadapkan kepada banyak jalan yang mengusung slogan-slogan pembebasan Palestina, padahal sebagian besar jalan ini justeru mentelantarkannya.

Jalan yang paling besar adalah tindakan penguasa-penguasa hari ini yang mengadakan pertemuan-pertemuan para menteri dan melimpahkan masalah kepada Dewan Keamanan PBB. Ini adalah sebuah cara untuk lari dari tanggung jawab dan mentelantarkan masalah Palestina.

Jalan yang lain adalah menuntutnya sebagian ulama dan dai kepada para penguasa untuk membebaskan Palestina. Ini tidak lain adalah cara lain untuk lari dari tanggung jawab dan mentelantarkan darah para syuhada serta mentelantarkan Al-Aqsha.

Bagaimana mungkin kita minta tolong kepada kaki tangan musuh-musuh kita? Tidakkah mereka lelah meminta tolong selama berpuluh-puluh tahun?

المستجير بعمرو عند كربته ... كالمستجير من الرمضاء بالنار
Meminta perlindungan kepada Amru ketika ia dalam susah
Seperti orang yang mencari perlindungan dari abu dengan api…

Ada jalan lain, yaitu tuntutan tokoh-tokoh jamaah Islam agar para penguasa mengizinkan mereka berjihad demi membebaskan Palestina, atau menghimbau para penguasa itu untuk mengikuti kemauan rakyat. Ini adalah jalan lain untuk lari dari tanggung jawab, yang hasilnya adalah diinjaknya kepala di pasir, penyesatan dan penipuan terhadap anggota jamaah-jamaah tersebut, dan mentelantarkan masalah.

Seharusnya mereka berterus terang kepada saudara-saudaranya: bahwa beban ini sangat berat dan kami tak siap memikulnya. Sebab kekufuran, baik lokal maupun internasional, menyerang semua usaha yang coba bergerak dan berterus terang demi kebaikan masalah ini.

Maka yang wajib adalah tahridh terhadap jihad yang hukumnya sudah fardhu ain, mendaftar para pemuda untuk bergabung dalam pasukan-pasukan jihad fi sabilillah, melawan aliansi zionis salibis dan antek-anteknya di Kawasan. Bukan menyalurkan energi para pemuda dengan turun ke jalan-jalan untuk melakukan demonstrasi-demonstrasi tanpa senjata.

Para tokoh jamaah itu seharusnya memberikan tempat bagi tenaga-tenaga pemberani yang ahli dari saudara-saudara mereka, agar mereka yang memimpin jamaah tersebut di situasi-situasi sulit seperti sekarang, supaya mereka melaksanakan kewajiban syar‘inya.

من لم يكن بالقتل مقتنعاً ... يخلي الطريق ولا يغوي من اقتنعا
Siapa yang tidak yakin dengan cara membunuh
Hendaknya ia memberi jalan dan tidak menyesatkan orang yang yakin

Meskipun terdapat banyak jalan menyimpang, namun di sana ada satu jalan lurus untuk merebut kembali Al-Aqsha dan Palestina, yaitu jihad fi sabilillah, seperti yang telah kami singgung tadi.

Alloh Ta‘ala telah menjelaskan tentang cara menahan gempuran orang-orang kafir di dalam Al-Quranul Adzim:
"Maka berperanglah kamu di jalan Alloh, kamu tidak dibebani selain dirimu sendiri, dan kobarkanlah semangat orang-orang beriman. Semoga Alloh menghentikan keganasan orang-orang kafir. Dan Alloh lebih dahsyat kekuatannya dan lebih dahsyat serangannya." (QS. An-Nisa': 84).

Dengan tahridh dan peranglah keganasan orang kafir dihentikan.

Kemudian, sungguh saya katakan kepadamu, wahai umatku:

Mencukupkan diri membebankan tanggung jawab kepada penguasa dan ulama, setelah itu berpangku tangan dari jihad, tidaklah membebaskan kalian dari tanggung jawab. Tidak lain itu juga merupakan jalan untuk melarikan diri. Perintah Alloh di dalam Al-Quranul Karim untuk berjihad di jalan-Nya sudah jelas, baik berjihad dengan jiwa maupun harta, hingga kebutuhan (jihad) tercukupi.

Umat muslimku…

Sungguh engkau mampu mengalahkan eksistensi zionis dengan potensi pendukungmu yang besar dan tersimpan, tanpa harus meminta bantuan para penguasa. Bahkan meskipun mayoritas dari mereka berfihak kepada aliansi salibis-zionis.

Di sini saya bermaksud meyakinkanmu, umatku, bahwa saya yakin perkara itu mudah bagimu, dengan izin Alloh. Asalkan kita mengikuti jalan lurus, bersandar kepada Alloh dan menempuh sebab-sebab yang Dia perintahkan, serta berpaling dari jalan-jalan yang hina.

Di sini saya berikan kepadamu dua bukti, yang menunjukkan bahwa engkau mampu mengalahkan musuh-musuh kita hanya dengan sedikit kekuatan yang kamu miliki:

Bukti pertama: Kekalahan besar yang menimpa Uni Soviet di Afghanistan berkat anugerah Alloh, kemudian berkat perjuangan para pendukungmu, tanpa campur tangan tentara manapun yang dimiliki penguasa-penguasamu, meskipun dalam peperangan ketika itu dukungan secara umum memihak kepada mujahidin.
Ketika itulah panji Uni Soviet dicabut dari dunia dan dibuang untuk dilupakan, segala puji dan anugerah hanya milik Alloh.

Adapun bukti kedua: Pasca runtuhnya Uni Soviet, Amerika menjadi satu-satunya penguasa dan ia berusaha memaksakan hegemoni serta kebijakan politiknya kepada seluruh dunia. Maka para penguasa di wilayah kita semakin meningkatkan ketundukan kepadanya, makin membabi buta keangkara murkaannya dan sokongannya terhadap eksistensi zionis, sehingga dia leluasa berbuat kerusakan di Palestina.
Ketika itu, beberapa gelintir dari putera-puteramu memproklamirkan jihad terhadap pihak yang berdiri sendirian itu, si neo-Hitler, satu-satunya penguasa abad, maka kami berhasil mematahkan tanduknya, meluluhlantakkan bentengnya, meruntuhkan menaranya. Maka ia berjalan dengan marah, dan mengklaim akan menyeret para pemimpin jihad, hidup atau mati, untuk mengembalikan kewibawaan Amerika dan menjadikan mereka pelajaran bagi orang lain. Maka Amerika seperti Abu Jahal di perang Badar, ia keluar dengan menyombongkan kekuatan senjata dan jumlah pasukannya.
Namun, kami kembali berhasil tumpulkan ketajamannya, kami bunuh tentara-tentaranya, kami cerai-beraikan persahabatannya, dan karunia itu dari Alloh semata. Jika perang telah tersulut dan kita dizalimi, maka kata-kata yang dipakai adalah kata-kata pedang, jika ingin hak-hak yang dizalimi kita rebut kembali.
Lihatlah Amerika, hari ini ia terhuyung-huyung oleh pukulan-pukulan mujahidin dan oleh berbagai krisis yang menderanya. Sejak dari kerugian jiwa, kemudian politik, hingga ekonomi. Sekarang ia tenggelam dalam krisis ekonomi, sampai-sampai ia minta bantuan kepada negara-negara kecil, apalagi negara-negara besar. Ia tak lagi disegani musuh, dan tidak dihormati kawan.

Di sinilah kita harus sedikit berfikir; kalian tahu bahwa yang pertama kali dirugikan oleh bangkrutnya kezaliman Amerika adalah eksistensi zionis. Sebab dengan itu ia kehilangan salah satu penopang utama keberadaannya dan urat nadi kehidupannya.
Kerugian besar dan cepat pada kekuatan Amerika inilah salah satu faktor penting mengapa Israel melakukan serangan barbar ke Gaza, dalam percobaan frustasi untuk memanfaatkan masa-masa terakhir kepemimpinan Bush dan kaum neo-konservatif, masa yang telah memberikan kepada mereka kekuatan, dana, dukungan moral, planning strategi, dan permusuhan terselubung yang tidak bisa diberikan oleh pemerintahan lain, untuk dia gunakan menyerang kaum Muslimin dan memukul semua kekuatan yang menolak hegemoni Amerika di Kawasan.

Tapi ternyata kekuatan Gedung Putih hancur berkeping-keping di atas bebatuan mujahidin di Afghanistan, dan tenggelam di lumpur jebakan Irak. Dari sinilah Israel dengan tergesa-gesa mengambil langkah menghabisi lawan-lawan mereka di Gaza dan mengganti mereka dengan ‘Abbâs dengan kekuasaannya untuk kepentingan melindungi Israel. Maka mereka melakukan pembantaian mengerikan ini sebelum masa kekuasaan Bush berakhir, sebelum kelemahan Amerika semakin nyata dan sebelum hancurnya sistem VETO yang oleh dunia mulai dicibir, di mana-mana terdengar suara yang mengusulkan untuk menghapusnya, dan veto sendiri adalah sebuah simbol kezaliman dan arogansi.

Umat muslimku..

Membicarakan kelemahan dan mundurnya hegemoni Amerika serta keruntuhan ekonominya bukanlah sesuatu yang bersifat angan-angan. Namun berdasarkan kepada kesaksian tokoh-tokoh besar mereka sendiri, di mana kesaksian-kesaksian itu sudah tidak mungkin mereka tutup-tutupi lagi.

Berikut ini Biden, wakil presiden terpilih Amerika, mengatakan: “Krisis ini lebih besar dari apa yang kami perkirakan. Dan seluruh sektor ekonomi Amerika berpotensi mengalami kehancuran.”

Berikutnya menteri keuangan Spanyol, ia mengatakan: “Seluruh perekonomian global berpotensi bangkrut.”

Mantan pejabat Bank Cadangan Amerika, Alen Grisban, mengatakan bahwa kebangkrutan yang besar akan terasa kecil di hadapan krisis perekonomian sekarang ini.

Presiden Perancis, Sarkozi, menyebut krisis yang sekarang terjadi dengan mengatakan: “Krisis ini sangat dalam sekali, sistem ekonomi global sedang diambang kebangkrutan.”

Saya katakan: Mereka sekarang sudah tenggelam dalam samudera kerugian –atas karunia Alloh—disebabkan kezaliman yang mereka lakukan sendiri.

Menteri perekonomian Jerman mengatakan: “Dunia tidak akan kembali seperti keadaan sebelum krisis, dan Amerika Serikat akan kehilangan posisinya sebagai negara super power dalam sistem ekonomi global.”

Selanjutnya, saya kutip untuk kalian laporan-laporan intelejen Amerika yang semakin mempertegas kemunduran dominasi Amerika dalam beberapa tahun ke depan.

Umat muslimku…

Sesungguhnya jihad yang dilakukan putera-puteramu melawan aliansi salibis-zionis merupakan salah satu sebab –setelah anugerah Alloh—terjadinya semua hasil yang menghancurkan musuh-musuh kita ini, di mana hasil-hasil itu telah nampak dan terlihat setelah perang yang berlangsung selama tujuh tahun.

Dan saya meyakinkanmu, wahai umatku, sebagai bentuk menyampaikan nikmat Alloh azza wa jalla atas kami, bahwa kami merasa Alloh telah mengkaruniakan kepada kami kesabaran yang cukup bagi kami untuk melanjutkan perjalanan jihad tujuh tahun lagi, kemudian tujuh tahun lagi, dan tujuh tahun lagi…dengan izin Alloh. Maka sabar adalah sebaik-baik senjata, dan takwa adalah sebaik-baik perbekalan. Jika kami menemui syahid, itulah yang selama ini kami cari, akan tetapi panji jihad tidak akan pernah jatuh hingga hari Kiamat tiba, sebagaimana hal itu diberitakan oleh Rosululloh Salallahu 'alaihi wasalam.

Yang menjadi pertanyaan justeru: Sanggupkah Amerika melanjutkan perang melawan kami untuk beberapa dekade ke depan?

Laporan-laporan dan indikator-indikator yang ada menunjukkan tidak.

Dan 75 % rakyat Amerika senang dengan kepergian presiden yang telah menyeret mereka dalam perang-perang yang tidak sanggup mereka tanggung dan menenggelamkan mereka dalam belitan ekonomi hingga telinga mereka. Bush telah meninggalkan warisan yang berat bagi penggantinya, meninggalkannya di antara dua perkara yang paling manisnya adalah pahit, seperti orang yang menelan pisau bermata dua, ia gerakkan seperti apapun tetap melukainya.

Salah satu bentuk peninggalan tersulit adalah ketika seseorang mewarisi perang gerilya panjang melawan musuh yang sangat penyabar dan keras kepala, dengan menggunakan dana dari pinjaman-pinjaman ribawi. Jika ia mundur dari perang, berarti itu kekalahan militer. Jika ia melanjutkannya, ia tenggelam dalam krisis ekonomi. Lalu bagaimana, Bush mewariskan kepadanya dua perang, bukan satu, di mana dia tak mampu melanjutkannya.

Dan kini kami sedang merintis jalan untuk membuka front-front jihad lain, dengan izin Alloh. Maka, bukankah sudah sepantasnya jika engkau, wahai umatku, meletakkan tanganmu pada tangan putera-puteramu yang berjihad, untuk bersama-sama kita teruskan jihad melawan musuh Islam dan melanjutkan pengurasan kekuatan mereka di dua front ini, dan di front-front lain yang terbuka di hadapanmu melawan aliansi salibis-zionis beserta antek-anteknya di Kawasan; di Palestina, di Irak, Afghanistan, Waziristan, Maghrib Islami dan Somalia.

Maka kewajibanmu adalah memberikan dukungan personal dan dana, hingga kebutuhan jihad tercukupi. Sungguh aku telah berpengalaman dalam jihad –berkat karunia Alloh—dan aku mengetahui beban-beban pendanaannya. Zakat seorang pengusaha besar di kalangan kaum Muslimin sebenarnya cukup untuk kebutuhan-kebutuhan jihad di semua front terbuka melawan musuh kita hari ini. Padahal jihad, sebagaimana yang kalian ketahui, memiliki jatah dari harta zakat.

Maka berbahagialah orang yang dimudahkan Alloh Ta‘ala untuk menjadi sebab untuk menolong agama-Nya, membela Rosul-Nya, dan menyelamatkan umat beliau Salallahu 'alaihi wasalam.

Alangkah miripnya kondisi sulit mujahidin hari ini dengan kondisi sulit yang dialami pasukan paceklik (Jaisyu `l-‘Usroh) di zaman Rosululloh n, sebelum Ustman a datang dan memberi perbekalan sebagian besar pasukan, lalu Rosululloh Salallahu 'alaihi wasalam bersabda: “Tidak membahayakan Utsman apa yang akan dia lakukan setelah hari ini.”

Maka siapakah yang mau menjadi “Utsman”nya umat Islam dalam paceklik sekarang ini?

Dan saya tahu mayoritas pengusaha kaum Muslimin enggan berinfak di jalan Alloh bukan karena mereka bakhil, tetapi karena mereka takut kepada Amerika dan boneka-bonekanya di Kawasan. Dan sesungguhnya saya katakan kepada mereka: Ini bukanlah udzur, memang kalian sedang berada di negeri ujian dan cobaan.

Ingatlah firman Alloh Ta‘ala:

(أَتَخْشَوْنَهُمْ فَاللّهُ أَحَقُّ أَن تَخْشَوْهُ إِن كُنتُم مُّؤُمِنِينَ) التوبة13
“Apakah kamu takut kepada mereka? Maka Alloh itu lebih berhak kamu takuti jika kamu orang-orang beriman.” (At-Taubah: 13).

Maka harus ada hijrah. Beban-beban kemenangan dan penegakan Islam harus dipikul. Manusia terbaik (Rasulullah Salallahu 'alaihi wasalam) saja terpaksa –akibat ulah orang-orang Musyrik— untuk masuk ke gua, meninggalkan keluarga dan kampung halaman, dan berhijrah meninggalkan jengkal tanah terbaik: Mekah Al-Mukarromah.

Maka bersegeralah. Bersegeralah. Manfaatkanlah kesempatan mahal ini, dan janganlah kalian menyia-nyiakannya. Kalian memiliki teladan yang baik pada diri Rasulullah Salallahu 'alaihi wasalam ketika beliau masuk gua. Tidak bisakah dari kalian bersembunyi di suatu rumah di tempat tertentu? Bukankah bumi Alloh ini luas untuk kalian jadikan tempat menjalankan ibadah jihad dengan harta?

Alloh Ta‘ala berfirman:

{يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ أَرْضِي وَاسِعَةٌ فَإِيَّايَ فَاعْبُدُونِ }العنكبوت56
“Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka beribadahlah kepada Aku saja.” (Al-Ankabut: 56).

Dan berfirman:

{إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلآئِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُواْ فِيمَ كُنتُمْ قَالُواْ كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الأَرْضِ قَالْوَاْ أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُواْ فِيهَا فَأُوْلَـئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءتْ مَصِيراً، إِلاَّ الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاء وَالْوِلْدَانِ لاَ يَسْتَطِيعُونَ حِيلَةً وَلاَ يَهْتَدُونَ سَبِيلاً}النساء97-98
“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?.” Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah).” Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Alloh itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?.” Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah).”(An-Nisa’: 97-98).

Umat muslimku…

Sesungguhnya dalam peperangan-peperangan, krisis-krisis, dan cobaan-cobaan ini, ada karunia-karunia. Dan orang-orang cerdas tidak akan membiarkan karunia-karunia itu lewat begitu saja, tetapi mereka akan memanfaatkannya. Maka di hadapanmu ada kesempatan besar untuk melawan kezaliman dan diktatorisme yang ditimpakan kepadamu dari dalam dan luar sejak puluhan tahun, untuk merebut kembali hakmu dengan kekuatan.

Orang-orang yang mengatakan kepadamu bahwa cara mengambil hak adalah melalui kotak-kotak undian (pemilu) lalu memberikan contoh bangsa-bangsa barat kepadamu, pada dasarnya mereka itu menipumu dan berdusta kepadamu. Mereka melakukannya karena takut kepada penguasa, atau karena ambisi terhadap apa yang ada padanya.

Bangsa-bangsa Barat yang mereka sebut itu, merebut haknya tak lain adalah melalui revolusi-revolusi dan kekuatan senjata. Maka sejak perang tujuh tahun antara Inggris dan Perancis demi menaklukkan Amerika, kedua belah fihak terjebak dalam krisis ekonomi besar-besaran. Hal itu mendorong para pemimpin mewajibkan pajak-pajak kepada rakyat. Inilah yang kemudian memicu tersulutnya revolusi Perancis, setelah sebelumnya diawali dengan kezaliman dan tindakan diktator para raja terhadap rakyat. Sebab ketika itu Raja Louis XIV mengatakan: “Akulah negara, dan negara adalah aku.” Seperti ini jugalah keadaan para raja dan penguasa kita.

Akhirnya, orang-orang Perancis memanfaatkan kesempatan di tengah cobaan-cobaan itu, mereka memberontak kepada raja-raja yang dzalim yang telah menyedot darah dan kekayaan mereka. Kemudian mereka mencopot Louis XVI dan menyeretnya ke tiang gantungan. Mereka merebut hak-hak mereka dengan kekuatan senjata.

Maka tidak ada tempat bagi kotak-kotak suara di negeri-negeri kita di bawah kendali penguasa-penguasa kejam kecuali untuk menipu kita. Dan yang menyedihkan, sekaligus harus diwaspadai, penipuan besar-besaran ini turut didorong oleh para ulama dan da'i.

Dari rahim krisis ekonomi pulalah orang-orang Amerika melancarkan pemberontakan terhadap Inggris untuk merebut hak-hak mereka. Mereka tidak melakukan dan mengikuti sistem demokrasi yang sekarang ini mereka gunakan untuk menipu kita di Afghanistan, Irak dan lain-lain. Akan tetapi mereka merebut hak-hak mereka dengan besi dan api, maka ambillah pelajaran wahai orang-orang yang memiliki pandangan jeli.

Kita sebagai kaum Muslimin, meyakini bahwa sudah menjadi hak umat untuk memilih pemimpinnya sendiri. Kita juga mengimani adanya syuro, akan tetapi kita meyakini bahwa demokrasi ala barat ini –terlepas bahwa itu adalah tipuan besar—merupakan bid‘ah yang syirik. Kaum Muslimin tidak akan rela dipimpin oleh siapapun kecuali dengan syariat Alloh Ta‘ala, bukan dengan hukum buatan manusia yang mereka buat rancang sendiri.

Dalam agama kita juga adalah syariat perang di jalan Alloh melawan aggressor yang menyerang dan melawan para penguasa murtad, sampai kalimat Alloh menjadi yang tertinggi. Ketika itu dijalani, segala urusan akan kembali kepada tempatnya, segala hak akan kembali kepada pemiliknya.

Sebagai penutup, saya ucapkan kepada saudara-saudara kami di Palestina:

Semoga Alloh membesarkan pahala kalian…
Semoga Alloh menerima orang-orang gugur di antara kalian sebagai syuhada..
Dan menyegerakan kesembuhan bagi mereka yang terluka…
Saya berdoa, semoga Alloh Azza wa Jalla mengilhamkan kesabaran kepada orang-orang yang terkena musibah dan memberikan ganti yang lebih baik kepada mereka.

Saudara-saudaraku di Palestina…

Berkali-kali kalian menanggung kesusahan seperti yang dialami bapak-bapak kalian selama sembilan dekade ini, dan sesungguhnya kaum Muslimin bersimpati terhadap kalian karena apa yang mereka saksikan dan mereka dengar.

Sedangkan kami, mujahidin, juga bersimpati kepada kalian. Dan simpati kami lebih besar, karena mujahidin juga mengalami kehidupan sama dengan yang kalian alami. Yang mereka rasakan lebih susah dari apa yang kalian rasakan. Mereka dibombardir sebagaimana kalian dibombardir, dengan pesawat-pesawat yang sama. Mereka kehilangan orang-orang tercintanya sebagaimana kalian kehilangan. Maka segala puji bagi Alloh, kita adalah milik Alloh dan kepada-Nya saja kita akan kembali.

Namun di tahun ini, Alloh berkehendak tanda-tanda terbit fajar telah nampak, indikasi-indikasi positif jalan keluar telah muncul, dengan bangkrutnya kekuatan aliansi salibis-zionis. Maka berarti tinggal sedikit lagi, dengan izin Alloh.

Kami bersama kalian, dan kami tak akan mentelantarkan kalian dengan izin Alloh. Hasil akhir kami terkait dengan hasil akhir kalian, dalam memerangi aliansi salibis-zionis. Maka tak ada pilihan…perang sampai menang, atau mati syahid di jalan Alloh.

فاصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“…bersabarlah, pertahankanlah kesabaran kalian, dan berribathlah, agar kalian memperoleh kemenangan.”

Doa terakhir kami adalah: Alhamdulillah Robbil Alamiin, segala puji hanya milik Alloh Robb semesta alam.

Dan limpahkanlah sholawat dan salam, ya Alloh, kepada nabi kami, Muhammad, kepada para pengikut dan seluruh sahabatnya.



diterjemahkan oleh Al-Akh Khadimul Jihad

Jangan lupakan kami,
Dalam d'oa-do'a kalian yang shalih

Saudara kalian di



Forum Jihad Al-Tawbah
Bersama meraih impian Syahadah

WARTAISLAM.CO.CC

Info Distro

Berita Palestina